
Selepas Xu Qin sampai dirumah, mereka tidak langsung pergi jalan keluar. Namun membiarkan Xu Qin bersiap-siap terlebih dahulu.
Sehingga untuk beberapa waktu Sean harus menunggu Xu Qin yang sedang bersiap terlebih dahulu.
Sambil menunggu dirinya mencari-cari informasi lewat internet mengenai lokasi mana saja yang pas untuk didatangi oleh para pasangan muda.
Hingga akhirnya Sean sudah mendapatkan beberapa lokasi yang menurutnya romantis jika harus didatangi oleh para pasangan muda.
Begitupun ketika Sean selesai mencari informasi lewat internet, Xu Qin sudah datang dengan penampilan cantiknya sore itu.
Xu Qin mengenakan gaun biru langit dan riasan sedikit pada bagian wajahnya yang sukses menambah kesan kecantikan pada dirinya.
"Wah sudah siap dan cantik rupanya" puji Sean.
"Makasih, tapi sepertinya kita harus mengubah rencana jalan-jalan kita hari ini" jawab Xu Qin.
"Kenapa begitu, apakah ada suatu masalah?" tanya Sean bingung.
"Lebih tepatnya ayah suruh aku pulang sekarang juga entah karena apa" jawab Xu Qin.
"Jadi kau akan pergi sendiri?" tanya Sean.
"Kamu juga disuruh datang" jawab Xu Qin.
"Kalau begitu mari kita pergi" jawab Sean.
"Hm" jawab singkat Xu Qin.
Dengan mengendarai mobil sport, mereka berdua pergi menuju kediaman keluarga Xu yang berjarak cukup jauh dari Villa milik Sean.
Namun perjalanan tidak membutuhkan waktu lama jika ditempuh dengan mobil sportnya, dan hanya memakan waktu sekitar 25 menit saja.
Sampai di kediaman keluarga Xu, mereka langsung masuk begitu saja.
Dan saat masuk mereka disambut oleh salah satu pelayan dirumah keluarga Xu.
"Selamat datang tuan dan nona" sambut sang pelayan dengan sopan.
"Bi, dimana ayah dan ibu?" tanya Xu Qin.
"Mari saya antarkan tuan dan nona ke tempat yang lainnya berkumpul" ucap sang pelayan.
Sean dan Xu Qin hanya menuruti saja dan mengikuti sang pelayan tersebut yang membawa mereka menuju lantai dua, lebih tepatnya menuju ke kekamar Xu Si kakek dari Xu Qin.
Selepas mengantar keduanya ketempat tujuan, sang pelayan pergi kembali melakukan tugasnya yang lain.
Sementara itu Xu Qin dengan Sean membuka pintu dan masuk kedalam kamar.
Terlihat didalam sudah ada sosok keluarga dari Xu Qin lengkap, dan juga ada seorang pria tua yang terbaring diatas tempat tidur yang terlihat tidaj baik-baik saja.
Bagi Sean pria tua itu asing, namun tidak bagi Xu Qin yang langsung merasa cemas.
"Ayah.....ibu....Apa yang terjadi dengan kakek?" tanya Xu Qin yang baru saja tiba.
"Kakekmu tiba-tiba kondisinya drop, dan tidak sadarkan diri sampai sekarang" jawab sang ayah.
Xu Qin yang mendengar hal itu langsung merasa sedih dan kemudian kembali bertanya "apa kata dokter?"
"Dokter bilang bahwa kondisi kakekmu sedang kritis, dan itu disebabkan karena penyakitnya" jawab sang ayah.
"Kenapa penyakit kakek bisa kambuh?" tanya Xu Qin kembali dengan perasaan yang mulai sedih dan bahkan matanya mulai berkaca-kaca.
"Sepertinya terlalu banyak pikiran dan stress membuat kakekmu tidak terlalu banyak istirahat dan bahkan membuat penyakitnya kambuh" jawab sang ayah.
Sean yang sedari tadi diam saja kemudian buka suara untuk bertanya "kakek Xu sakit apa memangnya paman?"
"Ayahku sakit jantung dan sudah sejak beberapa bulan yang lalu" jawab Xu Xiao.
__ADS_1
Melihat kondisi Xu Qin yang mulai sedih dan menangis membuat Sean ikut sedih rasanya, sehingga dengan lembut dan penuh perasaan Sean memeluk Xu Qin dihadapan semua keluarganya saat ini.
Xu Qin kemudian berbalik dan memeluk Sean dengan erat, sambil berkata "Sean kakek"
"Kamu tenang dulu, semua pasti akan baik-baik saja" jawab Sean menenangkan.
"Sistem bisa bantu aku untuk ini?"
{Layanan diberikan}
{Satu buah pill obat sudah diberikan sistem untuk menyembuhkan penyakit kakek Xu Si dan sudah disimpan dalan saku celana anda}
"Makasih, sistem"
{Sama-Sama}
Sekarang yang perlu Sean pikirkan adalah bagaimana cara dirinya untuk memberikan obat tersebut untuk kakek Xu tanpa ada yang melihat atau mengetahuinya.
Saat sedang berpikir demikian, terdengae suara dari Xu Xiao yang berkata pada anggota keluarga Xu yang lain agar keluar terlebih dahulu dari dalam ruangan sang ayah dan membiarkan Sean dengan sang putri Xu Qin untuk berjaga disana.
"Kita lebih baik keluar terlebih dahulu, dan biarkan Xu Qin serta Sean yang berjaga disini" ucap Xu Xiao.
"Baiklah" jawab ibu Xu Qin.
Mereka akhirnya pergi keluar dengan diikuti oleh anggota keluarga Xu yang lain, dan meninggalkan Xu Qin serta Sean yang berada didalam ruangan tersebut.
Setelah beberapa waktu Xu Xiao dan yang lainnya pergi keluar, Xu Qin dibawa oleh Sean untuk duduk di sofa yang ada didalam sana.
"Tenangkanlah dulu dirimu, kakek Xu pasti baik-baik saja" ucap Sean menenangkan kembali kondisi Xu Qin yang menangis.
"Ehn" jawab Xu Qin singkat.
Sean kemudian menghapus jejak air mata yang terdapat pada wajah Xu Qin, dengan penuh perasaan dan pengertian.
Sampai akhirnya datanglah kesempatan bagi Sean untuk memberikan obat ditangannya pada kakek Xu.
"Baiklah" jawab Sean.
Xu Qin berdiri dari posisi duduknya dan pergi masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamar kakek Xu.
Sementara Sean sendiri langsung saja pergi mendekati kakek Xu dan memberikan obat ditangannya pada si kakek.
Setelah obat itu tertelan oleh sang kakek, Sean kembali segera duduk di sofa kembali sebelum akhirnya Xu Qin kembali.
Beberapa saat kemudian Xu Qin kembali dari kamar mandi dan duduk kembali disamping Sean sambil memeluk tubuhnya.
"Aku takut sayang" ucap Xu Qin.
"Aku tahu kamu cemas dengan kondisi kakek Xu, namun percayalah bahwa kakek mu akan baik-baik saja" jawab Sean menenangkan.
Benar saja, begitu Sean selesai berucap seperti itu terjadi reaksi pada sang kakek Xu yang mulai menunjukan tanda-tanda akan sadarkan diri.
Sean yang melihat hal itu segera memberitahu Xu Qin.
"Lihat kakek Xu sadar" ucap Sean.
Xu Qin yang mendengar hal tersebut langsung menoleh kearah sang kakek dan menemukan kakeknya berada dalam posisi duduk menyandar pada sandaran tempat tidur.
"Kakek!" teriak Xu Qin senang sambil melepaskan pelukannya pada Sean dan berlari menuju kearah sang kakek dan memeluknya.
Sean juga mengikuti dari belakang Xu Qin yang mendekat kearah sang kakek.
Kakek Su sendiri memeluk cucu perempuannga itu dan berkata "kenapa cucu cantik kakek menangis?"
"Kakek kenapa malah sakit?" tanya Xu Qin sedih.
"Kakek hanya istirahat sebentar, lihat sekarang kakek sudah sembuh bukan?" tanya balik sang kakek.
__ADS_1
Kemudian kakek Xu melihat kearah Sean dan berkata "Xu Qin siapa pemuda tampan ini, apakah dia pacarmu?"
"Perkenalkan, saya Sean dan merupakan tunangan Xu Qin" jawab Sean memperkenalkan dirinya.
"Hahahah ternyata cucu cantik kakek ini sudah punya penjaganya sekarang" ucap sang kakek.
"......" Xu Qin hanya diam saja dengan wajah merona merah karena malu digoda sang kakek.
Memang pada saat sebelumnya Sean menyatakan lamaran pada kedua orang tua Xu Qin, tidak terlihat sosok kakek dan nenek Xu Qin.
Jadi keduanya pasti belum bertemu secara langsung seperti sekarang ini.
"Kakek lebih baik anda segera diperiksa kembali oleh dokter ucap Sean.
"Benar, kakek lebih baik kamu diperiksa kembali oleh dokter agar bisa memastikan kondisi dirimu" ucap Xu Qin.
Dan tanpa menunggu jawaban dari sang kakek, Xu Qin segera bergegas pergi dari sana untuk memberitahukan pada ayah dan ibunya serta keluarganya yang lain bahwa sang kakek sudah sadarkan diri.
Serta lebih baik untuk segera diperiksa kembali kondisi kesehatannya oleh dokter keluarga mereka.
Setelah akhirnya beberapa waktu yang lalu Xu Qin pergi keluar untuk memberitahukan kabar gembira mengenai kondisi sang kakek yang sudah sadarkan diri.
Akhirnya tidak lama kemudian datanglah seluruh anggta keluarga dari Xu Qin masuk kedalam kamar, dan setelah seluruh anggota keluarga Xu yang masuk kedalam kamar tidak lama kemudian datanglah dokter keluarga mereka.
Sang dokter langsung memeriksa kondisi kesehatan Xu Si, yang mana membuatnya sangat terkejut.
Selesai melakukan pemeriksaan terhadap kakek Xu, sang dokter mulai menjelaskan kondisi kesehatan kakek Xu.
"Ini sungguh sebuah keajaiban, kondisi tuan besar Xu sudah benar-benar kembali pulih secara 100% total" jelas sang dokter.
Walau semua orang disana begitu terkejut mendengar penuturan sang dokter barusan, namun mereka begitu bersyukur sekali mendengar kabar sang kakek atau tuan besar Xu yang sudah kembali pulih seperti sediakala.
Tapi tentu saja bagi sang penyelamat, yaitu Sean hanya tersenyum saja dan berakting seolah-olah baru tahu soal kondisi dari kakek Xu yang memang sudah kembali pulih.
Selepas selesai melakukan tugasnya, sang dokter pamit pergi meninggalkan para anggota keluarga Xu yang sedang merayakan kesembuhan sang kakek Xu.
Mereka semua sekeluarga melakukan acara makan besar, dan saling menikmati momen kebersamaan mereka bersama.
Hingga malam tiba semua sudah istirahat dalam kamar masing-masing setelah sebelumnya mereka melakukan acara perayaan makan besar untuk menyambut kesembuhan dari kakek Xu.
Sean yang baru saja selesai mandi keluar dari dalam kamar mandi, kemudian dapat dirinya lihat sosok Xu Qin yang mengenakan pakaian lingerie diatas tempat tidur dan mempelihatkan keindahan dimata Sean.
"Sudah selesai mandinya?" tanya Xu Qin.
"Iya, kamu sengaja ya?" tanya Sean.
Xu Qin tahu apa yang dimaksudkan oleh Sean atas perkataannya barusan, dan memasang senyuman diwajahnya.
"Kenapa memangnya, kamu mau makan aku?" tanya Xu Qin menggoda iman dan keteguhan Sean.
"Awas kamu ya" ucap Sean.
Xu Qin tersenyum, da dengan sengaja berbaring diatas tempat tidur dengan posisi menggoda bagi Sean ditambah dia bersuara dengan suara yang menggoda.
Sean naik keatas tempat tidur dan kemudian menerkam Xu Qin, namun tidak melakukan hal intim.
Yang ada Sean menggelitik Xu Qin sampai-sampai dirinya tertawa karena merasa geli akibat ulah Sean yang menggelitik dirinya saat ini.
Sean terus saja menggelitik Xu Qin sampai membuatnya memohon ampun barulah dilepaskan oleh Sean.
Barulah setelah itu Sean dengan Xu Qin tertidur dengan nyenyak dengan memeluk tubuh satu dama lainnya.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.