LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 75


__ADS_3

"Apakah kamu yakin Luo Yun?" tanya Sean mencoba untuk memastikan.


Luo Yun menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban, melihat hal itu membuat Sean tidaklah lagi ragu.


Chu~


Selama lima detik Sean mencium bibir kening Luo Yun dihadapan semua orang yang melingkar diantara keduanya.


Selepas lima detik, Sean melepas ciumannya dan menatap Luo Yun.


"Apakah ini tidak apa?" tanya Sean kembali memastikan.


"Iya....Lagipula ini adalah tugas dalam games ini" jawab Luo Yun.


Akhirnya setelag kejadian barusan, Sean dengan Luo Yun kembali kepada posisi mereka masing-masing untuk memulai kembali games yang mereka mainkan saat ini hingga akhirnya selesai.


Dan setelah games selesai, saat ini giliran acara puncak sebelum penutupan acara nanti.


Acara puncak ini adalah berdansa, dan sebagai orang yang berulang tahun hari itu. Luo Yun berhak memilih laki-laki sebagai pasangan dansa dirinya malam itu.


"Sean maukah kamu menjadi pasangan dansa untuk diriku malam ini?" ucap Luo Yun.


"Dengan segala hormat aku terima kesempatan ini" jawab Sean sambil mengulurkan lengannya sebagai tanda ajakan berdansa.


Selepas semua mendapatkan pasangan mereka masing-masing untuk berdansa, lampu mulai dimatikan dan perlahan cahaya pendukung dinyalakan dengan perlahan terdengar lantunan suara musik yang pas.


Semua pasangan mulai berdansa dengan berirama mengikuti lantunan suara musik yang terdengar, Sean dengan Luo Yun tentu saja ikut berdansa dan posisi mereka ditengah-tengah semua pasangan pedansa yang lainnya.


Luo Yun dengan Sean saling mengunci pandangan mata mereka satu sama lainnya, dalam hatinya Luo Yun berkata "kau adalah orang yang aku sukai sejak bangku SMA, namun apakah kita bisa bersama?"


{Tuan apakah anda ingin tahu sebuah rahasia?}


"Apa itu?" tanya Sean penasaran atas penawaran yang diberikan oleh sistem pada dirinya saat sedang berdansa seperti ini.


{Luo Yun menyimpan rasa untuk anda}


"Huft....Aku tahu itu, aku bisa lihat dengan jelas dari tatapan matanya saat ini yang berada dalam satu garis lurus dengan pandangan mataku"


{Sekarang apa yang akan anda lakukan?}


"Entahlah....Kau juga tahu bahwa aky sudah memiliki Yun Zi disisiku saat ini, bahkan akan segera menikah"


{Kalau begitu alangkah lebih baik jika anda memperjelas semuanya sekarang}


"Ya....Akan ku jelaskan semuanya nanti setelah acara pesta ini selesai"


Musik telah berhenti dan acara berdansa telah selesai, baik itu Sean ataupun para pasangan dansa lainnya menyudahi dansa mereka masing-masing.


Luo Yun sendiri terus berada disamping Sean setelah acara dansa selesai, bahkan sampai acara penutupan berlangsung dan pesta berakhir Luo Yun tetap berada disamping Sean.


Dan saat semua orang sudah mulai pergi, datang kedua orang tua Luo Yun menghampiri Sean dengan Luo Yun sendiri yang sedari tadi menempel di sisi Sean.


"Halo nak" sapa seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu dari Luo Yun.


"Sean perkenalkan ini ibuku dan itu ayahku" ucap Luo Yun mengenalkan kedua orang tuanya pada Sean.


"Nama tante Lao Wei" ucap Ibu dari Lao Yun memperkenalkan dirinya pada Sean.


"Nama om Hun Li" ucap ayah dari Lao Yun memperkenalkan dirinya pada Sean.


"Saya Sean, om....tante" ucap Sean memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Lao Yun.


"Bisa kita bicara didalam sebelum kamu pulang nak Sean?" ucap Hun Li.


"Bisa om" jawab Sean.

__ADS_1


Mereka berpindah tempat kedalam rumah, dan duduk bersama di ruangan keluarga.


"Jadi tante ingin langsung saja bertanya pada mu Sean, apakah kamu memiliki hubungan khusus dengan anak tante Luo Yun?" tanya Lao Wei.


"Ibu...." ucap Lao Yun malu begitu mendengar perkataan dari sang ibu.


"Itu tidaklah benar om dan tante" jawab Sean jujur.


"Tapi sepertinya Lao Yun menyukai dirimu Sean" ucap Hun Li.


"Benarkan Lao Yun?" tanya Lao Wei pada Lao Yun.


"I-tu...." Lao Yun tidaklah mampu menjawab pertanyaan dari kedua orang tuanya saat ini.


"Saya harus memperjelas soal ini pada kalian semua, terutama padamu Lao Yun. Aku tidaklah menyimpan rasa untukmu, dan soal perasaanmu itu padaku aku tahu seperti apa itu"


"Tapi maaf aku tidaklah bisa membalas perasaan itu sebab aku sudah punya wanita yang mengisi hatiku ini, bahkan kami akan segera menikah dalan dua hari lagi" jelas Sean.


!


Baik itu kedua orang tua Lao Yun ataupun Lao Yun sendiri sangatlah terkejut mendengar perkataan Sean barusan.


Terutama yang paling merasakan sakit hati adalah Lao Yun disini, namun apa boleh buat daripada kedepannya makin tidak jelas maka lebih baik dikahiri sekarang saja semuanya saat ini juga.


Melihat situasi sudah seperti sekarang Sean memutuskan untuk pamit pergi saja agar Lao Yun yang mungkin sekarang tengah terguncang bisa menenangkan dirinya sendiri.


Selepas kepergian Sean, Lao Yun langsung tidak kuasa membendung air mata yang jatuh dari pelupuk matanya saat ini.


Lao Wei dengan perasaan lembut dan penuh kasih sayang menenangkan Lao Yun yang mungkin tengah sangat bersedih atas kenyataan yang harus diterimanya mengenai perasaan cinta yang tidak bisa terbalaskan.


...--------...


Di lain tempat.


Keesokan pagi harinya.


Sean yang sudah bangun berganti pakaian dengan pakaian olahraga, kemudian pamit pergi pada sang ibu yang sudah ada didapur pagi-pagi untuk membuat sarapan pagi.


Sean pamit untuk pergi berolahraga keliling komple seperti biasanya.


Selesai lari pagi dirinya langsung kembali kerumah dan bergegas mandi kemudian berpakaian, setelah itu pergi ke lantai bawah untuk bergabung di meja makan dengan kedua orang tuanya untuk sarapan pagi bersama.


Namun tidak disangka dilantai bawah sudah ada Yun Zi duduk bergabung di meja makan bersama dengan kedua orang tuanya sekarang.


"Wah kamu sudah disini pagi-pagi" ucap Sean sambil menarik kursi dan duduk bersama mereka di meja makan.


"Kangen kamu" jawab Yun Zi.


"Hahahah kalian ini benar-benar begitu semangat, dasar anak muda" canda Qin Wei.


"Baiklah kita makan" ucap Sean.


Mereka semua makan sarapan pagi bersama-sama disana, hingga akhirnya setelah selesai sarapan bersama Yun Zi membantu Qin Wei membereskan bekas peralatan mereka makan sebelumnya di dapur.


Sedangkan Sean duduk sendiri di sofa yang ada diruangan keluarga, ayahnya sudah pergi berangkat ke kantor saat ini.


10 menit kemudian....


Yun Zi sudah selesai berurusan dengan perlatan makan yang kotor sebelumnya, kemudian menghampiri Sean yang tengah duduk saat ini di sofa dengan santai sambil menonton acara televisi di pagi hari itu.


"Kayaknya kamu sudah siap jadi istri?" goda Sean.


Yun Zi merasa senang entah kenapa begitu mendengar perkataan dari Sean barusan yang merupakan calon suaminya kelak.


"Begitulah" jawab Yun Zi.

__ADS_1


Tapi siapa sangka pada saat moment bahagia itu terdengar suara sang ibu dari arah belakang keduanya berkata ada tamu yang ingin bertemu dengan Sean.


Tentu saja Sean merasa bingung dan tidak tahu siapa tamu yang dimaksudkan, apalagi dengan Yun Zi.


Dan akhirnya Sean dengan Yun Zi menemui tamu yang dimaksudkan di ruangan tamu.


Tapi yang mengejutkan adalah tamu tersebut Luo Yun!


"Luo Yun! Kamu disini?" tanya Sean dengan kaget.


"Ehm....Aku disini" jawabnya.


"Kamu bukannya ketua kelas di kelasnya Sean saat waktu SMA?" tanya Yun Zi.


"Kalau begitu kalian mengobrollah kalau sudah saling mengenal satu sama lain, dan ibu akan ambilkan minum untuk kalian" jawab Qin Wei sambil berlalu pergi dari sana.


Sean dengan Yun Zi duduk dihadapan Luo Yun saat ini, dan mereka tengah saling diam tanpa suara.


Hingga Sean memutuskan untuk bertanya tujuan dari Luo Yun kemari untuk apa?


"Kamu kemari untuk apa?" tanya Sean.


"Aku kemari ingin menemui dirimu" jawab Luo Yun.


"Untuk apa?" tanya Sean.


"Ini masih persoalan yang sama seperti semalam, dan aku ingin mendengar dengan secara langsung dari mulutmu mengenai jawabanmu soal perasaanku padamu saat ini bahkan dari dulu" jelas Lao Yun.


"Huft....Aku tidak bida menerima perasaanmu padaku, baik itu dari dulu ataupun sampai sekarang ini bahkan mungkin di masa depa juga" jawab Sean memperjelas kembali.


Luo Yun tentu saja sudah siap dengan segala jawaban yang diberikan oleh Sean kepadanya saat itu juga, jadi begitu mendapatkan kepastian jawaban langsung dari mulut Sean.


Lao Yun bisa mengerti dan paham mulai dari sekarang harus mengambil sikap seperti apa soal perasaannya sekarang ini pada Sean.


"Kalau begitu aku ucapkan terimakasih atas jawabanmu, jadi aku pergi dan sampai jumpa di lain waktu" ucap Lao Yun sambil setelah berlalu pergi dari sana.


Tepat setelah Lao Yun pergi dari sana, Qin Wei datang membawa segelas minum.


Namun orang yang akan diberika segelas minum itu malah sudah tidak ada disana sekarang.


"Dimana teman kalian tadi?" tanya Qin Wei sambil meletakan segelas minum ditangannya keatas meja.


"Dia suda pergi, dia kesini hanya untuk mampir sejenak dan langsung pergi setelah mengantarkan sebuah pesan" jawab Lao Yun.


"Begitu....." jawab Qin Wei tanpa ada beban pikiran berlebih atas jawaban yang diberikan oleh Sean barusan yang telah berbohong.


Yun Zi kemudian menarik lengan Sean cukup kuat ke dalam kamarnya di lantai atas.


Setelah mengunci pintu, Yun Zi duduk di tepi ranjang dan menatap kearah Sean yang tengah berdiri dihadapan dirinya sekarang.


"Jelaskan!" ucap Yun Zi dengan nada intimidasi dan tatapan mautnya.


"Huft.....Baiklah akan kuberikan penjelasan yang memuaskan padamu soal kejadian barusan bagaimana bisa terjadi sampai seperti itu tanpa ada kebohongan diantara kita soal masalah barusan"


Sean lalu memulai ceritanya yang dengan sabar dan panjang lebar menjelaskan segalanya mengenai awal mula kejadian barusan bisa terjadi seperti itu.


Yun Zi dengan diam mendengarkan semua pejelasan dari sang kekasih Sean yang begitu dengan sabar dan sangat jelas menjelaskan semua cerita yang ingin diketahui dirinya saat ini demi sebuah kejelasan yang diinginkan oleh dirinya sekarang.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2