LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 88


__ADS_3

Mendengar ucapan Kaguya membuat Sean mengerutkan keningnya.


"Jika begitu keinginan dirimu, maka apa tujuan dirimu menciptakan dunia cermin ini?" tanya Sean.


"Tujuan diriku menciptakan dunia cermin adalah untuk melindungi sesuatu" jawab Kaguya.


"Apa itu?" tanya Sean.


"Ada sebuah ramalam di klan kami, dimana ada sebuah kekuatan hebat di planet bernama bumi dan itu dikatakan adalah kekuatan yang begitu luar biasa" jawab Kaguya.


"Kekuatan?" tanya Sean.


"Iya, sebuah kekuatan hebat yang dikatakan bisa mengabulkan segala keinginan kita hanya dengan permohonan saja" ucap Kaguya.


"Mana ada kekuatan hebat seperti itu di planet bumi yang mana semuanya rata-rata manusia biasa saja" jawab Sean.


"Aku tahu soal itu, karena aku juga bisa tahu bahwa di planet bumi ini aku tidak merasakan kekuatan kuat apapun" jawab Kaguya.


"Lalu kenapa masih saja melakukan serangan dunia cermin ini?" tanya Sean.


"Karena lebih baik aku bersiaga sebelum terlambat" jawab Kaguya.


"Sekarang apakah kita masih perlu bertarung?" tanya Sean.


"Itu tergantung pada apa tujuanmu disini?" tanya Kaguya.


"Menghentikan dunia cermin" jawab Sean.


"Jika itu tujuanmu kesini aku tidak akan biarkan" jawab Kaguya.


"Bagaimana jika kita membuat sebuah kesepakatan?" tanya Sean.


"Kesepakatan apa itu?" tanya Kaguya merasa penasaran.


"Kau hentikan dunia cermin ini, dan aku berjanji akan membantu dirimu melawan musuhmu?" tanya Sean.


"Apakah kau tahu siapa musuhku?" tanya Kaguya.


"Aku memanglah tidak tahu seperti apa dan siapa musuhmu itu, namun kita bisa bicarakan terlebih dahulu bukan?" tanya Sean.


"Baiklah dengarkan, musuh klan kami hanya satu" jawab Kaguya.


"Siapa dan seperti apa dia itu?" tanya Sean.


"Dia adalah kultivator jahat dari tanah iblis Mo Zuan" jawab Kaguya.


"Apakah dia lebih kuat dari dirimu atau pemimpin klanmu itu?" tanya Sean.


"Iya, bahkan bisa dikatakan dia dapat membunuh lawan hanya dengan tatapan matanya saja" jawab Kaguya.


"Sekuat itu?" tanya Sean.


Kaguya mengangguk mengerti sebagai jawabannya.


"Sebelum melanjutkan ceritamu itu, bisakah kita cari tempat yang sesuai terlebih dahulu?" tanya Sean.

__ADS_1


"Kau benar, ikuti aku" jawab Kaguya.


Keduanya melesat pergi dari sana dan menuju arah utara hingga keduanya tiba diatas gunung dan disana ada bangunan cukup besar namun terlihat sangat bagus dengan gaya bangunan china kuno.


Kaguya berhenti tepat dihalaman depan kediaman tersebut dan diikuti oleh Sean.


"Ayo masuk, ini adalah rumahku" jawab Kaguya.


Keduanya masuk kedalam kediaman tersebut dan duduk bersama di ruangan tamu sambil Kaguya menyuguhkan teh serta kue.


Sean dengan santai meminum teh yang disuguhkan oleh Kaguya, lalu menaruh kembali gelas diatas meja.


"Kau tidak takut aku meracuni dirimu?" tanya Kaguya.


"Kau pikir Immortal seperti kita bisa keracunan?" tanya Sean.


Kaguya tersenyum dan menjawab "beberapa racun bisa membunuh immortal seperti kita"


"Walau kau memang meracuni diriku dengan racun berbahaya sekalipun, aku tidak apa karena aku tetap bisa membunuhmu juga walau dalam keadaan sekarat karena racun sekalipun" jawab Sean.


Kaguya makin merasa orang dihadapannya ini sekarang sangatlah menarik, dan terdapat sedikit kepercayaan terhadapnya.


"Baiklah, kau bisa melanjutkan kembali kisah mengenai Mo Zuan serta kekuatan hebat yang kau sebutkan sebelunnya" ucap Sean.


Kaguya mengangguk mengerti dan kemudian mulai menjelaskan semuanya pada Sean, dari mulai ramalan soal kekuatan hebat itu di planet bumi sampai dengan kisah mengenai Mo Zuan.


Sehingga Sean dapat tahu bahwa Mo Zuan sebelumnya adalah bagian dari klan yang sama dengan kaguya dan merupakan orang kepercayaan pemimpin klan mereka.


Namun karena keserakahannya Mo Zuan, dirinya melakukan sebuah siasat licik kepada pemimpin klan sehingga membuatnya luka parah dan belum sadarkan diri sampai dengan sekarang setelah diserang secara tiba-tiba oleh Mo Zuan.


Bahkan bukan hanya itu saja, Mo Zuan juga mencuri Kristal Magis milik klan mereka dan diserap langsung olehnya sampai tubuhnya tidak bisa menahan kekuatan dari kristal magis yang diserapnya.


Sehingga sekarang keadaan telah berbalik, dimana Mo Zuan adalah yang memburu anggota klan mereka sekarang ini. Dan membuat Kaguya serta seluruh klannya harus senantiasa berhati-hati ketika keluar dari persembunyian mereka, agar tidak diketahui oleh Mo Zuan itu.


"Lalu bagaimana dia bisa menjadi iblis?" tanya Sean.


"Itu karena dirinya terlalu serakah akan kekuatan dan membuat obsesi dirinya terhadap kekuatan menjadi seorang maniac, dan ditambah energi berlebih pada tubuh akibat penyerapan kekuatan krisatl magis sebelumnya menjadikan dia hilang kendali atas kontrol kekuatannya dan berakhir dengan menjadi iblis yang kejam" jelas Kaguya.


"Jadi bagaimana soal kerjasama yang aku tawarkan padamu?" tanya Sean.


"Baiklah, aku terima tawaranmu itu" jawab Kaguya.


"Jadi bisa kau batalkan teknik dunia cermin ini?" tanya Sean.


"Tentu, tapi kau harus tahu sesuatu terlebih dahulu" jawab Kaguya.


"Apa itu?" tanya Sean.


"Harus ada yang dikorbankan untuk mengakhiri dunia cermin ini" jawab Kaguya.


"Apa yang kau butuhkan sebagai pengorbanannya?" tanya Sean.


"Ada dua hal yang bisa dipilih, satu adalah mengorbankan orang yang paling kau cintai dan aku tidak bisa melakukan hal itu karena tidak memiliki orang yang aku cintai saat ini" jelas Kaguya.


"Lalu yang kedua?" tanya Sean.

__ADS_1


"Kontrak suci" jawab Kaguya.


"Apa itu kontrak suci?" tanya Sean.


"Intinya adalah aku harus menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria dan sama-sama mengucapkan janji untuk hidup selalu bersama dalam keadaan apapun" jawab Kaguya.


"Seperti pernikahan saja" jawab Sean.


"Memang itu adalah pernikahan" jawab Kaguya santai.


Beda dengan Sean yang merasa terkejut dengan apa yang dirinya dengan dari Kaguya sekarang ini.


"Kalau begitu kau carilah pasangan" jawab Sean santai.


"Aku pilih kamu" jawab Kaguya.


"Baikla-!! Apa kau bilang?" tanya Sean kaget.


"Aku pilih kamu sebagai pasangan" jawab Kaguya santai.


"Tidak bisa" jawab Sean.


"Kenapa?" tanya Kaguya.


"Aku sudah punya istri" jawab Sean.


"Apa salahnya jika pinya dua?" jawab Kaguya.


"Pokoknya tidak bisa" jawab Sean tetap tegas.


"Kalau begitu berarti aku hanya bisa pilih opsi pertama untuk mengakhiri dunia cermin ini" jawab Kaguya santai.


"Tidak boleh juga!" teriak Sean.


"Lalu kau mau bagaimana untuk mengakhiri dunia cermin buatanku sendiri? membunuhku?" tanya Kaguya.


Sean sejenak terdiam dan kemudian berbicara dengan sistemnya.


"Apakah ada cara lain untuk menghentikan dunia cermin ini sistem?" tanya Sean.


{Tidak ada}


"Sial!"


Sean kemudian menimbang pilihan mana yang bisa dirinya ambil untuk situasi sekarang ini, jika dipikirkan daripada membunuh orang atau mengorbankan orang. Lebih baik dirinya mengambil pilihan kedua saja, terlebih dirinya tidak akan terlalu rugi.


Hanya saja dirinya harus siap menghadapi gelombang amarah dari Yun Zi serta keluarganya nanti di masa yang akan datang.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Kaguya.


"Pilihan Kedua" jawab Sean dengan santai.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2