LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps.64


__ADS_3

Seusai memgantarkan guru Chenyue pulang, Sean dalam perjalanan pulang juga.


Dan begitu sampai dirumah, kedua orang tuanya yang sedang bersantai di kursi yang ada didepan rumah begitu terkejut melihat dirinya pulang membawa mobil mewah seperti sekarang.


"Nak, kau ini benar-benar mengangumkan" puji sang ibu tulus.


"Hahaha, aku pikir aku butuh kendaraan yang bagus saat jalan bersama Yun Zi nantinya" jawab Sean.


"Ingat, kamu harus berhemat walau uangmu banyak" jawab sang ayah menasehati.


"Baik" jawab Sean.


Dirinya kemudian pamit masuk kedalam kamar.


Didalam kamar saat ini, dirinya tengah kepikiran mengenai hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya dalam kehidupan pertamanya.


"Sistem tidak akan ada lagi serangan seperti Aerox dan para monster dari dungeon bukan di dunia ini?"


{Tidak ada}


"Syukurlah....Aku terlalu malas untuk berurusan dengan hal merepotkan begitu, lalu apakah ada larangan lainnya?"


{Larangan seperti apa yang anda maksudkan?}


"Yah larangan seperti tidak diperbolehkannya kekuatan absolut di dunia ini"


{Jika itu yang anda maksud maka hanya ada satu larangan saja yaitu tidak diperbolehkannya seorang manusia atau hewan dan tumbuhan memiliki kekuatan absolut}


"Tapi bagaimana dengan diriku yang mempunyai kekuatan absoulut sepertimu ini?"


{Hak anda dalam penggunaan Layanan Sistem itu spesial}


"Begitu.....Jadi apa larangan atas setiap Layanan yang aku minta padamu tiap harinya di kehidupan sekarang ini sistem?"


{Tidak ada}


"Jadi menghidupkan kembali orang yang sudah mati pun aku bisa lakukan dengan layanan sistem?"


{Benar tapi dengan syarat yang berlaku}


"Misalnya?"


{Jika anda ingin menghidupkan kembali orang yang sudah mati maka syaratnya orang yang telah mati itu tidak boleh lebih dari 1 jam}


"Begitu.....Terimakasih atas informasinya"


{Sama-Sama}


Sean kemudian berbaring diatas tempat tidur, dan tiba-tiba panggilan telpon terdengar di ponsel miliknya.


Terlihat itu adalah Yun Zi yang menelpon dirinya pada saat ini.


"Halo sayang" jawab Sean begitu menjawab panggilan telpon dari Yun Zi sang kekasih.


"Sayang....Aku tadi lihat kamu sama guru Chenyue di kafe" ucap Yun Zi.


!


"Ah...I-tu aku bisa jelaskan kamu jangan salah paham" jawab Sean cepat.


"Benarkah....Hiks....Hiks....Aku kira kamu nganterin aku pulang tadi cepet-cepet karena ingin nemuin guru Chenyue disana....Hiks....Hiks....." jelas Yun Zi sambil menagis.


"He-y jangan nangis begitu.....Kalau begitu kamu dimana sekarang, aku akan datang ketempatmu langsung untuk memberikan penjelasan yang memuaskanmu" jawab Sean.


"Beneran?" tanya Yun Zi.


"Iya bener, sekarang kamu dimana?" tanya Sean.


"Aku di KTV Happy" jawab Yun Zi.


"Kalau begitu kamu tunggu disana dan aku akan datang menemuinu, jadi jangan kemana-mana" jawab Sean.


"Baiklah, aku tunggu kamu disini. Jangan lama-lama" jawab Yun Zi.


"Baiklah, kamu tunggulah aku disana" jawab Sean.


Selepas panggilan telpon dimatikan, Sean langsung bergegas pergi dari rumahnya menuju KTV Happy tempat Yun Zi berada.


Dengan menggunakan kendaraan mewahnya, Sean melaju cepat dijalanan raya dengan mulus tanpa ada halangan apapun dari kendaraan lainnya.


Sehingga dirinya dapat dengan cepat sampai di tujuan.

__ADS_1


Sampai di KTV Happy, Sean masuk kedalam dan menemukan Yun Zi tengah duduk di sebuah kursi panjang disana.


"Hai, sayang" sapa Sean.


"Kamu akhirnya dateng juga" ucap Yun Zi sambil memeluk Sean dengan erat.


"Maaf sudah bikin kamu khawatir" ucap Sean sambil memeluk erat tubuh Yun Zi.


"Jelasin dulu baru aku bisa maafin" jawab Yun Zi.


Sean kemudian mejelaskan semua yang terjadi diantara guru Chenyue dan dirinya saat di kafe waktu itu, dan termasuk soal Hugo juga.


Namun Sean tidaklah menjelaskan mengenai dirinya yang mencium pipi guru Chenyue sebanyak dua kali dan membelikan guru Chenyue tas juga perhiasan.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Sean, akhirnya Yun Zi memaafkan Sean dan menghapuskan kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya diantara mereka.


"Gimana kalau kita jalan-jalan?" usul Sean.


"Beneran?" tanya Yun Zi dengan semangat"


"Iya beneran" jawab Sean sambil mencium kening Yun Zi.


Akhirnya mereka pergi jalan-jalan ke suatu taman hiburan di kota Guandong.


... --------...


Sampai di taman hiburan.


Sean ditarik kesana-kemari dengan begitu semangat oleh Yun Zi.


Dan ketika Yun Zi melihat sebuah boneka beruang dengan warna coklat yang lucu, dia langsung merengek pada Sean untuk memintanya memenangkan boneka itu untuknya.


"Sayang...Aku ingin boneka itu, plisss" rengek Yun Zi.


"Baiklah, aku akan menangkan boneka beruang coklatnya untuk Yun Zi" jawab Sean.


Sean kemudian menghampiri stand permainan tersebut dan berbicara pada sang penjaga stand.


"Berapa harga untuk satu kali kesempatan bermain?" tanya Sean.


"10 Yuan saja tuan" jawab sang penjaga stand.


Dan untuk memenangkan boneka yang diinginkan oleh Yun Zi, Sean perlu memasukan bola kedalam lubang yang berukuran paling kecil dibandingkan lubang-lubang yang lainnya.


Karena jika berhasil maka akan dapat jackpot dan berkesempatan memilih hadiah mana saja yang ada disana.


Dengan kemampuan Raja Tentara miliknya, akurasi lemparan dirinya tidaklah bisa diremehkan.


Sehingga tanpa perlu mengukur berlebihan, dalam sekali lemparan saja bola ditangannya berhasil masuk kedalam lubang jackpot.


"Yeaaayy!! Asiiiikkk menang" ucap Yun Zi senang.


Sean kemudian menyuruh Yun Zi mengambil boneka yang diinginkannya itu, dan akhirnya mereka setelah dapat apa yang diinginkan langsung pergi dari sana dan mencoba permainan-permainan lainnya.


Akhirnya Sean menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan di taman hiburan bersama sampai waktu malam tiba barulah mereka pulang.


Diperjalanan, Sean melihat Yun Zi tertidur karena mungkin kelelahan setelah menghabiskan banyak tenaga dan waktu untuk bersenang-senang di taman hiburan sebelumnya sampai ketiduran seperti sekarang.


Sean kemudian mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya, dan sampai dirumah Yun Zi mereka disambut oleh orang tua Yun Zi.


"Bawa masuk kedalam saja langsung nak" ucap ayah Yun Zi.


Sean yang sedang menggendong Yun Zi yang tertidur langsung membawa Yun Zi masuk kedalam kamarnya.


Lalu selepas membaringkan Yun Zi atas tempat tidur, Sean pergi dari sana.


"Gak nginep aja Sean?" tanya ibu Yun Zi.


"Gak enak ma, jadi langsung pulang aja" jawab Sean.


"Hahahah! Senangnya denger kamu bilang mama barusan, tapi beneran gak mau nginep aja? Nanti kalau misalnya Yun Zi nagis nyariin kamu gimana?" tanya ibu Yun Zi kemarin.


"Masa Yun Zi bakal nagis sih ma? Kan aku cuma pulang aja kerumah" jawab Sean.


"Hanya jaga-jaga" jawab ayah Yun Zi.


"Sean rasa Yun Zi gak akan nangis, jadi Sean pamit pulang dulu" jawab Sean.


"Baiklah, mantu mama yang ganteng harus hati-hati ya" jawab ibu Yun Zi dengan penuh perhatian pada Sean.


Sean kemudian pamit pulang dari sana.

__ADS_1


Namun ternyata ada kejadian tidak terduga saat dalam perjalanan pulangnya kerumah.


Dimana dirinya dicegat oleh empat mobil van hitam dan banyaknya orang-orang bersenjata disana.


"Siapa mereka ini sistem?"


{Mereka adalah Hugo dan orang-orang sewaan nya}


"Heee.....Baiklah, ayo kita selesaikan ini"


Sean keluar dari dalam mobil, dan kemudian menghampiri orang-orang tersebut.


"Siapa kalian ini?" tanya Sean.


"Hahahah! Nak kita bertemu lagi" ucap Hugo yang keluar dari balik barisan orang-orang bersenjata itu.


"Ooh...Ruapanya orang tua yang kalah bersaing wanita denganku" jawab Sean.


"Cih! Banyak gaya, habisi anak ini" teriak Hugo.


Sean dengan cepat bereaksi, dan berlari masuk kedalam pepohon dan semak-semak di samping jalan raya disana.


Dan benar saja orang-orang tersebut mengejar dirinya, termasuk juga Hugo yang mengejar dirinya kedalam pepohonan dan semak-semak yang ada disana.


Dengan suasana gelap, dan heningnya malam hari yang dingin.


Sean bersembunyi dengan baik dibalik pepohonan, menunggu moment tepat yang datag kepadanya.


Sampai seorang pria dengan senjata datang mendekat kearahnya, dan dengan sekali gerakan satu orang pria tersebut dibuat jatuh pingsan oleh Sean.


Kemudian Senjatanya diambil oleh Sean.


Senjata itu adalah senjata dengan peredam suara, sehingga akan menambah keuntungan bagi dirinya.


Sehingga pada akhirnya dengan senjata ditangannya tersebut Sean menumbangkan satu persatu musuh walau tidak membunuh mereka.


Setidaknya mereka dibuat terkena tembakan dibagian kaki dan lengan mereka.


Sampai semua berhasil ditumbangkan, Sean melihat hanya tersida Hugo disana dan kemudian melepaskan tembakan pada tubuhnya dengan tepat mengenai bagian dua kakinya dan dua lengannya.


Selepas mengurus semua itu, Sean pergi meninggalkan area hutan disana dan masuk kembali dengan menggunakan mobil miliknya.


... ----------...


Sampai rumah dirinya langsung pergi membersihkan diri, sebelum memutuskan untuk tidur.


Setelah dirinya tidur semalaman dengan puas dan bangun dipagi hari dengan perasaan yang segar dan lega.


Sean yang baru bangun tidur dikejutkan dengan keberadaan Yun Zi disampingnya sekarang.


"Yun Zi....Kenapa bisa dia ada disini?" ucap Sean bingung.


Pintu kamar terbuka dan masuklah sosok sang ibu disana.


"Ibu....Kenapa Yun Zi bisa ada disini?" tanya Sean kebingungan.


"Yun Zi sekitar pukul 5 pagi hari tadi datang dalam keadaan menangis, dan dia meminta ingin tidur denganmu" jawab sang ibu.


"Begitu....." jawab Sean.


"Nah sekarang biarkanlah dia tidur dulu, sepertinya dia begitu sedih dan lelah" jawab sang ibu.


"Iya bu" jawab Sean.


Sang ibu kemudian keluar dari kamar Sean, dan Sean sendiri tidak beranjak dari posisinya dan malah memeluk Yun Zi dengan erat dalam pelukan hangatnya saat ini.


"Sepertinya kamu benar-benar sudah berubah, aku sebelumnya sempat ragu apakah kamu seperti dulu dikehidupanmu sebelumnya atau sudah berubah. Namun sekarang aku yakin bahwa kamu memang sudah benar-benar berubah dan tidak sama dengan Yun Zi yang aku tahu di kehidupan sebelumnya" gumam Sean didalam hatinya.


Sean mencium kening Yun Zi dengan lembut dan itu sukses membangunkan Yun Zi yang sedang tertidur sekarang ini.


"Sayang....Kamu dah bangun?" ucap Sean.


"Iya....Kamu kenapa semalem gak tidur dirumahku bareng aku aja?" tanya Yun Zi.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2