LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps.63


__ADS_3

Sang ibu dengan tenang berjalan masuk kedalam kamar dan kemudian meletakan nampan yang dibawa olehnya diatas meja.


Lalu menatap kearah sang anak Sean dengan kekasihnya Yun Zi yang masih terdiam dengan posisi yang sama.


"Kalian sebaiknya mengunci pintu sebelum melakukannya, sehingga tidak akan terjadi hal memalukan begini lagi kedepannya. Ibu tidak larang keinginan kalian jika memang mau melakukannya, cuma ibu pesan kepadamu Sean untuk selalu memperlakukan Yun Zi dengan baik" jelas sang ibu dengan diakhiri senyuman sebelum pergi meninggalkan ruangan kamar Sean.


Sean beranjak dari posisinya dan pergi mengunci pintu, lalu kembali menghampiri Yun Zi diatas tempat tidur.


"Gak mau lanjutin?" tanya Yun Zi sambil bersandar pada bahu Sean yang tengah duduk.


Sean tersenyum dan kemudian menjawab "kita lanjutin saja nanti, sekarang kita makan dan minum dulu susu dan kue dari ibu"


Yun Zi menuruti perkataan Sean, mereka makan dan minum bersama sambil mengobrol dengan perasaan bahagia.


Sampai Yun Zi melihat ada PlayStation di kamar sang kekasih dan mengajaknya bermain game.


Sean tidak keberatan dan mereka bermain game bersama, Sean cukup terkejut rupanya Yun Zi cukup ahli dalam bermain game.


Sehingga hari itu mereka habiskan dengan bermain game bersama-sama didalam kamar.


Sampai waktu makan malam tiba.


Sean dengan Yun Zi menyudahi kegiatan bermain game mereka, dan kemudian keluar kamar untuk makan malam bersama keluarga.


...-------...


Selesai makan malam bersama, Ao Si berkata "Yun Zi sebaiknya menginap disini saja malam ini"


"Benar, lagipula tidak akan masalah bukan?" tambah Qin Wei.


Sean menjawab "aku juga sependapat dengan ibu dan ayah, namun kita tanyakan pendapatnya terlebih dahulu"


"Jika memang diizinkan, Yun Zi akan menginap disini malam ini" jawabnya.


Selepas makan dan mengobrol bersama diruangan keluarga, akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing.


Yun Zi bersikeras ingin tidur dengan dirinya, sehingga Sean hanya bisa mengizinkan saja.


Malam itu mereka tidur tanpa ada kejadian lainnya sampai pagi hari tiba.


Saat bangun di pagi harinya, Sean kemudian langsung mandi dan begitupun dengan Yun Zi. Sebelum akhirnya mereka bergabung sarapan bersama orang tua Sean.


Selepas sarapan, Sean langsung mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya.


Dan dalam perjalanan pulang kerumah sehabis mengantarkan Yun Zi pulang, Sean mendapatkan panggilan telpon dari guru Chenyue.


"Halo, bu" jawab Sean.


"Sean, untuk pertemuan kita hari ini apakah bisa dipercepat?" tanya guru Chenyue.


"Kenapa memangnya?" tanya Sean.


"Itu karena sekalian ibu ingin meminta bantuanmu" jawab guru Chenyue.


"Bantuan?" tanya Sean.


"Pokoknya kamu datang saja ke kafe Seiryu, sekarang juga dan ingat harus tampil tampan sekali" perintah guru Chenyue dengan tegas sebelum langsung mematikan panggilan telpon tersebut.


Sean yang belum sempat menjawab pertanyaan dari guru Chenyue merasa heran dengan sikap dari sang guru barusan dan perintah yang diberikannya juga.


Namum walau begitu dirinya tetap menuruti keinginan dari sang guru tersebut.


Sean dengan menggunakan taxi pergi menuju ke lokasi yang diminta oleh guru Chenyue.


Karena jarak yang dekat, perjalanan berlangsung singkat.


Saat ini dirinya sudah berada di depan kafe Seiryu, dan langsung melangkah masuk kedalam.


Baru saja beberapa langkah masuk kedalam, dirinya dapat melihat guru Chenyue tengah melambaikan lengannya pada dirinya.


Sean langsung datang menghampiri meja tempat guru Chenyue duduk.

__ADS_1


Begitu dirinya sampai di hadapan guru Chenyue, sang guru langsung menarik lengannya dan membuat dirinya duduk tepat disamping guru Chenyue.


"Guru, apa yang kau lakukan?" tanya Sean.


"Akan aku jelaskan" ucapnya.


Kemudian guru Chenyue menjelaskan bahwa dirinya ingin meminta Sean sebagai pacar pura-puranya, untuk membuat seorang pria bernama Hugo pergi menjauh dari hidupnya.


Sean tentu saja kaget dengan permintaan dari sang guru, karena itu sangatlah aneh untuk dilakukan.


Namun guru Chenyue membujuk Sean sampai memohon-mohon, hingga akhirnya Sean menyetujui permintaan dari sang guru.


Setelah kesepakatan dibuat, tidak lama datanglah orang yang dibicarakan oleh guru Chenyue.


Pria tersebut duduk di hadapan Chenyue dan Sean, dari penampilannya saja Sean bisa menilai orang bernama Hugo ini merupakan orang yang cukup kaya.


"Chenyue siapa remaja ini?" tanya Hugo.


Chenyue kemudian memeluk lengan sebelah kiri Sean dan bergelayut manja disana, sebelum menjawab "dia adalah kekasihku"


Hugo yang mendengar itu serasa emosinya seketika memuncak.


"Chenyue kau tahu aku sudah menyukai dirimu sejak lama, bahkan aku selalu berusaha mendekatimu. Tapi kenapa kau malah begini?!" tanya Hugo dengan sedikit keras.


"Kau itu bodoh atau bagaimana, sudah jelas Chenyue adalah wanitaku. Jadi sebaiknya kau lupakanlah pikiranmu itu untuk mendekati wanitaku ini" tegas Sean.


"Aku tidak percaya bahwa anak remaja sepertimu adalah kekasih Chenyue" ucap Hugo menahan emosi.


Sean dengan lembut mencium pipi sebelah kanan Chenyue, dan itu membuat Chenyue sendiri terkejut dengan kelakuan yang dilakukan oleh Sean muridnya sendiri.


Dan juga Hugo sendiri melihat kejadian dihadapannya barusan benar-benar membuat dirinya tidak lagi bisa menahan emosinya.


"Nak aku sudah berusah tenang dan sabar menghadapi dirimu sedari tadi, namun sekarang tidak lagi!!" ucap Hugo dengan nada marah.


"Owh....Lalu apa yang hendak kau lakukan sekarang?" tantang Sean.


"Kau lebih baik lepaskan Chenyue dan biarkan dia menjadi milikku! Jika tidak kau akan menyesalinya!" teriak Hugo.


"Ohoooo.....Kalau begitu apa yang akan kau lakukan padaku jika aku tetap tidak ingin melepaskan Chenyue?" tantan Sean makin menjadi sambil mencium kembali pipi sebelah kanan Chenyue.


"Nak kau menggali kuburanmu sendiri!!" teriak Hugo.


Lalu Hugo mengeluarkan sebuah kunci mobil dan itu terlihat sebuah Mercedes.


"Kau lihat Chenyue, aku punya mobil Mercedes disini dan juga punya uang yang cukup banyak dan itu akan bisa kau nikmati sepuasmu jika kau bersamaku, jadi tinggalkanlah remaja itu dan datanglah padaku Chenyue" ucap Hugo.


"Jadi kau berusaha bersaing denganku untuk merebut Chenyue dengan harta hm?" tanya Dean.


"Sistem berikan aku satu mobil Lamborghini Venono sebagai Layanan Sistem pertamaku hari ini"


{Layanan diberikan}


{Mobil sudah terparkir di parkiran didekat kafe dan kunci mobil ada didalam saku celana anda}


{Semua surat kepemilikan berada di penyimpanan sistem}


"Terimakasih sistem"


Sean kemudian mengeluarkan sebuah kunci mobil dari seku celananya, dan itu sukses membuat Hugo dan Chenyue terkejut.


"I-itu...tidak mungkin!! Itu pasti palsu" teriak Hugo tidak terima.


"Jika kau tidak percaya kita bisa buktika diluar, dan lihat apakah kunci mobil ini palsu atau bukan?" tanya Sean.


"Baik, mari kita keluar dan buktikan ucapanmu itu benar atau tidak nak!!" teriak Hugo.


Mereka bertiga keluar dari dalam kafe dan Sean juga meminta Layanan Sistem keduanya untuk sebuah kemampuan mengemudi segala jenis kendaraan dalam tingkat tertinggi.


Sistem dengan mudah memberikan apa yang diminta oleh Sean.


Sampai diluar, Hugo langsung menekan tombol pada kunci mobil mercedes ditangannya.

__ADS_1


Begitu kunci ditekan terdengar bunyi bip pada sebuah mobil mercedes hitam didekat sana.


"Hahahah! Nak sekarang dimana mobilmu itu, jangan bilang kau hanya berbual saja soal kunci mobil ditanganmu itu!" cemooh Hugo.


Sean tersenyum dan kemudian menekan tombol pada kunci mobil ditangannya, sampai bunyi bip terdengar tidak jauh dari sana dan begitu dilihat itu adalah sebuah mobil yang hebat dan keren.


Sebuah Lamborghini Venono berwarna cyan, dengan gaya dan desain yang begitu mewah dan indah.


"Bagaimana? Kau sudah kalah sekarang" ucap Sean.


Hugo seketika terduduk lemas diatas lantai, dan tidak mampu lagi berkata-kata. Sementara Sean membawa Chenyue pergi dari sana dan masuk kedalam Lamborghini Venono miliknya.


Didalam mobil.


"Kamu rupanya tuan muda dari keluarga kaya raya" ucap Chenyue.


"Hahahah! Sudahlah bu lupakan ini, aku minta maaf telah mencium pipi ibu sebanyak dua kali sebelumnya" ucap Sean.


"Kalau begitu sebagai gantinya, ajak ibu guru mu ini jalan-jalan dengan mobil mewah ini" ucap guru Chenyue.


"Baiklah, kita akan pergi ke mall da disana ibu bebas memilih satu barang apapun yang ibu inginkan tanpa perlu mempertimbangkan harga barang tersebut" jawab Sean percaya diri.


"Jangan menyesal loh ya....Wanita kalau sudah belanja bisa menggila" jawab guru Chenyue.


"Hahahah! Uangku banyak jadi tidak perlu risau soal itu" jawab Sean sambil kemudian menghidupkan mesin mobil Lamborghini Venono miliknya dan mulai berkendara pergi dari parkiran kafe itu menuju mall terdekat.


... ---------...


Sampai di tempat tujuan.


Mereka jadi pusat perhatian banyak pasang mata yang ada disana.


Selain mereka yang turun dari kendaraan mewah dan keren, mereka juga terlihat mencolok sekali.


Dimana satu orang remaja berjalan bersamaan dengan seorang wanita dewasa di mall.


Namun apalah daya, jika mereka ikut campur masalah orang kaya maka hidup merekalah yang akan menderita nantinya.


"Sistem jadikan kartu atm milik diriku menjadi BlackCard dan isikan uangnya dalam jumlah banyak"


{Layanan diberikan}


"Berapa jumlah uang yang ada didalam BlackCard didompetku?"


{999 Triliun yuan}


Senyuman indah mengembang di wajah Sean, kemudian dirinya menatap kearah guru Chenyue.


"Guru, kamu boleh ambil dua barang apapun yang kamu mau" ucap Sean.


"Jika begitu, guru mu ini tidak akan bertindak sopan padamu walau muridku karena sudah memberikan penawaran yang begitu menggoda ini" jawab guru Chenyue.


Mereka pergi ke lantai tiga mall tempat keberadaannya toko-toko barang branded dan limited edition di mall tersebut.


"Jadi guru mau beli apa?" tanya Sean memastikan.


"Mungki sebuah tas dan perhiasan akan bagus" jawab guru Chenyue.


"Kalau begitu silahkan pilih dan aku yang bayara" jawab Sean penuh percaya diri.


Akhirnya Chenyue membeli satu tas branded dan satu buah kalung yang indah dan mahal.


Total belanjaan yang harus dibayarkan untuj dua buah barang tersebut senilai 500jt yuan.


Sean tanpa berkedip langsung membayarkan jumlah tagihan atas dua barang tersebut, kemudian Sean mengantar Chenyue pulang kerumahnya.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2