LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 70


__ADS_3

Dalam ruangan rawat Huo Tian, keesokan pagi harinya Sean bangun lebih dulu dibandingkan dengan yang lainnya.


"Aku lebih baik carikan sarapan untuk mereka"


Dengan perlahan-lahan Sean bangkit berdiri dan sedikit meregangkan badannya, barulah setelah itu pergi kedalam toilet terlebih dahulu untuk cuci muka.


Seusai cuci muka dirinya pergi mencari sarapan pagi untuk Yun Mei dan Yun Zi serta dirinya pagi hari ini.


Kebetulan didepan rumah sakit ada beberapa pedagang makanan, baik itu kaki lima ataupun sebuah rumah makan.


Sean membeli tiga menu sarapan pagi di restoran terdekat disana, lalu kembali kedalam kamar rawat Huo Tian di dalam rumah sakit.


Sampai diruangan rawat Huo Tian, Sean melihat Yun Mei sudah bangun.


"Ibu sudah bangun" ucap Sean.


"Benar nak, kamu habis darimana?" tanya Yun Mei.


"Aku habis beliin sarapan untuk kita makan hari ini" jawab Sean sambil meletakan makanan yang dirinya bawah diatas meja.


"Kamu benar-benar anak yang baik sayang, dan boleh ibu tanya sesuatu padamu?" ucap Yun Mei.


"Silahkan bu" jawab Sean.


"Apakah kamu dengan Yun Zi sudah pernah melakukannya?" tanya Yun Mei.


Sean sesaat terdiam begitu mendengar perkataan Yun Mei dan barulah sadar apa yang dimaksudkan oleh Yun Mei barusan.


"Belum ibu" jawab Sean.


"Benarkah?" tanya Yun Mei.


Sean mengangguk sebagai jawaban.


"Apakah kamu tidak tergoda untuk melakukannya? Padahal Yun Zi anak ibu punya badan dan wajah serta penampilan yang bisa dikatakan begitu memukau para kaum pria bukan?" tanya Yun Mei kembali pada Sean.


"Itu benar....Namun mungkin belum saatnya" jawab Sean.


Yun Mei tersenyum sebelum berkata "ibu bertanya seperti ini karena penasaran saja dengan hubungan kalian sudah sejauh mana"


Sean hanya bisa tersenyum saja.


"Ibu hanya ingin bilang jika kamu berani melakukan harus berani bertanggung jawab juga" ucap Yun Mei.


"Baik bu, Sean paham" jawabnya.


Tidak lama setelag itu Yun Zi bangun dari tidurnya dan mereka mulai makan sarapan pagi, begitupun dengan Huo Tian yang bangun setelah mereka baru saja selesai sarapan.


Huo Tian kemudian memakan makanan pemberian dari rumah sakit sebagai menu sarapan pagi hari itu, Sean kemudian mengajak Yun Zi pulang karena harus sekolah.


...-------...


Di sekolah.


Sean yang tengah berada dalam kelas tidak memperhatikan guru yang mengajar didepan.


Dirinya tengaj berbicara dengan sistem saat ini.


"Sistem, apakah sebas sudah selesai menjalankan tugas dariku?"


{Sebas sudah mendapatkan apa yang anda minta dan tinggal menunggunya melaporkan pada anda}


"Baguslah, setelah ini aku bisa mengeluarkan pasukanku disana dan mulai mengurus dunia bawah di kota ini"


Saat sedang berbicara dengan sistemnya, Sean dipanggil oleh sang guru untuk mengerjakan soal matematika didepan.


Sean dengan santai maju kedepan kelas dan mengerjakan soal di papan tulis dengan begitu mudah.


"Kamu memanglah hebat Sean, namun tolong setidaknya perhatikan guru didepan saat sedang menerangkan" ucap sang guru.


"Baik pak, kalau begitu boleh saya duduk kembali?" ucap Sean.


"Silahkan" jawabnya.


Sean kembali duduk di kursinya, lalu memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru didepan kelas hingga jam istirahat tiba.


Sean dengan Yun Zi seperti biasa tengah makan siang bersama, namun kali ini keduanya makan siang di kantin karena Yun Zi tidak membawa bekal dari rumah seperti pada hari-hari biasanya.


Saat mereka tengah makan, Sean dengan Yun Zi dihampiri oleh para preman sekolah yang waktu itu bertemu diatap gedung sekolah.

__ADS_1


Brak!


Meja tempat Sean duduk dengan Yun Zi digebrak oleh salah satu dari para preman sekolah itu.


"Apa mau kalian?" tanya Sean.


Yun Zi saat ini tengah memeluk lengan Sean dengan erat karena merasa risih dan sedikit takut terhadap para preman sekolah ini yang tengah mengelilingi mereka sekarang.


Ada sekitar lima orang siswa yang mengeliling Sean dengan Yun Zi sekarang di kantin, mereka berlima itu adalah siswa-siswa yang dikenal sebagai preman disekolah.


"Tinggalkan wanitamu" ucap leader para preman sekolah itu.


"Kau mau mati?!" tanya Sean dengan suara dingin dan tegas.


"Hahaha! Asal kau tahu saja ya, ayahku adalah ketua dari salah satu geng besar di dunia bawah kota ini" ucap leader dari para preman tersebut.


"Kau dengan ayahmu serta geng yang kau banggakan itu akan ku bereskan malam ini, jadi tunggu saja ajal kalian" ucap Sean sambil menarik Yun Zi pergi dari sana.


"Hahahah! Kalau begitu aku akan menunggumu di markas besar geng ayah ku" ucap leader para preman sekolah tersebut.


Selepas meninggalkan kantin bersama, Yun Zi kembali kedalam kelas dan begitupun dengan Sean.


Didalam kelas, Sean duduk di kursinya dan menggali informasi mengenai orang-orang sebelumnya melalui sistem dengan mudah.


"Sistem berikan aku informasi mengenai anak tadi beserta geng yang dia maksud dipimpin ayahnya itu"


{Kung Lau}


{Merupakan anak dari Kung Lao yang merupakan pimpinan dari geng bawah tanah di kota Guandong ini yang bernama Wings Cloud}


"Ohooo....Baiklah, apakah aku harus mengurus mereka dengan sistem atau aku harus mengurus mereka dengan secara langsung"


{Kenapa tidak menggunakan Layanan Sistem}


"Kalau begitu gunakan Layanan Sistem pertamaku hari ini untuk membereskan mereka semua dengan bersih, dan tidak perlu dibunuh. Cukup buat mereka menderita saja dalam sisa hidupnya"


{Layanan diberikan}


Senyuman terpasang di wajah tampan Sean, dan dirinya kemudian fokus kembali pada pelajaran yang akan segera dimulai sebentar lagi.


... ------...


Sean dengan Yun Zi sudah berada di parkiran dan hendak masuk kedalam mobil.


Namun mereka dihampiri oleh seorang wanita yang merupakan teman dari Yun Zi.


"Yun Zi tunggu" teriaknya.


Yun Zi dengan Sean menunggu wanita itu hingga tiba dihadapan mereka, barulah wanita itu buka suara.


"Apakah kamu akan ikut pesta malam ini?" tanya wanita itu.


"Pesta?" tanya Sean bingung dengan apa yang tengah dibicarakan oleh keduanya sekarang.


"Aku rasa tidak, karena aku akan kerumah sakit" jawab Yun Zi.


"Rumah sakit, memangnya siapa yang sakit?" tanya wanita teman Yun Zi itu.


"Ayahku, jadi aku harus ada disana" jawab Yun Zi.


"Baiklah, kalau begitu" jawab wanita tersebut sambil kemudian pamit pergi.


Lalu Yun Zi dengan Sean masuk kedalam mobil untuk segera pulang kerumah.


Didalam mobil, Sean bertanya mengenai pesta apa yang mereka obrolkan sebelumnya.


"Sebelumnya kalian membahas pesta, pesta apa itu?" tanya Sean.


"Itu adalah pesta ulang tahun teman satu kelasku, jadi kami satu kelas diundang untuk datang kesana" jawab Yun Zi menjelaskan pada Sean sekarang.


"Apakah tidak akan masalah jika tidak datang?" tanya Sean.


"Sebenarnya aku agak tidak enak karena tidak bisa datang, namun aku tidak bisa membiarkan ibuku dirumah sakit sendirian" ucap Yun Zi menjelaskan.


"Bagaimana kalau aku temani kamu ke pesta itu sebentar, nah setelah itu kita langsung pergi kerumah sakit dan bergantian jaga dengan ibu?" usul Sean.


"Aku rasa itu ide yang bagus" jawab Yun Zi.


Akhirnya Yun Zi izin terlebih dahulu pada sang ibu untuk terlambat datang ke rumah sakit karena harus hadir dalam pesta ulang tahun teman satu kelas.

__ADS_1


Dan setelag dapat izin, Sean dengan Yun Zi pulang kerumah masing-masing terlebih dahulu untuk bersiap-siap.


Dirumahnya, Sean tengah mengobrol dengan keluarganya.


"Ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu nak" ucap Ao Si.


"Tentang apa?" tanya Sean.


"Bisnis yang kamu berikan pada ayah sudah berjalan dengan begitu baik, dan ayah hanya ingin bertanya apakah kamu tidak ada niatan untuk mengambil alih kembali apa yang kamu berikan pada ayah?" tanya Ao Si.


"Tidak, karena aku sudah punya perusahaan sendiri" jawab Sean jujur.


"Benarkah?" tanya Qin Wei sang ibu.


"Benar, dan itu adalah IOS Cooperation" jawab Sean.


Kedua orang tuanya merasa terkejut dengan perkataan yang diucapkan oleh Sean barusan, dan itu karena mereka tahu perusahaan apa itu IOS Cooperation.


"Kamu tidak bercanda bukan?" tanya Qin Wei.


"Tidak, bahkan aku punya villa juga di GreenField" jawab Sean.


"Haish....Kamu sebenarnya sekaya apa nak?" tanya Ao Si.


"Setidaknya aku sudah siap jika sudah harus membina sebuah keluarga" jawab Sean.


"Ohooo, apakah itu kode pada kami supaya kamu bisa segera menikahi Yun Zi?" tanya Qin Wei.


"Hahahah, bercanda" jawab Sean.


"Tapi ayah jadi penasaran sudah sejauh mana hubungan kalian?" tanya Ao Si.


"Hubungan kami biasa saja dan berjalan dengan baik tanpa ada hal-hal berlebihan" jawab Sean menjelaskan.


"Benarkah seperti itu?" tanya sang ayah.


"Benar" jawab Sean.


Seang mengangguk sebagai jawaban.


"Sudahlah, aku harus segera bersiap-siap karena akan pergi ke pesta ulang tahun bersama dengan Yun Zi sebentar lagi" ucap Sean sambil berlalu pergi dari sana.


Selepas bersiap-siapa dan sudah rapih, Sean menelpon Yun Zi.


"Apakah sudah siap?" tanya Sean.


"Sudah, sekarang tinggal nungguin kamu kesini datang menjemput aku" jawab Yun Zi.


"Baiklah, aku akan datang dalam 20 menit" jawab Sean.


Selepas selesai menelpon, Sean pergi dengan kendaraan miliknya menuju kediaman Yun Zi.


Selama perjalanan tidak ada kejadian apapun yang terasa hebat dan mengejutkan, jadi perjalanan berlangsung dengan santai selama 20 menit.


Sampai di rumah Yun Zi, Sean langsung menekan bell rumah Yun Zi.


Ting Tong!


Dalam satu kali bunyi bell rumah, pintu terbuka dan terlihat Yun Zi keluar dengan mengenakan pakaian yang begitu indah dan menambah pesona kecantikannya.


"Cantik sekali" puji Sean.


"Makasih, sayang. Kamu juga tampan sekali" jawab Yun Zi balik memuji.


"Kalau begitu mari kita pergi" ucap Sean sambil menggandeng lengan Yun Zi menuju mobil dan mereka masuk kedalam mobil lalu pergi berkendara menuju pesta ulang tahun teman Yun Zi.


Yun Zi memberikan petunjuk arah pada Sean yang meyetir mobil, dan itu berada di kawasan GreenField tempat dimana villa miliknya juga berada disana.


"Apakah temanmu itu orang kaya?" tanya Sean.


"Begitulah, makanya keluarganya bisa memiliki sebuah villa dikawasan elit GreenField" jawab Yun Zi.


"Begitu" jawab Sean singkat.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2