LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 35


__ADS_3

Barang yang di lelang makin berasa menarik perhatian dirinya, namun masih belum ada yang menurutnya pantas untuk dibeli.


Sampai ketika sang pembawa acara mengumumkan bahwa akan memasuki sesi yang ditunggu-tunggu.


Sebab acara lelang akan mulai melelang barang-barang 10 terbaik di malam itu.


"Kakek, apakah barang yang kakek incar ada diurutan 10 terakhir ini?" tanya Sean.


"benar, jadi akan kakek dapatkan dengan segala usaha" jawabnya.


Sean akhirnya diam dan ikut memperhatikan kembali jalannya acara lelang saat ini, dimana barang urutan 10 adalah sebuah mangkuk porselen biru yang memiliki sejarah panjang di kekaisaran china dulu.


Karena mangkuk porselen biru tersebut dibuat oleh seorang pengrajin ternama yang selalu berhasil dalam membuat berbagai karya-karya hebat apapun jenisnya itu.


"Apakah itu barang yang kakek incar?" tanya Sean.


Sang kakek menggelengkan kepala sebagai jawaban, Sean kembali diam dan terus memperhatikan jalannya acata lelang.


Mangkuk porselen biru itu sendiri terjual dengan harga tinggi, yaitu sekitar 100jt dan berhasil didapatkan oleh salah satu orang diruangan VIP.


Setelah mangkuk porselen terjual acara lelang terus berlanjut hingga barang ke 9,8,7,6 sampai barang kelima sang kakek membuka suara.


"Itu barang yang kakek incar" ucapnya sambil tersenyum.


Sean dapat lihat bahwa barang kelima ini adalah sebuah lukisan, namun dapat Sean tebak bukan sembarang lukisan saja.


"Sistem gunakan apprisial pada lukisan itu" ucap Sean.


{Nama : Lukisan Dua Belas Qi}


{Kualitas : Special}


{Merupakan karya lukis dalam bentuk landscape serta memiliki nilai sejarah yang tinggi di era kekaisaran china terdahulu}


Melihat apa yang tertera pada Apprisial mengenai lukisan yang menjadi incaran sang kakek, membuat Sean sangat-sangat terkagum.


"Pilihan yang bagus kakek" puji Sean.


Sang kakek hanya tersenyum dan mulai ikut menawar harga lukisan tersebut bersaing dengan para peserta lelang lainnya.


Sampai harga yang diajukan benar-benar tinggi sekali untuk sebuah lukisan bersejarah.


Sang kakek yang tidak bisa lagi ikut dalam penawaran merasa sedih karena akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan barang yang di idam-idamkannya saat menghadiri acara lelang kali ini.


Sean yang melihat itu tidak bisa tinggal diam begitu saja bukan? Jadi dirinya ikut menawar harga.


"25 Milyar" ucap Sean membuka harga.


Semua orang yang mendengar tawaran harga yang diajukan oleh Sean sangat-sangat terkejut, karena masih ada yang berani membuka harga walau sudah setinggi itu.


Begitu juga dengan sang kakek serta paman dan bibinga yang ikut terkejut dengan kelakukan Sean yang ikut menawar harga.


"Nak, kau bukankah terlalu berlebihan?" tanya sang paman.


"Paman tidak usah risau, aku akan dapatkan lukisan itu untuk kakek" jawab Sean dengan nada santai.


Sementara diruangan VIP 5 yang sebelumnya hampir berhasil mendapatkan lukisan tersebut sekarang merasa marah sekali, karena ada orang yang berani bersaing dengan dirinya saat akan berhasil mendapatkan barang atau hal yang diinginkannya.


Jadi dengan perasaan penuh emosi serta nada arogant yang tak mau kalah, orang di VIP 5 menaikan harga lebih tinggi sedikit dari harga yang ditawarkan oleh Sean.


"2,6 Milyar!" teriak orang di VIP 5.


Sean tersenyum saat mendengar orang di ruangan VIP 5 berani menaikan harga kembali.


"Ini akan menjadi menarik" gumam Sean dalam hatinya.


Lalu Sean kembali buka suara untuk menaikan harga kembali.


"3 Milyar" ucap Sean santai memasang harga sebesar itu untuk lukisan yang sangat diinginkan sang kakek.


"Tuan muda Sean, bukankah anda terlalu menghambur-hamburkan uang?" sekarang giliran Xinxin yang buka suara untuk mencoba mengingatkan Sean agar tidak berlebihan.


"Hahahah, Xinxin kau tidak usah cemas karena aku tidak akan jatuh miskin hanya karena menukar beberapa milyar untuk sebuah lukisan yang begitu diinginkan oleh keluargaku" jawab Sean dengan santai.


Ucapan Sean membuat keluarganya terdiam, begitupun dengan Xinxin.

__ADS_1


Sean yang baru saja menaikan harga penawaran tidak ada yang berani menawar lagi setelahnya.


Jadi lukisan tersebut resmi dimiliki oleh dirinya yang kemudian diserahkan kepada sang kakek setelah dibayar.


Sang kakek teramat senang dengan pemberian sang cucu.


Sean kemudian kembali memperhatikan barang berikutnya yang akan dilelang.


Sampai barang ke 4,3,2 dan pada barang ke 1 begitu keluar dan diperlihatkan pada semua peserta lelang.


Sistem mengatakan sesuatu yang mengejutkan Sean.


{Tuan anda harus dapatkan barang itu}


Sean yang merasa heran dengan perkataan dari sistem tidak bisa untuk tidak bertanya padanya.


"Mengapa begitu?"


{Pokoknya anda harus mendapatkan barang itu untuk sistem!}


Nada sistem terdengar marah bagi Sean, bahkan layar yang biasanya muncul berwarna biru kini malah berubah menjadi merah.


"Baiklah akan kudapatkan untukmu sitem"


Sang pembawa acara lelang mulai menjelaskan barang terakhir yang akan dilelang sekarang.


Barang itu merupakan stempel naga, dan merupakan barang yang teramat sangat bersejarah sekali dalam kekaisaran zaman dahulu.


Para peserta lelang di ruangan elit dan VIP mulai memasang harga mereka untuk barang tersebut, sedangkan para peserta lelang di kursi biasa hanya bisa menonton saja jalannya pelelangan sekarang ini.


Hingga ketika harga menyentuh angka 45 Milyar, rata-rata orang-orang tidak lagi memasang harga. Dan kini Sean merasa ini adalah giliran dirinya untuk kembali membuka suara.


"50 Milyar" ucap Sean memesang harga untuk stempel tersebut.


Lagi dan lagi orang di ruangan VIP 5 merasa geram dengan orang yang berada di ruangan elit yang tidak lain tidak bukan adalah ruangan tempat keberadaan Sean sekarang.


Karena lagi-lagi barang yang hampir dirinya dapatkan dengan mudah harus direbut kembalu oleh orang sama seperti sebelumnya.


Sean sendiri tidak peduli akan hal-hal lainnya, karena baginya di pelelangan yang punya banya uanglah yang akan menang.


Orang diruangan VIP 5 kembali pasang harga lebih tinggi sedikit dari Sean.


"50,1 Milyar" teriak orang di ruangan VIP 5.


Sean tersenyum dan membalas "50,2 Milyar"


Orang di VIP 5 kembali pasang harga, namun kali ini disertai sebuah ancaman.


"50,3 Milyar, kau yang berada diruangan elit sebaiknya berhenti menawar harga jika tidak ingin berurusan dengan diriku setelah ini!!" ancamnya.


Namun Sean tidaklah ketakutan, dan malah menjawab "50,5 Milyar, jika kau punya uang teruslah bersaing denganku" provokasi Sean.


Merasa geram karena ancamannya tidak dihiraukan membuat orang di VIP lima berteriak "kau akan kuhabisi setelah ini!!"


Sean tidaklah perduli dan menunggu hasil pelelangan stempel tersebut yang pada akhirnya menjadi miliknya setelah palu diketuk tiga kali sebagai keputusan akhir.


Sean segera membayar stempel tersebut dengan trasnfer dan langsung mengamankan stempel tersebut.


Acara lelang berakhir, Sean dengan rombongan pergi meninggalkan gedung tempat diselenggarakannya acara pelelangan itu dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Sean masihlah ditemani oleh Xinxin sekarang.


Sean memeriksa apa yang spesial dari stempel tersebut sampai-sampai sistem begitu menginginkan benda tersebut untuk didapatkan olehnya.


"Sistem ini barangmu"


Wush!


Seketika stempel dilengan Sean menghilang entah kemana dan muncul layar sistem dengan tulisan.


{Carilah dua benda spesial lagi atas permintaan sistem}


"Benda apa lagi yang dua itu?"


{Satu adalah pasir emas}

__ADS_1


{Kedua adalah embun 100 tahun}


"Kenapa tidak kau buat atau munculkan saja sendiri dengan fungsi layanan sistem?"


{Ketiga barang ini spesial sehingga tidak bisa dipanggil atau dibuat dengan cara layanan sistem}


Sean yang sedang duduk di ruangan tengah dihampiri Xinxin yang datang membawa secangkir teh untuk dirinya.


"Tuan muda Sean, ini teh anda" ucap Xinxin sambil menyajikan segelas teh diatas meja tepat dihadapan Sean.


"Xinxin duduklah disini" pinta Sean pada Xinxin sambil memberikan kode dengan menepuk-nepuk pahanya.


Xinxin paham apa yang dimaksudkan oleh Sean, bahkan wajahnya sampai merona merah saat ini.


"b-aik tuan muda" jawab Xinxin sambil duduk dipaha Sean sesuai permintaannya.


Sean tersenyum dan melingkarkan lengannya di pinggang Xinxin, sambil kemudian meminum teh hangat miliknya.


Xinxin sendiri hanya diam saja saat ini.


Setelah meminum seteguk teh hangatnya, Sean menaruh kembali gelas berisi teh hangatnya diatas meja.


Lalu menatap kearah Xinxin dan bertanya "kau punya kekasih?"


"T-idak tuan muda" jawab Xinxin dengan agak malu-malu da wajah sudah benar-benar merona merah karena malu.


"Kenapa kau menuruti perkataanku untuk duduk dipangkuanku? padahal aku bukanlah tuanmu dan hanya sekedar sahabat saja bagimu" tanya Sean.


"I-itu kar-ena.....sa-" ucapan gugup Xinxin dipotong oleh Sean.


"Karena kau menyimpan rasa suka padaku bukan?" tanya Sean menebak.


Deg!


Xinxin merasa jantungnya mendadak berhenti berdetak selama sesaat sebelum lada akhirnya berdebar dengan begitu kencang karena isi hatinya telah tertebak oleh orang yang dirinya sukai.


Xinxin tidak mampu menjawab dan hanya bisa diam saja dengan posisi kepala dan pandangan menunduk.


Sean tersenyum karena sepertinya tebakan dirinya benar, dan dengan doronga yang entah berasal darimana.


Sean menarik wajah Xinxin keatas agar mereka bisa saling berpandangan dan saling bertatap muka dalam satu garis lurus tanpa dihalangi hal apapun.


Perlahan Sean mendekatkan wajahnya kearah wajah Xinxin, Xinxin tahu situasi seperti apa sekarang ini.


Jadi dirinya dengan hati berdebar-debar menerima perlakuan apapun saja yang akan dilakukan Sean padanya malam ini.


Sean yang tidak mendapatkan penolakan merasa jalannya terbuka lebar, dan mendaratkan satu kecupan di leher Xinxin.


Yang mana sukses membuat Xinxin mengeluarkan suara merdu yang tertahan.


Sean yang hampir kelewatan batas dihentikan oleh Sistemnya.


{Hentikan Tuan!!}


Seketika Sean tersadar dengan apa yang dirinya hampir lakukan saat ini pada Xinxin atau bersama dengan Xinxin.


Dengan segera Sean menjauhkan tubuhnya dari tubuh Xinxin, bahkan Xinxin merasa aneh dengan perubahan sikap yang ditunjukan secara tiba-tiba oleh Sean saaat ini.


"Tu-an muda...." panggil Xinxin.


"Maaf, aku terlalu bersemangat dan berlebihan padamu Xinxin" jawab Sean.


"Jika tuan mau lebih silahkan, saya tidak akan menolak anda" ucap Xinxin yang memang sudah terbuai dengan suasana barusan.


Sean menggelengkan kepalanya dan berkata "maaf tidak bisa, dan segera tidurlah di kamar"


Selesai berkata begitu Sean pergi masuk kedalam kamarnya, begitupun dengan Xinxin.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2