LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 28


__ADS_3

Setelah habis satu minggu waktu berlalu di kota H, pada akhirnya Luoxue dengan Xu Qin memutuskan untuk kembali saja ke kota SS.


Sean tidak keberatan dan lagipun mereka sudah banyak menghabiskan waktu di kota H sebelumnya.


Mereka bertiga sudah kembali ke kota SS, dan saat ini Sean kembali merasa kebosanan di villa mewahnya.


Sementara Xu Qin kembali keperusahaan dan begitupun dengan Luoxue yang pergi kerumah keluarga Ji.


Saat dalam keadaan bosan seperti sekarang ini, Sean merasa waktu berjalan lambat dan tidak tahu harua melakukan kegiatan apa agar bisa mengusir rasa bosan tersebut dalam dirinya.


{Jika anda bosan kenapa tidak pergi bersenang-senang saja}


"Aku ingin bersenang-senang, namun apa yang bisa aku lakukan sebagai kegiatan bersenang-senang?"


{Bagaimana jika anda bekerja saja agar sibuk}


"Tapi urusan di perusahaan sudah ada yang mengatur"


{Anda tinggal memeriksa setiap hotel baru yang anda dapatkan}


"Kalau begitu kirim aku menuju hotel-hotel yang bermasalah saja"


{Kalau begitu biarkan sistem memeriksa terlebih dahulu}


"Baiklah"


Setelah itu sesaat sistem memeriksa data-data hotel seperti yang diinginkan oleh Sean.


Sampai akhirnya kembali muncul bersuara.


{Ada dua hotel yang bermasalah}


"Baiklah kirim saja aku kesana"


Wush!


Sean dikirim secara instan menuju hotel pertama.


Terlihat dihadapannya sekarang adalah Diamond Hotel, yang merupakan hotel bintang lima di kota M.


Sean dengan langkah santai berjalan masuk kedalam hotel dan langsung disambut nyatanya oleh penanggung jawab disana.


"Tuan Sean selamat datang" ucap seorang wanita muda nan cantik tersebut.


"Ya" jawab Sean singkat.


"Perkenalkan saya Shen Yu selaku penanggung jawab disini" ucapnya memperkenalkan diri.


"Baiklah, antarkan aku keruanganmu karena aku ingin melakukan pemeriksaan" ucap Sean.


"Baik, silahkan lewat sini" jawabnya.


Dengan diantarkan Shen Yu, Sean berjalan menuju ruangan kantor milik Shen Yu.


Sampai disana Sean duduk dengan santai di kursi yang ada dan meminta Shen Yu mengambilkan semua datang tentang hotel selama setahun ini.


Dengan segera Shen Yu mengambilkan data-data yang diminta, kemudian memberikannya pada Sean untuk diperiksa.


Hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja, Sean dapat langsung memahami semua yang tertera pada laporan yang ada dan mendapati seorang pencuri di hotelnya ini yang memalsukan laporan keungan.


"Ada pencuri disini, apakah kau menyadarinya?" tanya Sean.


Deg!


Shen Yu seketika merasa terkejut begitu mendengar ucapan dari sang bos, langsung dirinya menjawab dengan nada bersalah.


"Maaf saya lalai tuan" ucap Shen Yu dengan ketakutan.


"Jangan takut, tolong panggilkan orang bernama Gu San kehadapan diriku" ucap Sean.


"Baik, akan segera saya lakukan" jawab Shen Yu.


Selepas pergi selama beberapa saat, Shen Yu kembali dengan membawa seorang pria kehadapannya.


"Kau yang bernama Gu San?" tanya Sean.


"Benar, tuan" jawabnya.


"Apakah kau tahu maksudku memanggilmu kemari?" tanya Sean sambil berdiri dari duduknya dan berjalan kehadapan Gu San.


"Tidak tuan" jawabnya.

__ADS_1


Bugk!


Satu pukulan keras didapatkan Gu San dengan telak dari Sean sampai membuatnya serasa ingin muntah karena pukulan kuat itu tepat kebagian perut.


Bahkan Gu San sampai dibuat terduduk lemas diatas lantai.


Sean kemudian kembali memukul Gu San terus menerus sampai menbuatnya pingsan.


"Laporkan orang ini ke polisi, kau bisa menyelesaikannya bukan?" tanya Sean pada Shen Yu disana yang gemetar ketakutan melihat kejadian dihadapan matanya barusan.


"S-erahkan p-ada saya tuan" jawab Shen Yu.


"Bagus, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Sean.


Sean kemudian pergi meninggalkan Diamond Hotel dan pergi menuju hotek berikutnya yang memiliki masalah disana.


Tujuan keduanya ini adalah Sweet Hotel.


Seperti sebelumnya masalah yang ada dapat diselesaikan dengan mudah oleh Sean, dan tentu saja orang yang berani mencuri di tempatnya terlebih dahulu diberikan cindera mata berupa beberapa pukulan kuat di berbagai titik pada tubuhnya.


Sebelum akhirnya Sean meminta penanggung jawab hotelnya disana untuk menyeret si pencuri ke kantor polisi untuk diadili atas semua kegiatan pencurian yang dilakukannya.


Sean telah selesai mengurus semua masalah yang ada di hotel-hotelnya.


Dan sekarang ini Sean sudah kembali berada dirumahnya.


Dengan perasaan masih agak bosan, akhirnya Sean memilih untuk berkendara di jalanan.


Dirinya terus berkendara sampai di satu titik, yang terdapat keramaian disana.


Karena rasa penasaran yang tinggi membuat Sean menghampiri kerumunan tersebut untuk mengetahui ada apa disana.


Tapi megejutkan, rupanya disana ada sosok seorang pria paruh baya dengan usia sekitar 35 tahun tergeletak dibahu jalana dengan bersimbah darah.


"Apa yang terjadi disini?" tanya Sean membuka suara.


"Pria itu korban kecelakaan tabrak lari" jawab salah satu orang disana.


"Kalau begitu cepat bawa kedalam mobilku, akan kubawa dia kerumah sakit terdekat" jawab Sean.


"Baiklah" jawab beberapa orang.


Setelah itu Sean membawa pria paruh baya itu pergi kerumah sakit terdekat.


Dengan cepat Sean berkendara dijalanan raya hingga dalam kurun waktu sekitar 15 menit sudah tiba di Chuhenggi Hospital.


Setelah tiba di rumah sakit, Sean segera meminta bantuan beberapa orang perawat untuk memindahkan si pria paruh baya di dalam mobilnya untuk dibawa masuk kedalam rumah sakit dan segera ditangani di UGD.


Sean duduk menunggu pada kursi yang ada di koridor rumah sakit, sampai waktu berlalu sekitar 2 jam barulah dokter keluar.


Segera Sean menghampiri dokter tersebut dan bertanya mengenai kondisi pasien didalam.


"Bagaimana kondisi pasien dok?" tanya Sean.


"Maaf sebelumnya, anda siapanya pasien?" tanya sang dokter.


"Saya adalah orang yang menolongnya" jawab Sean.


"Begitu, pasien beruntung dibawa kemari dengan cepat dan berhasil kami tangani dengan segera hingga nyawanya berhasil kami selamatkan" jelas sang dokter.


"Baiklah kalau begitu pindahkan saja pasien kedalam kamar rawat inap VIP" perintah Sean.


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu" jawab sang dokter.


Setelah dokter pergi, datanglah seorang perawat yang memberitahukan Sean agar segera mengurus biaya rumah perawatan pasien.


Sean mengikuti sang perawat hingga sampai dibagian administrasi, kemudian membayar penuh biaya perawatan pria paruh baya yang ditolongnya itu.


Selesai mengurus semua biaya administrasi yang perlu dibayarkan, sekarang Sean mendatangi korban yang dirinya tolong sebelumnya di ruangan rawat VIP.


Sean dapat melihat dari wajah dan penampilannya tadi, serta cara pria ini berpakaian bukanlah orang biasa.


Namun soal identitas pria ini bisa dirinya tanyakan nanti saja, sekarang lebih baik menunggu pria ini sadar terlebih dahulu.


Sean memillih duduk di sofa yang ada dalam ruangan rawat pasien VIP, beruntung dalam beberapa menit kemudian pria tersebut sudah sadarkan diri.


Sean yang melihat pria tersebut sudah sadarkan diri segera pergi menghampirinya.


"Tuan, anda sudah sadar?" tanya Sean.


Pria tersebut menatap kearah Sean dan bertanya "dimana ini?"

__ADS_1


"Ini dirumah sakit tuan" jawab Sean.


"Jadi kau yang menolongku?" tanya pria paruh baya tersebut.


"Benar, tadi saya dengan para warga menemukan anda tergeletak dipinggir jalan raya dalam keadaan bersimpah darah karena mengalami tabrak lari" jawab Sean.


"Terimakasih sudah menolongku, dan siapa namamu?" tanya pria paruh baya tersebut.


"Namaku Sean" jawabnya.


"Baiklah Sean, perkenalkan namaku Xin Si. Dan bisakah aku meminta bantuanmu untuk menghubungi seseorang?" pintanya.


"Baiklah, siapa yang ingin anda coba hubungi?" tanya Sean.


Xin Si kemudian menyebutkan deretan angka nomor telpon dan Sean sendiri mencatat nomor-nomor telpon yang disebutkan kemudian melakukan panggilan telpon dengan nomor tujuan yang ditulis barusan.


Sambungan telpon terhubung dan terdengar jawaban disebrang sana.


"Halo?"


"Halo, saya menelpon karena ingin memberitahukan bahwa tuan Xin Si berada di rumah sakit sekarang" jawab Sean.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya orang disebrang telpon dengan nada suara yang berunah menjadi cemas dan panik.


"Saya menemukan tuan Xin Si dijalanan sehabis menjadi korban tabrak lari" jelas Sean.


"Baiklah kami akan segera kesana, dimana dia dirawat?" tanya orang disebrang telpon.


"Rumah sakit Chuhenggi, dalam ruangan VIP No.3" jawab Sean.


"Baik, terimakasih atas informasinya" jawab orang disebrang telpon sana.


Sean kemudian mematikan sambungan telpon, dan menatap kearah Xin Si.


"Terimakasih atas bantuannya Sean, bisakah aku meminta dirimu agar tetap berada disini sampai keluargaku tiba?" tanya Xin Si meminta pada Sean.


"Baiklah aku akan menemani anda disini sampai keluarga anda datang" jawab Sean.


Sekitar 1 jam berlalu, akhirnya datanglah beberapa orang kedalam ruangan VIP tempat dirawatnya Xin Si.


Sean dapat melihat ada satu orang pria tua dan satu orang wanita paruh baya serta dua orang pemuda-pemudi yang datang.


Mereka mengobrol dan saling berkenalan, hingga akhirnya Sean dapat tahu bahwa mereka adalah salah satu dari keluarga besar yang ada di kota SS ini.


Yaitu mereka berasal dari keluarga terkuat dan paling berkuasa di kota ini yaitu keluarga Xi.


Merasa urusannya disana sudah selesai, Sean memilih pamit undur diri.


Sebelum dirinya pamit pergi dari sana, si kakek disana memberikannya kartu nama dan berkata jika suatu saat ada sesuatu yang dibutuhkan olehnya maka bisa meminta bantuan dirinya.


Selepas pergi dari rumah sakit Sean pergi menuju kerumahnya.


Sementara itu diruangan rawat Xin Si, terjadi obrolan yang diantara mereka yang membahas mengenai sosok Sean sebelumnya yang menurut mereka mirip dengan seseorang yang mereka kenal.


"Ayah, bukankah dia mirip dengan seseorang?" tanya Xin Si pada si kakek tua yang ada disana.


"Kau benar, aku juga merasa begitu" jawab si kakek.


"Tapi aku tidak dapat memastikan dengan pasti dia mirip dengan siapa" ucap Xin Si.


"Yah itu bisa kita car tahu nanti, sekarang pulihkanlah dirimu lebih dulu" jawab si kakek tua tersebut.


Kembali pada Sean yang baru saja pulang langsung bersih-bersih, karena merasa dirinya perlu mandi setelah kejadian sebelumnya.


Selesai mandi dirinya langsung berganti pakaian dengan pakaian yang rapih, kemudian menelpon Xu Qin.


"Sayang, kau masih sibuk?" tanya Sean.


"Tidak, aku dalam perjalanan pulang" jawabnya.


"Baiklah, aku tunggu dirumah dan kita akan segera pergi makan diluar setelah kau sampai dirumah" jawab Sean.


"Baiklah, aku akan segera datang jadi tunggu aku dirumah" jawab Xu Qin.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2