
"Kau ini sebenarnya siapa huh?" tanya pria muda sombong tersebut.
"Aku hanyala-" ucapan Sean dipotong begitu saja oleh pria muda sombong tersebut yang berteriak.
"Ah sudahlah, kalian lebih baik menuruti semua keinginanku hari ini atau nyawa kalian taruhannya!" teriak pemuda sombong tersebut.
"Benarkah?" tanya Sean santai.
"Benar, dan khusus untukmu akan kuberikan pertunjukan yang menarik dimana saat aku menikmati kedua wanitamu itu tepat dihadapanmu!!" ucap penuh na-fsu pria itu sambil menatap kearah tubuh Luoxue dan Xu Qin.
Sean yang mendengar itu merasa lucu karena sudah dipastikan dia merasa diatas angin karena para pasukan yang dia bawa, namun dia belum mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi saat ini sehingga masih berani menggonggong.
Sedangkan Xu Qin dengan Luoxue nampak agak ketakutan dan memeluk tubuh Sean bersamaan dari dua sisi berbeda.
Sean tersenyum dan mengelus kepala Luoxue dengan Xu Qin secara bersamaan untuk memberikan mereka perasaan tenang.
"Jangan takut, ada aku disini" ucap Sean menenangkan kedua wanitanya itu.
Luoxue dengan Xu Qin hanya mengangguk patuh, sementara pria sombong di sana nampak sudah tidak sabar dengan keinginannya.
Sehinga berteriak dengan percaya diri sekali "dengarkan perintahku, kalian semua masuk dan berikan orang-orang ini pelajaran!!"
Beberapa detik sudah berlalu setelah pria itu berteriak barusan, namun tidak hal aneh atau hal mengejutkan terjadi pada Sean dan anggotanya.
Membuat pria sombong itu secara otomatis terkejut dengan situasi yang terjadi sekarang.
"Sialan!! dimana kalian kenapa tidak menuruti dan mendengarkan perintahku" teriak pria sombong itu kembali.
Melihat apa yang coba dilakukan pria sombong itu, membuat Sean tertawa dan sukses memancing perhatian semua orang padanya yang sedang tertawa.
"Hahahaha....Kenapa kau capek-capek harus berteriak begitu huh?" tanya Sean ada pria sombong itu.
"Dasar sialan!! Ini pasti ulahmu, apa yang telah kau lakukan pada orang-orangku" teriak pria sombong itu pada Sean dengan amarah yang memuncak di ubun-ubun kepalanya.
"Entahlah.....Namun sepertinya giliran diriku memanggil bantuan, Masuklah" ucap Sean.
Setelah Sean berkata masuklah, dari arah pintu masuk datang sepuluh orang pria bawahan Sean masuk dengan penuh aura penekanan.
"Nah....tadi kau belum memperkenalkan namamu, jadi siapa namamu itu?" tanya Sean dengan tatapan tajam pada pria sombong tersebut yang kini nampak mulai gemetar.
"K-au jangan macam-macam padaku, aku adalah Fei Li dan merupakan anak dari Fei Guo yang menjabat sebagai direktur di TECNA jadi kau jangan coba-coba berbuat kasar padaku" ancam Fei Li yang mulai merasakan perasaan takut dihatinya saat ini.
Sean tersenyum begitu mendengar ancaman Fei Li, jika dia sudah bersikap seberkuasa itu walau hanya bersatatus anak direktur di perusahaan TECNA miliknya. Lalu bagaimana dengan dirinya sendiri yang berlaku sebagai pemikik perusahaan TECNA itu sendiri?
Melihat Sean terdiam membuat Fei Li merasa kembali diatas awan, namun itu hanya sesaat sebelum pada akhirnya Sean kembali menarik dirinya jatuh dari angkasa.
"Kau jangan sombong dulu, kau bilang kau adalan anak dari direktur Fei Guo yang menjabat di TECNA?" tanya Sean.
"Benar!! Jadi jangan mencoba melawan jika tidak mau dalam masalah" jawab Fei Li yang masih belum sadar situasi.
"Hahahah.....kau dengarkan ini baik-baik, aku akan buat ayahmu yang kau banggakan itu untuk datang kemari dan memohon ampunanku dengan cara bersujud" ucap Sean sambil menelpon asisten nya di perusahaan TECNA agar menyuruh Fei Guo datang kesana atas perintahnya.
Entah takdir atau apa, Fei Guo kebetulan berada disana sehingga begitu mendapatkan kabar dari asisten sang bos di perusahaan membuat Fei Guo dengan cepat untuk datang keruangan yang dimaksud.
Dengan amarah yang menggebu-gebu, Fei Guo masuk kedalam ruangan tempat Sean dan Fei Li serta orang-orang lainnya berada.
Netra mata Fei Guo menangkap sosok anaknya yang memang memiliki sifat brengsek dan kurang ajar itu dengan tatapan membunuh.
"Ayah kau-" ucapan Fei Li terhenti tatkala sebuah pukulan keras dirinya dapatkan dari sang ayah dibagian wajah.
Sampai-sampai membuatnya terseungkur keatas lantai.
Fei Guo kemudian meredakan emosinya dan melihat ke sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan bos barunya yang telah coba diganggu oleh anak kurang ajarnya itu.
__ADS_1
"Maaf bisakah saya tahu siapa yang bernama Sean disini?" tanya Fei Guo dengan nada lembut.
Sean memasang senyuman dan menjawab dengan santai "aku disini, tuan direktur Fei Guo"
Mendengar jawaban itu dari seorang pemuda yang nampak sangat muda dihadapannya itu, membuat Fei Guo tidak banyak berpikir lagi untuk langsung bersujud dihadapan bos baru nya itu yang masih amat sangat muda.
"Tuan muda, maafkanlah sikap anak saya yang telah kurang ajar pada anda" ucap Fei Guo sambil bersujud memohon ampunan untuk anaknya itu yang telah berlaku kurang ajar pada sang bos baru.
Fei Li sendiri merasa kena mental saat itu juga melihat sang ayah yang bersujud dihadapan lawannya tadi yang ternyata merupakab seorang bos muda yang baru saja mengambil alih perusahaan TECNA tempat ayahnya bekerja.
"Baiklah aku akan maafkan" jawab Sean santai.
Fei Guo seketika mengangkat kepalanya dan berterimakasih ada Sean "terimakasih tuan muda"
"Tapi tidak semudah itu" jawab Sean.
"Apa maksud anda tuan muda?" tanya Fei Guo mulai khawatir akan situasi yang terjadi berikutnya pada anaknya dan dirinya sendiri, terutama dirinya sangat-sangat ketakutan jika sampai harua kehilangan posisi nyaman nya di perusahaan TECNA yang sudah digapai dengan penuh susah payah.
"Maksudku adalah masih harus tetap ada konpensasi atas semua hinaan dan bahkan keinginan menjijikan putramu itu yang ingin merebut wanitaku" jawab Sean.
Seketika lutut Fei Guo serasa lemas dan tidak sanggup lagi untuk menopang berat tubuhnya agar tetap tegap.
"Tuan muda, mohon berikan ampunan bagi anak saya. Dan saya berjanji akan mengubah pola pikir serta sifat kepribadiannya selama ini menjadi lebih baik lagi kedepannya" ucap Fei Guo.
"Kalau begitu aku harus tanya pendapat dari kedua istriku dulu" jawab Sean sambil melirik kearah dua wanitanya yang berdiri dibelakangnya.
"Sayang, menurutku pria sepertinya memang harus diberikan sedikit kenangan pahit agar bisa mengingat kejadian ini kedepannya dan membuatnya jera" jawab Luoxue.
"Aku setuju dengan perkataan Luoxue" jawab Xu Qin.
"Lakukan" perintah Sean.
Dan dalam sekejap No.1 maju kehadapan Fei Li, kemudian tanpa aba-aba langsung mematahkan lengan kanan Fei Li dan Kaki kanannya.
Teriakan nyaring terdengar didalam ruangan tersebut yang berasal dari Fei Li sesaat sebelum dirinya pingsan.
"Jika kau dendam atas kejadian ini, maka kau boleh datang di masa yang akan datang untuk membalas dendam padaku. Dengan senang hati akan kutunggu hari itu" ucap Seab mendominasi.
"Saya tidak berani tuan muda, ini memanglah pantas dilakukan pada Fei Li atas segala tindakannya selama ini pada semua orang yang telah dirinya tindas dengan mengandalkan kekuasaanku" jawab Fei Guo.
"Baiklah, lebih baik kau segera urus anakmu itu dan kami juga akan pergi. Dan soal proyek besar ini biarlah LTI yang ambil" jelas Sean sebelum pergi dari sana.
"Baik, saya mengerti" jawab Fei Guo.
...---------...
Sean dengan dua wanitanya sudah kembali, dan saat ini sedang berada di Villa milik Sean.
Mereka bertiga tidur bersama dalam satu kamar dan tempat tidur.
Sean dipeluk oleh dua kecantikan dari kedua sisi yang berbeda.
"Sayang" panggil Luoxue.
"Kenapa?" jawab Sean.
"Tadi kamu panggil kami istri bukan?" tanya Luoxue.
"Benar" jawab Sean.
"Jadi kamu sudah mau menikahi kami?" tanya Xu Qin dengan antusias.
"Belum sekarang, namun jika hanya bertunangan bukanlah masalah" jawab Sean.
__ADS_1
"Benarkah itu?" tanya kedua kecantikan itu dengan begitu semangat dan antusias sekali ketika membahas topik tersebut.
"Iya, nanti aku akan datang keluarga kalian untuk menyampaikan lamaranku pada kalian" jawab Sean.
"Janji?" tanya Luoxue.
"Janji" jawab Sean.
"Sekarang tidurlah, hari sudah larut" ucap Sean.
Mereka kemudian tertidur bersama dalam keadaan saling berpelukan dan perasaan bahagia yang menyelimuti hati Luoxue serta Xu Qin saat ini.
Keesokan pagi harinya.
Sean yang bangun lebih awal dibandingkan Luoxue serta Xu Qin mendapati kedua wanitanya itu masihlah tertidur pulas dibalik selimut tebal sambil memeluk tubuhnya.
Sean memasang senyuman indah diwajahnya, dan kemudian sesaat teringat akan kehidupan dulunya yang juga dalam gelimang harta.
Namun sekarang bedanya dirinya lebih kaya dibandingkan harta kekayaan orang tuanya dulu, namun dirinya tidak dapat bertemu dengan kedua orang tuanya lagi.
Saat dirinya sedang membayangkan kejadian di masalalu, sebuah ucapan selamat pagi dirinya dengar dari mulut Luoxue dan Xu Qin secara bersamaan.
"Selamat pagi" sapa kedua kecantikan itu bersamaan sebelum memberikan kecupan pada Sean dari kedua sisi.
Pikiran Sean kembali teralihkan pada saat ini dan menatap kedua wanitanya itu.
"Selamat pagi"
"Apakah kalian tertidur dengan nyenyak semalam?" tanya Sean.
Keduanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu segera bersiap dan kita akan pergi" perintah Sean.
"Pergi kemana?" tanya Luoxue.
"Menemui keluarga kalian untuk menyampaikan niat perjodohan yang kita bicarakan semalam" jawab Sean.
"Baik" jawab keduanya antusias.
Kemudian mereka berdua segera pergi bersiap-siap dengan sangat cepat, Sean yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat sifat dan kelakuan mereka itu.
Dirinya juga ikut bersiap-siap dengan segera pergi mandi didalam kamar mandi yang ada dikamarnya.
Sedangkan kedua wanita pergi mandi di kamar mandi yang lain di Villa itu.
Setelah semua siap dan rapih.
Mereka pergi dengan menggunakan mobil kantor yang kebetulan belum Sean kembalikan sebelumnya.
Pertama-tama mereka pergi menuju kerunag keluarga Ji, dan setelah itu mereka pergi menuju rumah keluarga Xu.
Semua berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sama sekali.
Dan setelah niat baiknya tersampaikan, Sean dengan kedua wanitanya pergi ke mall untuk membeli cincin.
Dan tentu saja denga senang hati kedua wanita itu sangat senang sekali ketika diajak ke mall.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.