LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 66


__ADS_3

Didalam toko perhiasan sekarang ini, Sean tengah menilai situasi.


Ada sekitar 8 orang bersenjata api di sekitar, itu adalah situasi yang sulit karena terdapat banyak pengunjung toko disana yang nampak menjadi sandera mereka.


Sean saat ini tengah berajalan dengan mengendap-endap kearah dua orang bersenjata yang membelakangi dirinya.


Dan dalam dua pukulan cepat serta kuat, Sean berhasil melumpuhkan keduanya dengan mudah.


Namun hal itu disadari oleh satu orang penjahat lainnya yang berada didekat sana, terpaksa Sean harus menerjang kearah penjahat tersebut dan menumbangkannya secepat yang dia bisa.


Selesai dengan tiga orang, Sean melihat kearah lain dan disana terdapat empat orang yang tengah mengantongi pehiasan dari etalase toko tanpa memperhatikan sekitar mereka.


Sedangkan satu orang lagi ada di dekat para sandera.


Sean berpindah dengan cara sembunyi-sembunyi menuju empat orang yang tengah mengantongi banyak pehiasan, kemudian melumpuhkan mereka.


Bugk! Bugk! Bugk! Bugk!


Keempat penjahat tersebut nampaknya amatir dan hanya bisa berlagak saja dengan senjata ditangan mereka.


Tapi disini Sean menyadari satu hal, dimana senjata yang digunakan empat orang barusan yang dirinya lumpuhkan adalah mainan.


"Sistem dimana senjata api asli yang mereka gunakan untuk mengeluarkan tembakan sebelumnya?"


{Ada pada satu orang yang tengah berada dekat dengan sandera}


Sean menoleh kearah bagian ruangan lain dan tidaj menemukan lagi satu orang sebelumnya.


"Dimana orang bersenjata tadi?" tanya Sean pada salah satu orang yang tengah berjongkok disana.


"Dia membawa seorang wanita ke toilet tuan" jawab orang tersebut.


Sean segera pergi menuju toilet yang ada dan membukanya perlahan-lahan, rupanya sisa satu penjahat lagi yang dicari-cari tengah berusaha melecehkan seorang wanita di dalam toilet.


Dan bodohnya karena saking dikuasai niat jahat tersebut, penjahat itu melupakan senjata apinya.


Dengan santai Sean masuk kedalam toilet dan menjauhkan senjata api di lantai ke arah yang jauh.


Lalu berdehem sekali.


"Ehem"


Penjahat tersebut dan wanita yang coba dilecehkannya menoleh kearah suara deheman itu datang, sampai mereka menyadari ada orang lain selain mereka disana.


"Sudah cukup apa yang kau coba lakukan disini penjahat!"


Selepas berkata demikian, Sean memukul penjahat tersebut dengan beberapa kali sampai babak belur dan pingsan.


Sean mengalihkan perhatiannya pada wanita disana, dan menanyakan kondisinya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Sean.


"Ya...Ini berkatmu aku bisa selamat dari petaka" jawab wanita tersebut.


Sean lalu membantu wanita tersebut untuk berdiri, kemudian mereka pergi dari dalam toilet sana.


Selepas semua penjahat telah dibereskan, para polisi masuk kedalam dan menangkap semuanya.


Sean langsung pergi dari sana dengan menyelinap diam-diam, karena tidak mau melakukan hal merepotkan seperti dimintai keterangan oleh para pihak kepolisian itu.


...----...


Sean saat ini duduk bersantai disofa empuk yang ada dirumahnya.


Dan panggilan telpon terdengar dari ponsel miliknya, Sean melihat itu dari nomor ayah mertuanya.


"Halo ayah, ada apa?" tanya Sean.


"Sean, apakah Yun Zi sedang bersama dirimu saat ini?" tanya ayah mertuanya itu.

__ADS_1


"Tidak, memangnya ada apa?" tanya balik Sean.


"Dia tadi pergi keluar, namun sekarang tidak bisa dihubungi" jawab ayah mertuanya.


"Kalau begitu akan kucoba cari" jawab Sean.


"Baiklah, tolong ya" jawab ayah mertuanya.


"Jika ada kabar pasti akan kuberitahu" jawab Sean sebelum menutup panggilan telpon.


"Sistem dimana lokasi Yun Zi sekarang?"


{Dia sekarang berada di Mall Guzi}


"Baiklah mari kita temui dia"


Dengan menggunakan mobil mewahnya, Sean pergi dari rumah menuju Mall Guzi.


Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dan begitu Sean sampai di lokasi langsung mencari tempat parkir di basement.


Namum baru saja dirinya keluar dari dalam mobil setelah parkir, dirinya melihat Yun Zi digendong oleh seorang pria badan besar postur eropa dalam keadaan pingsan.


Segera Sean berlari kearah pria eropa tersebut, namun karena jarak yang cukup jauh jadi terlambat. Yun Zi sudah dimasukan kedalam mobil Van hitam dan pria besar itu melihat kearahnya.


"Berhenti kau!!" teriak Sean.


Pria badan besar tersebut berhenti dan menatap kearah Sean yang terus saja berlari kearah dirinya, sampai Sean tiba-tiba memukul pria besar tersebut tepat dibagian perutnya.


Dan akhirnya pria besar tersebut yang tidak siap menerima serangan mendadak dari Sean harus tumbang dalam sekali pukul oleh Sean.


Pria badan besar itu menatap kearah Sean sebelum jatuh pingsan, Sean kemudian membuka pintu mobil van dan menggendong Yun Zi yang dalam keadaan pingsan kedalam mobilnya sendiri.


Selepas itu Sean membawa Yun Zi pergi dari sana tanpa memperdulikan keadaan pria badan besar sebelumnya.


Sean menatap kearah Yun Zi dan mengelus pipinya dengan lembut sebelum akhirnya kembali fokus berkendara.


"Sistem berikan aku informasi terperinci mengenai semua yang terjadi sekarang ini"


"Lakukan"


{Layanan diberikan}


{Huotian Group}


{Merupakan sebuah perusahaan yang sekarang ini tengah berseteru dengan perusahaan keluarga Yun dan merekalah dalang dibalik penculikan sebelumnya terhadap Yun Zi}


"Apa alasannya?"


{Pemimpin Huotian Group yang bernama Huotian Sheng memiliki siasat licik untuk menekan keluarga Yun dengan menyandera Yun Zi}


"Sialan!! Berani sekali Huotian Sheng ini, jika dibandingkan IOS Coperation milik diriku dengan Huotian Group besar mana sistem?"


{Sama besar}


"Kalau begitu aku akan menyuruh Kong Ming melakukan bantuan bagi Yun Group"


Sean lalu membawa Yun Zi pulang kerumahnya.


... -----...


Sampai dirumah Yun Zi, kedatangan Sean dengan Yun Zi kesana disambut oleh ayah dan ibu Yun Zi yang begitu terlihat bahagia sekali karena melihat putri mereka sudah ada bersama Sean dan pulang kerumah walau dalam keadaan pingsan.


"Sean apa yang terjadi pada Yun Zi?" tanya Yun Mei yang merupakan ibu dari Yun Zi.


"Ibu biar nanti saja aku ceritakan, sekarang aku akan menaruh Yun Zi dikamarnya terlebih dahulu" jawab Sean.


"Sean benar, biarkan dia membawa Yun Zi kedalam kamar dulu" jawab Huo Tian ayah Yun Zi.


Selepas itu Sean membawa Yun Zi kedalam kamarnya dan dibaringka diatas kasur denga diselimuti agar hangat.

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga melakukan pembicaraan bersama di ruangan keluarga.


"Jadi, ada apa ini Sean?" tanya Yun Mei.


"Tadi aku melacak keberadaan Yun Zi yang ternyata berada di Mall Guzi, dan tepat pada saat aku sampai disana untuk menemuinya malah menemukan Yun Zi dibawa oleh orang tidak dikenal dalam keadaan pingsan di basement saat aku baru saja memarkirkan mobilku"


"Tentu saja aku tidak tinggal diam melihat Yun Zi yang berada dalam keadaan pingsan dibawa oleh orang tidak dikenal, jadi aku menghampiri orang tersebut dan tanpa basa basi menghajarnya hingga pingsan"


"Selepas itu aku kemudian membawa Yun Zi pergi dari sana tanpa menunggu lebih lama lagi" jelas Sean panjang lebar.


"Syukurlah kau ada disana nak, jika tidak Yun Zi kemungkinan tidak tahu akan bernasib seperti apa" jawab Huo Tian.


"Sebenarnya ini semua terjadi karena perseteruan antara perusahaan keluarga kalian dengan Huotian Group" jelas Sean.


"Apa! Jadi ini semua ulah mereka?" tanya Yun Mei.


"Benar, jadi izinkan aku membantu perusahaan keluarga kalian dan dengan begitu aku juga bisa ikut andil dalam berususan melawan mereka" ucap Sean.


"Apakah kamu serius sayang?" tanya Yun Mei.


"Benar ibu, lagipula kalian adalah keluargaku juga mulai sekarang walau Yun Zi dan aku masihlah sekedar pacaran" jawab Sean.


"Baiklah, terimakasih atas kesediaanmu membantu kami" jawab Huo Tian.


"Sama-sama, dan nanti akan ada orangku menghubungi ayah untuk membicarakan masalah ini lebih lanjutnya" jawab Sean.


"Baiklah" jawab Yun Mei.


Mereka bertiga selanjutnya mengobrol santai di ruangan keluarga, sampai datanglah Yun Zi menghampiri mereka semua.


Sang ibu yang menyadari kedatangan Yun Zu langsung menghampirinya dan memeluknya erat.


"Sayang, kamu tidak kenapa-napa bukan nak?" tanya Yun Mei dengan penuh kasih dan perhatian.


"Ehm...Aku baik-baik saja bu" jawab Yun Zi.


Yun Zi kemudian ikut duduk bergabung dengan mereka semua disana dan dimintai kejelasa soal bagaimana dirinya bisa berakhir ditangan pria asing seperti yang dimaksudkan oleh Sean sebelumnya.


"Sayang, coba kamu ceritakan bagaimana bisa dirimu berakhir pingsan ditangan pria asing sebelumnya?" tanya Huo Tian.


"Aku tidak ingat soal itu....Namun yang terakhir kali aku ingat adalah aku baru saja keluar dari kamar mandi dan tiba-tiba ada yang membekap diriku dari arah belakang hingga perlahan-lahan aku mencium bau sesuatu dari saputangan yang digunakan untuk membekap diriku itu sampai kesadaranku perlahan-lahan menghilang" jelas Yun Zi.


"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi" nasehat Yun Mei sang ibu.


"Baik bu" jawab Yun Zi.


"Kamu beruntung punya kekasih sehebat Sean, yang dengan siap siaga dan sigap mencari keberadaanmu begitu ayah beri kabar kamu hilang kontak" jelas Huo Tian.


Yun Zi yang memang duduk disebelah Sean langsung memeluknya, dan berkata "terimakasih dan maaf sudah buat kamu cemas, tapi memangnya apa yang terjadi padaku setelah aku pingsan?"


"Kamu hampir diculik orang" jawab Sean.


Yun Zi tentu saja merasa terkejut namun kembali langsung merasa tenang dan berkata "beruntung kamu datang, jika tidak aku tidak tahu akan jadi seperti apa nantinya diriku di masa depan jika kamu tidak datang mencari diriku tadi"


"Sama-sama, lagian kenapa sih pergi ke mall gak ajak-ajak aku?" tanya Sean.


"Heheheh....Aku niatnya sih tadi gak pergi ke mall, namun entah kenapa saat lewat depan mall langsung ingin mampir kesana" jawab Yun Zi.


"Yaudah....Lain kali harus inget untuk lebih berhati-hati lagi dimanapun kamu berada nantinya" nasehat Sean sama dengan Yun Mei.


Mereka bersama-sama menghabiskan waktu disana, dan membuat suasana yang hampir menjadi buruk sebelumnya terlupakan begitu saja akibat momen bahagia yang tercipat sekarang ini diantara mereka bertiga.


Sean sendiri sudah menyuruh sistem untuk mengirimkan pesan pada Kong Ming agar mengurus perihal kerja sama antara perusahaan dirinya dengan perusahaan keluarga Yun untuk menekan dan kalau bisa membereskan masalah diantara perusahaan keluarga Yun sekarang ini dengan perusahaan Huotian Group.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2