
Saat ini Sean tengah duduk santai sendirian di salah satu meja yang ada di kafe terdekat dari mall.
Sedangkan kedua wanitanya sibuk berbelanja di mall.
Saat dirinya sedang duduk santai seperti sekarang ini, ada seseorang yang memanggil dirinya.
"Sean"
Merasa dirinya dipanggil, Sean menoleh kearah sumber suara dan mendapati dua orang teman sekelasnya dulu saat di kampus.
Hubungannya dengan kedua orang ini baik walau tidak seperti sahabat.
"Xu Huo....Tian Ming" ucap Sean.
Kedua orang tersebut berjalan mendekat kearah Sean dan menyapa.
"Ternyata benar kau adalah Sean, kami kira kamu salah mengenali orang" ucap Xu Huo.
"Lama tak jumpa" ucap Sean.
"Ya...lama tidak jumpa" jawab Tian Ming.
"Duduklah, mari kita mengobrol" ucap Sean.
Kedua pria tersebut duduk bersama-sama dalam satu meja dengan Sean dan mulai saling mengobrol tentang banyak hal yang telah terjadi. Baik saat masih dibangku kuliah ataupun setelah lulus kuliah.
Sampai Tian Ming membicarakan mengenai reuni teman kampus kemarin.
"Oh ya.....acara reuni kemarin apakah berjalan dengan heboh?" tanya Tian Ming.
"Benar kami penasaran, karena kami tidak bisa hadir saat itu" jawab Xu Huo.
"Benar juga, kemana kalian berdua?" tanya Sean.
"Kau tahu, kami harus bekerja keras sekarang ini jadi waktu libur yang kami miliki tidaklah terlalu banyak" jawab Tian Ming.
"Kalian memangnya bekerja dimana?" tanya Sean.
"Kami hanya bekerja di salah satu perusahaan periklanan, dan harus ekstra bekerja keras agar bisa mendapatkan uang demi kebutuhan hidup" jawab Xu Huo.
"Kalau kau sendiri sekarang bagaimana Sean?" tanya Tian Ming.
"Aku tidak mau sombong, tapi aku memiliki perusahaanku sendiri" jawab Sean.
"Wah kau memang hebat" puji Xu Huo.
Tiba-tiba terdengar bunyi Sistem.
{Tuan lebih baik anda pekerjakan mereka di salah satu perusahaan anda}
"Eh, kenapa kau bilang begitu?"
{Menurut analisis sistem, mereka adalah orang-orang pekerja keras yang tidak mendapatkan pekerjaan yang baik di tempat kerjanya sekarang}
"Aku tahu mereka adalah orang-orang yang pekerja keras dan baik, tapi kenapa kau sampai bilang lebih baik mempekerjakan mereka disalah satu perusahaanku?"
{Mereka akn berguna}
"Yah terserahlah, kalau begitu bagaimana menurutmu jika aku menaruh mereka di salah satu hotelku?"
{Itu sangat baik}
"Baiklah"
Sean kembali fokus pada dua orang teman dihadapannya itu, yang mana mereka sedang memesan minuman.
"Gunakan apprisial pada mereka berdua"
{Nama : Xu Huo}
{Usia : 23}
{Status : Lajang}
{Sifat : Baik,Pekerja Keras}
{Penampilan : 75}
{Kekuatan : 30}
{Hubungan : 79%}
{Nama : Tian Ming}
{Usia : 23}
{Status : Lajang}
{Sifat : Baik,Pekerja Keras}
{Penampilan : 76}
__ADS_1
{Kekuatan : 31}
{Hubungan : 79%}
"Tidak ada masalah" guman Sean dalam benaknya saat melihat status milik mereka berdua.
Selesai memesan minuman, Tian Ming dan Xu Huo kembali fokus pada pembicaraan sebelumnya mengenai acara reuni kelas.
"Ayo Sean ceritalah soal reuni kemarin pada kami" pinta Xu Huo.
"Singkatnya aku tidak lama di reuni kemarin, karena seperti yang kalian tahu ada orang-orang yang suka membully diriku"
"Dan mereka lagi-lagi merendahkan diriku disana, kemudian juga mereka menjelek-jelekan diriku. Hingga aku pamit pergi dengan cara keren" ucap Sean dengan sedikit sombong.
"Keren? Maksudmu" tanya Xu Huo.
"Mereka saat itu begitu merendahkan diriku, namun tidak dengan Liu sang ketua kelas" jawab Sean.
"Wwoaahh kau pergi dengan dewi di kelas kita?" tanya Tian Ming seolah tidak percaya.
"Benar, dan Liu membela diriku waktu itu. Sampai aku memutuskan pergi dia ikut pergi denganku, lalu soal aku pergi dari tempat reuni itu dengan keren adalah pergi dengan menggunakan mobil sport karena aku sudah sukses" jawab Sean.
"Hebat...." ucap Tian Ming dan Xu Huo bersamaan.
"Oh ya, kalian lebih baik berhenti dari pekerjaan kalian sekarang dan kerja saja di tempatku. Bagaimana?" tanya Sean.
"Kau serius?" tanya Tian Ming.
"Tentu saja, memangnya berapa upah yang kalian dapatkan dari pekerjaan sekarang ini?" tanya Sean.
"Beberapa ribu yuan saja" jawab keduanya.
"Nah kalau kalian bekerja ditempatku, akan kuberikan upah yang besar pada kalian nantinya. Bagaimana?" ucap Sean menawarkan.
"Baiklah, tapi kami ingin tahu terlebih dahulu pekerjaan apa yang menanti kami nantinya saat bekerja denganmu?" tanya Xu Huo.
"Aku punya hotel di kota M, nah kalian bisa bekerja disana sebagai kepala pelayan disana" ucap Sean.
"Kepala pelayan?" tanya Tian Ming.
"Tidak mau?" tanya Sean.
"Pekerjaan kami biasanya duduk didepan komputer, jadi kami belum tentu bisa bekerja di bagian pelayanan seperti itu Sean" jawab Tian Ming.
"Kalau begitu kalian bisa bekerha di perusahaan RVH Huangzi di kota M, nanti akan kuminta Liu untuk mengurusnya" jawab Sean.
"Apa?" ucap keduanya serempak kaget.
"Kau bilang RVS Huangzi, salah satu perusahaan besar di kota M itu?" tanya Tian Ming.
"Benar, itu adalah perusahaanku dan disana Liu menjabat sebagai penanggung jawab perusahaan dibawah komando diriku" ucap Sean.
"Hebat!" ucap dua temannya itu.
Mereka terus berlanjut mengobrol sampai akhirnya memutuskan berpisah.
Sean sekarang sudah bersama dengan dua wanitanya, mereka kini baru saja kembali kekamar hotel.
"Bagaimana belanjanya?" tanya Sean pada kedua wanitanya yang sekarang tengah berada dalam pelukannya.
"Kami bahagia" jawab Luoxue.
"Makasih sayang" jawab Xu Qin.
"Baguslah kalau kalian bisa bersenang-senang" jawab Sean.
"Sayang, boleh aku minta izin untuk pergi ke acara reuni teman sekelas saat kampus dulu?" tanya Luoxue.
"Kapan dan dimana? Lagipula sekarang kita sedang berlibur bukan" jawab Sean.
"Acaranya di kota ini, dan acaranya adalag besok malam" ucap Luoxue.
"Sendiri?" tanya Sean.
"Masa sendiri sih, emangnya kamu gak takut nanti aku kenapa-napa saat mengikuti reuni kelas nantinya hm?" tanya Luoxue.
"Yaudah nanti kita pergi bersama-sama" jawab Sean.
"Kakak Qin juga ikut saja kalau mau?" jawab Luoxue.
"Adik Luo, lebih baik kakak disini saja menunggu kalian pulang" jawab Xu Qin.
"Tapi aku jadi tida enak pada kakak Qin" jawab Luoxue.
Xu Qin tersenyum dan kemudian menjawab "gak usah merasa gak enak begitu, karena bisa saja nanti giliran aku yang harus pergi berdua dengan sayang kita. Lagipun aku rasa lebih baik kalian pergi berdua saja nanti" jawab Xu Qin.
"Kalau begitu, makasih kakak Qin" jawab Luoxue sambil memeluk Xu Qin.
Sean sendiri sekarang menarik keduanya kedalam pelukan hangatnya kembali, kemudian berkata "aku senang kalian terlihat akrab begini dan semoga kalian akan akrab selamanya"
"Hm" jawab keduanya singkat.
__ADS_1
... ----------...
Waktu sudah berlalu, dan sekarang adalah waktunya Luoxue dengan Sean pergi menuju acara reuni kelas Luoxue saat masa kuliah dulu.
Mereka pergi dari hotel tempat mereka menginap menuju sebuah restoran bintang lima di Kota H.
Huaxia Resto.
Begitu mereka sampai dilokasi, mereka langsung masuk menuju ruangan yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Sayang apakah teman-teman kuliahmu dulu semuanya gila harta?" tanya Sean.
"Sebagian iya dan sebagian tidak" jawab Luoxue.
"Jika begitu pasti akan ada sesuatu yang tidak dingginkan terjadi" ucap Sean.
"Benar, namun walau bagaimanapun mereka tidak akan bisa dibandingkan dengan sayangku" ucap Luoxue.
"Tapi jika mereka berlebihan, maka aku tidak akan tinggal diam saja" ucap Sean menjawab.
"Hem, terserah sayang saja" jawab Luoxue.
Mereka berdua akhirnya tiba diruangab pesta reuni berlangsung, dan langsung saja mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang sudah ada didalam ruangan pesta tersebut.
Tanpa ada rasa canggung dan lain sebagainya, Sean dengan Luoxue langsung ikut bebaur dengan yang lainnya seolah seperti teman lama yang baru bertemu kembali.
Tapi seperti yang sudah diduga oleh Sean, ada kejadian yang menurutnya serasa menyebalkan terjadi.
Ada satu orang pria yang berlagak sok berkuasa dan mencoba merayu kekasihnya Luoxue, apakah itu bisa dirinya biarkan begitu saja? Tentu saja tida!.
Saat lelaki itu tengah berusaha merayu Luoxue, Sean datang dan menarik pinggang Luoxue agar membuat tubuhnya merapat dengannya.
Hal itu tentu saja terjadi dihadapan semua orang disana yang mulai merasa akan ada sesuatu yang menarik terjadi.
"Kau siapa?" tanya Sean.
"Aku Ming Fei, dan orang yang mencintai Luoxue" jawabnya.
"Sayang, percayalah aku tidak menyukainya" jawab Luoxue berusaha menjelaskan agar tidak ada salah paham antara dirinya dengan sang kekasih Sean.
"Aku tahu itu, kamu cukup diam saja dan dengarkan aku" ucap Sean sambil kemudian mendaratkan satu kecupan singkat pada bibir Luoxue.
Chu~
Semua orang nampak kaget dengan kejadian tersebut, namun yang lebih parah lagi adalah sosok Ming Fei yang sudah sangat emosi sampai ke ubun-ubunnya.
Selepas mencium bibir Luoxue, Sean menatap kearah Ming Fei dan berkata dengan nada mendominasi.
"Pergi dan jauhi Luoxue mulai sekarang, atau kau akan menemui akhir kehidupan mewahmu itu dengan segera" tegas Sean.
"Heh! Memangnya siapa kau ini, aku adalah Ming Fei salah satu tuan muda dari empat keluarga kaya kota H ini" jawabnya sombong.
"Benarkah kau tidak mau menyerah dan terus berusaha merebut sesuatu milik orang lain?" tanya Sean.
"Aku tidak peduli aka hal itu, namun Luoxue harus jadi milikku" ucap Ming Fei sok arogan sekali dihadapan semua orang.
"Kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada kehidupan mewahmu itu mulai dari sekarang" ucap Sean.
"Heh....Jangan berlagak kau! Memangnya kau siapa huh?" tanya Ming Fei.
"Orang yang akan membuat dirimu menderita!" ucap Sean.
Sean kemudian membawa Luoxue pergi dari sana, dan tidak lupa berkata pada sistem untuk memberikan perintahnya.
"Aku ingin Layanan sistem pertama miliku, ambil alih semua harta kekayaan milik keluarga anak sombong bernama Ming Fei itu menjadi milik diriku sistem"
{Layanan diberikan}
{Sistem akan mengurus sisanya}
Sean tersenyum senang dan kemudian menjawab "terimakasih sistem"
{Sama-Sama}
Sementara didalam ruangan pesta reuni sebelumnya, orang bernama Ming Fei itu kini dapat sebuah panggilan telpon dari ayahnya.
Begitu panggilan telpon dijawab, langsung terdengar makian dari sang ayah yang langsung menyuruhnya pulang saat itu juga.
Sampai dirumahnya Ming Fei langsung dihadapkan dengan berbagai kemarahan dari keluarganya dan langsung mendapatkan kenyataan bahwa keluarganya sudah hancur dan tidak lagi memiliki apapun.
Hingga akhirnya dia sadar kemungkinan ini adalah ulah kekasih dari kekasih Luoxue sebelumnya.
Sehingga rasa penyesalan datang menghampiri hatinya saat itu juga.
Sean sendiri dilain tempat sekarang sedang nyaman-nyamannya tidur dengan dipeluk dua wanita cantik dengan tubuh menggoda dibalik selimut tebal yang hangat didalam kamar hotel.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.