
Sean yang tengah memainkan ponselnya mendapatkan sebuah notifikasi dari mobile banking miliknya, dimana memberitahukan bahwa rekening dirinya telah mendapatkan tambahan saldo sebesar 25 jt yuan.
Tentu saja itu membuatnya heran, karena darimana uang itu berasal.
{Itu adalah dividen bulan ini yang anda terima dari perusahaan CBC milik anda}
"Begitu....Dengan uang ini aku akan bisa membuat kedua orang tuaku hidup dalam keadaan yang lebih baik lagi"
Ditengah kesenangan yang dirasakan dirinya saat ini, tiba-tiba bus berhenti mendadak.
Membuat Sean dengan para penumpang lainnya merasa terkejut, dan bertanya-tanya ada kejadian apa?
Sean mengalihkan pandangan ke kaca mobil bagian depan, dan menemukan sebuah kecelakaan yang terjadi di depan sana.
Dimana ada dua mobil yang mengalami tabrakan.
{Tuan}
"Kenapa?"
{Dalam salah satu mobil yang terlibat kecelakaan didepan ada bu guru Chenyue}
"Apa!"
Langsung Sean memutuskan untuk turun dari bus setelah baya ongkos, kemudian menghampiri kedua mobil yang terlibat kecelakaan tersebut.
Sean dengan beberapa orang menyelamatkan para korban, dan menelpon ambulans serta pihak kepolisian agar segera datang ke lokasi kejadian.
Begitu ambulans kedua korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, Sean ikut didalam mobil ambulans yang membawa bu guru Chenyue.
Sedangkan pihak kepolisian mengamankan tempat kejadian perkara, dan mengatur lalu lintas yang terganggu akibat kejadian tersebut agar kembali normal.
... -------...
Dalam mobil ambulans saat ini Sean menemai bu guru Chenyue, dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.
"sistem bagaimana kondisi guru Chenyue sekarang ini?"
{Kondisinya tidak terlalu parah namun perlu mendapatkan pertolongan dokter}
"Tidak akan berakibat fatal bukan?"
{Tidak}
"Syukurlah"
Tidak lama ambulans tiba di rumah sakit terdekat dan segera membawa guru Chenyue dengan korban satu lagi menuju ruangan UGD.
"Sistem hubungi keluarga dari guru Chenyue"
{Sudah sistem lakukan}
"Baguslah, berapa lama mereka akan sampai?"
{Dalam sepuluh menit}
"Kau sudah beritahukan dimana guru Chenyue berada saat ini pada keluarganya bukan?"
{Sudah}
"Jikalau begitu aku tinggal pergi dari sini saja"
Sean kemudian pergi dari rumah sakit, dan pulang kerumahnya dengan menggunakan bus kembali.
1 Jam perjalanan berlalu....
Sean telah sampai dirumah dalam kondisi selamat dan baik-baik saja, selepas dirinya mandi dan berpakaian.
Dirinya menemui sang ibu di dapur yang tengah menyiapkan makan malam untuk mereka sekeluarga malam ini.
"Ibu" panggil Sean.
"Ya?" jawab sang ibu tanpa melihat kearah Sean dan tetap fokus dengan pekerjaan yang tengah dilakukannya.
"Kapan ayah pulang?" tanya Sean.
"Mungkin sebentar lagi" jawab sang Ibu.
__ADS_1
Benar saja, tepat setelah sang ibu berkata begitu. Sang ayah datang.
Sang ayah langsung pergi mandi dan berganti pakaian setelahnya, kemudian duduk bergabung bersama di meja makan untuk kegiatan makan malam bersama-sama.
Selepas kegiatan makan malam selesai, Sean meminta waktu kedua orang tuanya untuk membicarakan sesuatu.
Kedua orang tuanya tidak masalah dengan hal itu, dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh sang putra.
Sean kemudian menjelaskan bahwa dirinya memiliki sebuah perusahaan sendiri, dan tentu saja kedua orang tuanya itu tidak langsung percaya dengan perkataannya dirinya.
Sampai Sean memperlihatkan bukti-bukti valid mengenai hak kepemilikan dirinya di perusahaan properti CBC.
Barulah setelah itu kedua orang tuanya percaya akan omongan dirinya, namun datanglah pertanyaan dari sang ibu yang menanyakan bagaiman bisa dirinya memiliki sebuah perusahaan di kala umurnya baru menginjak usia 18 tahun.
Sean menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan perusahaan tersebut setelah menolong seorang kakek tua dari peristiwa tabrak lari.
Yang mana kakek itu mengaku sebagai orang yang sangat kaya raya, dan memberikan dirinya satu permintaan untuk diajukan padanya.
Sean berkata sudah menolak permintaan tersebut, namun pada akhirnya kemari dirinya malah diberikan hadiah hak kepemilikan penuh atas perusahaan properti CBC tersebut sebagai hadiah yang tidak mau ditolak oleh sang kakek tersebut.
Pada akhirnya Sean menerima hadiah dari sang kakek dengan enggan.
Kedua orang tuanya yang mendengar cerita dari anaknya itu merasa begitu kurang percaya namun pada akhirnya memilih untuk tetap percaya juga.
"Jadi anak ibu ini sudah jadi tuan muda ya?" goda sang ibu pada Sean.
"Ahahaha, ibu jangan menggodaku" jawab Sean.
"Hahaha, ayahmu ini sekarang kalah jauh dibandingkan dirimu kalau soal mencari uang nak" jawab sang ayah.
"Ayah, justru aku ingin ayah keluar dari pekerjaan ayah sekarang dan mengurusi perusahaan ku ini" pinta Sean.
"Apakah kamu yakin sayang?" tanya sang ibu lada Sean.
"Ibu aku masihlah sekolah, jadi lebih baik ayah saja yang mengurusi perusahaanku ini" ucap Sean.
"Tapi ayah rasa tidak terlalu mampu untuk mengurusi perusahaan sebesar itu" tolak sang ayah.
Hingga pada akhirnya Sean memberikan pengertian pada sang ayah dan semangat, hingga sang ayah setuju atas permintaan dirinya.
... -------...
Selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Sean menyuruh sistem melakukan sesuatu.
"Sistem bantu aku untuk menyampaikan pesan pada semua staff dan karyawan di perusahaan CBC milik diriku bahwa akan ada ayahku yang mengurus perusahaan tersebut"
{Sudah saya lakukan}
"Wah kau jadi cepat tanggap sekali ya sistem" ucap Sean.
{Terimakasih atas pujian anda tuan}
"Baiklah saatnya tidur"
... --------...
Keesokan pagi harinya.
Sean melakukan kegiatan seperti biasanya, setelah bangun tidur langsung mandi dan bersiap-siap pergi sekolah.
Lalu keluar kamar untuk bergabung sarapan dengan kedua orang tuanya di pagi hari sebelum memulai aktifitas harian masing-masing.
Saat sedang sarapan pagi, sang ibu kembali berulah dengan menggoda dirinya.
"Anak ibu yang ganteng dan baru jadi kaya raya, kapan mau kenalin calon mantu ke ibu?" goda sang ibu.
Sean yang sedang meminum segelas air hampir dibuat tersedak, namun langsung bersikap tenang kembali dan meletakan gelas ditangannya di atas meja lalu menjawab "ibu berhentilah menggoda anakmu ini"
"Tapi ibumu benar, apakah anak ayah yang tampan dan baru menjadi kaya raya ini tidak memiliki seorang wanitapun disampingnya?" tanya sang ayah ikut bertanya.
"Aku tidak punya" jawab Sean.
Sang ibu dan ayah kemudian saling tatap satu sama lain sebelum sang ibu berkata "kalau gitu mau gak kalau ibu kenalin kamu dengan seseorang?"
Sean sejenak berpikir dan menyimpulkan itu bukanlah masalah, lagipula jika tidak suka dirinya akan bilang tidak suka. Namun jika suka maka akan bilang suka.
"Tapi kalau aku tidak suka maka jangan paksa aku bu" jawab Sean.
__ADS_1
"Baiklah, jadi setuju ya?" tanya sang ibu antusias.
"Ya" jawab Sean.
Selepas obrolan barusan, mereka selesai sarapan dan Sean berangkat sekolah. Sedangkan sang ayah pergi berangkat kerja ke kantor.
Sean pergi berjalan kaki menuju halte bus terdekat, dimana biasanya dirinya selalu baik bus dari halte itu.
Sesampainya di halte bus dirinya duduk menunggu, sampai bus yang ditunggu datang dirinya barulah naik.
Perjalanan berlalu dengan lancar tanpa ada masalah sampai tiba di sekolah, Sean kemudian masuk kedalam kelas.
Baru saja dirinya duduk dibangkunya, datang tiga orang pria yang tidak dirinya kenal menghampiri dirinya.
"Kau yang bernama Sean?" tanya salah satu dari tiga orang tersebut.
"Benar, ada perlu apa?" jawab Sean.
"Pulang sekolah kami tunggu di gudang belakang, jangan coba-coba untuk tidak datang" jawab orang itu kembali berbicara.
"Baiklah, aku akan datang" jawab Sean.
Selepas berbicara beberapa kata barusan, ketiga orang itu kembali pergi dari kelas 3-A.
Sean sendiri tidak terlalu perduli dengan apa yang mereka inginkan, jikalau nantinya harus bertarung kembali maka bukanlah suatu masalah besar bagi dirinya yang harus diwaspadai dari para bocah SMA seusianya.
Bell tanda pelajaran dimulai sudah terdengar, dan guru yang bertugas mengajar para siswa sudah masuk kedalam kelas masing-masing.
Pelajaran terus berlangsung dengan biasa saja bagi Sean, karena berkat kemampuan dari Layanan Sistem yang bernama Human Genius. Dirinya bisa dikatakan sudah tidak perlu sekolah lagi, tapi dirinya tetaplah berusaha mendengarkan penjelasan sang guru dan menjawab apa yang ditanyakan pada dirinya ketika ditanyai oleh sang guru.
Sampai bell istirahat tiba.
Sean pergi ke kantin sendiri, karena memang dirinya bisa dikatakan tidak memiliki teman di kelasnya.
Sean yang dalam perjalanan ke kantin melihat empat wanita kemarin menyeret perempuan yang mereka coba rundung kemarin di atap.
Sean akhirnya tidak jadi pergi ke kantin dan mengikuti kemana empat wanita itu membawa korban perundungan yang mereka lakukan kali ini.
Sampai Sean melihat keempatnya membawa korban perundungan mereka ke ruangan aula yang kosong dan jarang dilalui orang ketika waktu istirahat tiba.
Aula tersebut berada di sebelah lapangan sekolah, jadi agak jauh dari gedung bangunan utama tempat kelas dan ruangan guru berada.
Sean dapat melihat keempat wanita itu hendak memukuli korban perundungan mereka dengan sebuah tongkat.
Sean menghampiri mereka dan berkata "kalian masih melakukan hal ini?"
Keempat wanita itu kembali dibuat terkejut dengan kehadiran Sean disana, dan kembali mengingat kejadian kemarin ketika mereka berempat membawa masing-masing pria mereka untuk menghajae Sean.
Namun malah yang terjadi sebaliknya, dimana pria mereka masing-masing malah dibuat tepar diatas tanah tidak berdaya.
Bahkan untuk mendaratkan satu pukulan saja tidak bisa ditubuh Sean.
Sean melihat keempat wanita tersebut ketakutan dan berkata "pergi dari sini dan jangan sampai kalian lakukan kegiatan perundungan seperti ini kembali pada siswa atau siswi manapun disekolah ini lagi"
"Jika sampai kalian masih melakukan kegiatan perundungan ini, dan aku mengetahuinya maka bersiaplah menghadapi sebuah kepahitan dalam kehidupan kalian"
Keempat wanita itu pergi dari sana dengan perasaan kesal dan tidak bicara sepatah katapun, bahkan tidak ada bantahan sama sekali.
Selepas keempat wanita kasar itu pergi, Sean menghampiri wanita yang jadi korban perundungan dari keempat wanita kasar sebelumnya. Dimana wanita ini adalah wanita yang dengan wanita kemarin yang di atap dirinya tolong dari tangan keempat wanita kasar sebelumnya juga.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Sean.
"Makasih sudah menolongku lagi" ucap wanita tersebut.
Sean membantu wanita itu untuk berdiri, dan bertanya.
"Kenapa kau bisa sampai mengalami hal semacam ini, dan kenapa juga kau tidak lapor ke para guru atas apa yang mereka telah lakukan padamu?" tanya Sean.
"Aku tidak bisa" jawabnya.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1