LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 68


__ADS_3

Sean mendekati guru Chenyue dan dengan perlahan-lahan jarak diantara keduanya makin pendek.


Hingga Sean akhirnya berdiri tepat dihadapan guru Chenyue dan mengatakan apa yang diinginkannya.


"Aku ingin ini guru" ucap Sean sambil menempelkan ibu jarinya pada bibir guru Chenyue.


!


Guru Chenyue dibuat terkejut dengan permintaan Sean, karena itu sangatlah memalukan baginya.


"Tidak boleh, ganti dengan permintaan yang lain" ucap guru Chenyue.


"Baiklah aku tidak memaksa, kalau begitu aku ingin ibu mencium pipiku sekali saja" jawab Sean mengganti permohonannya.


Chup~


Guru Chenyue memberikan apa yang diinginkan oleh Sean, lalu berkata "sekarang guru sudah berikan hadiah yang kamu mau, jadi tidak ada lagi hutang diantara kita"


"Woaah, aku tidak menyangka anda akan melakukannya guru" jawab Sean.


"Sudahlah jangan dibahas lagi masalah ini, dan juga jangan sampai menyebar karena itu akan berbahaya buat ibu" jawab guru Chenyue.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi duluan" jawab Sean.


Selepas hal barusan, Sean sekarang ini pergi menuju parkiran karena sudah dipastikan Yun Zi ada disana menunggu kedatangan dirinya.


Namun ini aneh, karena Yun Zi tidak ada disana.


"Kemana anak ini, sistem dimana keberadaan Yun Zi?"


{Hotel FFX di selatan kota}


"Kenapa bisa ada disana?"


Kemudian layar sistem muncul dan memperlihatkan Sean sebuah video.


Dimana dalam video yang diperlihatkan oleh sistem ini, Yun Zi diculik saat dirinya keluar dari toilet perempuan dan dibawa pergi oleh beberapa orang dengan menggunakan mobil van berwarna hitam.


"Sialan!!"


"Sistem kirim aku dengan mobilku kesana segera!"


Wush!


Sean langsung berpindah tempat dari halaman parkir sekolah menuju lokasi Yun Zi saat ini berada beserta mobil miliknya tanpa diketahui oleh satu orangpun.


Sean sendiri muncul di lantai tertinggi bangunan gedung kosong tersebut dan dalam satu ruangan yang sama dengan keberadaan Yun Zi yang diikat dalam kursi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Sean langsung melepaskan ikatan pada tubuh Yun Zi dan membawanya pergi dari sana dengan fitur teleportasi.


"Kirim kami kedekat mobilku berada sistem"


Wush!.


Sean dengan Yun Zi yang berada dalam gendongannya muncul tepat disamping mobil milik Sean.


Sean langsung menaruh Yun Zi didalam mobil, dan dirinya juga langsung masuk kedalam mobil lalu pergi dari sana dengan menggunakan teleportasi kembali.


"Kirim kami ke sekolah kembali sistem"


Wush!.


Sean muncul dihalaman parkir sekolahannya kembali, namun sudah bersama dengan Yun Zi kali ini.


Tepat pada saat itu pula Yun Zi sadarkan diri, melihat hal itu Sean langsung bertanya padanya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Sean dengan santai.


Yun Zi yang sudah sepenuhnya sadar kemudian menatap kearah Sean dan langsung memeluk tubuhnya dengan begitu erat.


"Sayang!! Aku takut, tadi aku dihampiri orang-orang misterius terus aku dibuat pingsan dan aku benar-benar takut" ucap Yun Zi dalam pelukan Sean.


"Kamu tenang saja, aku sudah membereskan mereka semua jadi kamu sekarang sudah lebih aman saat bersamaku" ucap Sean.


Yun Zi melepaskan pelukannya dan duduk dengan benar kembali di dalam mobil, lalu berkata "sebenarnya apa yang sedang terjadi sih? Aku hampir dua kali jadi korban penculikan akhir-akhir ini dalam waktu yang berdekatan"

__ADS_1


"Ini adalah masalah kotor, jadi kamu gak perlu tahu ok?" ucap Sean.


Yun Zi mengangguk sebagai jawaban, Sean memgelus kepala Yun Zi dan kemudian menjalankan mobilnya untuk mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya.


... -------...


Sean sudah mengantarkan Yun Zi pulang dan sekarang tengah berkendara menuju kerumah.


"Sistem apakah masalah Houtian Group dengan perusahaan keluarga Yun belum selesai juga mesti sudah aku bantu?"


{Pihak Houtian Group juga meminta bantuan orang lain demi menghadapi perusahaan keluarga Yun dan anda}


"Seberapa besar bantuan itu?"


{Sedikit lebih besar dari bantuan yang anda berikan pada perusahaan keluarga Yun}


"Begitu.....Pantas saja mereka bisa dengan mudah menculik Yun Zi, dan sepertinya aku perlu mengeluarkan pasukanku yang semalam aku minta padamu sistem"


{Dimana anda akan mengeluarkan mereka}


"Aku akan keluarkan mereka nanti di villa miliku"


Sean pergi menuju villa miliknya yang baru didapatkan semalam melalui sistemnya, dan perjalanan berlangsung aman dan cepat. Hanya dalam 15 menit sudah sampai di lokasi.


Kemudian Sean melihat villa miliknya ini sangat luas dan besar.


"Bagus sekali villa ini, sistem keluarkan mereka sekarang dihadapan diriku" perintah Sean.


Ada sebuah cahaya yang muncul dihadapan Sean saat ini yang perlahan-lahan membesar dan membentuk sekelompok manusia.


Hingga muncullah sekitar 100 orang manusia dihadapan Sean sekarang.


"Salam tuan" ucap semuanya menyapa.


"Bamgunlah" ucap Sean.


Mereka semua kemudian berdiri dari sikap berlutut satu kakinya, kemudian Sean berkata "siapa pemimpin kalian?"


Majulah satu orang kehadapan Sean dan berkata "Saya Sebas tuan, dan pemimpin dari rekan-rekan saya"


Selepas memberikan penjelasan dan pengarahan pada semua pasukannya dan membagi mereka menjadi beberapa kelompok, tugas Sean selesai untuk memberikan mereka pengarahan sebagai bawahan dirinya.


... ----------...


Sean saat ini tengah berada dirumahnya bukan di villa miliknya.


Didalam kamarnya, Sean tengah bermain game dalam pc miliknya dengan santai.


Sampai sebuah panggilan telpon dirinya dapatkan.


Terlihat orang yang menelpon dirinya adalah Sebas.


"Halo Sebas, apakah sudah ada informasi?" tanya Sean.


"Sudah tuan, kota ini dikuasai oleh tiga geng bawah tanah dalam skala besar. Dan itu adalah Wolf Union, Wings Cloud dan Red Field" jawab Sebas.


"Lalu apa lagi?" tanya Sean.


"Yang terkuat Wolf Union kemudian Wings Cloud dan Red Field terakhir, juga anggota mereka cukup banyak semuanya. Termasuk orang yang membantu Houtian Group adalah Red Field" jelas Sebas.


"Begitu....Lalu menurutmu apakah kau dengan pasukanmu mampu membereskan mereka semua dalam satu malam tanpa ada korban jiwa sama sekali di pihak kalian?" tanya Sean.


"Tentu bisa tuan" jawab Sebas.


"Kalau begitu bereskan mereka malam ini juga, dan jangan tinggalkan jejak bukti kalian di lokasi" perintah Sean pada Sebas.


"Baik tuan" jawabnya.


Kemudian setelah itu panggilan telpon diakhiri, Sean yang baru selesai menelpon dengan sebas mendapatkan panggilan telpon lagi dan kali ini dari Yun Zi.


"Halo sayang, ada apa?" tanya Sean.


"Gak ada apa-apa, cuma mau telponan aja sama kamu" jawabnya.


Akhirnya malam itu berlalu dengan cerita obrolan yang dilakukan oleh keduanya hingga larut malam, sebelum akhirnya Sean memutuskan untuk menyudahi kegiatan obrolan mereka di telpon tersebut.

__ADS_1


Keesokan pagi harinya.


Sean bangun tidur dalam keadaan masih cukup memgantuk karena telponan semalam sampai larut, alhasil pagi ini dirinya merasa mengantuk.


Namun walau begitu Sean langsung pergi bersiap-siap untuk berangkat sekolah hari ini.


Setelah semua kegiatan persiapan usai, Sean bergabung dengan keluarganya diruangan makan dan sarapan bersama-sama.


Seusai sarapan, Sean pamit pergi sekolah.


"Sistem apakah Sebas berhasil menjalankan perintah dariku?"


{Mereka berhasil tuan}


"Baguslah, dengan ini dua kekuatan lainnya akan merasa waspada atas apa yang baru menimpa Red Field sekarang"


Sean tidak lama berkendara sudah tiba di rumah Yun Zi, dan orang yang dijemput sudah bersiap dengan rapih dan cantik di depan rumahnya menunggu kedatangan dirinya.


Mereka kemudian berangkat bersama ke sekolah.


... -------...


Sampai sekolah mereka berpisah karena beda kelas dan Sean sendiri yang merasa masih mengantuk memilih untuk tidur dibangkunya.


Namun sialnya belum lama dirinya tertidur, malah bell masuk sudah berbunyi dan menandakan jam pelajaran dimulai.


Alhasil dirinya belajar dalam keadaan tidak fokus karena merasa mengantuk.


Sampai waktu istirahat tiba, Sean sudah tidak lagi merasa mengantuk.


Yun Zi datang menghampiri dirinya didalam kelas dan seperti biasa mengajak makan siang bersama dengan bekal yang dibawakan olehnya langsung dari rumahnya.


Kali ini mereka kembali makan bersama diruangan kesenian yang berada di lantai tiga gedung sekolah dan relatif kosong dan jarang dilalui orang-orang saat waktu jam sekolah.


Karena biasanya ruangan-ruangan ekstrakurikuler akan yang berada di lantai tiga gedung sekolah ini akan digunakan saat jam pulang sekolah hingga sore hari.


Sean sudah selesai makan dengan Yun Zi.


"Yun Zi bisa kamu kemari" ucap Sean.


Yun Zi yang duduk disamping Sean berdiri dan datang mendekat padanya sambil berkata "kenapa?"


"Duduk sini" perintah Sean sambil menepuk pahanya sebagai isyarat bagi Yun Zi.


Yun Zi paham apa yang diinginkan oleh Sean dan duduk dipangkuannya.


Sean tersenyum melihat Yun Zi yang menuruti apa kemauan dirinya saat ini, lalu Sean memeluk pinggang Yun Zi dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sendiri menarik dagu Yun Zi agar melihat kearah wajahnya dalam posisi mengunci pandangan satu sama lain.


"Kenapa tiba-tiba begini hm?" tanya Yun Zi.


"Aku ingin ini" ucap Sean sambil mengusap lembut bibir Yun Zi dengan ibu jari lengan kanannya.


Yun Zi memerah wajahnya namun tetap mengangguk sebagai jawaban setuju dan megizinkan Sean.


Sean tersenyum kemudian mencium bibir Yun Zi dengan lembut, Yun Zi sendiri awalnya begitu kaku namun lama kelamaan menjadi terbiasa dan bahkan membuka mulutnya untuk memberikan kesempatan pada Sean agar bisa memasukan lidahnya kedalam mulutnya.


Sean yang mendapatkan kesempatan tersebut tidak membiarkannya begitu saja, kemudian mulai menjamah bagian dalam mulut Yun Zi setiap sudut dan incinya.


Yun Zi tidak menolaknya dan bahkan perlahan-lahan ikut bermain-main dalam permainan mereka saat ini.


Hingga beberapa saat berlau akhirnya Sean melepaskan Yun Zi dan menatap wajahnya yang sudah memerah dan terengah-engah karena kehabisan nafas akibat perbuatan mereka barusan.


"Manis....Aku suka" ucap Sean.


Yun Zi hanya menjawab pelana dan singkat "ehm....makasih"


Sambil kepalanya disandarkan pada dada bidang Sean yang begitu nyaman baginya.


"Gimana kalau kita lanjutin nanti hm?" tanya Sean.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2