LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 85


__ADS_3

Sean masih berada diatap gedung sambil memeluk hangat Yang Luo, hingga setelah beberapa saat akhirnya Yang Luo tertidur dalam pelukannya.


Sean mengubah posisi menjadi memangku Yang Luo ala tuan putri, kemudian berkata pada sisten "sistem,pindahkan kami ke mobil milikku"


Selepas memberikan perintahnya, langsung keduanya menghilang dari atap gedung dan muncul bersamaan didalam mobil milik Sean dalam Sean sudah duduk di kursi kemudi, sedangkan Yang Luo sudah duduk di kursi penumpang.


Sean dengan segera melajukan mobilnya dijalanan.


"Sistem berikan petunjuk arah menuju rumah Yang Luo"


Sebuah tanda panah langsung muncul dihadapan Sean sebagai penunjuk arah. Membuat Sean mengikuti petunjuk arah yang diberikan oleh sistem sekarang ini.


15 menit kemudian......


Sean telah tiba di rumah Yang Luo, dapat dirinya lihat ada Yang Tiwei dan seorang pri paruh baya yang kemungkinan suami Yang Tiwei dan sekaligus ayah dari Yang Luo.


Sean yang sudah selesai parkir turun dari mobil, kemudian membawa Yang Luo kehadapan Yang Tiwei dan suaminya.


"Sean, rupanya Yang Luo bersama denganmu" ucap Yang Tiwei.


"Soal penjelasannya bisa aku berikan setelah ini, bisakah anda tunjukan dimana aku bisa membaringkan Yang Tiwei?" tanya Sean.


"Baiklah, bawa kedalam kamarnya saja" ucap Yang Tiwei sambil berbalik masuk kedalam rumah dan menunjukan jalan pada Sean menuju kamar Yang Luo.


Sampai di lantai dua, akhirnya Sean bisa membaringkan Yang Luo di kamarnya.


Selepas itu Sean menatap kearah Yang Tiwei.


"Jadi dimana kamu bertemu anakku?" tanya suami Yang Tiwei.


"Dia adalah suamiku, Luo Zheng" jelas Yang Tiwei.


"Aku sebelumnya sedang dalam perjalanan pulang, dan bertemu dengan sebuah kerumunan. Ketika aku bertanya pada salah satu orang, aku bisa mengetahui bahwa Yang Luo berniat bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung tinggi berlantai lima" jelas Sean.


"Astaga!" ucap Yang Tiwei dan Luo Zheng bersamaan.


"Karena semua sudah jelas dan aku sudah mengantarkan Yang Luo pulang, maka aku juga harus pamit pulang jadi aku permisi" ucap Sean.


"Hati-hati di jalan" jawab Yang Tiwei.


Sean kemudian pergi pulang kerumah dengan berkendara secepat mungkin, namun tetap saja memakan waktu beberapa menit.


Sehingga ketika sampai dirumah sudah cukup larut, dan rupanya semua orang sudah tidur dikamar masing-masing. Sean memutuskan langsung masuk kedalam kamar, dan dirinya begitu terkejut saat melihat Yun Zhi berada tepat dihadapannya sekarang tengah menyilangkan lengan didadanya dengan tatapan tajam menatapnya.


"Habis darimana aja sampai baru pulang sekarang?" tanya Yun Zhi sambil mendekati Sean.


"Aku tadi mengerjakan sesuatu tentang hal sebelumnya yang kamu ketahui di halaman belakang, namun ketika perjalanan pulang aku bertemu dengan sebuah kejadian tidak terduga" jelas Sean sambil memeluk tubuh Yun Zhi.

__ADS_1


"Kejadian tidak terduga apa sampai ada bau parfum wanita di tubuhmu?" tanya Yun Zhi balas memeluk Sean dan membenamlan kepalanya pada dada bidang Sean.


"Kejadian tidak terduga itu adalah aku bertemu dengan anak dari teman sosialita ibuku yang hendak bunuh diri, jadi aku mencegahnya melakukan hal itu dan membawanya pulang dalam keadaan tidur" jelas Sean.


"Yaudah, yang penting kamu harus janji tidak boleh duain aku" jawab Yun Zhi.


"Iya aku janji akan selalu setia padamu dan tidak akan menduakan dirimu" jawab Sean.


"Hm" jawab Yun Zi singkat.


"Kalau begitu lepas dulu, aku mau bersih-bersih" ucap Sean.


Namun Yun Zhi malah menarik dirinya keatas kasur dan membuat Sean terbaring diatas kasur dengan Yun Zi berada diatas tubuhnya.


"Kenapa tiba-tiba jadi agresif begini?" tanya Sean.


"Pengen aja" jawab Yun Zi.


"Kalua begitu kita tidur" jawab Sean.


"Ya" jawab Yun Zi.


Selepas itu keduanya berbaring dengan benar dan Sean tidak jadi bersih-bersih diri karena dilarang Yun Zi yany ingin mencium bau tubuh Sean yang saat itu terasa nyaman, padahal belum mandi.


...------...


Keesokan pagi harinya.


Kedua keluarga tidak masalah dan setuju akan kemauan Sean, jadi sekitar jam 10 pagi keduanya sudah berada di bandara.


"Sistem aku mau pesawat jet pribadi beserta semua surat-surat izin yang lengkap"


{Layanan diberikan}


{Airbus A3808}


"Semua sudah diatur untuk keperluan penerbangan sekarang bukan?"


{Benar}


Sean kemudian membawa Yun Zi menuju penerbangan pribadi mereka, Yun Zi tentu saja dibuat bertanya-tanya kenapa mereka tidak ikut dengan penerbangan umum.


Namun Sean menjawab bahwa Yun Zi akan tahu nanti alasanya.


Dan sekarang pertanyaan kebingungan dikepala Yun Zi terjawab sudah ketika sudah berada dalam pesawat jet pribadi tipe Airbus A380.


"Sayang, jangan bilang ini pesawat jet pribadi milik dirimu?" tanya Yun Zi.

__ADS_1


"Kalau iya, kenapa?" tanya Sean.


"Kapan kamu beli ini?!" tanya Yun Zi antusias.


"Itu tidaklah terlalu penting, yang pasti aku mau kita nikmati liburan dalam perjalanan ini" jawab Sean.


Yun Zi langsung pindah duduk dari posisi disamping Sean, sekarang naik kepangkuannya dan menyandarkan kepalanya dengan manja pada dada bidang Sean.


Bahkan Yun Zi seakan tidak malu ketika ada pramugari disana.


"Tuan dan nona sangat serasi, serta romantis" puji sang pramugari.


"Terimakasih, kamu boleh istirahat saja. Kalau kami perlu sesuatu barulah kamu akan dipanggil" jawab Sean sambil memberikan perintahnya.


"Baik tuan, kalau begitu saya izin pergi kebelakang" jawab sang pramugari yang bernama Han Yue.


Sesangkan pilot dari pesawat jet pribadinya bernama Cheng Yuho. Kemudian co-pilot sendiri bernama Zhang Dan.


Selepas itu pesawat yang sudah siap terbangpun melakukan take-off, dan mulai mengudara sempurna di udara pada ketinggian tertentu.


Kembali pada Yun Zi dengan Sean yang tengah berada dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.


"Sayang, kamu tahu tidak aku merasa beruntung sekali bisa menjadi istrimu" ucap Yun Zi.


"Oh ya, kenapa bisa begitu?" tanya Sean.


"Karena aku selain bisa mencintai dirimu, aku juga dapat cinta dan kasih sayang mu" jawab Yun Zi.


"Kalau begitu tetaplah bersama denganku" jawab Sean.


"Hm" jawab Yun Zi.


Mereka kemudian habiskan waktu penerbangan tersebut dengan cara bermesraaan didalam pesawat.


Terdengar kabar dari sang pilot yang memberikan sebuah informasi yang begitu mengejutkan.


"Tuan Sean, kami mendeteksi adanya serangan dari sumber tidak dikenal dan mengarah ke pesawat ini" ucap sang pilot melalui speaker.


"Kau tahu harus apa bukan?" tanya Sean.


"Saya mengerti, jadi tolong tenang" jawab sang pilot.


Sistem sebelumnya sudah memberitahukan pada dirinya bahwa para pilot dan pramugari telah diberikan pelatihan khusus di militer, jadi semua akan baik-baik saja tidak perlu terlalu dikhawatirkan.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2