
Setelah bersiap-siap, akhirnya keduanya sudah lengkap mengenakan seragam sekolah masing-masing dan tengah sarapan pagi bersama-sama di meja makan.
Selepas acara sarapan pagi selesai, Sean pergi berangkat sekolah bersama dengan Yun Zi menggunakan mobil mewahnya itu.
Perjalanan berlangsung biasa saja tanpa ada hambatan dan kejadian apapun yang aneh atau mengagumkan dan menegangkan.
Sehingga dalam kurun waktu 15 menit mereka telah tiba di sekolah dengan keadaan selamat dan menjadi pusat perhatian semua pasang mata yang ada disana tentunya.
Bagaimana tidak? Seorang siswa dan seorang siswi sekolah menengah datang kesekolah dengan menggunakan sebuah kendaraan super mewah yang terbilang langka di dunia.
Namun bagi Sean dan Yun Zi tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan dengan enjoy berjalan santai di sekolah menuju kelas masing-masing.
Sean telah sampai di kelas, dan baru saja dirinya duduk di kursinya sudah dihampiri guru Chenyue.
"Sean, sebentar lagi lomba akan dimulai jadi kamu ikuti ibu untuk persiapan" ucap guru Chenyue.
"Baik bu" jawab Sean.
Mereka pergi dari kelas tersebut menuju ruangan perlombaan akan diadakan, yaitu aula sekolah.
Perlombaan sendiri akan diadakan 35 menit lagi, tepatnya sekitar pukul 7 pagi tepat.
Perlombaan sendiri akan disaksikan oleh banyak murid dan guru di yang ada di sekolah.
Sekarang Sean tengah melakukan persiapan diri di aula guna perlombaan puisi yang akan diadakan tidak lama lagi.
Sean lebih tepatnya tengah memperhatikan lawan-lawannya dalam perlombaan kali ini.
Dimana ada 3 orang siswa laki-laki termasuk dirinya, sedangkan 10 peserta sisanya dari kelas yang berbeda-beda adalah siswa perempuan.
"Sistem berapa tingkat persentase kemenanganku melawan mereka semua di perlombaan kali ini?"
{100%}
Sean memasang senyuman penuh kemenangan di wajahnya, karena itu berarti dirinya tidak akan menghadapi kesusah yang berarti di perlombaan sekarang.
Jadi dengan tenang dirinya hanya duduk-duduk saja di kursi dan menghafalkan satu puisi yang sudah dibuat dirinya sendiri secara mendadak saat itu juga.
Dan karena kemampuan Human Genius itu bukanlah masalah bagi Sean jika harus menghafal menciptakan dan sekaligus menghafalkan puisi dadakan yang dirinya buat barusan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Hingga waktu yang terus berjalan tanpa henti akhirnya menunjukan pukul 7 pagi tepat, dimana waktu perlombaan akhirnya dimulai.
Sean mendapatkan urutan tampil ke 3 dari 13 peserta lomba puisi yang ada disana.
__ADS_1
Terlihat banyak sekali para siswa dan termasuk guru yang sudah hadir di ruangan aula sekolah tengah bersiap menyaksikan semua penampilan dari para siswa-siswi yang akan tampil dengan puisi ciptaan mereka masing-masing.
Sean juga dapat melihat keberadaan Yun Zi yang duduk di kursi jajaran paling depan diantara para siswa-siswi lainnya dan dia duduk tepat dibagian barisan tengah di jajaran depan bangku penonton.
"Sayang semangat!!" teriak Yun Zi.
Sean hanya tersenyum mendengar dan melihat dukungan yang diberikan sang kekasih padanya saat ini.
Perlombaan akhirnya dimulai dan satu persatu peserta menaiki panggung pentas berlangsung dan mulai membawakan puisi ciptaan masing-masing dengan berbagai karakter yang ada.
Hingga tiba giliran Sean untuk tampil, nampak suasana terasa hening dan berbeda daripada saat penampilan para peserta-peserta sebelum dirinya.
Namun walau begitu Sean tidaklah peduli dan tetap melakukan perfom yang terbaik yang bisa dirinya tampilkan didepan khalayak ramai.
Al hasil dengan durasi waktu 3.51 detik, penampilan Sean dalam pembawaan puisi original buatannya sendiri berhasil memukau para penonton dan juri sekalian tanpa terkecuali.
Bahkan ada yang sampai terharu dan menitikan air matanya saking merasakan pembawaan dan pengkhayatan atas puisi yang dibawakan dan disampaikan oleh Sena didepan mereka semua.
Akhirnya Sean turun dari panggung pentas dan menunggu para peserta lainnya yang tampil setelah dirinya hingga selesai.
Hingga tibalah saatnya waktu pengumuman juara, nama pertama yang dipanggil adalah Ning Guang sebagai juara 3, kemudian Xin Rui sebagai juara dua dan pada posisi juara satu dimenangkan oleh Sean.
Pesta perayaan atas terpilihnya tiga juara terbaik dalam lomba puisi antar kelas berlangsung dengan meriah dan bahkan seharian itu sekolah tidak mengadakan *** dan hanya merayakan pesta penyambutan juara puisi tersebut.
...----...
Sean dengan Yun Zi sudah berada dalam perjalanan pulang dengan menggunakan mobil mewah milik Sean.
"Sayang...Aku baru tahu kamu hebat dalam bidang puisi, bisa beri aku gombalan gak pakai puisi?" tanya Yun Zi.
Sean kemudian membacakan sebuah puisi romantis untuk Yun Zi dan itu berhasil membuat Yun Zi terpana dan tidak bisa berkata-kata.
"Suka?" tanya Sean.
"Sayang....Aku cinta kamu" jawab Yun Zi sambil memeluk Sean dari samping.
"Aku juga cinta kamu" jawab Sean.
(Maaf kalau agak hambar gak pro soal nulis plot bucin kek gini soalnya)
Tibalah keduanya dirumah Yun Zi, selepas mengantarkan Yun Zi pulang. Sean langsung bergegas pulang juga.
Sampai rumahnya, Sean yang baru saja hendak berganti pakaian mendapatkan panggilan telpon dari orangnya di kantor.
__ADS_1
"Halo, adapa Kong Ming?" tanya Sean.
"Tuan muda saya hanya ingin memberikan kabar saja pada anda, bahwa pekerjaan yang anda berikan sebelumnya telah rampung dan siap dipasarkan ke publik secara luas pada hari selasa besok tuan" jelas Kong Ming.
"Ooh soal game itu, baguslah. Tolong kau urus saja dan seperti biasa aku hanya akan ambil keuntungan saja dan akan memberikan arahan serta perintah padamu jika diperlukan saja" jawab Sean.
"Saya mengerti tuan muda" jawab Kong Ming.
Selesai dengan urusan laporan singkat barusan, Sean mengakhiri panggilan telpon dengan Kong Ming.
Kemudiam dirinya langsung pergi ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri dari keringat yang padahal tidaklah terlalu bau dan banyak menempel di badannya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Sean keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
Sean kemudian berpakaian dengan outfit yang keren dan trendi untuk remaja seusia dirinya.
Barulah setelah itu dirinya pergi keluar dengan kendaraan mewahnya menuju sebuah kafe untuk sekedar menikmati waktu disana.
Namun siapa sangka bahwa dirinya akan bertemu dengan kejadian tidak terduga, dimana saat sedang duduk santai di kafe sambil menikmati segelas capucino malah ada suara tembakan beruntun terdengar sebanyak tiga kali.
Dan itu terdengar dekat, dimana suara tembakan itu berasal tepat dari toko perhiasan di samping kafe tempat dirinya berada sekarang.
Tentu saja suara tembakan itu berhasil membuat panik orang-orang disekitaran sana, karena bagaimanapun itu adalah hal yang tidak biasa bagi mereka semua.
Sean sendiri walau sempat terkejut dengan suara tembakan barusan, namun dirinya kembali tenang dengan cepat dan bertanya pada sistem mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
"Sistem bisa kau berikan aku informasi mengenai apa yang terjadi di sebelah?"
{Itu adalah sebuah aksi perampokan}
"Perampokan ya.....Kalau begitu sepertinya waktu bersantaiku sekarang harus dihentikan terlebih dahulu dan mengurus para penjahat itu terlebih dahulu"
Sean kemudian membayar bill, dan keluar dari kafe dengan berjalan santai.
Lalu dengan gerakan cepat tanpa gerakan berlebih dan tanpa diketahui dan disadari siapapun, Sean sudah bisa masuk kedalam toko perhiasan disana dengan aman dan menyamar sebagai pengunjung yang ketakutan didalam sana sambil berjongkok di lantai dengan kedua gangan diatas kepala.
Bersambung......
Note :
Maaf up segini dulu, author habis ada kegiatan jadi agak capek dan gak sempet nulis dari siang.
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.