LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 36


__ADS_3

Keesokan pagi harinya.


Sean tengah mengantarkan Xinxin pulang kerumahnya.


Dalam perjalanan Sean meminta maaf atas kejadian semalam yang dirinya lakukan terhadap Xinxin.


Xinxin tidak mempermasalahkan hal tersebut, dan mereka kembali lagi memiliki suasana dan hubungan yang baik tanpa adanya kecanggungan yang mereka rasakan.


Tiba dirumah Xinxin, nampak situasi tidak bagus.


Dimana begitu mereka berdua masuk kedalam rumah, terlihat berantakan sekali.


"Xinxin, apakah ini situasi yang normal?" tanya Sean.


"T-idak ini tidak normal" jawab Xinxin ragu.


Segera mereka berdua mengecek kondisi seisi rumah dengan bersama-sama, hingga pada akhirnya Xinxin menemukan secarik surat diatas meja.


Xinxin membaca isi surat tersebut dan kemudian langsung menangis dan berlari kearah Sean yang berada di ruangan tengah.


Sean yang melihat Xinxin menangis dan berlari kearahnya dengan sigap memeluknya dan mencoba menenangkannya.


"Ssttt, tenanglah....apa yang terjadi?" tanya Sean dengan pelan-pelan.


"Kedua orang tuaku hiks....hiks....mereka diculik" ucap Xinxin dengan sedih.


"Diculik?" tanya Sean.


Xinxin memberikan secarik kertas yang ada ditangannya kepada Sean.


Sean dapat melihat apa yang tertera pasa secarik kertas tersebut dengan jelas.


"Ibumu ada ditangan kami, jika ingin mereka selamat datanglah ke area selatan dekat dermaga kapal dalam gudang no 19"


Melihat apa yang tertera pada kertas tersebut membuat Sean tidak bisa untuk tidak bertanya tentang siapa orang yang melakukan hal ini pada Xinxin.


"Apakah kau tahu ini ulah siapa?" tanya Sean.


Xinxin menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban atas pertanyaa Sean barusan.


"Jika begitu, biarlah aku pergi kesana sendirian dan kau tunggu saja di hotel bersama kakek serta paman dan bibiku" perintah Sean.


"Tuan muda Sean, aku mohon bawa kembali kedua orang tuaku dengan selamat" pinta Xinxin.


"Aku mengerti, sekarang aku akan mengantarmu ke hotel terlebih dahulu sebelum aku pergi ke dermaga" perintah Sean.


"Hm, baik" jawab Xinxin.


Akhirnya mereka kembali ke hotel tempat menginapnya Sean dan keluarga, selepas menitipkan Xinxin pada sang kakek serta paman dan bibinya. Sean langsung pergi ke lokasi yang tertera pada secarik kertas sebelumnya.


Dalam perjalanan menuju kesana dengan menggunakan taxi, Sean menelpon Mao Chengtian.


"Halo, harimau putih" ucap Sean begitu sambungan telpon berhasil tersambung dengan tujuan.


"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu untuk anda?" tanya Mao Chengtian dengan sopan, bahkan sampai-sampai memanggil Sean dengan tambahan tuan muda.


"Aku butuh pasukan untuk melakukan penyergapan sekaligus penyelamatan" ucap Sean.


"Anda ada dimana sekarang? Saya akan segera kesana dengan membawa pasukan" jawab Mao Chengtian.


Sean kemudian memberikan lokasinya, dan menjelaskan rencananya pada Mao Chengtian.


Beruntung Mao Chengtian sudah pulih dan tengah berada di Kota Yu untuk melakukan kegiatan bisnis.


Jadi tidak akan butuh waktu lama baginya untuk datang dengan membawa pasukan ke lokasi yang diminta oleh Sean.


Selesai dengan urusan mencari bantuan, Sean menggunakan layanan sistem pertama miliknya hari ini untuk mencari tahu sebuah informasi.


"Sistem aku ingin gunakan layanan sistem pertamaku hari ini untuk mendapatkan segala informasi mengenai orang-orang atau kelompok yang telah menculik kedua orang tua Xinxin ini"


{Layanan diberikan}


Layar biru muncul dihadapan Sean dengan memunculkan semua informasi yang dibutuhkan olehnya.


Dengan tenang Sean membaca semua infomasi yang ada hingga selesai, dan dapat menyimpulkan sesuatu.

__ADS_1


"Jadi ini ulah dari orang diruangan VIP 5 semalam.Hei Mao, akan kubuat kau menderita!"


"Sistem gunakan layanan sistem keduaku hari ini untuk membuat semua harta kekayaan milik keluarga dari Hei Mao ini beralih tangan menjadi milik diriku"


{Layanan diberikan}


Sean memasang seringai jahat diwajahnya.


"Penderitaanmu akan segera dimulai!"


... ------------...


Selepas menempuh perjalanan cukup lama, Sean sudah tina di lokasi dan kini tidak langsung menuju gudang no 19.


Melainkan dirinya pergi menemui Mao Chengtian terlebih dahulu yang sudah tiba di lokasi dan berkumpul bersama dengan pasukan yang dibawanya di gudang no.18.


Sesampainya Sean di gudang no.18 kini langsung disambut Mao Chengtian dan pasukan yang dibawanya.


"Selamat datang tuan muda" sapa mereka semua.


"Hm" jawab singkat Sean.


Mao Chengtian berjalan mendekat kearah Sean dan bertanya "apa perintah anda tuan muda?"


"Mudah saja, cukup berikan pelajaran yang kejam pada mereka semua dan jangan beri ampunan" jawab Sean tegas.


"Baik tuan, saya mengerti" jawab Mao Chengtian.


Mereka langsung bergerak menunu gudang no.19 yang kurang lebih berjarak sekitar 25meter saja dari gudang no.18.


Sean dengan semua orang yang dibawanya dengan terang-terangan menerobos masuk lewat pintu depan dan para penjaga di luar sudah di lumpuhkan.


Sampai didalam dapat Sean lihat ada sekitar 50 orang dengan berbagai senjata ditangan mereka, namun tidak ada senjata api.


Dan termasuk disana ada seorang pria muda dengan pakaian orang kaya tengah berdiri menatap kearah Sean dan rombongan yang baru saja datang.


Begitu pria sombong itu melihat siapa sosok disamping Sean, dirinya langsung dibuat lemas.


Bahkan lututnya seakan dibuat tidak kuat menopang beban berat ditubuhnya hingga membuatnya ambruk seketika dengan tubuh bergetar lemas.


"T-uan....Ma-o" ucap pria yanga terlihat seperti jelly lembek itu sekarang dengan suara lemasnya.


"Benar tuan, dia adalah anak dari salah satu keluarga aya disini. Namun itu masihlah bukan masalah bagi kami" jawab Mao Chengtian.


"Kalau begitu aku serahkan dia dan orang-orangnya untuk kau urusi, kau tahu harus berbuat apa bukan?" ucap Sean sambil berjalan santai melewati semua orang yang berada di pihak Hei Mao hingga sampai di samping kedua orang paruh baya.


Sementara Sean membebaskan kedua orang tua Xinxin, Mao Chengtian dan seluruh orang yang dibawanya tengah memberikan pelajaran fisik pada Hei Mao dan orang-orangnya.


Hei Mao dan orang-orangnya tidak bisa untuk tidak berteriak kesakitan, karena seluruh tubuh mereka dijadikan samsak pukulan hidup oleh Mao Chengtian dan para bawahan yang dibawanya.


Sean seolah tidak perduli dengan semua itu dan memilih membawa kedua orang tua Xinxin pergi dari dalam sana meninggalkan Mao Chengtian dan para bawahannya yang sedang memberikan pelajaran fisik pada Hei Mao dan anak buahnya.


Selepas keluar dari dalam gudang, Sean menelpon Xinxin dan menyuruhnya datang kesana sambil membawa mobil sebagai jemputan.


Dengan senang hati Xinxin berusaha secepat mungkin untuk tiba disana dan menjemput Sean dengan kedua orang tuanya yang sudah berhasil diselematkan oleh Sean.


... -------------...


Setelah kejadian sebelumnya, Sean sekarang sudah berada di kamar hotelnya sedang beristirahat. Sementara itu Xinxin beserta keluarga sudah pulang kerumah mereka masing-masing.


Sean juga memberikan Xinxin uang untuk digunakan sebagai modal membuka usaha baru yang akan dijalankan bersama dengan keluarganya sendiri.


{Anda bukankah terlalu munafik?}


Mendengar ucapan Sistem membuat Sean mengerutkan keningnya karena heran dengan sikap sistem.


"Tumben kau bisa berkat bergitu pada tuanmu ini" jawan Sean sambil beralih posisi dari berbaring diatas kasur menjadi duduk.


{Karena anda seperti tidak puas dengan dua wanita malah hampir saja memakan wanita lain disaat anda jauh dari kedua wanita anda}


"Namanya manusia pasti akan mengalami yang namanya ujian dan cobaan"


Sistem tidak lagi bersuara apapun.


Sean yang baru selesai berbicara dengan sistemnya mendapatkan panggilan video dari Xu Qin.

__ADS_1


Senyuman mengembang dibibirnya melihat siapa yang menelpon dirinya.


Langsung saja dirinya jawab panggilan video tersebut, dan kemudian terlihatlah dua orang wanita cantik di layar ponselnya.


"Halo kalian" sapa Sean.


"Sayang kenapa gak nelpon kami sih, kami kan kangen!" ucap Luoxue.


"Ah soal itu aku kemarim sibuk dengan acara lelangnya" jawab Sean.


"Apakah kamu dapat barang bagus disana?" tanya Xu Qin.


"Ya begitulah" jawab Sean.


"Jangan lupa belikan kami hadiah" ucap Luoxue.


"Apa yang kalian mau?" tanya Sean.


"Terserah kamu yang penting romantis kesannya" jawab Xu Qin dengan cepat.


Sean tersenyum dan menjawab "Baiklah akan kucarikan semampu diriku" jawab Sean.


Mereka terus mengobrol bersama-sama hingga matahari mulai terbenam dan waktu mulai malam.


Sampai akhirnya panggilan video berakhir, Sean sekarang mendengar panggilan dari sang kakek.


"Sean kau didalam?" tanya sang kakek memanggil.


Sean keluar dari kamarnya dan menemui sang kakek yang berdiri didepan pintu.


"Kenapa kek?" tanya Sean.


"Kau mau ikut makan malam?" tanya Sean.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap sebentar" jawab Sean.


Seusai bersiap-siap sejenak, Sean dengan seluruh keluarganya pergi makan malam bersama di restoran yang ada di hotel tersebut.


Selesai makan malam mereka kembali lagi kedalam kamar masing-masing.


Sean tidak langsung tidur, dan tengah berbicara dengan sistem.


"Hey sistem, bisa buatkan aku satu set perhiasan lengkap untuk Xu Qin dan Luoxue dari giok yang aku dapatkan sebelumnya di perjudian batu?"


{Layanan diberikan}


Kemudian muncullah dihadapan Sean dua set perhiasan lengkap untuk wanita dari bahan giok yang dimiliki Sean sebelumnya, jujur saja dua set perhiasan tersebut sangatlah cantik dan indah.


"Terimakasih Sistem"


{Sama-Sama}


"Ah benar juga, uang ku sebelumnya terpakai banyak jadi tolong isi ulang sistem"


{Ini akan menggunakan layanan sistem anda yang ketika hari ini}


"Tidak masalah" jawab Sean santai.


{Layanan diberikan}


{100 Triliun uang telah ditambahkan dalam aset kekayaan anda di bank internasional}


"Hahahah....harta dan tahta, bahkan wanita bukanlah hal sulit bagiku dengan adanya dirimu Sistem"


{Sudah menjadi tugas saya membantu anda berubah dari kesusahan menjadi hidup dengan penuh kelebihan}


Sean yang mendengar perkataan sistem begitu senang dan memasang senyuman bahagianya, sebelum pada akhirnya memilih untuk tidur karena hari sudah malam dan dirinya merasa cukup mengantuk juga lelah.


Sedangkan tanpa Sean sadari akibat perbuatannya tadi siang yang menghancurkan satu keluarga besar di kota Yu ini, telah sukses membuat kegemparan publik di kota Yu.


Apalagi bagi orang-orang kalangan atas dan empat keluarga besar lainnya, mereka benar-benar terkejut sekali mendengar kabar kehancuran keluarga Hei di kota Yu ini yang merupakan salah satu keluarga kaya yang mereka tahu dan memiliki kekuasaan yang tidaklah sedikit.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2