LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps.62


__ADS_3

Ternyata kedatangan dirinya ke perusahaan IOS Cooperation telah ditunggu oleh sang sekertaris yang dipercayai untuk mengurus perusahaan tersebut.


"Selamat datang tuan" sapa seorang pria muda dengan perkiraan usia 30 tahun dan terlihat masih memiliki sinarnya.


"Hm....Kita langsung bicara diruanganku saja" ucap Sean.


Mereka berdua pergi menuju keruangan milik Sean yang berada di lantai paling atas perusahaan IOS Cooperation.


Walau dalam hati Sean merasa bingung dengan pria dihadapannya ini siapa?


{Dia adalah Kong Ming dan merupakan sekertaris anda di perusahaan ini}


"Jadi kau juga yang menyuruhnya menunggu kedatanganku di perusahaan?"


{Benar}


"Yah....Kerja bagus sistem"


Sampai diruangan kerja milik Sean.


Mereka duduk berhadapan dan langsung memulai pembicaraan.


"Kedatanganku kesini hanya untuk memberikan sebuah game yang mana aku ingin kau mengembangkannya dengan baik" ucap Sean sambil menyerahkan sebuah flashdisk kehadapan Kong Ming.


Kong Ming menerima flashdisk pemberian dari Sean dan menjawab dengan penuh kepercayaan diri "saya akan menjalankan apa yang ditugaskan oleh anda pasa saya ini dengan baik"


"Oh ya....Apakah ada masalah di perusahaan?" tanya Sean.


"Tidak ada tuan" jawab Kong Ming.


"Baiklah, kalau tidak ada yang mau kau sampaikan padaku. Maka urusanku disini sudah selesai sekarang, jadi aku pamit pergi" ucap Sean.


"Baik, anda bisa percayakan soal game ini pada saya" jawab Kong Ming.


Selepas urusannya selesai di perusahaan tersebut, Sean kemudian pergi dari perusahaan dan dengan menggunakan fitur teleportasi milik sistemnya. Sean bisa langsung muncul di rumah.


Dirinya yang sekarang baru sampai dirumah langsung menemui kedua orang tuanya untuk sekedar menghabiskan waktu dengan mengobrol hal apapun.


Sampai terdengar sebuah bell rumah yang berbunyi menandakan datangnya seorang tamu.


Sang ibu pergi membukakan pintu, dan meninggalkan Sean dengan sang ayah.


"Sean, boleh ayah tanya sesuatu?" tanya ayahnya.


"Apa itu, tanyakan saja" jawab Sean santai.


"Ayah rasa kau sekarang lebih berbeda dengan Sean yang ayah kenal dulu" ucap sang ayah.


"Begitukah.....Namun mungkin itu hal yang wajar mengingat sekarang aku sudah menginjak usia 18 tahun" jawab Sean santai.


"Benar juga....Lalu bagaimana hubunganmu dengan Yun Zi serta kehidupan sekolahmu selama ini?" tanya sang ayah.


"Semua baik-baik saja, dan tidak ada masalah apapun" jawab sean.


"Berapa lama lagi waktumu sebelum lulus dari SMA?" tanya sang ayah.


"Mungkin karena baru pertengahan semester dua, jadi butuh beberapa bulan lagi. Apakah ada sesuatu yang ingin ayah katakan?" tanya Sean.

__ADS_1


"Sebenarnya ayah hanya ingin mengatakan bagaimana jika kau kuliah di luar negeri?" tanya sang ayah.


Sean yang mendengar perkataan sang ayah tentu saja dibuat terkejut, dan kemudian menjawab "itu tidak perlu kurasa"


"Ya...Ity hanyalah pemikiran sekilas ayah saja, semua pilihan tergantung padamu" jawab sang ayah.


Saat sedang mengobrol seperti itu, terdengar suara sang ibu dari arah samping "Sean, pacarmu datang mencari"


Sean melihat bahwa ada Yun Zi disana, dan kemudian Sean diminta membawa Yun Zi untuk bermain dikamarnya saja.


Sean hanya menurut tanpa membantah, begitupun dengan Yun Zi.


Didalam kamar Sean.


Saat ini Sean tengah duduk menyandar pada sandaran tempat tidur, sementara Yun Zi duduk dipangkuannya dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang dirinya.


"Sayang....Kenapa tiba-tiba dateng?" tanya Sean.


"Emang gak boleh ya? Atau kamu mau jalan sama perempuan lain?" tanya Yun Zi.


"Mana ada jalan dengan perempuan lain, aku kan hanya tanya" jawab Sean.


"Sudahlah aku hanya datang karena rindu" ucap Yun Zi.


Sean kemudian tiba-tiba mendapatkan panggilan telpon dari bu guru Chenyue.


"Halo, bu" jawab Sean.


"Bagaimana persiapan dirimu untuk perlombaan nantinya?" tanya Sean.


"Baguslah, lalu bisakah hari minggu besok kita bertemu untuk melakukan latihan setidaknya sekali sebelum pertandingan pada hari senin dimulai?" tanya bu guru Chenyue.


"Tidak masalah, ibu bisa tentukan tempatnya" jawab Sean.


"Apakah dirumahmu tidak jadi masalah?" tanya bu guru Chenyue.


"Tidak masalah, jam berapa ibu akan datang?" tanya Sean.


"Jam 10 pagi" jawab bu guru Chenyue.


"Baiklah, sepakat" jawab Sean.


"Kalau begitu sampai jumpa nanti" jawab bu guru Chenyue.


Selepas itu panggilan telpon ditutup, Sean menyimpan kembali ponselnya diatas meja yang berada di samping tempat tidur.


"Siapa?" tanya Yun Zi.


"Pacar gelapku" jawab Sean bercanda.


Langsung saja sebuah cubitan kuat diterima oleh Sean pada bagian perutnya, dan itu cukup terasa.


"Aaawww! Lepasin" ucap Sean.


Yun Zi tidaklah melepaskan cubitan tersebut dan malah makim kuat mencubit perut Sean sambil kembali bertanya "Siapa?!"


"Ok....Ok.....Ok....Lepasin dulu sakit" jawab Sean.

__ADS_1


Yun Zi kemudian melepaskan cubitannya, dan menatap wajah Sean dengan intens.


"Itu bu guru Chenyue" jawab Sean jujur.


"Untuk apa dia menelpon kamu, dan bahkan sampai janjian untuk bertemu dirumah kamu begitu?" tanya Yun Zi.


"Aku adalah perwakilan kelasku dalam lomba bahasa inggris nanti, jadi kami memutuskan untuk melakukan latihan setidaknya satu kali sebelum perlombaan hari senin nanti dimulai" jelas Sean.


"Aku juga akan datang kesini, jam 10 bukan?" tanya Yun Zi.


"Kenapa kamu harus dateng segala?" pancing Sean.


"Mengawasi kalian agar tidak menjalin hubungan dibelakangku" jawab Yun Zi.


"Hahahah! Mana ada begitu, lagipula kami itu guru dan murid jadi hal seperti itu mana mungkin kami lakukan" jelas Sean.


"Pokoknya besok aku akan datang, atau aku nginep saja disini" jawab Yun Zi.


Mendengar kata menginap yang di ucapkan oleh sang kekasih membuat Sean terkejut.


"Kamu yakin mau nginep?" tanya Sean.


"Iya, kenapa emangnya? Gak boleh" tanya Yun Zi.


"Kalau begitu siap-siap" jawab Sean.


"Siap-siap buat apa?" tanya Yun Zi tidak mengerti.


Sean mendekatka mulut nya ke samping telinga Yun Zi dan berkata tepat didekat telinganya.


"Aku akan makan kamu" ucap Sean.


Seketika wajah Yun Zi merona merah mendengar ucapan sang kekasih barusan, bahkan seketika itu juga dirinya ingin melarikan diri dari dekapan pelukan Sean yang terasa bahaya.


Namun Sean menahan tubuh Yun Zi agar tidak menjauh darinya, dan malah membalik tubuh Yun Zi sehingga terbaring dibawah dirinya.


Yun Zi sudah dibuat berdebar-debar hebat jantungnya atas perlakuan dari Sean saat ini, Sean sendiri makin mendekatkan wajahnya hingga bibir keduanya hampir menempel.


Yun Zi sendiri menutup matanya, dan pada saat bibir mereka berdua hendak bersentuhan malah terjadi sesuatu hal yang tidak terduga.


Pintu kamar yang memang tidak dikunci dibuka secara langsung oleh sang ibu, yang berhasil memergoki keduanya dalam posisi yang bisa dibilangan intim.


Sang ibu yang berdiri didepan pintu dengan memegang nampan berisikan dua gelas susu putih hangat dan kue hanya diam mematung melihat pemandangan didepan matanya sekarang ini saking terkejutnya.


Bersambung......


Note : Maaf author kemarin-kemarin agak kurang enak badan plus sibuk ulangan, jadi gak update normal.


Sekarangpun updtae maksain walau cuma 1 eps aja.


Makasih atas perhatiannya.


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2