
Saat ini Sean tengah streaming di salah satu platform siaran langsung, dan para penonton yang melihat kemampuan bermain game dari Sean yang begitu hebat sangat kagum.
Dan ditambah ketika melihat posisi Sean saat ini makin membuat orang beramai-ramai datang ke chanel siarannya.
"Sayang mereka begitu ramai" ucap Yun Zi melihat kolom komentar live.
Sean melirik kearah yang dimaksudkan oleh Yun Zi dan benar saja disana banyak sekali komentar yang mengatakan berbagai hal.
Dan bahkan lebih mengejutkannya lagi adalah banyaknga orang yang datang kedalam room siaran langsung miliknya saat ini.
"Sepertinya kita telag membuat keributan" ucap Sean.
"Hihihi....Biarin aja mereka, kamu terus aja main" jawab Yun Zi.
Sean akhirnya lanjut bermain dengan cuek tanpa memperhatikan kolom komentar.
Hingga setelah satu jam lamanya Sean berhenti bermain game dan mencoba untuk menyapa para penonton room siaran langsung miliknya saat ini yang sudah menembus 1,4 jt penonton.
"Hallo semua....Namaku Sean dan ini adalah kekasihku Yun Zi" ucap Sean memulai dengan perkenalan diri.
Langsung saja di kolom komentar banjir dengan kata-kata sapaan mereka juga dengan berbagai kata-kata.
Sampai Sean melihat salah satu komentar yang berisi "Apakah kalian sepasang kekasih?"
"Kami kekasih dan akan segera menikah" jawab Sean.
Seketika begitu kata-kata itu terucap oleh Sean secara langsung dari mulutnya, banyak para penonton yang memberikan komentar dengan emoji patah hati.
Sean dengan Yun Zi yang melihat semua itu hanya bisa tertawa saja karena merasa lucu dengan mereka semua yang tengah berkomentar sekarang ini.
Kembali Sean dengan Yun Zi melihat-lihat kolom komentar dan Yun Zi membaca salah satu komentar dari para penonton room siaran langsung milik Sean saat ini.
"Kakak Yun yang cantik tolong cium kakak ganteng Sean dong"
Yun Zi melirik kearah Sean yang mana melirik kearah dirinya juga saat ini.
Mereka tersenyum bersamaan seolah memberikan kode satu-sama lain.
Lalu Yun Zi mencium pipi sebelah kanan Sean dengan lembut sebentar.
Kejadian itu disaksikan oleh banyak orang dalam room siaran langsung milik Sean, dan mereka dibuat heboh dengan apa yang mereka semua lihat saat ini dihadapan layar handphone dan layar monitor komputer mereka.
Sean memilih untuk mengakhiri acara livie streaming dan pamitan pada semuanya.
"Baiklah semuanya, acara live ini akan segera berakhir jadi kami pamit. Kami ucapkan terimakasih pada kalian semua yang sudah mampir di sini dan sampai jumpa lagi di lain waktu"
Selepas closing, Sean mengakhiri kegiatan live streaming dan membawa Yun Zi dalam pangkuannya keatas tempat tidur.
"Kenapa malah ketempat tidur?" tanya Yun Zi yang berada dalam pelukan Sean.
"Hanya ingin rebahan dan sambil memeluk kamu yang gemas dan imut" jawab Sean sambil mempererat pelukan dirinya pada Yun Zi.
Hingga tidak terasa oleh keduanya karena saking nyaman satu sama lain dalam posisi berpelukan seperti itu, baik Yun Zi maupun Sean sampai tertidur pulas dalam posisi berpelukan.
... --------...
Sekitar pukul 5 sore Sean bangun dari tidurnya.
Nampak Yun Zi sudah tidak ada disampingnya.
"Apakah dia sudah pulang?"
Sean langsung pergi cuci muka dan kemudian keluar kamar untuk melihat apakah Yun Zi sudah pulang atau masih ada dirumahnya.
Sampai diruangan keluarga, Sean mendapati Yun Zi disana tengah mengobrol dengan sang Qin Wei sang ibu.
"Kamu sudah bangun" ucap Qin Wei.
"Iya, ayah kemana?" tanya Sean.
"Katanya ada urusan jadi pergi keluar" jawab Qin Wei.
"Yun Zi kamu mau menginap disini sayang?" tanya Qin Wei.
__ADS_1
"Apakah boleh aku menginap ibu?" tanya Yun Zi balik.
"Kenapa enggak boleh, kamu bisa tidur dengan Sean jika mau" jawab Qin Wei.
"Kalau begitu aku mau" jawan Yun Zi dengan semangat.
Sean hanya diam dan memilih untuk tidak berkomentar apalun soal percakapan mereka.
Sampai Sebas menelpon dirinya.
"Aku angkat telpon dulu" ucap Sean sambil berlalu pergi dari ruang keluarga menuju ke halaman depan rumah.
"Halo Sebas, ada apa?" tanya Sean.
"Ada yang perlu saya laporkan tuan muda, ini soal Fang Zu" jawabnya.
"Fang Zu..........Kenapa dengan Fang Zu itu?" tanya Sean.
"Sepertinya setelah dia dihancurkan oleh anda hidupnya, sekarang ini dia pergi ke ketempat kakeknya" jelas Sebas.
"Lalu dimana masalahnya itu?" tanya Sean heran.
"Masalahnya ada pada kakek dari Fang Zu, itu karena kakeknya itu salah satu dari tiga penguasa dataran china ini tuan" lapor Sebas.
"Baiklah terimakasih atas informasinya, dan perintahku sekarang untuk kalian adalah bersiaga dalam keadaan penuh dan waspada terhadap segala hal dan kemungkinan yang bisa daja terjadi kapanpun itu" perintah Sean melalui panggilan telpon pada Sebas.
"Baik tuan" jawab Sebas.
Sean kemudian mematikan sambungan telpon dan bertanya pada sistem.
"Sistem kenapa ini bisa begini, Bukankah sebelumnya kau sudah mengirimkan semua data dan informasi lengkap mengenai Fang Zu padaku?"
{Orang yang dikatakan Sebas bukanlah kakek dari Fang Zu}
"Lalu siapa dia itu?"
{Big Lao}
{Merupakan salah satu dari tiga penguasa dataran china dan Fang Zu sendiri baru bergabung dengan Big Lao ini seminggu yang lalu}
{Itu karena Big Lao sendiri tidak terlalu menganggap keberadaan dari Fang Zu dan tidak terlalu memperdulikan sosoknya}
"Jadi bisa dibilang Fang Zu adalah orang yang tengah berusaha masuk kedalam sayap bisnis dan kekuasaan milik Big Lao ini?"
{Benar}
"Dan itu baru dia mulai seminggu yang lalu, bahkan tidak sempat diselesaikan ambisinya karena sudah aku bereskan terlebih dahulu dirinya dan beserta kekuasaannya itu"
{Benar}
"Lalu menurut analisismu apakah Big Lao akan membantu Fang Zu sekarang ini?"
{Tidak akan}
"Kenapa bisa begitu?"
{Karena Big Lao sendiri tahu apa yang sudah diperbuat oleh Fang Zu sehingga berakhir seperti sekarang}
"Jadi aku bisa simpulkan keberadaan diriku juga sudah terendus dan diketahui oleh tiga penguasaa utama dataran china ini, benar begitu bukan sistem?"
{Benar}
"Kalau begitu sebaiknya aku tidak melakukan gerakan besar terlebih dahulu sementara ini, dan bahkan berusaha untuk menutup diri dan hidup dalam keadaan biasa saja"
{Kenapa anda harus melakukan sampai sejauh itu?}
"Haaaah....Bukannya aku tidak ingin meratakan dan membereskan mereka semua dengan Layanan Sistem, namun aku hanya ingin setidaknya bersantai saja dalam kehidupan kedua ini"
Sistem tidak menyahut lagi omongan dari Sean.
"Sayang habis telponan dama siapa?" tanya Yun Zi yang baru saja datang menghampiri dirinya di luar.
"Itu orang kantor dan hanya membahas beberapa hal mengenai pekerjaan" jawab Sean berbohong.
__ADS_1
"Begitu....." jawan Yun Zi dengan mudahnya percaya atas ucapan sang kekasih barusan, padahal adalah sebuah kebohongan belaka.
"Bagaimana kalau kita jalan?" tanya Sean.
"Gak mau ah, mendi diem dirumah dan bermesraan dengan kamu" jawab Yun Zi.
Sean tersenyum dan kemudian mengajak masuk Yun Zi kedalam rumah kembali, lalu mereka menonton film bersama diruangan kelarga.
Sementara itu Qin Wei tengah memasak makan malam untuk mereka makan, Yun Zi yang mengetahui hal itu dengan inisiatif pergi membantu sang ibu mertua dan meninggalkan Sean sendirian menonton film.
Tapi siapa sangka saat sedang asik menyaksikan film yang diputar malah acaranya terpotong oleh sebuah acara berita dadakan yang disiarkan oleh stasiun televisi.
Berita itu menerangkan sebuah informasi mengenai sebuah aksi-aksi keji para penjahat di wilayah pinggiran bagian selatan negara ini.
Melihat kejadian tersebut membuat Sean jadi penasaran dan ingin tahu apa tujuan penyerangan yang dilakukan itu.
"Sistem apa kau bisa beritahukan aku informasi mengenai apa yang sebenarnya diincar oleh para penjahat itu?"
{Menurut informasi yang didapatkan oleh sistem mereka hanyalah ingin berbuat onar dan kekacauan saja}
"Huft....bereskan mereka itu dan gunakan layanan sistem gar lebih cepat membereskan mereka semua itu"
{Layanan diberikan}
Acara televisi kembali normal dan membuat Sean dengan bahagia kembali menonton acara televisi saat ini.
... ----------...
Setelah makan malam bersaa seluruh anggota keluarga, Sean dengan Yun Zi sudah berada didalam kamar milik Sean.
"Sayang, kamu gak ada kepengen buat ngelakuin itu?" tanya Yun Zi memancing.
"Sekarang belum atau lebih tepatnya belum waktunya" jawab Sean.
"Begitu...." jawab Yun Zi.
Sean menarik Yun Zi kedalam pelukan hangatnya dan mengusap bagian belakang kepalanya sambil berkata "jangan sedih begitu, nati juga itu kita lakuin bersama"
"Ehm" jawab Yun Zi dengan singkat sambil menganggukan kepalanya daam dekapan hangat Sean.
Mereka akhirnya memilih untuk tidur dengan saling berpelukan.
Keesokan pagi harinya.
Sean dengan Yun Zi sudah bangun di pagi hari, kemudian Sean berkata pada Yun Zi untuk mandi terlebih dahulu karena dirinya akan pergi jogging keliling komplek terlebih dahulu.
Yun Zi tidak masalah dan hanya menurut.
Sean kemudian berganti pakaian dengan setelan olahraga, kemudian memulai pemanasan tubuh sebelum aktifitas olahraga yang berat.
Seledai pemanasan langsung Sean pergi jogging dengan santai keliling komplek perumahan tempatnya tinggal.
Lebih tepatnya Sean berlari keliling komplek perumahan dengan santai itu untuk sekalian olahraga menjaga tubuh saja, karena sudah lama juga tidak marasakan olahraga.
Namum saat tiba di taman komplek, Sean menemukan sebuah kejadian yang terbilang tindak krimanal.
Dimana ada seorang wanita yang hampir dilecehkan oleh dua orang pria mabuk disana.
Dan dengan mudah Sean memukul kedua pria mabuk tersebut hingga tidak sadarkan diri.
Sean melirik kearah wanita yang dirinya tolong barusan dan berniat menanyakan kondisinya apakah baik-baik saja atau ada yang luka tidak?
Namun ketika dilihat betul-betul dengan begitu jelas, wajah dari perempuan yang dirinya tolong itu tidaklah asing, sehingga setelah diperhatikan sejenak sambil mencoba memgingat-ngingat siapa perempuan dihadapnnya ini.
Sean bisa mengingatnya bahwa perempuan yang ada dihadapan dirinya saat ini mirip dengan Ningguang yang dirinya kenal di kehidupan pertamanya.
"Sistem apakah ini hanya kebetulan?"
{Dia bukanlah wanita bernama Ningguang yang anda kenal di kehidupan pertama anda tuan}
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.