LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 78


__ADS_3

Setelah masalah sebelumnya usai, Sean pamit pulang lebih dulu. Sedangkan Yun Zhi memilih untuk tetap tinggal bersama keluarganya untuk sekarang.


Sampai dirumah, Sean yang baru saja tiba dihampiri sang ayah.


"Sean, bisakah kita bicara?" ucap Ao Si.


"Tentu" jawabnya.


Mereka duduk bersama di ruangan keluarga, lalu Ao Si membuka obrolan dengan topik yang mengejutkan Sean.


"Sean, apakah kamu tahu sesuatu perihal dunia bawah?" tanya Ao Si.


"Kenapa tiba-tiba ayah bertanya soal itu?" tanya Sean.


"Huft....mungkin ini sudah saatnya kamu tahu siapa jati diri dari ayahmu ini" ucap Ao Si sambil menghela nafas berat.


"Maksud ayah?" tanya Sean belum paham.


"Asal kamu tahu, dunia bawah dikuasai oleh beberapa orang kuat yang berada di tingkatakan atas. Dan ayahmu dulu adalah bagian dari dunia bawah itu" ucap Ao Si.


"....jangan bilang ayah dulu bagian dari para mafia atau kelompok dunia bawah yang berada di kelas atas?" tanya Sean.


Ao Si mengangguk sebagai jawaban.


"Dulu pernah ada satu kelompok besar yang mengendalikan para orang-orang dunia bawah, dan nama kelompok itu adalah Rose Gold" ucap Ao Si mengawali.


"Rose Gold?" tanya Sean heran.


"Ketua dari kelompok ini adalah Stev Jhon, dan merupakan orang eropa. Sedangkan ayahmu ini adalah salah satu dari empat bawahan setia Stev Jhon itu, sekaligus bisa dikatakan salah satu dari empat pilar Rose Gold" jelas Ao Si.


"Lalu?" tanya Sean lebih penasaran.


"Kelompok itu begitu berkuasa di negara ini, hingga hari itu tiba" ucap Ao Si.


"Hari itu?" tanya Sean.


"Ada beberapa kelompok dunia bawah yang bersekongkol dengan para pillar lainnya dan melakukan kudeta pada Rose Gold hingga menyebabkan kehancuran. Bahkan Stev Jhon mati dan ayah terpaksa kabur ke kota pinggiran ini untuk hidup dengan damai" jelas Ao Si.


"Wah....sungguh kenyataan yang tidak terduga" ucap Sean.


"Apakah kau benci pada ayahmu ini yang merupakan mantan orang dunia bawah?" tanya Ao Si.


"Tidak, karena sebenarnya aku juga menguasai dunia bawah kota ini" ucap Sean.


"Jangam bilang kelompok yang baru-baru ini muncul dan menguasai kota bawah disini adalah milik dirimu?" tanya Ao Si.


"Benar, dan aku melakukan itu karena awalnya mereka mulai duluan sehingga aku langsung saja bereskan dan kuasai kota ini agar semua bisa aku pegang kendalinya disini" jelas Sean.


"Huft.....sepertinya masalalu diriku tidak akan bisa pergi jauh dari keluarga ini" ucap Ao Si.


"Hahahah.....ayah tenang saja aku akan berhati-hati" ucap Sean.


"Ahem" tiba tiba ada suara deheman dari arah belakang keduanya dan itu adalah Qin Wei.


"Rupanya pisau perak sedang mengenang masalalu" ucap Qin Wei.


"Pisau perak?" tanya Sean heran.


"Hehehe....hanya mencoba menceritakan kebenaran saja" jawab Ao Si.


Qin Wei duduk dihadapan Ao Si dan Sean, lalu dirinya berkata "pisau perak adalah julukan ayahmu dulu sayang" ucap Qin Wei.


"Kenapa bisa ibu tahu itu?" tanya Sean keheranan.


"Karena ibu dulu selalu menolong ayahmu ketika dia terluka" jawab Qin Wei.


"Maksudnya?" tanya Sean makin tidak paham.

__ADS_1


"Kau tahu bahwa keluarga ibumu itu sebenarnya salah satu dari keluarga kaya raya di negara ini, keluarga Qin" jelas Ao Si.


!


"Jangan bilang keluarga Qin yang berkuasa di bidang medis dan kesehatan itu?" tebak Sean.


"Benar" jawab Qin Wei.


"Huft.....jadi adakah kisah menarik lainnya disini?" tanya Sean.


"Begini.....dulu ayahmu habis melakukan pertempuran melawan kelompok dunia bawah lainnya karena memperebutkan kekuasaan, dan saat itu walau misinya berhasil diselesaikan dengan baik dia mengalami luka cukup parah"


"Saat itu ibu hendak pulang kerja dari rumah sakit, karena ibu dulu adalah seorang dokter. Dan di jalan ibu bertemu dengan ayahmu yang berada dalam keadaan terluka jadi ibu bawa kerumah sakit dan mengobatinya, dan itulah pertemua pertama kami" jelas Qin Wei.


"Dan sejak saat itu ayah bisa dipastikan terpana oleh kecantikan ibu sampai pada akhirnya tergila-gila pada ibu bukan?" tebak Sean.


"Benar, karena asal kau tahu ibumu benar-benar sangat menawan dimata ayah dari dulu bahkan sampai dengan sekarang" ucap Ao Si.


"Lalu sejak saat itu kami sering bertemu dan mulai dekat sampai akhirnya memutuskan menjalin hubungan, tapi sayangnya hubungan kami tidak mendapatkan restu dari orang tua ibu. Sehingga kami memutuskan menjalani hidup bersama dengan cara lari dari keluarga ibu" jelas Qin Wei.


"Sampai sekarang masih tidak dapat restu?" tanya Sean.


"Benar dan itu karena latar belakang ayah" jawab Ao Si agak sedih.


"Ayolah ayah jangan sedih begitu, lihat sekarang ini kita dapat hidup bahagia bukan?" tanya Sean.


"Benar, kamu janganlah selalu merasa bersalah begitu. Karena aku sudah sangat bahagia hidup seperti sekarang ini, terlebih sepertinya anak ibu yang tampan ini juga punya kekuatan di dunia bawah sepertinya" ucap Qin Wei.


"Heheheh" Sean hanya tersenyum saja.


"Ingat Sean untuk selalu berhati-hati" ucap Ao Si.


"Baik ayah dan ibu, anakmu ini akan selalu waspada dan berjaga-jaga dalam situasai apapun itu" jawab Sean dengan penuh percaya diri.


Saat mereka menikmati momen bersama keluarga itu, tiba-tiba ada suara bell pintu terdengar.


Qin Wei pergi membuka pintu sedangkan Sean dengan Ao Si lanjut mengobrol bersama diruangan keluarga saat itu. Sampai tidak lama kemudian Qin Wei kembali dan berkata.


"Sayang ada yang mencari kita" ucap Qin Wei.


"Siapa?" tanya Ao Si.


"Mereka adalah orang yang kita kenal dan sekarang berada di depan" ucap Qin Wei.


Sean dengan Ao Si saling pandang satu sama lain, lalu akhirnya mereka pergi bersama-sama menuju ruangan tamu.


Sampai diruangan tamu orang yang paling terkejut adalah Ao Si, bahkan Ao Si sampai diam mematung melihat siapa orang-orang yang ada dihadapannya saat ini.


"Lama tidak jumpa Ao Si" ucap seorang pria tua dengan tampilan yang masih memiliki kharisma dan wibawa yang mencolok.


Sean hanya diam saja memperhatikan suasana apa yang tengah terjadi sekarang, namun satu hal yang pasti dapat dirinya simpulkan bahwa orang-orang yang datang bertamu ke rumahnya sekarang adalah sosok yang tidak biasa statusnya.


"Benar....lama tidak jumpa a-ayah" ucap Ao Si.


Ayah?


Sean kebingungan dengan situasi sekarang ini, ayahnya memanggil pria tua dihadapan mereka ini dengan sebutan ayah?


Mereka semua kemudian duduk bersama-sama diruangan tamu tersebut, lalu pria tua itu kembali buka suara.


"Qin Wei anakku, bagaimana dengan kabarmu selama ini setelah pergi dari rumah dan memilih hidup dengan lelaki pilihanmu itu?" tanya kakek tersebut.


"Aku hidup dengan baik ayah, dan kami bahagia disini" jawab Qin Wei.


"Sepertinya pemuda tampan ini cucu nenek, benar bukan Qin Wei?" tanya seorang nenek tua disana tapi masih terlihat segar dan sama-sama memiliki kharisma dan wibawa seperti kakek disampingnya.


"Benar, dia adalah anak kami dan sekaligus cucu ibu" jawab Qin Wei.

__ADS_1


"Wah....tampan sekali cucuku, kemarilah nak nenek ingin sekali memelukmu" ucap nenek tersebut.


Sean dengan perlahan mendekati nenek tersebut dan akhirnya dipeluk oleh sang nenek.


"Siapa namamu sayang?" tanya sang nenek.


"Namaku Sean nek" jawabnya.


"Bagus...nama yang bagus sekali" jawab si kakek.


"Ao Si, kami kemari hanya ingin bilang bahwa kami minta maaf atas tindakan keras kepala kami mengenai hubungan kalian dulu. Kami sekarang sudah sadar bahwa kami salah hingga akhirnya kami memutuskan kesini dan ingin memohon pada kalian agar kita bisa membangun hubungan yang lebih baik lagi kedepannya" ucap si kakek.


"Benarkah itu ayah?" tanya Qin Wei.


"Benar, apalagi sekarang aku ada cucu yang tampan begini" ucap si kakek.


"Kakak, aku mohon janganlah pergi lagi" ucap seorang perempuan yang umurnya perkiraan 25 tahun didekat si kakek.


"Mulai sekarang kita tidak akan berjauhan lagi Qin Yun" ucap Qin Wei pada sang adik.


Mereka pada akhirnya menghabiskan waktu dengan momen berhaga bersama, dan Ao Si serta Qin Wei menjadi lebih lega lagi karena hidup mereka sekarang bisa lebih berwarna lagi setelah hubungan dengan kedua orang tua Qin Wei membaik.


Ditambah Qin Huo sang kakek dengan Li Hua sang nenek sangat menyayangi Sean, begitupun dengan sang bibi Qin Yun.


Malam tiba, semuanya tinggal bersama.


Setelah makan malam bersama-sama, mereka semua pergi istirahat.


Sean didalam kamarnya masih belum tidur dan tengah saling mengobrol dengan Yun Zhi melalui panggilan telpon.


"Jadi bisa dibilang sekarang ini hubungan kalian semua sudah membaik?" tanya Yun Zhi mengenai situasi keluarga Sean yang diceritakan padanya.


"Begitulah....lalu bagaimana dengan situasi keluargamu sendiri setelah kejadian sebelumnya?" tanya Sean.


"Semua baik-baik saja dan itu berkat dirimu, tapi sepertinya kita perlu cari hadiah lain untuk kakek di hari ulang tahunnya nanti" ucap Yun Zhi.


"Itu masalah mudah, masih ada waktu untuk mempersiapkan hadiahnya" jawab Sean.


"Lalu apakah aku boleh bertemu dengan kakek dan nenekmu besok?" tanya Yun Zhi.


"Boleh, datanglah kemari karena kakek, nenek serta bibiku akan pergi pulang seminggu lagi" jawab Sean.


"Wah asikk! tapi hadiah apa yang sebaiknya harus kupersiapkan untuk bertemu mereka ya?" tanya Yun Zhi keheranan.


"Mungkin makanan" jawab Sean.


"Makanan seperti apa?" tanya Yun Zhi.


"Kakek dan nenek bercerita mereka suka sekali makan puding" ucap Sean.


"Kalau begitu baguslah, karena membuat puding adalah salah satu kehalianku" jawab Yun Zhi senang.


"Kalau begitu segera tidur sudah malam dan sampai jumpa besok" ucap Sean.


"Ya....sampai jumpa besok" jawab Yun Zhi.


Setelah itu sambungan telpon dimatikan, Sean langsung tidur dengan nyaman diatas kasur empuknya.


Begitupun dengan Yun Zhi yang langsung tertidur juga setelah saling bertelpon barusan dengan Sean. Bahkan dirinya serasa tidak sabar untuk menyambut datangnya hari esok karena ingin cepat-cepat bertemu dengan keluarga dari sang kekasih Sean.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2