LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 83


__ADS_3

Sean begitu tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat sekarang ini, Yun Zi terbaring diatas lantai dihalaman belakang dengan bersimbah darah.


Dengan segera Sean memangku tubuh Yun Zi dan memeluknya dengan erat-erat.


"Yun Zi!! Bangunlah sayang" ucap Sean.


Sean melihat di bagian dada sebelah kiri Yun Zi ada sebuah luka tembak disana dengan peluru yang masih berada di dalam tubuh Yun Zi.


"Sistem sembuhkan Yun Zi!"


{Layanan diberikan}


Sean langsung membawa Yun Zi dengan memangkunya ala tuan putri kedalam rumah, dan saat itu juga akibat layanan sistem. Luka tembak di tubuh Yun Zi sembuh dan bahkan peluru yang bersarang ditubuhnya lenyap dengan luka tembak di tubuh Yun Zi juga ikut menghilang.


Selepas itu Sean kemudian membaringkan Yun Zi diatas tempat tidur dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


Selepas itu Sean menyelimuti Yun Zi dan mengecup keningnya lembut.


Chup~


"Aku akan bereskan mereka semua sebentar, kamu istirahatla dulu" ucap Sean sambil berlalu pergi dari sana.


"Sistem aku masih ada satu lagi layanan hari ini bukan?"


{Benar}


"Berikan aku 100 orang pasukan hebat dan tidak terkalahkan di alam semesta ini"


{Untuk itu anda harus menghancurkan larangan dunia ini terlebih dahulu agar bisa memanggil mereka}


"Larangan apa itu?"


{Larangan yang membatasi kekuatan di dunia ini seperti apa yant pernah sisten jelaskan dahulu}


"Huft.....baiklah hancurkan terlebih dahulu larangan itu"


{Apakah anda yakin?}


"Tentu saja, apa masalahnya?"


{Larangan itu dibuat agar melindungi planet ini dari invasi kekuatan hebat di luaran sana}


"Kekuatan hebat apa? kultivator?"


{Benar}


"Baiklah, bagaiman jika aku ingin kau hancurkan saja langsung mereka semua?"


{Itu juga termasuk dalam kekuatan yang sangat luar biasa sehingga anda masih harus tetap menghancurkan larangan dunia ini terlebih dahulu}


"Baiklah, kalau begitu hancurkan saja larangan menyebalkan itu"


{Layanan diberikan}


{Larangan berhasil dihapuskan dan harap anda segera memperkuat diri anda guna menghalau kejadian tidak terduga di masa yang akan datang}


"Aku mengerti"


Akhirnya keinginannya untuk membereskan tiga kelompok besar itu harus ditunda sampai besok hari, barulah rencananya akan dilancarkan oleh Sean.


Sean memutuskan kembali ke kamar utama, dan menemani Yun Zi disana yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Sean dengan setia duduk tepat disamping Yun Zi yang tengah terbaring diatas ranjang tidak sadarkan diri.


Sean memegang lengan Yun Zi lembut dan berkata "aku janji akan membereskan mereka semua dan menemukan pelaku yang telah menembakmu"


Chup~


Sean memgecup lembut punggung lengan Yun Zi dan tidak lama setelah itu Yun Zi sadarkan diri.


Perlahan-lahan Yun Zi membuka kedua matanya, Sean yang melihat itu senang sekali dan kemudian segera berkata "kamu sudah bangun?"


Yun Zi memegangi kepalanya, dan kemudian mengambil posisi duduk.


"Aku kenapa suami?" tanya Yun Zi.


"Kamu tadi pingsan, dan aku membawamu kemari" jawab Sean.


"Begitu...." jawab Yun Zi.


{Sistem telah menghapus kenangan buruk dan kejadian buruk pada ingatan Yun Zi atas kejadian sebelumnya}

__ADS_1


"Terimakasih sistem"


"Sayang, kamu tidak ada rasa sakit apapun?" tanya Sean.


"Tidak ada, aku mungkin sebelumnya hanya kelelahan saja hingga pingsan" jawab Yun Zi.


"Kalau begitu, kamu mau makan apa?" tanya Sean.


"Aku mau kita makan diluar bagaimana?" tanya Yun Zi.


"Apakah kamu yakin baik-baik saja?" tanya Sean.


"Aku baik-baik saja dan tidak ada luka apapun, jadi jangan terlalu khawatir begitu. Sekarang aku sedang ingin makan sesuatu di luar, bisakan?" tanya Yun Zi.


"Makanan apa yang kamu inginkan?" tanya Sean.


"Seafood" jawab Yun Zi.


"Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang" ucap Sean.


Yun Zi mengnggukan kepalanya sebagai jawaban dan setelah bersiap selama beberapa waktu, mereka kemudian pergi menuju restoran seafood bintang lima di pusat kota.


...-----...


ChengXin Seafood Resto.


Sean dengan Yun Zi makan di ruangan VIP dengan fasilitas yang mewah dan tidaklah biasa, mereka makan dengan menu-menu yang mewah dan bentuk makanan yang menggugah selera keduanya.


Sehingga Yun Zi makan dengan begitu lahap, begitupun Sean sendiri. Keduanya menikmati hidangan yang mereka makan dengan penuh kebahagiaan saat ini.


"Kamu puas?" tanya Sean.


"Puas sekali, dan sekarang aku ingin es krim" jawab Yun Zi.


"Es krim?" tanya Sean dengan heran.


Yun Zi mengangguk gemas seperti anak kecil dihadapan Sean saat ini.


"Kamu kenapa lucu sekali sih, gemesin!" ucap Sean sambil mencubit pelan pipi Yun Zi.


"Ayo cepetan beliin es krim!" ucap Yun Zi merengek sekarang ini.


"Baiklah-baiklah, ayo kita beli" ucap Sean.


Dimana saat keduanya baru keluar dari ruangan makan VIP yang ada di lantai dua restoran, dan turun ke lantai satu restoran keduanya dihadapan oleh banyak orang dengan pakaian hitam-hitam.


"Su-ami siapa mereka ini?" tanya Yun Zi dengan cemas.


"Mereka sepertinya bukan orang baik-baik, jadi tetaplah berada di belakang diriku" ucap Sean.


Salah satu dari orang-orang dengan pakaian hitam tersebut maju kehadapan Sean dan berkata "halo tuan Sean"


Dengan mengerutkan keningnya keheranan, Sean menjawab "siapa kau dan apa maksudnya ini?"


"Saya ada blake, dan merupakan tangan kanan dari tuan Mao Guang sang harimau" jawab pria dihadapan Sean saat ini yang mengaku sebagai Blake.


"Apa mau kalian?" tanya Sean masih dengan tenang.


"Saya dikirim kemari secara langsung untuk berurusan dengan anda tuan Sean" jawab Blake.


"Apa yang kau mau?" tanya Sean kembali.


"Tunduklah pada kami, dan serahkan wanita anda pada tuan Mao Guang karena beliau menginginkan wanita anda itu" jelas Blake.


Yun Zi yang mendengar hal itu dibuat takut dan sedikit gemetar sambil merapatkan badanya dibelakang tubuh Sean.


"Aku lebih baik membunuh kalian semua disini dan menghampiri kediaman Mao Guang sebagai tamu dengan hadiah kepalamu!" teriak Sean sambil menerjang kearah Blake dalam kekuatan penuhnya.


Bughk!


Satu pukulan cepat dan kuat tidak bisa dihindari oleh Blake dan tepat mengenai bagian dadanya sampai dibuat muntah darah dan tumbang tak bernyawa dalam sekali pukulan akibat pukulan Sean.


Semua orang disana dibuat kaget, pasanya Blake sangatlah kuat shingga bisa menjadi tangan kanan dari Mao Guang di geng Harimau.


"Sayang tutup matamu sampai aku suruh buka, ya?" ucap Sean memberikan perintah.


Yun Zi dengan patuh mengikuti perintah Sean dan barulah setelah itu keadaan kembali dibuat mencekam.


Sean memandang kearah orang-orang dengan jumlah banyak menggunakan pakaian hitam-hitam dihadapannya saat ini.


"Bersiaplah kalian!" ucap dingin Sean.

__ADS_1


Sean menerjang kearah semua orang disana yang juga maju menerjang kearahnya, walau ada sebagai yang melarikan diri dari sana karena takut mati atau sebagainya.


Sedangkan para pengunjung resto dan pelayan resto sekalian, sudah berhamburan entah kemana sekarang ini.


Karena didalam resto sekarang tengah terjadi perkelahian yang mengakibatkan kerusakan di dalam sana, Sean dengan mudah menumbangkan satu demi satu orang-orang berpakaian hitam tersebut sampai tidak lagi tersisa yang hidup.


Cara Sean membunuh mereka semua adalah dengan cara mematahkan leher mereka, kemudian menusuk mereka dengan pisau dan sebagainya.


Sekarang Sean berdiri diantara banyaknya mayat didalam restoran, kemudian dirinya melirik kearah Yun Zi dan menggendongnya ala tuan putri.


"Kyaa!" teriak Yun Zi sambil dengan reflek memeluk leher Sean dalam keadaan masih menutup matanya.


"Su-ami, ini kamu bukan?" tanya Yun Zi gugup, karena takut sekarang ini dirinya dibawa oleh orang lain.


"Iya ini aku, jangalah dulu buka mata sampai aku suruh kamu buka mata. Paham?" tanya Sean.


Yun Zi mengangguk sebagai jawaban mengerti dan membenamkan wajahnya di dada bidang Sean. Sean sendiri membawa Yun Zi masuk kedalam mobil di parkiran, dan barulah menyuruh Yun Zi membuka matanya.


"Sekarang kamu sudah boleh membuka mata" ucap Sean.


"Baiklah" jawab Yun Zi sambil perlahan-lahan membuka matanya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Yun Zi.


"Aku sepenuhnya baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir" jawab Sean.


"Syukurlah, memangnya siapa orang-orang itu sebelumnya?" tanya Yun Zi.


"Intinya mereka adalah orang yang jahat, jadi kamu nanti harus lebih berhati-hati lagi agar tidak tertangkap oleh mereka ketika tidak ada aku disisimu" ucap Sean memberikan nasihat dan arahannya pada sang istri Yun Zi.


"Baiklah aku mengerti, namun aku masih ingin es krim" ucap Yun Zi merengek.


Sean tersenyum dan kemudian mengelus kepala Yun Zi sejenak sambil berkata "kalau begitu kita akan beli es krim yang kamu inginkan sekarang"


"Hm" jawab Yun Zi singkat.


Mereka pergi dari kawasan restoran tersebut, menuju sebuah tempat penjualan es krim.


Selesai beli es krim mereka kemudian pergi menuju tempat yang damai dan tenang untuk memakan es krim mereka masing-masing.


"Sayang ini enak, makasih sudah mau turutin kemauanku" ucap Yun Zi.


"Sama-sama" jawab Sean.


Selepas makan es krim bersama-sama, mereka kemudian pulang kerumah.


Dalam perjalanan pulang kerumah, Sean bertanya pada sistem.


"Seberapa besar pengaruh tiga penguasa daratan itu di negara ini?"


{Cukup besar}


"Besok aku akan langsung membereskan semuanya segera, agar hidupku bisa lebih nyaman lagi"


{Ini masihlah ancaman tingkat teri bagi anda}


"Maksudnya?"


{Karena jika dibandingkan kekuatan para kuktivator nantinya yang misalka datang ke dunia ini maka anda akan lebih dibuat kewalahan sekali akibat kedatangan mereka semua ke sini}


"Huft....aku harus lebih kuat secepatnya agar bisa membereskan siapapun musuhku dimasa depan nantinya"


{Semangatlah}


"Terimakasih, dan mohon bantuannmu sistem"


{Saya akan selalu bersedia membantu anda dan melayani anda selalu hingga akhir}


"Terimakasih"


{Sama-sama}


Sampai dirumah hari sudah menunjukan siang menuju sore, dan ketika melihat waktu sudah menunjukan pukul 2 siang.


"Kamu mau langsung istirahat?" tanya Sean.


"Temenin" jawab Yun Zi dengan begitu manja.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2