LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 84


__ADS_3

Malam sudah berlalu dan digantikan dengan pagi yang cerah datang menyongsong. Sean yang baru bangun menatap kearah sebelahnya tepat dimana Yun Zi tidur dengan terlelap.


"Ini akan jadi hari pembalasanku atas apa yang telah kalian lakukan pada istriku kemarin" ucap Sean dengan nada dingin.


"Sistem berikan aku 100 orang pasukan tingkatan terhebat di seluruh alam semesta!"


{Layanan diberikan}


{Harap pilih lokasi kemunculan para pasukan anda}


"Munculkan semua pasukanku di halaman belakang kediamanku"


{Perintah berhasil di tuntaskan}


Sean beranjak dari atas kasur, namun belum lama dirinya beranjak dari kasur. Yun Zi bangun dari tidurnya dan memanggil dirinya.


"Suami mau kemana?" tanya Yun Zi.


Sean berbalik badan dan menatap Yun Zi yang tengah duduk diatas kasur sambil menatap dirinya setelah bangun tidur barusan.


"Aku mau kehalaman belakang" jawab Sean.


"Ngapain pagi-pagi begini ke halaman belakang?" tanya Yun Zi.


"Menemui orang-orangku yang akan kusuruh untuk melakukan sesuatu" jawab Sean jujur.


"Owh....kalau gitu abis itu langsung balik sini" perintah Yun Zi pada Sean smbil kembali tidur lagi.


"Baiklah" jawab Sean lembut dibarengi dengan tindakan mengusap kepala sang istri sekarang ini.


Yun Zi kembali berbaring di atas kasur dengan berselimut hangat, sedangkan Sean keluar dari kamar dan menuju halaman belakang villa tempatnya tinggal.


Sampai di halaman belakang villa, sudah ada 100 orang berjajar rapi disana dengan pakaian hitam-hitam bagaikan seorang pekerja kantoran berdasi.


"Salam hormat kami untuk anda yang mulia"


Semua pasukannya memberikan penghormatan bagi dirinya. Sean yang melihat hal tersebut tersenyum dan kemudian menjawab "aku terima hormat kalian"


"Sistem, sudahkan kau beritahu targetku pada mereka semua?"


{Tentu saja sudah}


"Terimakasih, sistem"


{Sama-sama}


Sejenak Sean menatap kearah semua pasukannya sekarang ini yang tengah berlutut hormat ala ksatria kerajaan.


"Aku ada sebuah perintah untuk kalian jalankan, dan itu seharusnya menjadi tugas mudah bagi kalian semua yang aku yakini begitu kuat"


Sejenak Sean diam sebelum melanjutkan kembali penjelasan perintahnya pada semua pasukannya sekarang.


"Hancurkan geng harimau dan yang lainnya, mereka adalah penguasa dunia gelap di negara ini. Kalian aku yakin sudah dapat informasinya, jadi pergilah segera dan laporkan hasil terbaik kalian segerea pada diriku"


"Baik!" jawab semua pasukannya kompak sebelum menghilang bagaikan asap dalam sekejap mata.


Selesai dengan pemberian perintah barusan, Sean beeniat kembali ke dalam. Namun ketika berbalik badan dirinya menemukan keberadaan Yun Zi di sana menatap kearahnya.


"Sayang, siapa mereka itu?" tanya Yun Zi keheranan sambil berjalan mendekat kearah Sean.


"Mereka orang-orangku, dan sedang aku berikan perintah un-" ucapan dari Sean dihentikan karena mulutnya telah ditahan untuk lanjut berbicara oleh jari Yun Zi.


"Sssttt, aku tahu apa yang kamu lakuin karena barusan aku dengar semuanya. Jadi aku hanya minta pada dirimu untuk selalu berhati-hati saja dengan apa yang sedang kamu lakukan dan hadapi sekarang ini" ucap Yun Zi menerangkan.


Sean tersenyum lembut dan kemudian memangku Yun Zi ala tuan putri sebelum menjawab "aku mengerti, terimakasih sudah pengertian padaku"


"Ehm....lagipula salah satu tugas sang istri adalah untuk mendukung keputusan yang diambil oleh sang suami" jawab Yun Zi.


Mereka kemudian masuk kedalam rumah, lalu mandi bersama tanpa ada adanya hal itu-itu.


Selepas mandi bersama dan juga berpakaian rapih, sekarang Yun Zi dan Sean terlihat menawan dan tampil rapih serta bagus sekarang ini.

__ADS_1


"Mau makan apa?" tanya Yun Zi.


"Kita makan diluar saja, bagaimana?" tanya Sean.


"Ehm, baiklah" jawab Yun Zi.


Tepat sebelum keduanya keluar dari rumah melalui pintu, terdengar bell pintu berbunyi sekarang menandakan adanya tamu datang kerumah.


Baik itu Yun Zi ataupun Sean saling memandang satu sama lain sekarang ini, lalu menatap kearah pintu dihadapan mereka dan Yun Zi membuka pintu.


Terlihat disana ada sosok dari orang tua mereka masing-masing, Sean dengan Yun Zi dibuat heran pasalnya mereka tidak pernah diberitahu mengenai kedatangan mereka kesini.


"Kejutan" ucap Yun Mei.


"Ayah dan ibu, kalian semua bahkan disini? Ada apa ini sebenarnya?" tanya Yun Zi heran.


"Kejutan" jawab Qing Wei.


"Kejutan?" tanya Sean.


"Kami kemari hanya ingin bertemu dengan kalian saja, dan melakukan sedikit acara kumpul-kumpul keluarga bersama" jawab Qing Wei.


Semua orang kemudian masuk kedalam rumah, san mulailah acara keluar di pagi hari itu dengan makan sarapan bersama.


Selesai dengan sarapan bersama, sekarang ini mereka berkumpul bersama di ruangan keluarga.


"Apakah kalian tidak pergi honeymoon?" tanya Yun Mei.


Sean dengan Yun Zi saling pandang satu sama lain dan menjawab dengan gerakan gelengan kepala atas pertanyaan dari Yun Mei.


"Agar kalian bisa cepat mendapatkan keturunan, maka lebih baik pergi saja honeymoon. Bagaimana?" tanya Ao Si.


"Kami masih terlalu muda untuk mempunyai anak ayah,ibu" jawab Sean.


"Memangnya kenapa dengan itu, karena kami ingin kalian segera memiliki anak agar kami bisa bermain dengan cucu-cucu kami segera nantinya" jawab Huo Tian.


"Itu aka kami pkikirkan nanti, lagipula kami baru saja masuk universitas sekarang ini jadi tidak mungkin untuk langsung minta cuti begitu saja" jelas Yun Zi.


Sean yang bertanya seperti itu sukses membuat semua orang berharap, Yun Zi sendiri menatap kearah Sean seolah ingin memastikan apa yang dirinya dengan adalah sebuah kenyataan dan bukanlah sebuah kebohongan belaka.


"Ka-mu serius?" tanya Yun Zi.


"Benar, jika kamu mau aku bisa saja membawamu pergi. Karena universitas itu milik diriku jadi tidak akan ada masalah soal izin cuti" jawab Sean.


"Kalau begitu aku mau" jawab Yun Zi.


Semua orang ikut bahagia mendengar pembicaraan diantara Yun Zi dengan Sean, akhirnya Yun Zi dengan Sean memutuskan untuk pergi ke negeri sakura.


Dan keduanya akan pergi tiga hari lagi, sementara hari-hari sebelum pergi ke negeri sakura keduanya memilih untuk packing dan mempersiapkan semuanya.


Sisa waktu hari itu kemudian dihabiskan oleh Yun Zi dengan keluarganya, sementara Sean beralasan harus pergi ke suatu tempat demi menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu.


Akhirnya Sean tidak ikut menghabiskan waktu bersama dengan Yun Zi dan keluarga besarnya itu, dan lebih memilih untuk mengurus masalah dunia bawah terlebih dahulu.


...-------...


Sean berada di sebuah lokasi pinggiran kota, lebih tepatnya sebuah dermaga kosong dan sudah tidak terpakai lagi.


Dihadapan dirinya sekarang ada seluruh pasukan yang dirinya kirim tadi pagi-pagi sekali untuk membereskan orang-orang dunia bawah yang telah mengusik kehidupannya.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan sebelumnya?" tanya Sean dengan tegas dan nada dingin.


"Semua selesai tuan" jawab salah seorang bawahannya maju kehadapan Sean dan melaporkan hasil kerja mereka atas tugas yang diberikan sebelumnya.


"Kau ketua pasukan disini?" tanya Sean.


"Benar yang mulia, hamba bernama Zilong" jawabnya.


"Apa saja kemampuan yang bisa kalian lakukan, coba kau jelaskan padaku Zilong" perintah Sean.


"Kami bisa bersembunyi di balik bayangan apapun, baik benda mati ataupun hidup. Lalu kami bisa menggunakan mode khusus, dimana itu bisa membuat kami tidak dapat terluka sama sekali dan musuh serasa menyerang asap ketika mengarahkan serangan ke tubuh kami"

__ADS_1


"Bahkan kami bisa menyerang sesuka hati kami saat dalam mode khusus untuk bertempur itu" jelas Zilong.


"Hebat!"


"Kalian mulai sekarang harus membagi kelompok dan beesembunyilah di bayangan keluargaku dan diriku, lalu berikan perlindungan bagi mereka semua nantinya" perintah Sean.


"Kami mengerti" jawab semuanya sambil kemudian menghilang dari sana dan melaksankan perintah kedua yang diberikan pada mereka saat ini.


"Sekarang urusan berikutnya adalah menyuruh Kong Ming mengurus aset yang aku dapatkan dari tiga penguasa dunia bawah" ucap Sean.


{Biarkan saya yang memberikan perintah pada Kong Ming melalui pesan texs atas nama anda}


"Silahkan" jawab Sean.


Selepas menyelesaikan urusannya barusan, kini Sean memilih untuk pulang kembali kerumahnya agar bisa segera bergabung dengan momen keluarga mereka semua.


...-------...


Dalam perjalanan pulang, Sean melihat adanya sebuah keributan di tepi jalan. Karena rasa penasaran yang tinggi membuat Sean tidak bisa untuk tidak berhenti dan melihat apa yang tengah terjadi di sana sebenarnya.


Sean yang sudah menepikan kendaraanya, keluar dari dalam mobil dan menghampiri keramaian di sebrang jalan sana.


"Maaf tuan, apa yang sedang terjadi disini?" tanya Sean pada salah seorang warga disana.


"Ada wanita yang hendak bunuh diri dengan melompat dari gedung tinggi disana" jawab orang yang ditanya.


"Terimakasih atas informasinya" jawab Sean.


Lalu dirinya pergi berjalan kedepan lagi dan melihat keatas bahwa ada seorang wanita yang teelihat akan melompat kapan saja dari atas gedung berlantai lima tersebut.


{Wanita itu adalah Yang Luo tuan}


"Yang Luo? Kenapa bisa dia ada diatas sana dan berniat bunuh diri?"


{Mungkin karena anda menolak cintanya}


"Bisa juga....kalau begitu aku tidak bisa hanya diam saja dan harus bertindak"


Sean berlari masuk kedalam bangunan gedung tinggi tempat Yang Luo akan melompat itu, dan ketika beelari melalui tangga darurat tiba-tiba dirinya dipindahkan dengan kemampuan yang dirinya tidak asing.


Sean muncul diatas atap tepat dibelakang Yang Luo yang masih belum menyadari keberadaan Sean dibelakang dirinya sekarang ini dan masih setia berdiei diatas tepi atap bangunan.


Sehingga kapan saja dirinya bisa terjatuh ke bawah dari lantai lima.


"Sistem, bukankah yang barusan itu teleportasi?"


{Benar}


"Tapi, bagaimana bisa seperti itu?"


{Karena kekuatan penghalang di dunia ini sebelumnya telah dihilangkan jadi kekuatan teleportasi bisa anda dapatkan kembali}


"Baguslah"


Sean segera menarik tubuh Yang Luo hingga jatuh kedalam pelukan lembut dan hangat dirinya.


"Kenapa ingin melompat hm?" tanya Sean lembut pada Yang Luo.


"S-ean?" tanya Yang Luo dengan tatapan mata berairnya menatapa kedua mata Sean.


"Tenangkanlah dirinu terlebih dahulu, baru setelah itu kita bicara" ucap Sean.


Yang Luo seketika membenamkan wajahnya pada dada bidang Sean, dan menangis disana dengan tersedu-sedu. Sean sendiri mengelus-ngelus kepala bagian belakang Yang Luo secara lembut sebagai tindakannya menenangkan Yang Luo sekarang ini yang berada dalam keadaan emosi yang tidak stabil karena pikiran nya.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2