
Sean dengan dua wanitanya saat ini baru saja berbaring diatas tempat tidur sehabis melakukan semua kegiatan melelahkan siang hari tadi.
"Sayang...." panggil Xu Qin.
"Kenapa?" jawab Sean.
"Boleh aku tahu alasan kenapa kamu ingin pernikahan kita dipercepat?" tanya Xu Qin.
"Karena aku ingin segera kalian menjadi milik diriku tanpa ada yang bisa merebutnya" jawab Sean.
"Begitu.....Jadi kamu takut kami berpaling darimu karena terpikat pria lain?" tanya Luoxue.
"Iya" jawab Sean jujur.
"Kamu juga punya rasa takut rupanya" jawab Luoxue.
"Tentu saja, kalau kedua wanitaku diambil oleh orang lain maka aku adalah pria bodoh" jawab Sean.
"Secinta itukah sama kami?" tanya Xu Qin.
"Iya" jawab Sean.
Mereka akhirnya setelah itu terus membahas banyak hal, sampai tertidur.
Keesokan pagi harinya.
Sean yang sedang duduk bersantai menonton televisi mendapatkan panggilan telpon dari sang kakek.
"Halo kakek, ada apa?" jawab Sean.
"Cucuku, kau mau ikut dengan kakekmu?" tanya sang kakek.
"Kemana?" tanya Sean yang merasa tertarik.
"Kakek akan pergi ke kota Yu untuk menghadiri acara lelang" jawab sang kakek.
"Sampai kapan acara itu akan dilakukan?" tanya Sean.
"Tidak lama, hanya sekitar 3 hari saja" jawab sang kakek.
"Baiklah, aku ikut" jawab Sean.
Selesai dengan obrolan di telpon, Sean menemui kedua wanitanya yang sedang berenang dihalaman belakang.
"Sayang....." panggil Sean.
Kedua wanitanta menghampiri sang kekasih dan menariknya masuk kedalam air.
"Kalian nakal sekali menarikku kedalam air ya" ucap Sean.
"Hihihihi.......gak papa biar kita berenang sama-sama" jawab Luoxue.
"Kenapa tadi manggil kami?" tanya Luoxue.
"Aku harus pergi dengan kakek ke kota Yu selama tiga hari" jawab Sean.
"Buat apa?" tanya Xu Qin.
"Menghadiri acara pelelangan" jawab Sean.
"Yaudah kamu pergi aja, biar urusan pernikahan kami yang siapkan" jawab Xu Qin.
"Aku gak mau kalian kecapean, jadi akan kusuruh orang saja untuk membereskan persiapan pernikahan kita" jawab Sean.
"Gak boleh! Biar aku sama adik Ji saja yang mengurus semuanya, kamu gak usah khwatir" jawab Xu Qin.
"Baiklah, tapi janji gak boleh kelelahan apalagi jika sampai sakit" jawab Sean mengingatkan.
"Kami mengerti, kamu tenang saja dan baik-baik disana" jawab Luoxue.
"Baiklah" jawab Sean.
Selama kurang lebih setengah jam mereka bertiga habiskan untuk bersenang-senang bersama di kolam renang, sampai mereka memutuskan menyudahi kegiatan berenang.
Sementara kedua wanita bersantai hari itu dirumah, Sean sendiri pergi menuju kediaman sang kakek sebelum akhirnya nanti pergi bersama-sama menuju kota Yu.
Sampai dirumah sang kakek dan sudah berkumpul semua, akhirnya Sean pergi ke kota Yu dengan menempuh jalur udara.
...---------...
Kota Yu.
Sean dengan rombongannya pergi melakukan check in di salah satu Hotel ternama disana.
Namun siapa sangka malah mendapat sambutan ya g tidaj terduga, dan itu disebabkan oleh Sean.
Begitu Sean dengan rombongan memasuki lobby, sudah langsung disambut dengan para pegawai hotel disana termasuk menajernya.
"Selamat datang tuan muda Sean beserta rombongan sekalian dihotel kami" sambut sang menajer.
"Sean ini sudah kau siapkan?" tanya sang kakek.
__ADS_1
"Tidak, aku justru ikut terkejut juga dengan sambutan spesial ini" jawab Sean.
Sang manajer hotelpun datang mendekati Sean dan berbicara.
"Saya sudah siapkan kamar untuk anda sekalian" ucapnya.
"Aku bahkan belum memesan kamar, jadi bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Sean.
"Tuan muda Sean, ini perintah dari tuan Mao" jawab sang manajer.
"Jadi hotel ini miliknya?" tanya Sean.
"Bukan, namun beliau berpesan untuk menyambut anda disini karena sudah dapat dipastikan bahwa anda akan kemari" jawab sang manajer hotel.
"Begitu.....jadi ini ulah si harimau" jawab Sean yang sudah paham ini perbuatan siapa.
"Mari saya antarkan menuju ruangan kalian" ucap sang manajer.
Dengan diantar sang manajer hotel secara langsung dan beberapa pelayan yang mengangkat barang bawaan, Sean beserta rombongan pergi diantar menuju kamar masing-masing yang sudah disiapkan.
Sean satu kamar dengan sang kakek, sedangkan paman dan bibinya satu berada di satu kamar yang lain.
Setelah mengantarkan rombongan Sean, sang manajer berpesan jika butuh sesuatu jangan sungkan untuk memanggilnya atau para pelayan disana.
Setelah kepergian manajer hotel dan para pelayannya, Sean yang sekarang sedang menata barang-barangnya didalam kamar kedatangan sang kakek.
"Sean, kenapa mereka terlihat sangat menghormati dirimu?" tanya sang kakek keheranan.
"Cerita singkatnya aku punya sedikit pengaruh disini" jawab Sean.
"Tapi kau bilang sambutan dan pelayanan ini bukan ulahmu" jawab sang kakek.
"Memang bukan ulahku, namun ulah bawahanku yang sudah mempersiapkannya" jawab Sean.
"Begitu, baiklah acara lelangnya pukul 8 malam jadi kau bisa bermain terlebih dahulu dan pastikan kembali kesini sebelum jam 8 malam" ucap sang kakek.
"Baik kek" Jawab Sean.
Si kakek pergi masuk kedalam kamarnya, dan Sean sendiri melanjutkan kegiatannya menata barang-barang bawaan yang dirinya bawa.
Setelah selesai, karena merasa lapar dirinya memilih untuk makan di restoran yang terdapat di hotel ini.
Dirinya turun melalui lift menuju lantai tiga yang terdapat restoran disana.
Dan lagi-lagi kehadiran dirinya direstoran hotel disambut dengan tidak biasa, karena si manajer lagi-lagi datang menyambut kedatangannya disana.
"Tuan muda Sean, apakah anda ingin makan?" tanya sang manajer.
"Begitulah, aku sedikit lapar jadi memutuskan untuk makan disini" jawab Sean.
"Baiklah" jawab Sean.
Dengan dintar sang manajer langsung, dirinya dibawa kedalam ruangan makan elit yang khusus digunakan untuk acara makan yang lebih privasi sifatnya.
Setelah sampai diruangan, Sean duduk dengan tenang dan mulai membaca menu makanan yang ada.
Akhirnya dirinya memutuskan memesan beberapa makanan dan minumannya sekligus.
Tapi tak disangka malah si manajer membisikan sesuatu yang tidaj terduga padanya.
"Tuan muda Sean, apakah anda ingin ditemani?" tanya sang manajer dengan suara berbisik.
"Maksudmu wanita penghibur?" tanya Sean.
Manajer itu hanya mengangguk saha sebagai jawaban, Sean kemudian menjawab "tidak terimakasih, bawakan saja makanan dan minumanku dengan segera"
"Baik, kalau begitu mohon ditunggu sebentar tuan muda Sean" jawab manajer itu lalu pergi dari sana dengan diikuti pelayan yang mencatat pesanan Sean.
Sambil menunggu pesanannya tiba, Sean membuka ponselnya dan mencari informasi mengenai kota Yu.
Dimana kota Yu terkenal dengan kota judi batu, kota lelang dan kota yang memiliki red distrik cukup besar.
Tapi disamping itu semua kota Yu juga memiliki pemandangan alam yang tak kalah indah dengan kota-kota wisata lainnya.
"Mungkin jalan-jalan ke tempat judi batu akan menyenangkan" ucap Sean sambil tersenyum senang.
Singkat waktu acara makan selesai.
Sean saat ini sudah berada di salah satu wilayah atau kawasan perjudian batu di kota Yu.
"Sistem apakah dengan apprisial aku bisa melihat kualitas batu-batu judi disini?" tanya Sean.
{Tentu}
"Apakah bisa juga dengan apprisia aku melihat batu itu ampas atau berharga?"
{Tentu}
Senyuman mengembang dibibir Sean, dengan langkah semangat dirinya masuk kedalam kawasan perjudian batu disana.
Dan mulai mendatangi kios judi batu terdekat.
__ADS_1
"Anak muda silahkan dipilih" ucap si penjaga kios.
Sean mulai melihat satu demi satu batu dengan kemampuan apprisial miliknya.
Sampai dirinya menemukan dua batu yang bagus dan memiliki hasil yang bagus.
{Nama : Batu}
{Kualitas : Bagus}
{Berisi Giok Hijau}
{Nama : Batu}
{Kualitas : Bagus}
{Berisi Giok Hijau}
Sean langsung membeli dua batu tersebut dengan harga masing-masing 50.000 yuan dan meminta si penjual langsung membelab batu-batu yang dibelinya.
Para penonton disekitar memperhatikan kegiatan si penjaga kios yang sedang membelah dua batu pilihan Sean.
Sampai pada hasil akhirnya semua penonton dibuat terkejut dengan hasil dari kedua batu yang bisa dibilang berharga paling murah itu rupanya memiliki isi dua batu giok seukuran kepala.
Para penonton langsung riuh melihatnya, dan bahkan tidak sedikit yang menawar untuk membeli kedua batu giok milik Sean.
"Anak muda bagaimana jika kedua batumu itu aku beli" ucap seorang pria tua dengan pakaian khas tradisional.
"Silahkan anda buka harga tuan" jawab Sean.
"1jt untuk keduanya, bagaimana?" tanya sang kakek.
"Tidak masalah" jawab Sean.
Selepas transaksi itu selesai, Sean pergi dengan senang karena mendapatkan untung semudah itu.
Namun tujuan dirinya datang kemari bukan mencari keuntungan seperti itu, karena baginya uang bukanlah masalah sekarang.
Dirinya datang ke pasar judi batu ini guna mencari giok langka yang akan dijadikan perhiasan untuk kedua wanitanya nanti.
Jadi dengan perasaan penuh semangat dirinya pergi melihat-lihat lagi kesluruh area luar perjudian batu.
Namum semua tidak ada yang dirinya temukan begitu berharga, jadi dirinya memutuskan untuk masuk ke area pasar judi batu bagian dalam.
Sesampai didalam area judi batu bagian dalam, semua harga tidak ada yang sembarangan. Dan yang paling murah saja seharga 1 jt.
Tapi Sean tidak akan tertipu, karena fitur apprisial yang dirinya miliki dari layanan sistemnya.
Jadi dengan tenang dirinya berjalan kestiap kios-kios yang ada dibagian dalam mencari satu demi satu kualitas batu yang menurut apprisial langka.
Sampai pada satu kios yang ada di bagian pojok, dirinya berhasil menemukan satu batu yang memiliki kualitas langka.
{Nama : Batu}
{Kualitas : Langka}
{Berisi Giok Jade Kristal Es}
Senyuman merekah pada sudut mulut Sean, karena pada akhirnya berhasil menemukan batu yang dirinya cari sedari tadi.
Sean segera membeli batu tersebut dengan harga 2,5 jt yuan, dan ukuran batunya sendiri cukup besar namun belum tahu pasti ukuran batu giok didalamnya.
Sean tidak langsung membuka batu tersebut, namun menyimpannya sendiri dengan bantuan sistem.
Selepas pergi dari kios sebelumnya, Sean kembali berkeliling sampai menemukan sebuah kejadian seru menurutnya.
Dimana ada tiga orang yang memperebutkan satu buah batu yang sama pada kios nomor 19 diarea dalam.
Nampak ketiganya bersikeras ingin mendapatkan batu tersebut yang mereka yakini memiliki giok langka didalamnya.
Karena tertarik, Sean memeriksa batu tersebut dengan menggunakan apprisial.
{Nama : Batu}
{Kualitas : Ampas}
{Batu biasa}
Sean hampir saja tertawa terbahak-bahak begitu melihat status dari batu yang tiga orang itu perebutkan.
Sampai tiba-tiba terdengar suara yang familiar baginya memanggil dari belakang.
"Sean, kau disini?" ucap orang yang memanggil tersebut.
Sean menoleh dan mendapati sosok sang paman.
"Paman dan bibi" jawab Sean.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.