
Hari sudah malam.
Sean sekarang ini sudah berada dirumahnya dan tengah berbicara dengan sistem.
"Apakah Huotian Sheng memiliki hubungan dengan dunia bawah sistem?"
{Tidak ada}
"Itu melegakan untuk sekarang, setidaknya sekarang itu bukanlah masalah besar jika aku ikut campur dalam urusan perseteruan diantara perusahaan keluargan Yun dengan Huotian Group"
{Kenapa anda tidak meminta bantuan sistem?}
"Jika aku masih sanggup mengurusnya maka aku akan lakukan sendiri, kecuali jika aku ingin cepat membereskannya dengan mudah maka aku akan meminta bantuanmu sistem"
{Anda menjadi lebih bijak}
"Aku masih ada dua layanan sistem lagi bukan?"
{Benar}
"Kalau begitu untuk layanan sistem keduaku hari ini aku ingin sebuah villa mewah"
{Layanan diberikan}
{Villa GreenField}
{Berlokasi di komplek elit diatas bukit Yuxinxi dengan ukuran paling besar dan paling mewah diantara villa lainnya disana}
{Semua surat kepemilikan berada di dalam penyimpanan sistem}
"Aku baru sadar bahwa sekarang kau memiliki penyimpanan sistem?"
{Itu merupakan fitur layanan khusus yang diberikan sistem dalam kehidupan kedua anda saat ini}
"Kalau tidak salah surat-surat kepemilikan mobil dan perusahaanku juga ada di penyimpanan sistem bukan?"
{Benar}
"Yasudah....Kalau begitu untuk layanan sistem ketigaku aku ingin beberapa pasukan khusus dari sistem"
{Layanan diberikan}
{Silahkan pilih lokasi untuk memunculkan pasukan yang anda minta}
"Apakah bisa aku memunculkan pasukanku besok saja?"
{Tentu}
"Baguslah kalau bisa dimunculkan besok, lalu aku penasaran pasukan seperti apa yang kau kirimkan padaku sistem?"
{Pasukan Elit}
{Merupakan pasukan yang mirip dengan tentara khusus pada setiap negara namun pasukan elit dari sistem ini memiliki tingkatan yang berbeda dari pasukan tentara khusus di setiap negara}
"Apa maksud dari pasukan elit itu adalah tingkat kekuatannya atau apa?"
{Bukan}
"Lalu?"
{Pasukan Elit itu adalah nama yang diberikan oleh sistem bukan tingkat kekuatan dari pasukan itu sendiri}
"Jadi jika aku bandingkan pasukan pemberian sistem ini dengan para pasukan khusus baik di militer ataupun pasukan khusus di tempat lainnya lebih hebat mana?"
{Tentu saja pasukan elit dari sistem}
"Kalau begitu katamu maka aku bisa tenang, karena aku percaya kau tidak akan berbohong dan bisa dijamin bahwa kekuatan pasukan yang aku dapatkan darimu itu bukanlah sembarangan pasukan belaka saja seperti pemula yang amatiran"
Selepas berbicara dengan sistem, Sean memilih untuk tidur karena besok masihlah harus pergi sekolah.
... -----...
Keesokan pagi harinya.
Sean yang tengah sarapan mendapat panggilan telpon dari sang kekasih Yun Zi.
"Halo sayang, ada apa?" jawab Sean.
"Sayang, boleh jemput aku?" tanya Yun Zi.
"Maaf aku gak bisa" jawab Sean.
"Loh kenapa?" tanya Yun Zi.
"Aku lagi berangkat bareng cewe lain" jawab Sean.
"Sayang!!" teriak Yun Zi.
"Hahahahah.....Bercanda sayang, aku akan jemput kamu sebentar lagi" jawab Sean.
"Awas kamu ya kalau gak jemput aku!" jawab Yun Zi.
__ADS_1
"Iya...Udah aku tutup telponnya" jawab Sean.
"Yaudah cepetan kesini jemput aku" jawab Yun Zi sebelum panggilan telpon diakhiri.
Seusai menelpon, Sean bergegas pergi kerumah Yun Zi.
Selepas pamit kepada kedua orang tuanya dirumah, Sean langsung pergi dengan kendaraan Lamborghini Veneno miliknya ke rumah Yun Zi.
Perjalanan berlangsung aman dan cepat, dalam kurun waktu 15 menit Sean sudah sampai dirumah Yun Zi dan terlihat sang kekasih sudah menunggu kedatangan dirinya didepan rumah.
Begitu Yun Zi melihat kedatangan mobil Sean dirinya langsung masuk kedalam mobil dan duduk nyaman.
"Langsung pergi?" tanya Sean.
"Iya, emangnya kenapa?" tanya Yun Zi balik.
"Yakin gak ada yang ketinggalan?" tanya Sean.
Sejenak Yun Zi berpikir dan kemudian dirinya menyadari sesuatu dimana dirinya kelupaan membawa buku tugasnya.
"Sayang aku lupa sesuatu, kamu tunggu disini dulu" ucap Yun Zi sebelum keluar mobil dan berlari masuk kedalam rumah.
Sean hanya bisa geleng-geleng kepala saja sambil memasang senyuman diwajahnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Yun Zi kembali dan masuk kedalam mobil, barulah setelah itu mereka berangkat ke sekolah bersama.
Di perjalanan menuju sekolah, Sean membuka obrolan.
"Sebentar lagi ujian akhir sekolah, apakah sudah ada rencana buat kuliah dimana?" tanya Sean.
"Aku ingin masuk Fudan University" jawab Yun Zi.
"Sepertinya kita akan berbeda" jawab Sean.
"Loh kok gitu sih, emangnya kamu mau kuliah dimana?" tanya Yun Zi.
"Luar negeri" jawab Sean.
Yun Zi yang mendengar itu merasa sedih dan seketika menunduk sedih dan terdiam dengan pandangan menunduk kebawah dengan mata berkaca-kaca.
Sean menghentikan mobilnya ketika lampu merah di perempatan jalan, lalu menatap kearah Yun Zi yang sepertinya menangis.
Grep!
Sean memeluk Yun Zi dengan penuh perasaan dan berkata "jangan nangis, aku hanya bercanda barusan"
"Beneran?" tanya Yun Zi dengan pandangan mata yang bekaca-kaca menatap wajah Sean.
"Beneran gak keluar negeri kan?" tanya Yun Zi.
"Iya" jawab Sean.
"Kalau gitu kamu mau kemana kuliahnya?" tanya Yun Zi.
"Fudan University" jawab Sean.
"Janji?" tanya Yun Zi memastikan.
"Janji" jawab Sean.
... -------...
Selepas perjalanan beberapa belas menit sebelumnya, sekarang keduanya telah tiba disekolah.
Sean dengan Yun Zi berpisah karena beda kelas, Sean sendiri sekarang baru saja duduk di kursinya sendiri.
Tidak lama bell pertanda masuk kelas berbunyi, dan masuklah guru pengajar di jam pertama.
Itu adalah bu guru Chenyue.
Pelajaran dimulai dan itu berjalan damai, Sean sendiri yang sudah memiliki kemampuan Human Genius tidak terlalu fokus mendengarkan penjelasan dari guru didepan.
Dirinya lebih memilih mengobrol dengan sistemnya.
"Sistem"
{Ya tuan}
"Apakah setelah aku mati nanti bisa reinkarnasi kembali?"
{Hanya takdir yang bisa menjawab}
"Huft....Lalu menurutmu sekarang ini apa yang lebih baik aku lakukan, apakah seperti dikehidupan pertama yang menguasai dunia atau bagaimana?"
{Itu tergantung atas kemauan anda sendiri tuan}
Karena mendapatkan jawaban seperti itu dari sistemnya, Sean memilih untuk tidak melanjutkan obrolan tersebut dan mengalihkan fokus pada pelajara saat ini saja.
Waktu istirahat telah tiba dan semua guru dan siswa juga menyudahi kegiatan belajar mengajar mereka dan beristirahat.
Sean keluar dari kelas dan berjalan di koridor menuju kantin, dari arah belakang tiba-tiba Yun Zi datang dan memeluk lengannya.
__ADS_1
"Hai" sapa Yun Zi.
"Hai" jawab Sean.
"Gak kekantin, kita makan bekal yang aku bawa aja" ucap Yun Zi.
"Boleh, mau makan dimana?" tanya Sean.
"Gimana kalau di atap?" tanya Yun Zi.
"Ide bagus, ayo" jawab Sean.
Mereka pergi berjalan kearah atap melalui tangga, namun ketika mereka tiba di atap malah bertemu dengan anak-anak generasi kedua yang kaya di sekolah mereka.
"Siapa kalian?" tanya salah seorang laki-laki disana.
"Kami hanya siswa biasa, jadi kami akan pergi dari sini dan maaf telah mengganggu kalian" jawab Sean sambil hendak berbalik pergi keluar sambil menarik lengan Yun Zi.
"Tunggu!" teriak leader dari kelompok laki-laki disana.
Sean beralik dan begitupun dengan Yun Zi, lalu menjawab "ada apa?"
"Tinggalkan wanitamu disini untuk temani kami bermain, kau boleh pergi" jawab leader dari kelompok laki-laki disana.
"Tidak bisa" jawab Sean.
Tidak terduga, mereka berlima langsung menyerang Sean dan tentu saja Sean tidak diam saja dan memberikan perlawanan.
Bugk! Bugk! Bugk! Bugk! Bugk!
Masing-masing diberikan satu pukulan sebagai hadiah dari Sean, dan hanya dalam satu pukulan itu mereka terkapar diatas lantai dengan kesakitan.
"Aku tidak suka dengan pemikiran kotor kalian itu" ucap Sean.
"Euhk....K-au sia-pa?" tanya leader kelompok laki-laki tersebut bertanya dengan susah payah.
"Sean, dan pacarku Yun Zi. Aku peringati kalian jangan coba-coba buat aku marah dan jangan ganggu kehidupanku jika kalian tidak mau hancur" ucap Sean sebelum berbalik pergi dari sana.
Sean saat ini tengah makan bersama dengan Yun Zi di salah satu ruangan eskul sekolah, yaitu ruangan melukis.
Mereka makan sampai selesai dengan tenang tanpa ada gangguan, hingga mereka memutuskan kembali ke kelas masing-masing.
Namun Sean tidak menyangka akan bertemu dengan guru Chenyue saat hendak masuk kedalam kelasnya.
"Sean, tunggu" ucap guru Chenyue.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sean.
"Pulang sekolah nanti temui ibu di ruangan guru" ucap guru Chenyue.
"Untuk apa bu?" tanya Sean.
"Ibu sebelumnya sudah berjanji bahwa akan memberikanmu hadiah jika berhasil menjadi juar di perlombaan puisi kemarin buka? Maka dari itu ibu ingin menempati janji tersebut" jawab guru Chenyue.
"Oh soal itu, padahal ibu tidak usah repot-repot begitu dan saya tidak mengharapak imbalan apapun dari ibu" jawab Sean.
"Pokoknya kamu harus datang nanti" jawan guru Chenyue dengan keras kepala sambil berlaru pergi dari sana.
Sean hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat sikap guru Chenyue barusan padanya, lalu masuk kedalam kelas dan duduk nyaman dikursinya.
Hingga waktu istirahat berakhir, dan pelajaran kembali dimulai.
Setiap pelajaran berjalan dengan baik tanpa ada gangguan hingga waktu pulang sekolah tiba.
Sean pergi menuju ruangan guru saat ini, dan tepat sebelum masuk kedalam ruangan guru dirinya bertemu dengan guru Chenyue yang hendak masuk kedalam ruangan guru juga.
"Kamu sudh disini, kalau begitu kita bisa bicara di tempat lain. Ikuti ibu" jawabnya.
Sean hanya menurut saja dan berjalan mengikuti langkah dari guru Chenyue sampai mereka tiba di UKS.
Sean duduk pada tepi ranjang tempat tidur yang tersedia di UKS, sedangkan guru Chenyue berdiri dihadapan dirinya saat ini.
"Soal hadiah yang ibu berikan kamu boleh minta apapun pada ibu, selagi bisa dan mampu akan ibu berikan padamu apapun itu kemauanmu" ucap guru Chenyue.
"Apakah ibu yakin dengan perkataan ibu?" tanya Sean.
"Ibu yakin" jawabnya sambil menganggukan kepala.
Sesaat suasana hening dan Sean sendiri dengan guru Chenyue saling tatap menatap satu sama lainnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Ayo katakan saja apa kemauanmu Sean?" tanya Guru Chemyue.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan jika sudah begini" jawab Sean sambil tersenyum manis.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1