
Sean dengan Yun Zi mendengarkan penjelasan dari kedua orang tua mereka masing-masing.
"Sean, kamu ingat soal perkenalan yang kita bicarakan sebelumnya dirumah pada waktu itu?" tanya sang ibu.
"Benar, aku ingat" jawab Sean.
"Nah wanita cantik disamping itulah yang akan kami perkenalkan denganmu, karena sudah begini maka langsung saja kami perkenalkan dirimu pada Yun Zi dan keluarganya" ucap sang ibu.
"Kami sudah saling mengenal bu" jawab Sean.
"Jadi ini anak mu Qin Wei? Dia sangat tampan dan sepertinya cocok dengan anaku" jawab ibu dari Yun Zi.
"Salam paman dan bibi" ucap Sean.
"Dan kenalkan juga ini putri kami, Yun Zi" ucap ayahnya.
Setelah selesai perkenalan, Qin Wei ibu dari Sean berkata "jadi nak, kamu pasti sudah paham situasinya. bukan?"
"Benar, dan sebenarnya kami baru saja berpacaran belum lama" jawab Sean.
Semua orang disana terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Sean barusan, namun selepas itu semuanya tersenyum dan memberikan selamat.
"Jadi sepertinya tidak perlu campur tangan kami sebagai orang tua agar membuat kalian berdua lebih dekat lagi setelah ini" ucap ibu Yun Zi.
Sean dengan Yun Zi hanya diam saja, dan malam itu mereka semua makan malam bersama-sama.
Selesai acara makan dan obrolan singkat, Sean dengan kedua orang tuanya pamit pulang.
... -------...
Sampai dirumah, mereka langsung memilih istirahat karena sudah merasa lelah dan sudah waktunya istirahat juga.
Sean sendiri sekarang tengah berbaring diatas tempat tidur dan hendak memejamkan matanya untuk tidur, namun terdengar bunyi dari ponselnya.
Ketika dilihat ada pesan chat dari Yun Zi.
Yun Zi : "Sayang"
Sean : "Kenapa?"
Yun Zi : "Besok, apakah kau mau aku membuatkan bekal makan siang untukmu?"
Sean : "Aku akan sangat senang jika kau membuatkan diriku bekal makan siang besok"
Yun Zi : "Kalau begitu akan ku bawakan bekal makan siang untuk kita makan bersama besok"
Sean : "Sudah malam, jadi cepatlah tidur agar besok tidak kesiangan untuk bangun"
Yun Zi : "Baiklah, selamat malam. Sayang...."
Sean : "Selamat malam....."
Obrolan melalui pesan chat berakhir malam itu, dan Sean sendiri langsung memutuskan untuk tidur.
Keesokan pagi hari nya.
Sean sudah siap untuk berangkat sekolah dan tengah sarapan pagi bersama dengan keluarganya terlebih dahulu.
Sambil makan, seperti biasa sang ibu sesekali menggoda dirinya.
"Jadi kapan kalian berkenalan?" tanya sang ibu.
"Aku pernah menolongnya sekali, dan kemudian kami bertemu kembali lalu berkenalan. Sampailah berakhir dalam hubungan pacaran" jawab Sean menjelaskan.
"Begitu, yah tapi ibu senang kau akhirnya punya seseorang disisimu yang bisa menjadi penyemangat hidupmu selain kami sebagai orang tua" ucap sang ibu.
"Jaga baik-baik Yun Zi, dan ingat jangan pernah sekalipun dirimu berbuat kasar padanya. Walau memang dalam suatu hubungan pasti akan ada yang namanya ujian dan cobaan, tapi berusahalah untuk menyelesaikan semua masalah yang ada dengan kepala dingin dan jangan main tangan" ucap sang ayah menjelaskan.
"Baik, aku akan mengingat pesan kalian" jawab Sean.
Kegiatan sarapan pagi telah selesai, semua orang memulai aktifitas mereka masing-masing di hari itu.
Sang ayah sendiri sudah mulai mengurusi perusahaan properti CBC yang diberikan olehnya, sedsngkan sang ibu sendiri hanya diam dirumah saja seperti biasanya untuk mengurusi urusan rumah.
Dirinya sendiri pergi ke sekolah seperti biasanya.
Dan saat ini dirinya merasakan ada yang berbeda daripada hari-hari biasanya, dimana sesaat sebelum dirinya masuk kedalam lingkungan sekolah. Ada sang kekasih yang menunggu dirinya didepan gerbang sekolah.
"Selamat pagi" sapa Yun Zi.
__ADS_1
"Selamat pagi" jawab Sean.
"Nungguin ya?" tanya Sean.
"Iya, biar bisa barengan gini" jawab Yun Zi.
"Nanti juga pisah kelas" jawab Sean.
"Iya sih, tapi tetep aja masih bisa ketemu" jawab Yun Zi.
"Yasudah ayo jalan" ucap Sean.
"Hm" jawab Yun Zi.
Mereka masuk bersama kedalam lingkungan sekolah, sebelum akhirnya berpisah saat di lorong kelas.
Yun Zi pergi menuju kelas 3-C, sedangkan Sean pergi masuk kedalam kelas 3-A.
Sean yang baru saja duduk di bangkunya, disapa oleh seseorang.
"Sean, selamat pagi" sapa seorang siswa laki-laki yang duduk di samping bangkunya.
"Pagi" Jawab Sean.
"Sean, boleh aku bertanya satu hal?" tanya siswa laki-laki tersebut yang diketahui bernama Da Bin.
"Soal apa?" tanya Sean.
"Ada rumor yang menyebar di grup sekolah bahwa Jia Yu dan kelompoknya telah kau bereskan, bahkan semua preman sekolah serta preman sekitar yang disewa olehnya kamu kalahkan. Apakah itu benar?" tanya Da Bin.
"Itu hanya rumor, jangan terlalu dipercaya" jawab Sean.
"Ta-" ucapan Da Bin tidak dilanjutkan karena bell tanda masuk kelas terdengar, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.
Akhirnya guru yang bertugas mengajar hari itu di setiap kelas mulai mengajar.
Singkat waktu, tiba saatnya istirahat.
Sean yang sedang membereskan peralatan sekolahnya dihampiri oleh Yun Zi.
"Sayang" ucap Yun Zi.
"Emang gak boleh?" tanya Yun Zi sambil duduk dengan menggunakan kursi milik Da Bin.
Mereka berdua mulai makan siang bersama-sama di kelas, tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang tengah memperhatikan aktifitas mereka berdua disana.
Bahkan kembali lagi membuat rumor baru tentang Sean menyebar disekolah, dan rumor kali ini adalah mengenai hunungannya dengan Yun Zi.
Namun kedua orang yang tengah diperbincangkan itu hanya asik makan siang bersama dan mengobrol.
Selesai makan, Sean bertanya pada Yun Zi.
"Bagaimana keluargamu sekarang, apakah sudah lepas dari ancaman yang selama ini mengganggu dan menghalangi kalian sekeluarga?" tanya Sean.
"Iya...Ini pasti karena dirimu" jawab Yun Zi.
"Lalu kamu bilang apa pada orang tuamu?" tanya Sean.
"Aku bilang bahwa semua yang perubahan yang terjadi pada keluarga kita adalah berkat dirimu sayang" jawab Yun Zi jujur.
"Lalu apa tanggapan mereka?" tanya Sean.
"Mereka sangat berterimakasih sekali, dan ingin mengundangmu makan malam bersama malam ini dirumahku" jawab Yun Zi.
"Hanya makan malam?" tanya Sean memancing.
"Iya....Memangnya apa lagi yang kamu harapkan sayang?" tanya Yun Zi.
"Aku kira aku boleh menginap dirumahmu" jawab Sean makin gencar memancing.
"Jika kamu berani minta izinlah sendiri pada ayah dan ibuku" jawab Yun Zi.
"Lalu apakah kamu tidak takut" jawab Sean makin menggoda sang kekasih.
"Takut untuk apa?" tanya Yun Zi.
"Semisal aku diizinkan menginap, apakah kamu tidak takut aku akan menyelinap masuk kedalam kamarmu dan melakukan sesuatu padamu hm?" tanya Sean makin menggoda.
Seketika Yun Zi memiliki perasaan aneh yang mebuncah di hatinya, namun itu serasa bahagia dan senang walau tercampur malu.
__ADS_1
Bahkan wajahnya merona merah karena menahan malu, ditambah dengan kepala yang menunduk kebawah tidak berani menatap kearah Sean.
"J-ika...K-amu beran-i, ma-ka cob-a saj-a lakuk-an" ucap Yun Zi.
Sean tersenyum dan menjawab "baiklah kita lihat nanti saja"
Selesai dengan kegiatan makan siang dan mengobrol bersama-sama untuk waktu yang entah berapa lama, akhirnya Yun Zi pamit pergi kembali ke kelasnya karena jam istirahat akan segera berakhir dan kelas berikitnya akan segera dimulai begitu jam istirahat berakhir.
... --------...
Waktu pulang sekolah tiba.
Sean dengan Yun Zi sudah bersama kembali dan tengah duduk bersama di halte bus.
"Yun Zi, mau langsung pulang?" tanya Sean.
"Apakah kamu mau mengajakku ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum ke rumahku?" tanya Yun Zi menebak.
"Bagaimana kalau kita pergi nonton terlebih dahulu?" usul Sean.
"Wah....Jadi sayang mau mengajak diriku ini kencan?" tanya Yun Zi.
"Kalau tidak mau yasudah, aku akan pergi dengan wanita lain saja" ucap Sean.
Seketika Yun Zi langsung memeluk lengan Sean dengan erat dan berkata "kamu gak boleh begitu!"
"Kenapa gak boleh? Kamu kan tidak mau aku ajak nonton" jawab Sean.
"Siapa bilang tidak mau" jawab Yun Zi.
"Jadi kau setuju?" tanya Sean.
"Benar" jawab Yun Zi.
Mereka kemudian pergi dengan taxi untuk menuju ke bioskop dan menonton film bersama.
Mereka menonton film romantis dengan sangat bahagia, sampai akhirnya film selesai diputar dan mereka memutuskan pulang.
... -------------------...
Sean dengan Yun Zi sudah berada dirumah Yun Zi, Sean disambut dengan baik oleh keluarga Yun Zi.
Dan sesuai undangan Yun Zi sebelumnya, Sean diajak makan malam bersama mereka malam itu.
Hingga waktu berlalu tanpa terasa, dan entah takdir atau apa. Hujan dengan begitu deras turun pada malam itu.
Sean yang hendak pamit pulang tidak jadi karena hujan dan dirinya tidak mungkin pulang dalam keadaan situasi diluar yang tengah hujan deras begitu.
"Bagaimana kalau kamu menginap disini saja?" usul ibu Yun Zi.
"Apakah tida merepotkan?" tanya Sean.
"Kenapa kami harus merasa direpotkan dengan calom menantu sendiri? Bahkan kamu boleh kok tidue dengan Yun Zi" jawab sang ayah Yun Zi.
!
Baik itu Yun Zi ataupun Sean terkejut mendengar ucapan dari ayah Yun Zi barusan.
"A-yah...Ap-a yang ayah katakan?" tanya Yun Zi dengan malu-malu.
Sementara Sean sendiri hanya diam saja, dan kedua orang tua Sean tertawa melihat tingkah laku dari kedua muda-mudi dihadapan mereka ini.
"Ibu tahu kalian sebagai anak muda pasti memiliki gairahnya sendiri, namun ibu cuma ingin titip pesan pada Sean agar bertanggung jawab atas segala tindakan nya yang dilakukan pada Yun Zi apapun itu" jelas ibu dari Yun Zi.
Kembali Yun Zi dengan Sean dibuat terkejut dan merasa malu dengan ucapan yang dikatakan oleh kedua orang tua Yun Zi barusan dihadapan mereka berdua.
Akhirnya Sean malam itu memutuskan untuk menginap, dan dirinya tidur di kamar tamu yang berada di lantai bawah dan dekat dengan dapur.
Sean yang baru saja selesai mandi mengenakan pakaian milik ayah Yun Zi, dan berbaring diatas tempat tidur dengan nyaman.
Tapi ketika hendak menutup mata untuk mencoba tidur, malah ada suara ketukan pintu terdengar.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1