
Melihat apa yang terdapat dihadapan mata mereka sekarang ini membuat perasaan amarah dan kesal seketika menghilang dalam diri mereka.
Dan tergantikan dengan perasaan yang amat sangat mereka sukai.
"Sayang cepat berikan pada kami" ucap Luoxue yang sudah tidak sabar menginginkan kartu hitam ditangan Sean.
Namun Sean tidak akan semudah itu memberikan mereka kartu hitam yang dirinya dapatkan setelah menguasai dua kota.
Jadi dengan segera lengannya menyembunyikan kembali dua kartu hitam tersebut dibalik badannya.
Melihat kelakuan Sean yang menyembunyikan dua kartu hitam itu, segera kedua wanita itu merasakan kesal.
"Sayang berikan kartunya sekarang" ucap Xu Qin.
Sean tersenyum dan kemudian berkata dengan penuh arti "aku akan berikan asalkan dapat imbalannya"
"Imbalan? Apa itu" tanya Luoxue.
"Imbalannya adalah kalian harus membujuk diriku agar bisa memberikan kartu ini pada kalian" jawab Sean.
Setelah mengatakan persyaratan tersebut, Sean duduk di sofa empuk yang ada disana.
Sedangkan kedua wanita itu saling pandang satu sama lain dan mulai berpikir bagaimana cara terbaik agar bisa dengan mudah membujuk sang kekasih agar bisa memberikan kartu-kartu hitam itu untuk mereka berdua.
Sampai terbesitlah satu ide yang sama didalam pikiran keduanya, seketika keduanya memasang senyuman penuh arti.
Lalu keduanya mulai berjalan kearah Sean yang sedang duduk santai di sofa sambil memperhatikan mereka berdua yang berjalan mendekatinya.
"Sepertinya kalian sudah temukan ide bagus untuk membujuk diriku agar bisa memberikan kartu-kartu hitam ini" ucap Sean sambil dibarengi senyuman.
Luoxue dengan Xu Qin kemudian melakukan hal tidak terduga bagi Sean, keduanya melepaskan pakaian masing-masing tepat dihadapan matanya.
Sean yang melihat kelakuan mereka sebenarnya terkejut, namun dirinya bertekad agar tidak goyah dan ingin melihat sejauh mana mereka berusaha mendapatkan kartu-kartu ditangannya ini.
"Heh....jadi kalian pikir cara seperti ini adalah cara yang paling efektif untuk membujuk diriku hm?" tanya Sean.
"Ah~ sayang berikan kartunya pada kami ya?" mohon Luoxue dengan suara menggoda yang dibuat-buat serta gerakan tubuh yang sengaja berpose menggoda.
Begitupun dengan Xu Qin yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Luoxue barusan, namun lebih parah lagi adalah Xu Qin sampai duduk dipangkuan Sean dan menjilati leher Sean.
Sean sebenarnya hampir tidak bisa mengendalikan hawa jahatnya untuk menerkam kedua wanita itu yang berbuat nakal, namun ini bukanlah bukukan yang diinginkan olehnya.
Dengan perlahan namun pasti, Sean berhasil menenangkan gejolak didalam jiwanya begitu menggebu-gebu menjadi kembali tenang.
"Tidak mempan" ucap Sean.
Dua wanita itu seketika terkejut, dan kemudian kembalu berunding untuk menemukan cara terbaik agar bisa membujuk sang kekasih.
"Jika kalian sudah menemukan caranya kembali temui diriku disini, sekarang keluarlah dulu" ucap Sean.
Luoxue dan Xu Qin seketika melakukan gerakan sama kembali yaitu dengan pura-pura bersikap sedih dan menangis dibawah kaki Sean sambil bersimpuh.
"Hiks...kamu kok gitu sih....hiks...hiks...kenapa gak kasih ke kami aja kartunya?" ucap Luoxue dengan nada yang dibuat-buat.
"Hiks...sayang....berikan kartunya ya?" rengek Xu Qin.
Namun itu masihlah belum cukup bagi Sean dan masih bukanlah hal yang diinginkan oleh dirinya saat ini.
"Masih belum berhasil" jawab Sean dengan tegas.
Akhirnya Luoxue dan Xu Qin memilih untuk mundur terlebih dahulu satu langkah, dan akan mengatur rencana berikutnya agar bisa berhasil dalam misi mendapatkan BlackCard.
Setelah kedua wanitanya pergi dari dalam kamarnya, Sean berbaring kembali diatas kasur empuknya sambil kembali membuka aplikasi BB Online dan melakukan kegiatan bagi-bagi hadiah seperti sebelumnya.
Sampai-sampai kelakukan yang dilakukan dirinya tersebut membuat heboh dan kegemparan semua pengguna BB Online.
Khususnya dikalangan para penyiar siaran langsung, sebab paling sedikit saja Sean menghabiskan sekitar 2jt Yuan bagi setiap streamer yang menurutnya menghibur saat disaksikan langsung olehnya.
__ADS_1
Karena saking banyaknya uang yang dihabiskan untuk memberikan gift pada para streamer, membuat akun miliknya dalam BB Online dengan cepat mencapai lv100 yang merupakan level tertinggi dalam BB Online baik sebagai pengguna atau penyiar.
Itu semua Sean dapatkan setelah menghabiskan uang sekitar 50 jt Yuan.
Karena merasa sudah cukup dengan kegiatan berbaginya, Sean menghentikan aksi itu dan keluar dari aplikasi BB Online.
Tiba-tiba terdengar bunyi sistem dengan layar birunya yang muncul dihadapan mata Sean sekarang ini.
{Anda bukankah terlalu tega pada kedua wanita anda hanya karena masalah harta yang bisa dengan mudah anda dapatkan dengan begitu saja}
"Heh....akun hanya ingin membuat mereka merasakan sedikit penekanan dariku, sehingga mereka akan sadar bahwa aku tidak akan takut pada ancaman mereka walau harus ditinggalkan mereka berdua sebagai bayarannya"
"Dan lagipun aku ingin membuat mereka sadar juga bahwa aku yang seharusnya berkuasa bukan mereka, sekaligus aku bukan sosok laki-laki yang begitu dengan mudahnya takut dengan istri"
Jawaban Sean membuat sistem terdiam dan tidak kembali angkat bicara atas kejadian sekarang ini.
Hingga sesaat setelah berkomunikasi dengan sistem barusan, terdengar sebuah suara ketukan pintu.
Sean bangkit berdiri dan berjalan menuju arah pintu untuk membukanya.
Setelah dibuka ada Xu Qin disana tengah berdiri menatap kearahnya.
"Sayang, bisakah kamu turun dulu ke bawah?" pintanya.
"Baiklah" jawab Sean.
Mereka turun ke lantai bawah bersama-sama hingga tiba diruangan makan, mereka bertiga duduk pada masing-masing kursi yang tersedia pada meja makan saat ini.
Sean hanya menunggu saja apa yang ingin disampaikan oleh kedua wanitanya itu.
"Sayang, kami minta maaf" ucap Luoxue.
"Untuk?" tanya Sean memancing.
"Kami mengaku salah atas sikap sok berkuas kami dan sikap yang kami tunjukan sebelumnya padamu" tambah Xu Qin.
"Aku maafkan, ada lagi?" tanya Sean masih dengan suara datarnya.
"Kamu masih marah" ucap Luoxue dengan nada sedih sambil mulai berkaca-kaca, begitupun dengan Xu Qin yang juga mulai berkaca-kaca matanya.
Sean kemudiam berkata "kemarilah dan duduk dipangkuanku"
Kedua wanita itu hanya menurut saja dan mulai berdiri kemudian berjalan mendekati Sean, sebelum pada akhirnya duduk dimasing-masing paha Sean.
Sean memeluk keduanya, kemudian berkata "aku sudah gak marah lagi kok, gak usah nangis"
Sean menghapus air mata yang sudah menetes sedikit dari pelupuk mata kedua wanitanya itu.
"Kami janji tidak akan seperti sebelumnya lagi, dan akan menuruti semua keinginanmu" ucap Luoxue dan di angguki oleh Xu Qin.
"Baiklah, ini untuk kalian karena sudah bisa tahu apa kesalahan yang kalian perbuat" ucap Sean sambil memberikan kedua kartu hitam itu pada mereka berdua masing-masing satu.
Namun mengejutkan, keduanya malah menolak.
"Sayang kami rasa gak perlu kartu ini lagi" ucap Xu Qin.
Luoxue mengangguk sebagai tanda setuju.
Sean tersenyum dan kemudian menjawab "katanya mau menuruti semua keinginanku?"
"Tapi....." Luoxue tidak melanjutkan perkataannya karena merasa ragu.
"Ambilah dan pakai sesuka kalian" ucap Sean.
Luoxue dengan Xu Qin saling pandang dan berkontak mata sebelum akhirnya menerima kedua kartu hitam itu.
"Makasih" ucap keduanya sambil menerima kartu hitam tersebut, dan menyandarkan kepala mereka masing-masing pada dada bidang Sean.
__ADS_1
Sean memeluk mereka dan memberikan usapan lembut pada punggung mereka masing-masing.
"Apakah ada makanan?" tanya Sean.
"Sayang laper ya? Kalau begitu biarkan kami masak dulu sebentar, baru kita makan sama-sama setelah itu" ucap Luoxue.
"Benar, kamu tunggu sini aja biar kami masak makanan dulu sebentar" tambah Xu Qin.
"Baiklah" jawab Sean.
Akhirnya kedua wanita itupun masak bersama-sama dengan penuh rasa bahagia, sampai setelah masakan jadi langsung dihidangkan dan dimakan bersama-sama.
Selesai makan, mereka menonton acara televisi bersama-sama diruangan keluarga.
Acara yang mereka tonton adalah Film Romantis yang membuat suasan tambah pas.
Waktu terus berlalu hingga akhirnya malam sudah larut, Sean membawa kedua wanitanya tidur bersama dalam satu kamar dan tempat tidur yang sama dengannya.
"Selamat malam" ucap Sean pada kedua wanitanya sambil memberikan masing-masing satu kecupan lembit di dahi mereka.
Barulah setelah itu mereka mulai tertidur dengan pulas.
...-------------...
Keesokan harinya.
Saat ini Sean tengah berada di kota M, dirinya sedang memantau semua hotel-hotel yang telah menjadi milik dirinya semalam.
Dan hasilnya sangat-sangat memuaskan dimana semuanya adalah hotel yang bagus di kota M ini.
Setelah puas berkeliling mengecek setiap hotel-hotel miliknya di kota M, Sean berniat segera kembali ke kota SS dengan kemampuan teleportasi miliknya.
Namun sesaat sebelum memberikan perintah pada sistem untuk melakukan teleportasi, dirinya mendengarkan sebuah ledakan kuat dari arah timur.
"Sistem apa itu?"
{Bagaimana jika anda melihatnya}
"Ide bagus, kirim aku ke lokasi ledakan tersebut sekarang juga"
Dengan menggunakan fitur Teleportasi, akhirnya Sean berhasil berpindah tempat dengan mudah.
Wush!.
Sean dengan sekejap mata berpindah tempat dari lokasi sebelumnya berada menuju sebuah lokasi diketinggian.
Lebih tepatnya saat ini dirinya berada di salah satu atap gedung yang cukup tinggi didekat lokasi ledakan berasal, ledakan itu sendiri berasal dari sebuah kondiai membahayakan berupa ledakan pada salah satu gedung didekat sana yang mengalami kebakaran.
"Sistem turunkan hujan lebat agar bisa memadamkan api itu"
{Layanan diberikan}
Setelah notifikasi itu muncul, langit yang semula memang sudah agak mendung makin gelap dengan suara petir yang terdengar sesekali besuara dengan menggelegar kuat.
Sampai pada akhirnya hujan dengan begitu derasnya mengguyur area kota sebelah situ, membuat api yang besar dan tengah membakar setiap bagian gedung seketika padam dengan cepat.
Sean yang menyaksikan dari atas atap gedung hanya diam saja sambil memperhatikan jalannya proses evakuasi para korban oleh pihak pemadam kebakaran disana yang sudah sedarin tadi berada di lokasi bersiaga penuh.
Sampai 25 menit berlalu, situasi telah berhasil dikendalikan dengan sempurna oleh para petugas pemadam kebakar.
Api yang semula besar sudah padam akibat bantuan hujan yang lebat, dan semua korban sudah diselamatkan atas bantuan para petugas pemadan kebakaran disana yang sedang bertugas.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.