LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 51


__ADS_3

Kekacauan akibat serangan virus dan zombie telah menghilang, dan dengan bantuan sistem semua kenangan buruk mengenai bencana tersebut telah terhapuskan dari otak semua orang.


Walau Sean tidak mendapatkan apresiasi dari pemerintah atas jasa dan kontribusinya dalam melawan virus dan para zombie saat bencana datang.


Namun dirinya merasa itu tidaklah apa-apa, sebab Sean merasa senang sudah bisa melindungi bumi saat ini walau belum berakhir sepenuhnya.


Sean saat ini tengah duduk di kursi kerha miliknya dalam ruangan kantor di perusahaan LTI.


Dihadapan dirinya sudah berdiri No.1 yang sedang menjelaskan kondisi mengenai penyebaran kekuasaan milik dirinya dalam hal bisnis.


Selesai No.1 menyampaikan laporan pada Sean, Sean sekarang membuka suara.


"Aku akan mempercepat proses penyebaran kekuasaanku dalam dunia bisnid ini, jadi bersiaplah dalam menghadapi itu"


No.1 yang mendengar itu terkejut sebenarnya, namun mau bagaimana lagi dirinya harus mau tidak mau siap menerima perintah.


"Kau tidak akan kesusahan sendiri dalam mengurusinya, karena aku akan suruh orangku yang lain untuk mengurusi semua perusahaan dan properti milik diriku agar dikelola dengan baik kedepannya"


"Saya mengerti tuan" jawab No.1 sambil sedikit membungkukan badannya.


"Kau boleh kembali mengerjakan urusanmu" ucap Sean.


"Baik tuan, saya pamit undur diri terlebih dahulu" jawab No.1 sebelum berbalik pergi dari ruangan Sean.


Selepas kepergian dari No.1 barusan, Sean kemudian berbicara dengan sistem.


"Sistem bagaimana nasib para pasukan yang aku sebarkan keseluruh dunia sebelumnya?"


{Karena mereka hanya pasukan yang bersifat sementara saja jadi sistem sudah mengambil mereka kembali}


"Baiklah jika memang begitu, dan aku ingin layanan sistem pertamaku hari ini"


{Silahkan}


"Aku ingin semua properti usaha di kota M menjadi milik diriku, apapun jenis usaha tersebut dari kecil hingga skala besar!"


{Layanan diberikan}


"Oh ya, soal para penelpon itu bisakah kau urus untukku?"


{Baik tuan}


"Kau jadi lembut dan sopan sekali, ada apa ini?"


{Maafkan sistem sebelumnya tuan}


"Untuk apa?"


{Sistem sebelumnya telah bersifat menyebalkan dan pernah mengerjai anda}


"Ooh, jadi ceritanya kau sudah mengakui kesalahanmu itu?"


{Benar}


"Baiklah, aku maafkan"


{Terimakasih tuan}


Sean yang selesai berbicara dengan sistem kemudian teringat akan sosok seseorang yang pernah singgah dihatinya dulu.


"Apakah....Aku harus menghidupkan kembali dia?"


{Jika anda mau Layanan Sistem bisa membantu}


Sean menggelengkan kepalanya, dan berkata "tidak, biarkan itu menjadi urusan nanti saja"


{Kalau begitu sistem bisa bantu sesuatu untuk anda}


"Apa itu?"


{Sistem bisa memastikan pada kehidupan kedua anda nantinya akan bertemu dan berjodoh dengannya}


"Berapa layanan sistem yang dibutuhkan?"


{5 Layanan Sistem}


"Lakukanlah"


{Layanan diberikan}


"Terimakasih tuan"


{Sama-Sama}


"Jika aku sudah menguasai dunia ini, apa langkah yang harus aku lakukan selanjutnya sistem?"


{Anda jangan lupakan soal Aero}


"Aku mengerti, jadi sebelum mereka datang aku akan menguasai dunia ini"


{Jika anda mau anda bisa gunakan 3 Layanan Sistem lagi untuk bida menguasai dunia dalam berbagai hal dan berbagai bidang didunia ini menjadi milik anda dalam hitungan detik saja}

__ADS_1


"Itu menarik, lakukan"


{Layanan diberikan}


"Seperti biasa urusan merepotkannya tolong diurus sistem" jawab Sean.


{Baik tuan}


"Satu layanan sistem lagi berikan aku orang bisa diandalkan untuk mengurusi semua perusahaan dan properti milik diriku di seluruh belahan dunia ini, pastikan mereka setia dan dapat diandalkan"


{Layanan diberikan}


Senyuman yang begitu bahagia muncul dibibir Sean saat ini, karena mulai dari saat ini seluruh dunia menjadi milik dirinya dan berada dalam genggaman lengannya.


Sekali berikan perintah tidak akan ada yang bisa melawan ataupun menolak perintahnya selain takdir.


Saat sedang berkhayal dengan semua yang dimiliki dirinya saat ini, panggilan telpon lagi-lagi mengganggu dirinya.


Tertera nama Mao Chengtian disana yang menelpon dirinya saat ini.


"Ada apa?" tanya Sean.


"Tuan maaf jika saya lancang, tapi saya ingin memastikan sesuatu" jawab Mao Chengtian.


"Apa itu, katakan saja jangan sungkan" jawab Sean.


"Apakah benar jika properti milik kami berlima semuanya dibeli oleh anda?" tanya Mao Chengtian.


"Benar, dan bukan hanya itu saja" jawab Sean.


Deg!


Mao Chengtian begitu tertegun hatinya mendengar perkataan dari sang tuan, karena itu bisa dikatakan bukanlah sebuah candaan ataupun gurauan dan kebohongan apalagi.


"Apakah kalian terkejut?" tanya Sean.


"Be-nar tuan, tapi kami senang jika itu memanglah benar anda" jawab Mao Chengtian.


"Karena sudah selesai dan pertanyaanmu sudah terjawab, jadi tidak ada urusan lagi bukan untuk sekarang?" tanya Sean.


"Benar, maaf sudah mengganggu waktu anda tuan muda" jawab Mao Chengtian.


"Tidak apa" jawab Sean.


Panggilan telpon ditutup, Sean sekarang mengalihkan fokusnya kearah luar dari jendela kaca dibalik dirinya.


"Menguasai dunia sudah aku lakukan, sekarang sisanya tinggal mengurus para Aero itu"


"Halo sayang, ada apa?" tanya Sean.


"Sayang, bisa pulang gak?" tanya Xu Qin.


"Baiklah aku akan pulang sekarang" jawab Sean.


"Kalau begitu cepetan" jawab Xu Qin.


Panggilan telpon dimatikan, Sean saat ini pergi dari perusahaan LTI pulang kerumahnya dengan secepat yang dirinya bisa.


...--------------...


Sesampainya di rumah.


Sean yang baru datang merasa bingung dengan berkumpulnya para keluarga dirumah.


"Ada apa ini?" tanya Sean.


"Tidak ada hal khusus, hanya berkumpul bersama saja" jawab Xu Xiao.


"Begitu...Aku kira ada sesuatu" jawab Sean lega.


Pada akhirnya hari itu diakhiri dengan momen kumpul bersama keluarga dan saling cerita dan berceria bersama-sama.


Sedangkan saat ini seluruh negara di dunia nampak heboh, terutama dikalangan para pembisnis.


Sebab mereka tidak pernah menyangka bahwa akan muncul satu raksasa bisnis di dunia ini, dimana perusahaan tersebut berhasil membeli dan menguasai semua properti bisnis dan tempat usaha dati skala kecil hingga besar sekalipun tidak lepas dari cengkraman perusahaan besar tersebut.


Sean sendiri tidak mengetahui apa yang tengah terjadi sekarang di mata dunia, walau identitas dirinya tidak terungkap. Namun langkah yang dirinya ambil benar-benar membuat gempar dunia.


Kembali pada Sean.


Malam hari telah tiba, Sean dengan kedua istrinya tengah berbaring tidur bersama diatas kasur yang empuk dan nyaman serta besar.


"Sayang...." panggil Luoxue.


"Kenapa?" tanya Sean.


"Dunia sedang heboh akibat munculnya perusahaan raksasa yang berhasil menguasai usaha disetiap negara, apakah itu kamu?" tanya Luoxue.


Sean tersenyum dan kemudian menjawab "Benar, itu aku"


"Wah! Hebat sekali!" jawab kedua istrinya bersamaan.

__ADS_1


"Itu bukanlah hal yang susah untuk dilakukan" jawab Sean santai.


Xu Qin dengan Luoxue menyandarkan kepala mereka pada tubuh Sean dan mulai memejamkan mata.


Sean juga ikut tidur karena memang hari sudahlah malam.


...------------------...


Sementara di luar angkasa.


Terdapat sebuah kapal induk luar angkasa yang begitu besar sekali.


Dalam salah satu ruangan yang ada didalam kapal induk raksasa itu terdapat satu orang yang nampak adalah pemimpin mereka tengah duduk di kursi kebesarannya.


Dihadapan orang tersebut ada sepuluh orang lainnya yang tengah bersikap hormat ala ksatria yang tengah berlutut satu kaki dihadapan orang tersebut.


Lebih tepatnya mereka adalah para Aero dan tidak bisa disebut juga sebagai orang, tapi lebih tepat jika disebut robot.


"Dimana target kita selanjutnya?" tanta robot yang berada di kurdi singgasana.


"Tujuan kita selanjutnya adalah Bumi yang mulia" jawab salah satu robot yang berdiri disebelah kanan robot yang dipanggil yang mulia tersebut.


"Berapa lama lagi kita akan tiba disana?" tanya robot yang dipanggil yang mulia.


"Hanya tinggal sebentar lagi yang mulia, harap anda bersabar" jawab robot yang berdiri disebelah kiri robot yang duduk di kursi singgasana.


Kembali pada Sean.


Di pagi hari yang cerah, Sean terbangun karena merasakan sentuhan pada badannya.


Ketika dirinya membuka mata, terlihat kedua istrinya itu sedang menatap kearahnya.


"Bangun sayang" ucap Luoxue.


"Sudah pagi rupanya...." Sean bangun perlahan dan mengambil posisi duduk bersandar pada tempat tidur.


Sedangkan kedua wanitanya itu menyandarkan badan mereka juga pada dada bidang milik sang suami yang sedang bersandar.


"Sayang, boleh gak kalau misalnya kamu temani kami setiap hari mulai dari sekarang. Kan pasti kamu punya orang yang bertugas untuk mengurus semuanya kan, jadi selain hal penting dan genting saja kamu gak perlu pergi urus hal apapun itu" pinta Xu Qin.


"Boleh kok...." jawab Sean sambil tersenyum, karena dirinya juga berpikir bahwa ucapan Xu Qin barusan benar juga. Sebab untuk semua urusan bisnis dan kekuasaan itu sudah ada yang mengatur, kalaupun dirinya ada kemauan tinggal berikan perintah saja.


"Dan kamu tolong jangan bahayakan dirimu dimanapun itu, bis kan?" tanya Luoxue meminta.


"Soal itu....Aku tidak bisa berjanji, sebab jika sudah menyangkut banyak nyawa seperti sebelumnya aku tetap harus pergi" jawab Sean dengan tenang sambil mengelus kepala kedua istrinya dengan lembut.


"Tapi pastikan kamu baik-baik saja dan bisa kembali dalam keadaan selamat kerumah, terutama kami tidak mau anak kita ini tidak memiliki ayah" jawab Xu Qin.


"Aku mengerti" jawab Sean.


Selepas obrolan itu selesai, Sean pergi mandi sedangkan kedua istrinya itu sudah turun terlebih dulu ke lantai bawah untuk sarapan bersama dengan keluarga yang lainnya.


Sean yang baru saja selesai mandi dan berpakaian mendapatkan panggilan telpon dari ketua Baozi.


"Ada apa ketua?" tanya Sean.


"Bisakah kamu datang ke markas?" tanya ketua Baozi.


"Untuk urusan apa?" tanya Sean.


"Ada permintaan dari negara untuk melakukan misi" jawab ketua Baozi.


"Perang kah?" tanya Sean.


"Ya" jawab ketua Baozi.


"Berikan saja laporannya kepadaku melalui email, dan akan ku kirimkan pasukanku kesana dan anda tinggal terima beres saja semuanya" jawab Sean.


"Apa yang kau inginkan?" tanya ketua Baozi.


"Yui!" jawab Sean.


Ketua Baozi begitu terkejut, dan belum sempat menjawab malah sambungan telpon sudah dimatikan oleh Sean.


Ketua Baozi begitu dibuat ketakutan jika anak satu-satunya akan diambil oleh Sean nantinya.


Yui yang melihat kelakuan sang ayah dibuat bingung sekarang ini, dan tidak bisa untuk tidak bertanya.


"Ayah ada apa?" tanya Yui.


Ketua Baozi sesaat diam tidak langsung menjawab ucapan dari sang anak Yui, barulah setelah beberapa saat dirinya menjawab "Apakah kamu menyukai Sean?"


"Apa?!" tanya Yui dengan begitu terkejut saat mendengar perkataan sang ayah barusan.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2