LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 40


__ADS_3

Selesai dengan perkenalan singkat sebelumnya, Sean kemudian membuka suara.


"Jangan bilang kalian bertiga datang kemari dan mengundang diriku untuk makan bersama adalah sebuah kebohongan belaka, yang ada malah kalian ingin menyerang diriku karena telah mengusik ketenangan kalian berempat?" tanya Sean.


Sesaat tidak ada jawaban sama sekali dari empat orang disana, hingga sebuah sumpit melesat kearahnya dari samping kiri yang dilemparkan oleh sang Lao Si.


Sean menangkis sumpit tersebut dan melemparkan menuju kearah Shi Ma yang menyerang dari arah depan.


Lalu Sean melompat kebelakang karena datang serangan dari Dai Ken.


Sean yang berhasil menghindari tiga serangan tersebut kemudian berdiri menatap ketigas orang disana.


"Jadi kalian mau bertarung denganku?" tanya Sean.


"Sepertinya begitu!" teriak Lao Si yang kembali maju dan menyerang dengan tangan kosong membentuk sebuah cakaran.


Sean menangkis serangan Lao Si dan memberikan satu pukulan kuat kearah dadanya.


Bugkh!


Satu pukulan kuat itu sukses membuat Lao Si terjatuh keatas lantai dengan batuk-batuk darah.


Kemudian Sean kembali menghindar kesamping kanan untuk menghindari serangan Dai Ken dan memberikan pukulan kuat pada bagian dada dan perut sebagai serangan balik.


Bugk! Bagk!


Dua pukulan sukses membuat Dai Ken terjatuh seperti Lao Si keatas lantai dengan kondisi sampai batuk-batuk darah.


Sedangkan untuk Shi Ma belum bergerak, dan menatap kearah Sean disamping Mao Chengtian saat ini.


"Kau menggunakan tenaga dalam yang kuat sekali, aku kagumi itu" ucap Shi Ma.


"Aku terima pujianmu" jawab Sean.


Shi Ma langsung melesat maju untuk menyerang kearahnya, namun Sean malah menyambut tinjuan yang diarahkan kearahnya dengan sebuah tinjuan juga.


Sehingga membuat dua tinju keras beradu satu sama lain.


Buagk!


Shi Ma merasakan tulang lengannya patah, dan Sean hanya biasa saja. Bahkan Sean menyerang kembali dengan medaratkan dua pukulan tiga pukulan keras pada tubuh Shi Ma.


Bugk! Bagk! Bugk!


Tiga pukulan mendarat sempurna ditubuh Shi Ma dan berhasil membuatnya langsung tumbang tidak sadarkan diri diatas lantai.


Melihat tiga orang tersebut sudah terbaring diatas lantai tidak berdaya, Sean menatap kearah Mao Chengtian.


Mao Chengtian langsung berkata "saya tidak mengetahui apapun soal ini tuan"


"Baiklah, kau bawa mereka berobat" ucap Sean sambil berjalan pergi dari dalam ruangan tersebut.


Namun tepat sebelum melewati pintu keluar masuk ruangan tersebut, Sean membuka suara.


"Katakan pada mereka bertiga bahwa mulai sekarang status mereka sama sepermu yaitu bawahan diriku, jika tidak setuju maka mereka bisa datang lagi padaku untuk tanding ulang jika mau" ucap Sean sebelum benar-benar melangkah pergi dari dalam ruangan tersebut.


"Baik tuan" jawab Mao Chengtian.


Sean keluar dari dalam ruangan VIP yang berada di lantai tiga kemudian turun ke lantai dua yang merupakan tempat makan elit.


Dirinya yang hendak turun ke lantai 1 melalui tangga, melihat ada dua wanitanya disana tengah makan.


"Mereka sedang disini rupanya" ucap Sean sambil berjalan mendekat kearah kedua wanitanya itu.


Sedangkan kedua wanitanya itu masihlah belum menyadari keberadaan dari Sean saat ini.


Sampai keduanya dikejutkan dengan sang suami yang secara mendadak duduk di salah satu kursi kosong yang ada dalam meja yang mereka duduki sekarang ini.


"Suami" ucap keduanya bersamaan karena terkejut.


"Hai" jawab Sean.

__ADS_1


"Kapan kamu kemari?" tanya Xu Qin.


"Kebetulan aku habis dari ruangan VIP di restoran ini untuk urusan bisnis, dan ketika turun melalui jalur tangga aku melihat ada kalian berdua disini. Jadinya aku datang dan ikut duduk saja dengan kalian" jelas Sean.


"Ini bagu, kita bisa makan bersama sekarang" ucap Luoxue.


"Luoxue benar, kita bisa menikmati moment makan ini dengan bersama dan serasa romantis" tambah Xu Qin.


"Aku kira kedatanganku mengganggu kalian berdua yang sedang asik makan disini" ucap Sean.


"Mana ada begitu sayang, kami justru bahagia bisa bertemu denganmu disini dan makan bersama. Bukankah begitu Luoxue?" tanya Xu Qin sambil memeluk tubuh Sean.


"Benar sekali" jawab Luoxue sambil memeluk lengan Sean juga.


Membuat mereka bertiga menarik perhatian orang-orang sekitar yang juga sedang makan di restoran tersebut dalam kelas elit.


Bagaimana tidak jadi pusat perhatian, karena dengan kecantikan Luoxue dan Xu Qin serta ketampanan Sean itu sudah cukup menjadi bahan cuci mata yang bagus bagi kaum pria dan wanita disana.


Namun baik itu Sean ataupun kedua wanitanya, tidak ada yang mempedulikan situasi tersebut dan lebih memilih lanjut makan bersama.


...-------------...


Selepas acara makan selesai, Sean dengan dua wanitanya kembali berpisah dan tidak pergi bersama.


Kedua wanitanya memilih pulang kerumah, sedangkan Sean masih ingin pergi ke LTI Cooperation terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu.


Sean yang sekarang sedang berkendara menuju perusahaan LTI malah menemukan kejadian menarik.


Tepat saat di lampu merah sedang berhenti, Sean menemukan sebuah keramaian di sekitar supermarket yang berada di dekat sana.


Karena penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat Sean memilih mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi disana.


Sean memarkirkan mobil nya tidak jauh dari keramaian tersebut, dan mendekat kearah keramaian untuk mencari informasi soal apa yang sedang terjadi disana.


Sean bertanya pada salah satu orang yang sedang berkumpul disana.


"Maaf, apa yang sedang terjadi disini?" tanya Sean.


Orang yang ditanya menjawab pertanyaan Sean barusan "Didalam ada perampokan"


"Benar, ada dua orang perampok didalam yang sedang menyandera seorang pegawai kasir" jelas orang itu kembali.


"Begitu, terimakasih atas informasinya" jawab Sean sebelum pergi dari sana.


"Sistem bisakah bantu aku untuk ini?"


{Anda hanya perlu masuk lewat pintu belakang dan melumpuhkan kedua perampok amatiran itu}


Mendengar kata amatiran membuat Sean tersenyum senang dan berkata "jadi mereka amatiran ternyata"


Sean mengikuti arahan sistem dan masuk kedalam supermarket lewat pintu belakang yang ternyata secara kebetulan tidaklah dikunci.


Dengan tenang Sean masuk kedalam supermarket lewat pintu belakang dan mulai berjalan perlahan mencari keberadaan dua perampok yang dimaksud.


Sampai dirinya mendengar suara teriak minta tolong seorang perempuan didalam ruang ganti karyawan.


Sean membuka pintu perlahan dan mendapati dua perampok tersebut sedang mengancam seorang pegawai perempuan di supermarket tersebut dengan sebuah pisau.


Dan kedua perampok tersebut hendak melecehkan sang perempuan tersebut.


Tanpa disadari kedua perampok tersebut yang membelakangi pintu masuk tempat Sean berada sekarang, Sean langsung masuk dan memberikan masing-masing satu pukulan keras pada bagian kepala belakang kedua perampok tersebut hingga dibuat pingsan.


Bugk! Bugk!


Setelah kedua perampok pingsan, Sean melihat kearah perempuan disana dan bertanya "nona kau sudah aman sekarang"


Si pegawai supermarket wanita itu membuka matanya dan melihat ada seorang pria muda tampan yang sepertinya datang menolong dirinya.


"Hiks...Hiks...terimakasih sudah menolongku, tuan muda" ucap wanita itu.


Sean mendekati wanita tersebut dan menghapus air matanya, kemudian memberikan pelukan hangat yang menenangkannya.

__ADS_1


"Sssttt...Kamu sudah aman sekarang, jadi segera lapor polisi dan jelaskan apa yang terjadi disini pada polisi agar kedua perampok ini dapat segera di adili" jelas Sean.


"Hm" Jawab wanita itu sambil berangguk paham sebagai tanda jawaban atas perkataan yang diucapkan oleh Sean barusan.


Setela lapor polisi, tidak lama datanglah polisi dan langsung meringkus kedua perampok bersenjata tajam itu. Selepas memberikan kesaksian dan penjelasan, Sean akhirnya memutuskan hendak pulang sebab semua sudah berlalu dan berkahir.


Namum secara tiba-tiba sistem berkata bahwa terdeteksi keberadaan dari pasir emas yang merupakan salah satu dari dua benda special yang harus Sean dapatkan atas permintaan sistemnya waktu itu.


{Sistem mendeteksi keberadaan pasir emas}


Sean yang mendengar ucapan sistem segera berhenti berjalan dan bertanya "dimana pasir emas itu sistem?"


{Terdapat pada tubuh wanita pegawai supermarket itu}


Sen berbalik dan menatap kearah wanita yang dirinya tolong tadi yang juga wanita itu menatap kearahnya.


"Tuan muda jika boleh tahu siapa nama anda?" tanya wanita pegawai supermarket itu bertanya pada Sean.


"Kamu bisa panggil aku Sean, tidak usah tuan muda kedepannya" jawab Sean.


"Sean, baiklah terimakasih aku ucapkan atas bantuan atau pertolonganmu sebelumnya. Jika tidak ada kamu aku gak tahu bakal berakhir seperti apa ditangan kedua penjahat itu, dan kenalkan aku Chiyue" ucap wanita tersebut.


"Chiyue, nama yang cantik" puji Sean.


Chiyue merasa malu ketika mendapatakan gombalan dari Sean, sehingga menundukan kepalanya dengan muka merona merah entah kenapa.


Sedangkan Sean tengah menilisik dan memperhatikan seluruh tubuh Chiyue agar bisa menemukan keberadaan dari pasir emas yang dimaksudkan oleh sistemnya ada disebelah mana.


Namun tidak kunjung ditemukan juga, sehingga dirinya harus kembali menanyakannya pada sistem soal keberadaan pasti pasir emas itu ada disebelah mana atau dibagian mananya.


"Sistem, bisakah kau tunjukan lebih pasti lagi disebelah mana pasir emas itu berada?"


{Pasir emas itu berada di dalam kalung yang dikenakan oleh Chiyue}


"Jadi maksudmu kalung yang dikenakan Chiyue sepenuhnya tercampur dengan pasir emas seperti yang kau butuhkan itu?"


{Benar}


"Baiklah, akan kuusahakan untuk mendapatkan benda tersebut demi dirimu sistem"


{Selamat berjuan tuan muda}


Mendengar panggilan tuan muda dari sistem membuat Sean agak merasa aneh namun sudah tak dirinya hiraukan lebih jauh lagi.


Sean kemudian berkata pada Chiyue "Chiyue"


Merasa dipanggil namanya oleh Sean, Chiyue melirik kearah Sean dan bertanya "iya, ada apa Sean?"


"Kalung yang kau pakai itu, apakah kau bersedia memberikannya padaku? Tentu saja akan kutukar dengan barang yang bagus juga, bagaimana?" tanya Sean.


Chiyue kemudian melepas kalung emas yang dirinya pakai dengan liontin bunga itu, dan memberikannya pada Sean.


"Jika kamu mau ambil saja, anggap sebagai rasa terimakasih diriku atas bantuanmu sebelumnya" ucap Chiyue sambil menyerahkan kalung emas itu ketangan Sean.


Sean menerima kalung emas dari Chiyue, dan kemudian menyimpannya didalam saku celananya.


"Kalau begitu akan kuganti dengan kalung juga, jadi kapan kau bisa ikut pergi denganku untuk membeli kalung?" tanya Sean.


Chiyue menggelengkan kepalany dan berkata "sudah kubilang ambil saja jika kau mau"


"Tidak, pokoknya kau harus ikut denganku untuk membeli kalung pengganti ini di mall denganku" jawab sean tegas.


"Baiklah kalau begitu, tunggu sampai tengah hari saat jam kerjaku habis dan kita bisa pergi bersama ke mall sesuai keinginanmu" jawab Chiyue.


Sean berangguk paham dan berkata "kalau begitu aku tunggu didepan"


Karena hampir tengah hari, Sean memutuskan menunggu waktu kerja Chiyue berakhir saja karena tidak lama lagi.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2