
Setelah semua masuk kedalam rumah, mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol bersama-sama.
Sampai Yun Po mengajak Sean menuju tempat gudang dimana ia menyimpan semua barang-barang antik yang dia beli dan miliki selama ini.
Sean dapat melihat begitu banyak barang antik disana yang disimpan dengan apik dan baik oleh Yun Po.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Yun Po.
"Ini begitu hebat dan benar-benar banyak" ucap Sean memuji dengan jujur.
"Hahahah! Lalu apakah kau bisa mengetahui nilai-nilai dari semua barang antik yang ada disini?" tanya Yun Po.
"Apakah kakek sedang memberikan tes untuk diriku?" tanya Sean.
"Bisa dibilang begitu, kakek hanya ingin lihat apakah kau sebelumnya mendapatkan tiga barang antik itu hanya beruntung ataukah memang tahu cara membedakan dan hafal nilai dari barang-barang antik itu sendiri" jelas Yun Po.
"Kalau begitu izinkan aku melihat-lihat semua barang antik disini terlebih dahulu" ucap Sean.
"Silahkan" ucap Yun Po.
Satu demi satu setiap barang antik yang ada disana Sean lihat dan dipindai oleh sistem, untuk mengetahui semua informasinya.
Hingga Sean menemukan satu barang yang menurut analisis sistem palsu dan bukanlah barang antik.
"Kakek apakah kau yakin semua barang-barang yang ada disini adalah barang antik?" tanya Sean mencoba untuk memastikan.
"Tentu saja, apakah ada yang salah dengan itu?" tanya Yun Po keheranan.
"Kakek tahu, vas bunga kecil ini adalah barang palsu dan bukanlah barang antik" ucap Sean sambil mengambil vas yang dimaksudkan dan diperlihatkan pada Yun Po.
"Nak aku bisa marah jika kau hanya membual, jadi bagaimana kau akan mempertanggung jawabkan ucapanmu itu padaku?" tanya Yun Po.
"Sebelumnya aku ingin bertanya terlebih dahulu pada kakek, darimana kakek mendapatkan vas ini?" tanya Sean mulai menelisik sumber barang tersebut.
"Seorang kenalan dan bisa dibilang teman yang menjual itu padaku" jawab Yun Po.
"Kalau begitu aku tanya lagi berapa harga yang kakek keluarkan untuk vas bunga kecil ini?" tanya Sean kembali.
"10 jt" jawab Yun Po.
"Hais....Kakek telah ditipu oleh teman kakek itu" ucap Sean.
"Apa maksud dari perkataanmu itu nak?" tanya Yun Po.
Prang!
Sean memecahkan vas bunga tersebut dengan dijatuhkan ke lantai, Yun Po tentu saja terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Sean.
"Nak apakah kau mencoba mencari masalah denganku?" tanya Yun Po dengan marah.
"Kakek tenanglah dulu, coba lihat apa yang akan aku perlihatkan pada kakek sekarang" ucap Sean sambil berjongkok dan mulai mencari sesuatu pada pecahan pas tersebut.
Hingga Sean menemukan apa yang dicari olehnya saat ini.
Sean kembali berdiri dan memperlihatkan apa yang ada ditangannya sekarang.
"Apakah menurut kakek ada QR Code didalam benda antik yang sesungguhnya?" tanya Sean sambil memperlihatkan pecahan vas yang memiliki sebuah QR Code.
!
Yun Po begitu tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat saat ini, sampai dirinya bisa menyimpulkan sesuatu dari peristiwa sekarang ini.
"Jangan bilang dia menipu diriku ini?!!" ucap Yun Po dengan geram.
"Kakek, sebelum kau menghubunginya dan marah-marah. Lebih baik aku periksa semua barang-barang disini terlebih dahulu untuk memastikan keasliannya, bagaimana?" tanya Sean mengusulkan.
"Baiklah, kamu boleh melakukannya" ucap Yun Po.
__ADS_1
Sean dengan bantuan sistem bisa dengan mudah menemukan semua keberadaan barang antik palsu yang ada didalam gudang penyimpanan barang antik milik Yun Po.
Total ditemukan 10 barang antik palsu disana, termasuk dengan vad bunga yang sebelumnya.
Dan bukti barang itu palsu berbeda-beda, ada yang sama seperti sebelumnya memiliki QR Code ada juga yang barang palsu tapi mirip dengan asli. Namun itu dapat dibedakan dengan cara disiram air laksa, dan benar saja pewarna yang digunakan pada barang debagai corak luntur.
Bahkan ada lagi barang antik palsu yang dapat dibedakan dengan cara dipanaskan didekat api, hingga terlihatlah barang itu palsu karna dapat meleleh.
Dan juga ada yang hanya disiram air bisa luntur ataupun rusak.
Yun Po benar-benar geram karena telah ditipu oleh beberapa orang yang dirinya kenal baik, dan tidak menyangka akan ditipu seperti itu.
Namun dirinya juga bersyukur bida bertemu dengan Sean yang merupakan calon suami dari cucu kandungnya, berkat bantuan Sean pula dirinya bisa tahu kebenaran dari semua barang-barang antik yang dirinya simpan saat ini.
Setelah semua barang palsu itu dikumpulkan dan terbukti palsu, Yun Po segera menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk menyelesaikan masalah ini dengan para penipu itu.
Dan menuntut ganti rugi pada mereka semua.
Selepas urusan itu semuanya diserahkan pada orang-orangnya, Yun Po memilih kembali bersama dengan Sean ke ruangan keluarga tempat yang lainnya berkumpul sekarang ini.
Kedatangan Yun Po disana dengan raut wajah kecewa yang dipasangnya menjadi perhatian semua orang disana.
"Kau kenapa suamiku?" tanya Jiang Yue.
Selepas Yun Po dan Sean duduk, Yun Po buka suara untuk menjelaskan.
"Ada sekitar 10 barang di gudang barang antik milik diriku yang ternyata palsu" jelas Yun Po.
"Apa? Tapi bukannya tingkat keaslian semua barang itu sudah diperiksa sebelumnya oleh orang yang sangat-sangat ahli dan dinyatakan semuanya barang asli dengan tingkat keaslian 100%" ucap Jiang Yue.
"Huft....Itulah yang aku bingungkan saat ini" ucap Yun Po.
Mendengar itu Sean menjadi makin tertarik untuk menguak masalah ini lebih lanjut dan lebih jauh lagi kedepannya.
"Sistem bisa kau carikan bukti atau informasi yang kuat dan valid soal masalah ini?"
"Lakukan"
{Layanan diberikan}
{Semua barang-barang palsu yang anda temukan sebelumnya di gudang penyimpanan barang antik milik Yun Po telah ditukar sebelumnya}
"Ohoo, berikan aku penjelasan lebih rinci lagi"
{Kesepuluh barang tersebut semula memang adalah barang antik dengan tingkat keaslian 100% namun itu telah ditukar oleh seseorang}
"Siapa orang itu?"
{Sistem sudah menyimpan rekaman CCTV pada saat orang itu menukar kesepuluh barang sebelumnya di guang penyimpanan barang antik milik Yun Po}
Kemudian sebuah flashdisk muncul di dalam penyimpanan milik sistem.
Sean mengalihkan fokus kembali pada Yun Po dan yang lainnya saat ini.
"Kakek, jika memang sebelumnya kesepuluh barang itu telah diperiksa terlebih dahulu dan merupakan barang antik asli degan tingkat 100% keasliannya, apakah mungkin ada yang menukar barang-barang antik itu tanpa sepengetahuan kakek?" tanya Sean.
"Itu bisa saja, namun siapa yang telah menukar barang-barang antik milik diriku?" pikir Yun Po.
"Bukannya kamu memasang kamera pengawas CCTV di gudang suamiku?" tanya Jiang Yue.
"Benar juga, dan kalau tidak salah ingat kamera pengawas pernah beberpakali diperbaiki karena kerusakan yang aneh dan tiba-tiba" jawab Yun Po.
"Dan bisa saja ada orang yang menukarka barang-barang ayah saat kamera pengawas CCTV mati" ucap Huo Tian.
"Tapi jika memang benar begitu, maka secara otomatis tidak akan ada buktinya bukan?" ucap Yin Zi.
"Itu biarkan aku mengurusnya, dimana komputer pengawas CCTV itu?" tanya Sean.
__ADS_1
"Biar kakek tunjukan" ucap Yun Po.
Mereka pada akhirnya pergi bersama keruangan pengawas CCTV, dan Sean meminta hanya dirinya saja yang berada didalam dan yang lainnya pergi keluar.
Semua setuju dan membiarkan Sean memiliki ruang untuk bekerja sendiri saat ini, dan dala waktu 10 menit Sean keluar dari ruangan pengawas cctv dengan membawa sebuah flashdisk ditangannya.
"Aku sudah dapatkan bukti pelaku kejahatan yang telah menukarkan kesepuluh barang antik milik kakek" ucap Sean sambil menunjukan flashdisk ditangannya.
"Benarkah?" sahut Yun Po.
Sean mengangguk sebagai jawaban dan menyerahkan flashdisk ditangannya pada Yun Po.
Segera Yun Po dengan semua orang memeriksa rekaman video pada flashdisk yang diberikan oleh Sean sebelumnya. Yang ternyata hasilnya begitu mengejutkan, orang yang telah menukar kesepuluh baran antik itu adalah Yun Zong yang merupakan anak Yun Po dan Jiang Yue, dan sekaligus adik kandung Yun Mei.
"Dasae anak kurang ajar!! Dimana dia sekarang?" teriak Yun Po penuh amarah.
"Aku akan suruh dia kemari" ucap Jiang Yue.
Selagi meunggu kedatangan Yun Zong, Yun Po menyuruh orang-orangnya yang sebelumnya diperintahkan untuk mengurus semua barang palsu itu untuk kembali.
Selagi menunggu kedatangan dari Yun Zong, semua orang duduk bersama di ruangan keluarga sambil berusaha menenangkan Yun Po.
30 menit kemudian............
Yun Po telah tiba, dan begitu Yun Po melihat anak kurang ajarnya itu datang langsung dimarahi habis-habisan.
Bahkan langsung meyuruh beberapa orang meringkusnya, Yun Zong tentu saja tidak terima dengan perlakuan sang ayah padanya.
Namun begitu Yun Po membeberkan semua bukti kejahatannya, Yun Zong langsung dibuat gemetar ketakutan dan tidak bisa berkata-kata lagi.
Akhirnya Yun Zong hanya bisa terdiam membisu karena semua kejahatan yang dirinya lakukan dulu telah terbongkar.
Dan tepat pada saat dirinya akan diseret menuju kantor polisi, Yun Zong memohon pada ayah dan ibunya untuk memberikan dirinya waktu memberikan penjelasan atas kelakukannya itu.
Jiang Yue memberikan kesempatan pada anaknya untuk memberikan penjelasan.
Yun Zong kemudian mengaku bahwa itu adalah perbuatannya dulu, dan itu dia lakukan saat dirinya membutuhkan banyak uang demi perusahaannya yang saat itu membutuhkan suntikan dana.
Jadi dirinya dengan terpaksa melakukan hak tersebut, namun dirinya berkata bahwa sudah berubah dan tidak lagi seperti itu. Serta berjanji akan mengaku suatu hari nanti, tapi siapa sangka sebelum dirinya mengakui perbuatan jahatnya itu malah sudah di terbongkar lebih dulu.
"Ayah.....Ibu.....Berikan aku kesempatan untuk menebus dosaku dan tolong jangan penjarakan aku, istriku tengah hamil dan sedang butuh sosok suami yang berada di sampingnya" ucap Yun Zong memohon.
"Sistem apakah Yun Zong ini bebar-benar sudah berubah baik?"
{Menurut analisis sistem 100% Yun Zong telah berubah baik}
"Kakek dan nenek, berikan saja paman Yun Zong kesempatan untuk berubah. Aku bisa jamin paman Yun Zong telah berubah menjadi baik dan tidak akan berbuat jahat lagi kedepannya" jelas Sean.
"Huft....Baiklah, karena menantu nenek bilang begitu maka Yun Zong kamu ibu beri kesempatan untuk berubah lebih baik lagi" ucap Jiang Yue.
"Terimakasih ayah.....ibu" ucap Yun Zong bersujud di kaki orang tuanya.
"Apakah uang yang kau dapatkan dari mencuri barangku diberikan sebagai nafkah pada istrimu?" tanya Yun Po.
"Tidak ayah, uang itu aku gunakan untuk bayar hutang" jawab Yun Zong jujur.
"Beruntung kau tidak berikan uang jahat itu sebagai nafkah pada istri dan calon cucuku, jika tidak kau tidak akan aku maafkan sampai kapanpun Yun Zong" tegas Yun Po.
Akhirnya masalah itu selesai, dan Yun Zong tidaklah dituntut untuk mengembalikan barang-barang yang telah dicuri dirinya dari gudang barang antik milik Yun Po.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1