LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 81


__ADS_3

Hari demi hari tidak terasa telah berlalu, sampai akhirnya hari pernikahan tiba.


Dalam sebuah gedung khusus yang diseea untuk acara pernikahan sudah ada banyak orang yang tengah bersaksi untuk pernikahan antara Sean dengan Yun Zi.


Setelah serangkaian demi serangkaian acara telah selesai dilangsungkan semuanya sampai berakhir, semua orang perlahan-lahan membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing.


Begitupula dengan sang pengantin baru, keduanya sekarang tengah melakukan perjalanan menuju villa mewah milik Sean.


Sampai akhirnya keduanya tiba disana.


Sean menggendong Yun Zi ala tuan putri, dan membawanya masuk kedalam villa.


Mereka langsung menuju kamar utama didalam villa, setelah mengunci pintu Sean membaringkan Yun Zi diatas kasur.


"Mau mandi dulu, gerah" ucap Yun Zi.


"Bagaimana kalau mandi bareng?" tanya Sean.


"Boleh.....tapi gak ada malam pertama, bagaimana?" tanya Yun Zi.


Seketika Sean menjadi cemberut dan Yun Zi yang melihat itu tersenyum.


"Sabar sayang, habis mandi kamu juga dapat nikmatin semua tubuhku ini" ucap Yun Zi sambil mengusap lembut wajah Sean.


Sean kemudian duduk di tepi ranjang dan begitupun dengan Yun Zi.


"Jangan marah dong" ucap Yun Zi.


"Huft....aku gak marah, sudah sana kamu mandi duluan" ucap Sean.


"Baiklah, gak lama kok" ucap Yun Zi.


Sean hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah menunggu Yun Zi mandi selama kurang lebih 10 menit, akhirnya dia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan lilitan handuk yang membungkus badannya.


"Giliran kamu sekarang yang mandi" ucap Yun Zi.


Sean sendiri hanya bisa menelan susah payah salivanya karena melihat Yun Zi sekarang ini.


"Sayang ayo mandi cepetan kalau kamu mau kita main" ucap Yun Zi di samping Sean.


Glek!


Sean segera bangkit dari duduknya dan pergi masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.


Sementara Yun Zi sendiri memilih, membuka paperbag pemberian dari mama Qin Wei dan ibunya sendiri.


Namun siapa sangka, paperbag pemberian mama Qin Wei adalah sebuah lingerie merah yang terlihat begitu wow!


Muka Yun Zi seketika merona merah dengan sedikit merasakan panas.


"I-ni.....lebih baik aku buka hadiah dari mama dulu"


Yun Zi mengesampingkan hadiah pemberian dari mama Qin Wei dan memilih membuka hadiah dari ibunya.


Namun tanpa dirinya duga itu adalah hadiah yang sama dengan yang sebelumnya, namun kali ini warnanya hitam.


"A-pakah malam pertama memang harus pakai baju ini?" gumam Yun Zi.


Matanya kemudian melirik kearah kamar mandi dan kembali menatap kedua hadiah diatas kasur pemberian kedua ibunya itu.


Sampai akhirnya Yun Zi memilih mengenakan lingerie warna merah disana, dan menyimpan yang satu lagi.


Selesai berpakaian dengan lingerie itu, Yun Zi berbaring diatas kasur dan menutup dirinya dengan selimut tebal.


Dan hanya menyisakan kepalanya saja yang terlihat menyembul keluar dari selimut.


Tidak lama pintu kamar mandi terbuka dan menampakan Sean hanya mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya dan menutupi tubuh bagian bawahnya saja.


Yun Zi dapat melihat tubuh kekar berotot dan atletis milik sang suami sekarang ini, sehingga membuatnya berusasah payah menelan salivanya sendiri.


"Suamiku memang tampan" ucap Yun Zi dari dalam hatinya.


Sean sendiri yang melihat Yun Zi berbaring seperti itu merasa heran dan bertanya.


"Kamu kenapa, apakah sakit?" tanya Sean sambil duduk di tepi ranjang dan menyentuh jidat Yun Zi.


Yun Zi menggelengkan kepalanya dan menjawab "aku nungguin kamu"


Sean tersenyum dan berkata "memangnya kenapa nungguin aku?"


"K-atanya m-au mai-n?" tanya Yun Zi dengan perasaan agak gugup.


"Emang gak capek habis acara seharian tadi?" tanya Sean.


"K-alau kamu mau sekarang, gak papa" jawab Yun Zi.


Sean akhirnya menarik selimut tebal yang menutupi tubuh dang istri sampai akhirnya bisa melihat apa yang dikenakan oleh sang istri sekarang ini.

__ADS_1


Dan tentu saja itu membuatnya terkejut!


"K-amu darimana dapat barang ini?" tanya Sean.


"Aku dapat dari mamah Qin Wei dan ibuku" jawab Yun Zi jujur.


Sean kemudian perlahan naik keatas kasur dan mulai menindih Yun Zi, dan mengikis jarak diantara wajah keduanya sampai bisa saling bercumbu bibir.


Dan pada akhirnya apa yang telah mereka berdua tahan selama ini bisa diselesaikan.


... --------...


Keesokan pagi harinya.


Sean bangun lebih awal dibandingkan Yun Zi.


Dapat dirinya lihat sang istri berada dalam pelukan hangatnya, tengah tertidur dengan pulas tanpa sehelai benagpun ditubuhnya yang dikenakan.


Chup~


Satu kecupan lembut Sean daratakan diatas dahi Yun Zi dan kemudian dirinya berkata dalam hati "aku akan menjagamu dengan baik mulai sekarang hingga kedepannya layaknya seorang tuan putri"


Sean hanya diam saja tidak bergerak, karena takut akan membangunkan sang istri yang tengah tertidur nyenyak sekarang ini.


Sampai beberapa menit berlalu akhirnya Yun Zi bangun dan mulai membuka matanya perlahan.


Sean menyadari itu dan mentapnya dengan lembut, sambil kemudian menyapa "selamat pagi"


Yun Zi yang baru bangun dan disambut seperti itu tersenyum kemudian menjawab "selamat pagi"


"Bisa gerak?" tanya Sean.


"Kayaknya bisa" jawabnya.


"Mau mandi bareng?" tanya Sean.


Yun Zi mengangguk sebagai jawaban.


Sean yang mendapatkan jawaban tersebut senang dan memangku tubuh Yun Zi ala tuan putri kemudian membawanya kedalam kamar mandi.


Mereka akhirnya mandi bersama dengan cara berendam didalam bathub.


Sean dengan senang hati membersihkan setiap jengkal tubuh Yun Zi, dan Yun Zi sendiri hanya diam saja tidak memberikan perlawanan.


Sampai akhirnya kegiatan mandi selesai.


... -------...


Sean duduk di kursi dengan tenang, sambil memperhatikan Yun Zi yang tengah memasak makanan didapur yang dapat dirinya lihat dari meja makan.


"Mau jalan-jalan tidak?" tanya Sean.


"Kemana?" tanya Yun Zi sambil terus memasak makanan didapur.


"Kemana saja" jawab Sean.


"Bukannya kita hari ini haru ngampus" jawab Yun Zi.


"Iya sih, tapi bisa juga kita libur bukan?" tanya Sean.


"Gak boleh suami, karena kita ini mahasiswa baru jadi gak boleh langsung seenaknya begitu" jawab Yun Zi.


"Kalau begitu aku beli aja kampusnya agar kita bisa seenaknya" jawab Sean asal.


Yun Zi mendengar itu serasa lucu dan menjawab "hihihi....emangnya bisa begitu?"


"Gak percaya?" tanya Sean.


"Percaya....karena suamiku adalah orang yang bisa dapatkan apa saja di dunia ini sepertinya" ucap Yun Zi sambil mendekati meja makan dengan membawa sarapan pagi untuk mereka.


"Kalau begitu aku beli saja kampusnya" jawab Sean.


"Iya-iya, udah sekarang kita makan dulu" jawab Yun Zi.


Selesai makan, Sean duduk diruangan keluarga dan menonton televisi. Sementara Yun Zi sendiri tengah mencuci piring kotor didapur.


"Sistem beli semua saham kampus tempatku kuliah"


{Layanan diberikan}


{Berhasil mengakuisisi seluruh saham Universitas Fudan}


Senyuman terbit di wajahnya, kemudian tidak lama telponnya berdering.


Sean menjawab panggilan telpon dari nomor tidak dikenal tersebut dan rupanya itu adalah dari pihaj kampus.


Selesai dengan cakap-cakap basa-basi di telpon tersebut, Sean kemudian mengakhiri panggilan telpon.


Dan bertepatan dengan itu datanglah Yun Zi yang langsung duduk diatas pangkuannya.

__ADS_1


"Habis nelpon siapa?" tanya Yun Zi.


"Pacarku" jawab Sean bercanda.


Bugk!


Satu pukulan kuat diterima oleh Sean setelah mengatakan hal tersebut, dan itu cukup mengejutkan baginya.


"Apa kamu bilang hah?!" teriak Yun Zi marah.


"Hehehe bercanda sayang" jawab Sean.


Yun Zi masih medelik tazam menatap matanya membuat Sean sedikit bergidik.


"Beneran?" tanya Yun Zi memastikan.


Sean menjawab dengan anggukan kepalanya.


Barulah setelah itu Yun Zi percaya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Sean.


"Mau jalan-jalan tidak?" tanya Sean.


"Kita harus ngampus" jawab Yun Zi.


"Yakin?" tanya Sean.


"Iya, ayo bersiap" jawab Yun Zi.


"Baiklah, ayo" jawab Sean.


Selepas keduanya bersiap-siap, langsung saja mereka berangkat dan tentu saja menggunakan kendaraan mewah milik Sean.


... -------...


Sampai di kampus semua mahasiswa atau mahaisiwi yang melihat kedatangan mobil mewah ke kampus mereka serasa kagum sekali.


"Mobil yang keren, apakah itu mahasiswa baru?" ucap mahasiswa A.


"Sepertinya begitu, karena selama ini aku belum pernah melihat mobil itu kemari" ucap mahasiswa B.


Berbagai macam omongan banyak terjadi diantara para mahasiswa kampus akibat melihat kedatangan mobil mewah tersebut.


Sampai akhirnya mobil mewah tersebut berhenti di parkiran kampus, dan inilah saat yang paling ditunggu-tunggu semua orang.


Melihat siapa yang turun dari dalam mobil mewah tersebut.


Sean sendiri dengan Yun Zi turun dari dalam mobil dengan elegant dan membuat semua pasang mata yang memperhatikan mereka serasa terpana.


Karena yang satu cantik sekali, dan satu lagi tampan sekali.


Sungguh pasangan yang begitu serasi.


Sementara Sean dengan Yun Zi sendiri tidak peduli akan hal-hal begitu, dan mereka dengan tenangnya berjalan menyusuri koridor kampus sampi naik ke lantai dua gedung kampus.


Dan sampailah mereka di kelas Management Bisnis yang merupakan jurusan yang mereka ambil disana.


Keduanya duduk berdampingan didalam kelas, dan kedatangan mereka tentu saja kembali menjadi pusat perhatian sebab ketampanan dan kecantikan yang dimiliki oleh keduanya.


Sean melihat semua teman-teman barunya di kelas dan benar-benar begitu berbeda dengan masa SMA.


"Kelas yang sepertinya menarik" ucap Sean.


Yun Zi yang mendengar hal itu heran dengan ucapan sang suami dan bertanya apa maksud dari ucapannya itu.


"Maksud suami?" tanya Yun Zi.


"Teman-teman sekelas kita sepertinya memiliki gaya hidup dan juga cara berpikir yang lebih menyenangkan dibandingkan teman-teman sekelas SMA ku dulu" jawa Sean santai.


Sementara semua orang dikelas merasa terkejut mendengar Yun Zi berkata Suami pada Sean.


Sungguh membuat harapan para pria dan wanita di kelas sana untuk mendapatkan Yun Zi atas Sean sebagai pasangan mereka malah terasa berakhir digaris awal.


Tidak lama suara bell tanda masuk kelas berbunyi.


Semua orang sudah duduk di bangku masing-masing sampai akhirnya dosen masuk kedalam kelas.


Dosen ini sendiri sangat cantik dengan tubuh hots miliknya.


Pakaian cukup ketat dan membuat seluruh siswa laki-laki semangat berada di kelas.


Apalagi jika dinilai dengan poin, penampilan guru mereka ini berada di angka 93 poin.


Sangat Cantik!


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2