LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 47


__ADS_3

Mendengarkan jawaban dari Sean barusan membuat Baozi tersenyum dan berkata "baiklah barusan aku hanya bercanda"


"Jadi apa hadiahku?" tanya Sean.


"Kau akan kuberikan satu permintaan apapun" ucap Baozi.


"Jikalau begitu akan kusimpan kesempatan itu nanti" jawab Sean.


Mereka kemudian mengalihkan pembahasan kearah masalah baru-baru ini yang mulai sering muncul di tiap-tiap kota.


"Kita sudahi obrolan barusan, dan fokus pada masalah manusia super yang sedang mejadi pusat perhatian pemerintahan" ucap Baozi.


Sean dengan Beisa dan Yui mulai fokus dan bersiap mendengarkan, sedangkan Baozi mulai menjelaskan semua informasi yang ada mengenai para manusia super tersebut.


Termasuk informasi mengenai Royal Derby, dimana menurut pengintai milik Red Shield melaporkan bahwa Royal Derby adalah organisasi besar di luar negeri yang berpusat di AS. Dan tujua mereka melakukan semua eksperimen pada manusia adalah bertujuan untuk mendapatkan pasukan kuat yang hebat dan tangguh.


Pemerintah di setiap negara sudah membicarakan ini secara bersama, dan orang yang bertanggung jawab atas Royal Derby ini adalah komplotan yang berisi para penjahat yang berada dalam daftar buron internasional dari berbagai negara.


Setelah akhirnya semua pembahasan Royal Derby selesai, Sean kemudian dengan Beisa dan Yui pergi dari ruangan Baozi.


Sean berpisah dengan Beisa dan Yui, Sean langsung memilih pulang kerumah karena sudah tidak ada lagi misi bagi dirinya saat ini.


Namun Sean tidak berniat menunda masalah-masalah mengenai Royal Derby ini, sebab dirinya merasa cemas jika harus membirkan mereka merajalela begini di setiap negara.


"Berapa sisa layanan miliku hari ini sistem?"


{2 Layanan Sistem}


"Gunakan satu layanan sistemku untuk membinasakan segala hal yang bersangkutan dengan Royal Derby apapun itu, baik anggota dan segala jenis tindakan yang mereka lakukan hapuskan saa dari muka bumi ini tanpa sisa peninggalan sejarah apapun mengenai mereka semua!!!"


{Layanan Khusus diberikan}


{Dikarenakan permintaan yang diminta sangat berbobot maka membutuhkan 2 Layanan Sistem}


"Jadi tidak ada sisa Layanan Sistem milik diriku hari ini?"


{Benar}


"Tapi sudah kau pastikan semua hal yang bersangkutan dengan Royal Derby telah kau binasakan damusnahkan dari muka bumi ini untuk selamanya bukan?"


{Benar}


"Dengan cara apa?"


{Sistem mengirim semua hal mengenai Royal Derby kedalam BlackHole di luar angkasa}


"Jadi keberadaan BlackHole itu benar adanya?"


{Tentu saja}


"Baiklah aku lega jika begitu, lalu berapa banya rahasia didunia ini yang bahkan belum terungkap?"


{Perlu anda tahu bahwa masihlah banyak rahasia didunia ini yang belum terpecahkan dan terungkap oleh teknologi manusia zaman sekarang sekalipun}


"Baiklah aku tidak mau ambil pusing soal itu, jadi lupakan saja hal itu untuk sekarang"


Selepas selesai membereskan mengenai Asosiasi Royal Derby untuk selamanya, Sean pulang kerumah dengan santai.


...--------...


Sampai dirumah kembali dirinya merasa kesepian karena tidak ada kedua istrinya yang sedang berada dirumah keluarga mereka.


"Hey sistem"


{Ya tuan}


"Aku selalu penasaran akan suatu hal"


{Apa itu?}


"Apa alasan dibalik munculnya keberadaan hebat seperti dirimu ini di muka bumi dan memilih diriku?"


{Tentu saja untuk memberikan Layanan pada orang yang beruntung memiliki Layanan Sistem}


"Apakah benar hanya itu?"


{Maksud anda?}


"Aku selalu menebak-nebak apakah ada alasan lain dibalik munculnya Layanan Sistem yang begitu hebat ini?"


{Pikiran anda tidak sepenuhnya salah}


"Ternyata benar ada sesuatu dibalik kemunculan dirimu di muka bumi ini"


{Ada sebab pasti ada akibat tuan}


"Apakah kau bisa memberitahukan diriku apa sebab dan akibat dari kemumculannya dirimu ini?"


{Tidak bisa}


"Huft....Baiklah"

__ADS_1


Tidak lama setelah pembicaraan dengan sistem selesai, Sean mendapatkan panggilan telpon dari Baozi.


"Halo ketua" ucap Sean.


"Ini ulahmu bukan?" tanya Baozi.


"Apanya yang ulah diriku ketua?" tanya Sean bingung karena memang belum tahu pembicaraan apa yang dimaksudkan oleh ketua Baozi sekarang.


"Asosiasi Royal Derby musnah!" jawab Baozi.


"Oh...." jawab Sean dengan santai setelah mengetahui arah pembicaraan yang dimaksudkan oleh sang ketua.


"Jadi benar ini ulahmu?" tanya ketua Baozi kembali.


"Benar" jawab Sean.


Seketika dari sebrang sana hening tidak ada suara untuk sesaat, sampai terdengarlah kembali suara ketua Baozi.


"Kau....Bagaimana caramu melakukannya?!" tanya ketua Baozi.


"Caraku melakulannya hanya perlu mengatakan perintahnya, maka semua akan selesai dengan begitu saja dalam hitungan detik" jawab Sean jujur.


Kembali tidak ada suara sama sekali yang terdengar dari sebrang telpon, sebelum kembali terdengar suara ketua Baozi.


"Kau datanglah ke markas dan kita bicarakan masalah ini dengan semua petinggi yang ada" perintah Baozi.


"Aku tidak bisa" jawab Sean.


"Kenapa?" tanya ketua Baozi.


"Itu akan merepotkan, kau tahu itu bukan?" tanya Sean balik.


"Huft.....Lalu apa yang kau inginkan sebagai bayarannya?" tanya ketua Baozi to the point.


"Aku ingin kedudukan yang sama dengan posisimu saat ini didalam Red Shield" jawab Sean dengan dibarengi senyumannya.


Kembali disebrang sana hening tidak ada suara.


"Pikirkanlah terlebih dahulu, aku tunggu jawabanmu dalam tiga hari kedepan" ucap Sean sebelum menutup panggilan telpon dengan ketua Baozi.


Selepas menelpon Sean memilih pergi makan di restoran.


Dengan menggunakan bugatti centodieci miliknya, Sean dapat dengan cepat sampai ditempat tujuannya.


Restoran yang dikunjungi olehnya adalah restoran bintang lima bernama Kyushu.


Kedatangan Sean dengan kendaraan supercar miliknya menarik perhatian semua orang disekitar sana.


Baik itu para pegawai restoran, ataupun orang-orang sekitar sana menjadi tertarik dengan supercar yang baru saja datang tersebut.


Dirinya memilih makan diruangan biasa saja, setelah duduk mulailah dirinya melihat daftar menu yang ada.


Saat sedang melihay daftar menu yang ada direstoran itu, datanglah seorang pelayan menghampiri dirinya dan menanyakan pesanan dirinya.


"Tuan muda, apa yang ingin anda pesan?" tanya pelayan tersebut.


Sean menoleh kearah pelayan dan menemukan suatu kejutan disana.


"Oyaaa....Lihat siapa ini?" ucap Sean.


"Sean!" ucap pelayan wanita tersebut terkejut.


"Zizi, lama tidak jumpa" ucap Sean.


"A-h...I-iya lama tak jumpa Sean" ucapnya gugup dan terlihat dari raut wajahnya ketakutan.


"Kenapa denganmu,takut?" tanya Sean menebak.


"I-itu...." ucapan Zizi tidak dilanjutkannya entah karena apa.


"Benar juga, dulu kau sering sekali merendahkan dan meremehkan diriku sewaktu di kampus. Dan lihat kau sekarang, mana harga diri sombongmu itu Zizi" ucap Sean mencibir.


"Hiks...hiks...." Zizi tidak kuasa menaha tangisannya, bahkan secara tidak terduga Zizi sampai berlutut dihadapan Sean dan memohon kata maaf darinya.


"Hiks...Maaf, maafkan aku atas segala kesalahnku dulu Sean" ucap Zizi memohon dihadapan Sean dengam cara berlutut.


"Sudahlah lupakan masa lalu, lagipula aku tidak terlalu dendam atas masa lalu. Jadi berdirilah dan layani aku dengan benar" ucap Sean.


"Terimakasih, terimakasih Sean" ucap Zizi sebelum kembali berdiri dan berhenti menangis.


"Baiklah aku pesan ini dan ini serta minumannya ini" ucap Sean menyebutkan pesanannya.


Selesai mencatat pesanan Sean, Zizi segera berbalik pergi untuk memberikan pesanan Sean ke dapur.


Sambil menunggu Sean memikirkan pertemuannya dengan Zizi disini barusan.


Dirinya ingat dulu sering tercaci maki dan dihina-hina oleh Zizi dan geng wanitanya, namun walau begitu dirinya tidak mau memperpanjang masalah ini.


Namun jujur saja masih ada sedikit rasa sakit dihatinya yang mencuat akibat pertemuannya dengan Zizi disini barusan, karena teringat dengan masa lalu.


"Sistem apakah aku harus berikan sedikit pelajaran hidup untuk Zizi?"

__ADS_1


{Semua tergantung pada anda}


"Lupakan sajalah, lagipun aku sekarang hidup dengan baik dan tidak mau larut dalam dendam"


Tidak berselang terlalu lama selepas berbicara dengan sistemnya, Zizi kembali datang membawakan pesanan yang diminta oleh Sean dan menyajikannya diatas meja tempat Sean duduk.


Sean menerima pesanan dengan baik dan mulai makan dengan tenang, sementara itu Zizi kembali melakukan pekerjaan lainnya di restoran tersebut.


... ✳---------✳...


Selepas selesai makan dan minum, Sean membayar tagihan barulah setelah itu pergi keluar.


Setelah duduk didalam mobil dengan tenang, Sean yang hendak pergi secara tidak sengaja melihat Zizi sedang berdiri di pinggir jalan.


"Apakah dia sudah selesai bekerja?" ucap Sean heran saat melihat Zizi berada disana.


Sean menjalankan mobilnya dan berhenti tepat dihadapan Zizi, lalu menurunkan kaca mobilnya untuk berbicara dengan Zizi yang nampak kebingungan dengan siapa yang berada didalam mobil supercar tersebut.


"Zizi masuklah" ucap Sean.


Zizi awalnya ragu, namun pada akhirnya memutuskan masuk kedalam mobil Sean duduk nyaman di kursi samping Sean.


Sean menjalanlan mobilnya, barulah mulai berbicara.


"Apakah waktu kerjamu sudah selesai?" tanya Sean.


"S-udah" jawab Zizi gugup.


"Jangan gugup begitu, sudah kubilang aku tidak ada dendam denganmu sekarang. Dan lupakan saja masalah di masa lalu" ucap Sean.


Zizi menatap kearah Sean dan air mata kembali turun dati pelupuk matanya.


Sean memberikan tisu pada Zizi yang kebetulan didalam mobilnya ada tisu.


Zizi menerima tisu tersebut dan menggunakannya untuk menghapus air mata yang mengalir jatuh dimatanya.


"Sistem gunakan apprisial pada Zizi"


Apprisial


{Nama : Zizi}


{Usia : 23}


{Status : Single}


{Sifat : Ramah, Baik}


{Penampilan : 85}


{Kekuatan : 30}


{Hubungan : 5%}


"Wah....Apakah dia sudah berubah dari sifatnya yang dulu angkuh dan kejam juga sombong dan tinggi hati itu?"


{Data analisis sistem tidak aka bohong}


"Aku tahu, hanya saja aku terkejut melihatnya"


Sean menatap kearah Zizi dengan sekilas, dimana sekarang dirinya sudah nampak lebih tenang.


"Aku antar kau pulang, dimana rumahmu?" tanya Sean.


"Tidak, jangan antarkan aku pulang" ucap Zizi.


"Kenapa?" tanya Sean.


"Aku masih harus bekerja paruh waktu di tempat lainnya" ucap Zizi.


"Sesulit itukah sekarang kondisi dirimu selepas masa kuliah?" tanya Sean.


Zizi hanya diam tidak ada jawaban darinya yang terdengar oleh Sean.


"Keluarlah dari pekerjaan-pekerjaanmu sekarang, dan bekerjalah ditempatku" ucap Sean.


Zizi seketika menatap kearah Sean dengan tatapan tidak percaya dan terkejut.


"Sudahlah turuti saa perkataan dariku, akan kujamin dirimu mendapatkan pengalaman dan upah serta pekerjaan yang lebih baik di tempatku" ucap Sean kembali.


"Apakh ini serius?" tanya Zizi.


"Benar, aku tidak aka berbohong" jawab Sean.


Pada akhirnya Zizi setuju bekerja ditempat yang disarankan oleh Sean, dimana Zizi ditempatkan oleh Sean di TECNA.


Dan selepas mengantar Zizi pulang, Sean kemudian pergi pulang kerumah.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2