LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 79


__ADS_3

Keesokan harinya.


Yun Zhi datang kerumah Sean sesuai perkataannya kemarin malam.


Sean sendiri yang menyambut Yun Zhi di depan rumah.


"Hai, akhirnya datang" ucap Sean.


"Ehm....aku sedikit gugup sih, apakah mereka akan suka denganku atau tidak?" ucap Yun Zhi.


"Jangan gugup begitu, santai saja" ucap Sean.


Keduanya masuk kedalam rumah bersamaan.


Sean membawa Yun Zhi keruangan keluarga dimana disana tengah berkumpul semua anggota keluarganya.


"Wah.....calon menantu datang rupanya" ucap Qin Wei.


"Halo bu" ucap Yun Zhi.


"Oyaa...siapa perempuan cantik ini?" tanya Lin Hua.


"Perkenalkan dia adalah calon istri Sean" jawab Ao Si.


"Hahahah! nak kamu sungguh hebat dalam memilih pasangan" ucap Qin Huo.


"Perkenalkan aku neneknya Sean, panggil saja nenek. Dan dia adalah kakeknya Sean, panggil saja kakek. Sedangkan yang ini panggil saja bibi" ucap Lin Hua mengenalkan.


"Halo semuanya, senang bertemu dengan kalian semua. Aku Yun Zi" ucapnya balas memperkenalkan diri dengan sopan.


Mereka duduk bersama dan kemudian saling mengobrol agar lebih mengakrabkan diri mereka semua satu sama lainnya.


Sampai waktu makan siang tiba, Yun Zi dengan Qin Wei serta Qin Yun menyiapkan makan siang bersama didapur.


Sedangkan yang lainnya berada di ruangan keluarga saling mengobrol.


"Ao Si bagaimana soal latar belakang kehidupanmu itu, apakah cucuku sudah mengetahuinya?" tanya Qin Huo.


"Sudah, aku baru saja semalam menceritakannya pada Sean tepat sebelum kalian datang kemari" jawab Ao Si.


"Sean, bagaimana menurutmu soal masalalu ayahmu itu?" tanya Lin Hua.


"Aku tidak ambil pusing, selagi semua baik-baik saja dan tiba mengganggu kehidupan kita sekarang ini maka aku akan diam" jawab Sean.


"Oh ya....kenapa kalian tidak kembali saja ke kota utama bersama kami Ao Si?" tanya Qin Huo.


"Soal itu sepertinya aku tidak bisa putuskan sendiri" jawab Ao Si.


"Benar, kalian pindah saja kerumah kami di kota utama. Kami kesepian disana" ucap Lin Hua ikut membujuk.


"Akan kucoba bicarakan dengan Qin Wei" ucap Ao Si.


"Bagaimana menurutmu Sean?" tanya Qin Huo.


"Aku rasa aku akan tetap disini saja, lagipula sebentar lagi aku akan masuk universitas disini" jawab Sean.


"Huft....baiklah kami tidak akan memaksamu, namun sesekali tolonglah kunjungi kami disana" ucap Qim Huo.


"Pasti, nanti aku akan sesekali mengunjungi kalian di kota utama. Jadi pastikan untuk tetap selalu sehat agar aku tidak khawatir akan kondisi kalian" ucap Sean.


"Pasti nak" jawab Lin Hua.


"Makanan siap, mari makan semuanya" ucap Yun Zi yang datang dari arah dapur.


"Baiklah mari kita makan sama-sama" ucap Qin Huo.


Mereka pergi makan bersama di ruangan makan, dan saat makan suasana begitu tenang dan damai.


Selesai makan, Yun Zi yang henda membantu membereskan piring dan gelas kotor bekas makanan dilarang oleh Qin Yun.


Akhirnya Yun Zi hanya bisa setuju akan keputusan tersebut, dan pergi menemui Sean di halaman belakang rumah.


"Sayang" ucap Yun Zi sambil duduk di pangkuan Sean.


"Kenapa?" tanya Sean.


"Kamu habis ini ada acara?" tanya Yun Zi.


"Tidak ada sepertinya, memangnya kenapa?" tanya Sean.


"Bagaimana kalau kita pergi mencari hadiah ulang tahun untuk kakek?" tanya Yun Zi.


"Soal itu aku sudah siapkan dan ada dikamarku" jawab Sean.

__ADS_1


"Benarkah, apa itu?" tanya Yun Zi penasaran.


"Mau lihat?" tanya Sean.


"Hem" jawab Yun Zi sambil menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban setuju.


Sean berdiri dari posisinya saat duduk, sambil memangku tubuh Yun Zi ala tuan putri.


Dalam perjalanan menuju lantai dua untuk pergi kedalam kamarnya, Sean meminta sesuatu pada sistem sebagai layanan pertamanya hari ini.


"Sistem berikan aku sebuah barang antik yang cocok untuk hadiah ulang tahun kakek Yun Po"


{Layanan diberikan}


"Terimakasih sistem"


Saat mereka sedang berjalan menuju arah tangga mereka tentu saja harus melewati ruangan keluarga terlebih dahulu, dan disana sudah ada semua anggota keluarga yang lain tengah duduk mengobrol santai sambil menonton siaran acara televisi saat ini.


Begitu Sean lewat dengan Yun Zi dalam posisi seperti itu tentu saja itu memancing perhatian semua orang disana.


"Hihihi....masa muda memanglah menyenangkan" ucap Lin Hua sambil cekikikan.


"Hahahah! nak jangan terlalu berisik nanti" ucap Qin Huo.


Mendengar ucapan dari mereka membuat Yun Zu malu dan bahkan wajahnya merona merah dan disembunyikan didada bidang milik Sean.


"Kami hanya ingin pergi keatas dan mengecek sesuatu saja tidak lebih" ucap Sean sambil kembali melanjutkan langkahnya naik ke lantai atas melalui tangga.


Sampai di kamar.


Sean menurunkan Yun Zi di tempat tidur, dan dengan pikiran nakalnya Sean ingin menggoda Yun Zi.


Sean membaringkan Yun Zi diatas kasur dengan ditindih oleh tubuhnya, lalu perlahan wajahnya mendekati wajag Yun Zi.


Yun Zi sendiri hanya diam saja dan mulai menutup matanya perlahan dengan kedua tangan yang mengalung di leher Sean.


Chup~


Sejenak mereka saling berpagut dalam sensasi yang tidak bisa dijelaskan sampai akhirnya Sean mengakhiri permainan tersebut.


"Sekarang kita lihat barang yang sudah aku siapkan untuk kakek Yun Po" ucap Sean sambil menyingkir dari atas tubuh Yun Zi.


Namun Yun Zi malah menarik tubuh Sean dan membuatnya terbaring diatas kasur dengan posisi Yun Zi sekarang yang ada diatas tubuh Sean.


Sean tersenyum dan kemudian menarik wajah Yun Zi Mendekat lalu memulai kembali pagutan lembut itu dengan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.


Selama beberapa saat mereka melakukannya hingga diakhiri oleh Sean.


"Sudah ya.....nanti aku tidak bisa kontrol diri aku dan berbuat lebih jauh lagi" ucap Sean.


"K-alau kamu mau, b-oleh kok" jawab Yun Zi sambil merebahkan tubuhnya diatas tubuh Sean saat ini.


Sean memeluk tubuh Yun Zi dan memberikan usapan lembut dibagian kepala belakangnya sambil berkata "tunggu nanti ya"


"Ehm" ucap Yun Zi sebagai jawaban.


Lalu mereka berada dalam posisi tersebut selama beberapa waktu sebelum akhirnya memeriksa sebuah bungkusan kado yang tersedia diatas meja komputer milik Sean.


"Apa isi dari bungkusan kado ini?" tanya Yun Zi.


"Kamu akan tahu sebentar lagi" jawab Sean.


Selepas bungkusan kado dibuka, kini terlihat sebuah lukisan dalam bentuk gulungan yang berada dalam sebuah kotak kaca yang menambah kesan keindahannya.


"Lukisan?" tanya Yun Zi memastikan.


"Benar" jawab Sean.


Sean kemudian mengeluarkan lukisan tersebut dari dalam kotak kaca itu dan membeberkannga hingga terlihatlah sebuah lukisan yang indah bertemakan hitam putih namun bernuansa otentik dan antik.


Bahkan dengan dilihat saja sudah bisa terasa bahwa lukisan ini merupakan lukisan yang memiliki harga seni dan sejarah yang tinggi.


"Lukisan apa ini sayang?" tanya Yun Zi.


"Nama lukisan ini adalah Sutra Hati Kaisar" jawab Sean.


"Sutra Hati Kaisar, apa maksudnya itu?" tanya Yun Zi.


"Artinya lukisan ini mengisahkan tentang isi hati dari sang kaisar yang terkenal suka kedamaian dan ketentraman dalam masa hidupnya, namun ketika berhadapan dengan sebuah kejadian genting maka akan bersikap dengan tegas dan bersifat kokoh pendiriannya" jelas Sean sesuai dengan apa yang diterangkan oleh sistemnya.


(Maaf keterangan diatas serta nama lukisannya itu hanyalah karangan semata)


Selesai melihat hadiah untuk diberikan pada kakek Yun Po yang luar biasa itu, kini Sean dengan Yun Zi kembali keatas kasur dan malah tidak terduga mereka berdua tertidur dengan lelap.

__ADS_1


Sore hari tiba.


Yun Zi bangun lebih dulu dibandingkan Sean.


Yun Zi melihat jam menunjukan pukul 6 sore, dirinya melihat kearah Sean yang masih tertidur dan mencium pipi sebelah kanannya sesaat.


Setelah itu Yun Zi beranjak dari tempat tidur, kemudian Yun Zi merapihkan pakaian dan rambutnya sambil cuci muka di dalam kamar mandi.


Selesai di kamar mandi, Yun Zi pergi keluar dari sana dan kemudian keluar kamar Sean dengan membawa tas kecil miliknya.


Sampai diruangan bawah, Yun Zi hanya menemukan Ao Si disana.


"Ayah aku pamit pulang, sudah mau malam" ucap Yun Zi.


"Loh....kok pulang, inikan sudah sore dan bahkan hampir malam. Kenapa tidak menginap saja sekalian disini?" tanya Ao Si sambil menghampiri Yun Zi.


"Tidak ayah, aku tidak apa-apa kok jika harus pulang sekarang pun" jawab Yun Zi.


"Kalau begitu ayah antarkan saja kamu pulang, daripada ayah khawatir kamu kenapa-napa nantinya di jalan" ucap Ao Si.


"Tidak usah ayah, aku sudah pesan taxi dan sudah ada didepan. Jadi tidak perlu ayah antarkan pulang" ucap Yun Zi.


"Yasudah kalau begitu ayah antarkan sampai kedepan" ucap Ao Si.


Yun Zi akhirnya diantarkan sampai kedepan rumah oleh Ao Si, dan benar saja memang sudah ada taxi pesanan Yun Zi disana.


Setelah pamitan pada Ao Si, Yun Zi naik taxi dan pergi dari kediaman Sean.


Ao Si kembali masuk kedalam rumahnya, dan baru saja dirinya duduk di sofa ada suara Qin Wei terdengar dan bertanya padanya.


"Kamu dari mana?" tanya Qin Wei.


"Barusan habis dari luar mengantarkan Yun Zi sampai kedepan rumah" jawan Ao Si.


"Yun Zi pulang?" tanya Qin Wei.


"Benar" jawab Ao Si.


"Diantarkan Sean?" tanya Qin Wei kembali.


"Tidak, tapi dengan taxi" jawab Ao Si.


"Anak tidak pengertian!! kenapa tidak mengantarkan pulang tunangannya sendiri, dimana dia sekarang?!" ucap Qin Wei dengan kesal dan langsung pergi mencari keberadaan Sean dikamarnya.


Ao Si sendiri juga jadi merasakan khawatir sekarang karena tidak melarang Yun Zi pulang barusan dengan taxi, dan alhasil dirinya segera ikut mencari keberadaan dari Sean didalam kamarnya sekarang menyusul sang istri Qin Wei.


Sampai di kamar Sean.


Orang yang dicari tengah tidur dengan pulas, Qin Wei kemudian mengambil air didalam gelas yang tersedia diatas meja di dekat kasur dan menyiramkan segelas air itu pada muka Sean.


Sontak saja Sean langsung bangun dari tidur nyenyaknya sekarang.


"Apa yang terjadi?!" teriak Sean.


"Anak bandel!! Bangun cepat dan susul Yun Zi!!" teriak Qin Wei sang ibu.


"Yun Zi kemana dia pergi memangnya?" tanya Sean.


"Dia pulang dengan taxi, kami khawatir terjadi sesuatu padanya. Jadi segera kejar dia, karena belum lama dia pergi dengan taxi" ucap sang ayah.


"Baiklah, aku mengerti" jawab Sean langsung bergegas pergi dari sana dengan membawa kunci mobil sport miliknya.


"Sistem bantu aku melacak keberadaan dari Yun Zi"


{Lokasi ditemukan}


{1 km dari titik lokasi anda sekarang}


Sean segera bergegas pergi dengan mobil sport miliknya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh sistem melalui layar hologram didepan matanya.


Bersambung......


Note :


Author kembali, maaf dah bikin nunggu lama karena gak update.


Terus si Yun Zi enaknya diapain ya?😏


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2