
Selepas mengucapkan beberapa kata dihadapan makam Yun Zhi, Sean pergi dari sana dengan menggunakan fitur teleportasi.
Kemudian dirinya muncul di dekat perusahaan RVS yang ada di kota M.
Langsung dirinya masuk kedalam perusahaan dan tidak ada halangan apapun, sebab semua orang disana sudah tahu siapa sosok Sean disana.
Bahkan yang lebih hebat lagi adalah semua orang di dunia ini sudah tahu siapa dia ini sebenarnya, selain pengusaha muda paling sukses di dunia dan paling berkuasa dengan berbagai macam jenis usaha di seluruh dunia yang berada didalam genggaman lengannya.
Kembali pada Sean.
Saat ini dirinya tengah berada di dalam lift yang sedang naik ke lantai atas perusahaan, dan pada saat lift tiba di lantai 7, lift berhenti dan terbuka karena ada orang yang hendak masuk.
Tapi siapa sangka itu adalah ketua kelas Liu.
"Liu, masuklah" ucap Sean.
Liu masuk kedalam lift dan berdiri disampingnya, pintu lift kembali tertutup dan naik kembali menuju lantai atas perusahaan.
Setelah tiba di lantai yang dituju, Sean langsung membawa Liu masuk kedalam ruangannya.
Mereka duduk bersama di kursi sofa yang tersedia didalam ruangan kerja milik Sean.
"Lama tidak jumpa" ucap Sean mengawali percakapan.
"Benar, apakah kabarmu baik?" tanya Liu balik.
"Kabar diriku baik, kau sendiri bagaimana?" tanya Sean kembali.
"Sangat baik" jawab Liu.
"Aku mengajak dirimu kembali adalah untuk menanyakan kondisi perusahaan ini" ucap Sean.
"Kalau begitu biarkan aku ambilkan semua laporannya terlebih dahulu" ucap Liu.
Tidak lama setelah Liu pergi, dirinya datang kembali dan membawa semua berkas yang dibutuhkan untuk diperlihatkan sebagai laporan terhadap Sean selaku bos disana.
Sean dengan Liu menghabiskan beberapa waktu untuk mebahas laporan yang diberikan oleh Liu, hingga semua sudah selesai dibahas.
"Apakah kamu senang bekerja disini Liu?" tanya Sean.
"Aku sangat senang sekali, dan bahkan akibat skill yang hebat milik diriku bisa membuat diriku naik jabatan secepat ini" jawab Liu senang dan percaya diri.
"Syukurlah kalau begitu, apakah kamu mau pergi bersamaku?" tanya Sean.
"Kemana?" tanya Liu.
"Hanya temani aku makan" jawab Sean.
"Aku rasa itu bukan penawaran yang buruk" jawab Liu.
"Maka kita bisa pergi sekarang" jawab Sean.
Liu tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban, kemudian mereka berdua pergi dari perusahaan dengan menggunakan mobil milik Liu.
Karena Sean datang kesana dengan menggunakan fitur teleportasi sistem, jadi otomatis dirinya tidak membawa mobil saat kesana.
Kembali pada Sean dengan Liu yang sekarang ini mereka tengah makan di sebuah restoran berbintang yang ada di kota M.
Mereka makan diruangan kelas VIP dan dihadapan mereka juga tersedia banyak sekali hidangan makanan serta minuma yang begitu menggugah selera makan dari keduanya.
Liu jujur saja merasa begitu terpukau dengan semua fasilitas yang tengah dirinya nikmati saat ini, walau hanya sekedar untuk makan saja.
"Sean, kamu begitu baik sekali membawa seorang teman ke tempat makan yang begitu mewah seperti ini" ucap Liu.
__ADS_1
"Itu karena aku sedang ingin mencoba saja makan dengan ketua kelas di ruangan VIP begini" jawab Sean.
"Kau sudsh beristri dan hampir menjadi ayah, jadi jagalah sikapmu ini terhadap seorang wanita lain. Karena itu akan dengan mudah menyakiti hati kedua istrimu walau secara sadar ataupun tidak sadar saat kau melakukannya" ucap Liu mencoba memberikan pengertian.
"Hahaha! Ketua kelas memanglah selalu memiliki penglihatan yang tajam dan tidak akan mudah untuk ditipu" ucap Sean memuji.
Liu hanya tersenyum saja sebagai tanggapan atas perkataan Sean barusan, dan berkata "kau paham bukan maksud dari perkataan diriku sebelumnya?"
"Aku mengerti, terimakasih ketua kelas atas nasihat berharga darimu ini" jawab Sean.
Mereka lanjut makan dan minum sampai selesai dan merasa kenyang, bahkan sangat puas sekali dengan semua yang mereka rasakan dan cicipi saat makan diruangan VIP dalam hotel berbintang seperti sekarang ini.
Seusai makan, mereka keluar dari ruangan VIP dan turun dari lantai 3 menuju lantai bawah untuk keluar dari restoran.
Namun, siapa sangka akan ada seseorang yang Sean kenal berpapasan dengan mereka.
"Sean, siapa wanita ini?" tanya Ji Nan yang merupakan sosok kakak dari Luoxue.
"Ah! Kakak ipar, ini adalah manajerku di RVS" jelas Sean.
"Apakah kalian habis makan berdua disini?" tanya Ji Nan.
"Benar, tapi tolong kakak ipar janganlah salah sangka pada hubungan kami ini. Sebab kami berdua sudah berteman sejak bangku kuliah, dan tidak ada hubungan spesial lainnya selain pertemanan biasa yang normal" jelas Sean.
"Baiklah aku percaya padamu, tapi ingatlah jangan sampai kau berbuat macam-macam!" tegas Ji Nan mengingatkan Sean.
"Kalau kakak ipar sendiri kenapa bisa ada disini?" tanya Sean.
"Aku habis meeting dengan client" jawab Ji Nan.
"Kalau begitu, kami pergi duluan kak" jawab Sean.
Mereka kemudian berpisah, Sean mengantarkan kembali Liu ke perusahaan RVS. Sedangkan dirinya setelah mengantarkan Liu langsung pergi berjalan santai.
Sambil berjalan santai dirinya mengingat kehidupannya dikala masa-masa susah, sampailah dirinya teringat akan orang yang pernah selalu membantu dirinya dikala dalam masa-masa kesusahan.
"Sistem dimana lokasi Gong Bo?"
{Laanan informasi}
{Gong Bo berada di kota I dan dia tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl.Sizuie No.14}
"Terimakasi, dan langsung aku kirim ke lokasi dimana Gong Bo berada"
Wush!
Dengan bantuan fitur teleportasi, Sea bisa langsung berpindah tempat menuju kediaman Gong Bo yang merupakan sahabat baiknya dulu saat dirinya dalam keadaan fase miskin dahulu.
Sean sekarang tengah berdiri dihadapan sebuah rumah dengan ukuran sederhana berwarna putih, lalu dirinya mengetuk pintu rumah sebanyak tiga kali sambil mengucapkan permisi.
Tidak lama setelah itu, pintu terbuka dan menampilkan seorang perempuan dengan nilai kecantikan 89 point.
"Maaf, cari siapa yah?" tanya wanita tersebut.
Sean kemudian menjawab "saya sedang mencari Gong Bo, apakah benar ini rumahnya?"
"Maaf sebelumnya, tapi anda ini siapa ya?" tanya wanita itu kembali.
Belum sempat Sean menjawab pertanyaan dari wanita tersebut, terlihat orang yang dicari muncul dihadapan mata.
"Sean!" teriak Gong Bo dengan Senang.
"Gong Bo!" teriak Sean dengan perasaan senang juga.
__ADS_1
Keduanya saling berpelukan sesaat sebelum pada akhirnya Gong Bo membawa Sean masuk kedalam rumah untuk berbicara lebih banya didalam rumah sambil duduk diruangan tamu dan disuguhi makanan dan air minum.
Sean dengan Gong Bo saling berbicara banyak hal dan juga tak lupa Gong Bo memperkenalkan istrinya yang belum lama dinikahi olehnya, Sean dengan senang hati bekenalan dengan istri Gong Bo.
Selesai sesi obrolan yang panjang itu, bahkan sampai hari sudah gelap. Sean memutuskan untuk pulang, Gong Bo diberikan pekerjaan lebih baik lagi ditempatnya yang ada di salah satu perusahaan miliknya di kota I.
Gong Bo begitu berterimakasih pada Sean.
Sean saat ini sudah pergi dari rumah Gong Bo, dengan bantuan sistem kembali dirinya pergi dari sana menggunakan fitur teleportasi dari sistemnya.
... --------...
Sean yang sebelumnya sudah berkunjung ke kediaman Gong Bo memutuskan untuk pulang kerumah saja.
Dan betapa bahagianya kedua istrinya itu saat melihat suami mereka sudah pulang dengan lebih cepat.
Sean juga merasa senang dengan semua sambutan hangat yang diberikan oleh kedua istri dan keluarganya dirumah pada saat dirinya baru saja datang.
Hari demi hari terus dilalui dengan penih kebahagian, bahkan ketidaksabaran untuk menunggu lahirnya kedua buah hati yang dalam kandungan Luoxue dan Xu Qin.
Sampai tiba hari dimana keduanya melahirkan anak-anak mereka dengan selamat dalam kurun waktu berselang satu hari saja.
Dimana Luoxue melahirkan terlebih dahulu, barulah Xu Qin yang melahirkan keesokan harinya.
Kedua anak-anaknya yang lahir merupakan anak laki-laki, Sean memberikan anak dirinya dengan Luoxue dengan nama Xin Feng, sedangkan anak dirinya dengan Xu Qin diberi nama Xin Chen.
Kehidupan yang dijalani oleh Sean hari demi harinya begitu bahagia dan dipenuhi berbagai moment indah seperti warna-warna cerah yang menghias kehidupan mereka sekeluarga.
Sean juga sangat-sangat menyagangi kedua anak nya itu.
Baik itu Luoxue ataupun Xu Qin, mereka merasa sangat bahagia karena telah memilih lelaki yang tepat sebagai pendaming hidup mereka.
Sean saat ini tengah menemai kedua istri dan anak-anaknya didalam kamar.
"Sayang, menurutmu mereka akan jadi seperti apa dimasa depan yang akan datang nantinya?" tanya Luoxue pada Sean sebagai suami mereka tentang masa depan kedua anak-anaknya.
"Yang pasti mereka akan hidup bahagia dan semua keinginannya akan kupastikan terpenuhi, serta mereka pasti akan jadi orang-orang hebat dimasa depan.
"Benarkah?" tanya Xu Qin dengan nada bercanda atas pernyataan dari Sean.
"Itu sudah pasti karena mereka adalah anak-anak diriku yang begitu hebat" jawab Sean dengan begitu percaya diri.
"Setelah semua yang kamu miliki sekarang ini, apalagi tujuan hidupmu?" tanya Xu Qin bertanya pada Sean soal tujuan yang ingin dicapai dikemudian hari oleh dirinya.
"Tujuan ya.....Mungkin menjalani hidup dengan damai bersama dengan kalian semua" jawab Sean.
Baik itu Luoxue ataupun Xu Qin merasa bahagia sekali dengan ucapan yang dikatakan oleh Sean barusan.
Dan sesuai dengan perkataannya, Sean menghabiskan sisa hidupnya dengan bersama-sama kedua istri dan anak-anaknya dengan damai.
Sampai beberapa tahun berlalu dengan cepat, saat ini baik itu Xin Feng ataupun Xin Chen sudah berumur 8 tahun.
Mereka sudah bersekolah di salah satu sekolah dasar elit yang ada di kota SS, dan kehidupan mereka begitu sangat nyaman dan tenang.
Sean selalu memanjakan keduanya, namun walau begitu kedua anaknya itu bukanlah anak-anak yang tumbuh dengan sifat manja dan sifat-sifat keburukan lainnya.
Karena kedua anaknya itu tumbuh dengan mandiri, dan bahkan penuh semangat. Bahkan pintar dan memiliki wajah yang tampan serta rajin dan baik hati serta tidak sombong.
Intinya mereka tumbuh menjadi anak-anak yang membanggakan kedua orang tuanya.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.