
Keesokan pagi harinya Sean terbangun dan sudah tidak mendapati kedua wanitanya.
Setelah bangun dirinya langsung pergi mandi dan kemudian berpakaian dengan outfit yang stylish.
Sean keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah untuk mencari kedua wanitanya itu ada dimana.
Namun setelah dicari kesana dan kemari tidak kunjung ditemukan juga keberadaan dari dua wanita itu.
"Sayang....Kalian ada dimana?" teriak Sean memanggil keduanya.
Namun tidak kunjung terdengar juga balasan dari orang-orang yang dipanggilnya itu.
Sean mencoba menelpon keduanya dan tidak ada yang menjawab panggilan telponnya.
"Sistem carikan aku posisi kedua wanita itu"
Beberapa saat menunggu tidak ada jawaban dari sistem.
"Sistem?"
Sean yang mencoba memanggil kembali sistemnya masih tidak mendapatkan jawaban.
"Sistem kau kenapa? Jawab aku" panggil Sean kembali.
Namun masih tidak ada jawaban dari sistem.
"Sial! Apa yang terjadi sebenarnya disini" ucap Sean kebingungan.
Namun karena tidak mau memikirkan hal itu terlalu jauh, Sean lebih memilih pergi saja ke kantornya untuk mengecek pekerjaan orang-orangnya itu.
Karena sistem tidak berfungsi, maka fitur teleportasi tidak dapat digunakannya. Jadi dengan terpaksa dirinya menggunakan kendaraan mobil sport yang dirinya miliki.
Dengan menggunakan Bugatti Centodieci yang dikemudikannya, Sean melaju dari rumah menuju TECNA.
Hanya butuh waktu sekitar 25 menit saja untuk sampai disana.
Sampai di TECNA, Sean langsung kedalam perusahaan dengan mudah dan menemui orang yang bertugas di lobby.
"Permisi" ucap Sean.
"Ada yang bisa saya bantua tuan?" tanya seorang pekerja di bagian lobby bertanya pada Sean.
"Bisa tolong panggilkan nona Meiyue" ucap Sean.
"Apakah anda sudah membuat janji sebelumnya dengan nona Meiyue?" tanya pekerja di bagian lobby itu.
Sebelum Sean menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang pekerja di bagian lobby tersebut, Sean mendengar suara Meiyue.
"Tuan muda Sean, anda disini" ucapnya menyapa dari belakang Sean.
Sean berbalik dan melihat Meiyue ada disana.
"Kau disini ternyata, aku hanya ingin berkunjung dan melakukan sedikit pemeriksaan saja" jawab Sean.
"Kalau begitu silahlak ikuti saya menuju ruangan saya tuan" ucap Meiyue.
"Baiklah, kau bisa tunjukan jalannya didepan" jawab Sean.
Sedangkan si pekerja yang ada di lobby sebelumnya hanya diam saja dan membungkukan kepala sebagai bentuk penghormatannya pada Meiyue dan Sean.
Sean pergi bersama dengan Meiyue menuju ruangan kerja miliknya.
Sampai di ruangan Meiyue, Sean duduk di kursi milik Meiyue dan memeriksa semua berkas laporan yang diberikan oleh Meiyue pada dirinya.
Dengan perlahan dan teliti, dirinya memeriksa semua laporan-laporan yang ada dihadapannya. Sekaligus memahami semua isi yang ada didalam laporan-laporan tersebut.
Selesai dengan pemeriksaan tersebut, Sean meletakan kembali berkas-berkas laporan yang dirinya baca barusan diatas meja.
"Kerja bagus, kau mengurus tempat ini dengan baik" ucap Sean.
"Terimakasih tuan muda" jawab Meiyue.
"Apakah ada perusahaan lain yang berusaha membuta masalah dengan kita?" tanya Sean.
"Tidak ada tuan muda" jawab Meiyue.
__ADS_1
"Baiklah.....Dan karena kinerjamu bagus, maka ambillah bonus dibagian administrasi sebesar 10jt" ucap Sean pada Meiyue.
"Terimakasih tuan" jawab Meiyue.
"Oh ya....apakah kau mau menemaniku?" tanya Sean.
"Anda mau saya temani kemana tuan?" tanya Meiyue.
"Temani aku sarapan, aku belum sarapan dari tadi" ucap Sean.
"Dengan senang hati tuan" jawab Meiyue.
Mereka berdua pergi bersama dari perusahaan TECNA menuju salah satu restoran bintang lima yang kebetulan berada dekat dengan perusahaan TECNA.
Mereka berdua berada dalam tuangan elit dan memesan cukup banyak makanan.
"Kau makanlah juga" ucap Sean.
"Baik tuan muda, dan terimakasih" jawab Meiyue.
"Iya....Jangan sungkan-sungkan jika ingin tambah atau pesan makanan lain" jawab Sean.
Sean dengan Meiyue menikmati moment makan mereka berdua dengan tenang, dan sesekali mereka juga mengobrol agar suasana tidak terlaku hening dan canggung.
Selesai makan, Sean dengan Meiyue sekarang sudah berada dalam mobil sport milik Sean kembali.
Sebelum Sean menjalankan mobilnya, Sean bertanya pada Meiyue.
"Kau mau belanja?" tanya Sean.
"Ah....Saya rasa tidak perlu tuan muda" jawab Meiyue cepat karena merasa tidak enak pada sikap baik yang diberikan Sean pada dirinya, terlebih Meiyue tahu bahaa boss nya ini sudah menikah dengan dua wanita yang cantik.
"Kalau begiti kita akan kembali ke perusahaan" jawab Sean.
Mereka berjalan kembali menuju perusahaan bersama dengan menggunakan mobil sport yang dikemudikan oleh Sean.
15 menit kemudian.......
Sean sudah mengehntikan mobilnya didepan perusahaan TECNA, Meiyue turun dari dalam mobil dan segera berjalan masuk kedalam perusahaan.
Tapi mengejutkan, begitu dirinya sampai dirumah dirinya masih belum juga menemukan keberadaan dari kedua wanitanya itu.
"Kenapa mereka pergi tidak meberitahu diriku terlebih dahulu? Dan kalaupun mereka pergi, kemana?" ucap Sean bermonolog.
Kembali Sean mencoba menghubungi ponsel kedua wanitanya dan masih belum diangkat juga, maka secara otomatis membuatnya khawatir dengan kondisi dua wanitanya itu.
Terlebih sistem yang entah rusak atau bagaimana malah tidak menjawab dirinya.
"Sistem!"
Lagi-lagi panggilan Sean tidak dijawab oleh sistem.
"Sialan! Kenapa kau tidak menjawab paggilan diriku sistem?" teriak Sean.
Walau sudah berteriak seperti barusan, nyatanya masih belum ada juga balasan dari sang sistem yang dipanggil-panggil sedari tadi oleh dirinya itu.
Sean pada akhirnya memutuskan memanggil No.1 dengan ponsel miliknya.
Begitu sambungan telpon terhubung, Sean segera memberikan tugas pada No.1.
"Cari keberadaan kedua istriku segera!" perintah Sean saat sambungan telon terhubung.
No.1 yang mendengar perintah Sean segera menjawab dengan tegas dan sigap tanpa terdengar ada nada keraguan dalam jawabannya itu.
"Baik tuan!" jawab No.1 dengan cepat begitu mendengar perintah.
"Bagus, segera laksanakan!" Selesai berkata begitu dan memberikan perintahnya, Sean menutup telpon kemudian menghubungi ayah mertuanya Xu Xiao.
Dalam satu kali nada panggilan, telpon dijawab.
"Halo nak, ada apa?" tanya sang ayah mertua.
"Ayah, apakah kau tahu dimana Xu Qin atau Luoxue?" tanya Sean to the Point.
"Tidak, ayah tidak tahu. Memangnya mereka tidak izin padamu saat pergi keluar rumah?" tanya Xu Xiao.
__ADS_1
"Itulah masalahnya, sekarang malah handphone keduanya bahkan tidak menjawab panggilan telpon dariku" ucap Sean menjelaskan situasinya pada sang ayah mertua Xu Xiao.
"Baiklah, ayah akan coba bantu kamu telpon mereka" ucap Xu Xiao sebelum panggilan telpon diakhiri.
Sean yang selesai menelpon Xu Xiao kemudian menelpon ayah Luoxue, dan jawaba yang didapatkanpun sama bahwa tidak ada yang tahu keberadaan dari kedua istrinya itu.
Selesai menelpon dengan ayah Luoxue, Sean menelpon sang kakek Xin Si.
"Halo kakek, aku butuh bantuan untuk mencari kedua istriku yang entah pergi kemana saat ini" ucap Sean menjelaskan situasinya saat ini sambil meminta bantuan keluarganya.
"Baiklah, akan coba kakek kerahkan orang untuk mencari keberadaan dari kedua istrimu itu" ucap Sang kakek dengan tegas.
"Baiklah, terimakasih kakek dan segera berikan kabar jika ada informasi perkembangan terbaru soal mereka berdua padaku kek" jawab Sean sebelum panggilan telpon diakhiri oleh Sean.
Selesai mencari bantuan pada ketiga keluarganya, dan bahkan para bawahannya di kota SS ini.
Sekarang Sean mencoba mengingat-ngingat kembali apakah kedua wanitanya itu pernah mengatakan sesuatu saat hari kemarin atau tidak?
Namun mau bagaimanapun dirinya berpikir, tidak ada jawaban yang dirinya dapatkan saat ini soal informasi keberadaan dari kedua istrinya itu ada dimana sekarang, bahkan dalam keadaan seperti apa mereka saat ini dirinyapun tidak tahu menahu apapun.
Hingga pada akhirnya Sean memilih berkeliling kota untuk mencari keberadaan dari kedua wanitanya itu ada dimana sekarang.
Dan tepat pada saat dirinya berkendara dijalanan dengan perlahan guna mencari keberadaan dari kedua istrinya itu. Sean mendapatkan panggilan telpon dari nomor tidak dikenal.
Sean menjawab panggilan telpon tersebut.
"Halo?" ucap Sean.
"Xin Sean, apakah kau sedang pusing sekarang ini?" tanya suara dari sebrang panggilan telpon tersebut.
Sean mengerutkan keningnya saat ini karena kebingungan dengan apa maksud dari perkataan orang tersebut di telpon barusan padanya yang bertanya seperti itu.
"Apa maksudmu?" tanya Sean masih dengan nada biasa saja.
"Kau pasti tidak berhasil menemukan keberadaan dari kedua wanitamu sekarang ini bukan?" ucap suara dari sebrang telpon tersebut kembali membuka suara.
"Jangan-jangan kau yang menyembunyikan kedua istriku ya!! Cepat katakan dimana kedua istriku sekarang?!" ucap Sean yang bertanya dengan nada marah.
"Hahahahah.....Seorang Xin Sean yang berkuasa dan bergelimang harta ternyata bisa punya kelemahan juga nyatanya" ucap suara orang tersebut disebrang telpon itu kembali membuka suara.
"Bajingan!! Cepat katakan apa maumu?!" teriak Sean dengan nada mulai tidak tenang dan emosi.
"Hahahaha.....Baiklah datanglah ke dermaga yang ada di selatan kota SS, lalu masuk ke gudang no 13" selesai mengatak petunjuk itu, panggilan telpon dimatikan.
Sean dengan kecepatan tinggi memacu kendaraan yang dikemudikan olehnya itu hingga mencapai kecepatan tercepat yang dirinya bisa untuk segera sampai dilokasi yang dituju.
Sampai 15 menit kemudian........
Sean sudah berada dilokasi, dan lebih tepatnya sudah berada didalam guang bernomor 13 yang ada di dermaga seperti apa yang dikatan oleh orang itu dalam pertunjuknya yang diberikan lewat panggilan telpon sebelum ini.
Namun sepertinya Sean merasa dipermainkan disini, sebab gudang itu kosong dan hanya ada satu buah kardus ditengah-tengah gudang tersebut.
Karena penasaran, Sean membuka kotak kardus tersebut dan menemukan bahwa didalam kotak kardus itu terdapat secarik kertas yang memiliki catatan tertulis dalam kertas tersebut ketika diambil oleh Sean saat ini dari dalam kotak kardus tersebut.
Sean membaca catatan pada kertas tersebut.
"Hahahaha.....aku salah menyebutkan alamat, alamat yang benar adalah kau harus datang ke sebuah gedung kosong di sebelah timur kota SS yang berada di jalan Wanghai No.19"
Melihat dan membaca apa yang tertera pada secarik kertas tersebut membuat Sean geram bukan main, dan meremas kertas tersebut hingga menjadi berbentuk bola kertas.
"Akan kupastikan jika bertemu denganmu aku akan buat perhitungan atas semua ini!!"
Dengan perasaan menggebu-gebu, Sean segera berangkay kembali menuju lokasi kedua yang tertulis dalam secarik kertas sebelumnya.
Bersambung......
Note :
Jika kalian harus milih satu diantara Ji Luoxue dan Xu Qin, lebih setuju Sean sama yang mana? Komen ya.....
Selamat menunggu next eps ya.....
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.