LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 69


__ADS_3

Yun Zi yang mendengar ucapan Sean barusan serasa tidak percaya.


"Kamu serius?" tanya Yun Zi.


"Serius, jika kamu mau" jawab Sean.


Yun Zi mengangguk malu-malu sebagai jawaban, dan Sean yang melihat jawaban Yun Zi merasa puas kemudiam mengecup keningnya dengan lembut.


"Sekarang kita kembali terlebih dahulu ke dalam kelas dan sampai ketemu sepulang sekolah nanti" ucap Sean.


"Ehm....Baik" jawab Yun Zi.


Mereka kemudian kembali kedalam kelas masing-masing.


Sampai bell masuk berbunyi dan jam pelajaran kembali berlangsung hingga waktu pulang sekolahpun tiba.


Sean sekarang sudah bersama dengan Yun Zi didalam mobilnya, mereka dalam perjalanan pulang.


"Na-nti....Kita lak-uin itu dirumahku?" tanya Yun Zi.


Sean tahu apa yang ditanyakan oleh Yun Zi dan berkata "kamu gak sabar ya?"


"Katanya kamu mau lanjutin yang tadi!!" ucap Yun Zi.


"Hahahah! Iya kita akan lakukan dirumahmu" jawab Sean.


Yun Zi dengan senamg menyandarkan kepalanya pada bahu Sean.


Hingga tidak lama kemudian mereka telah sampai dirumah Yun Zi, keduanya turun bersama-sama dari dalam mobil kemudian masuk kedalam rumah.


Namun anehnya tidak ada siapa-siapa didalam rumah.


"Apakah orang tuamu sedang pergi?" tanya Sean.


"Sepertinya begitu, tapi kemana ibu dan ayah pergi?" ucap Yun Zi.


Sean melihat situasi sekarang serasa mendukung dan langsung menggendong Yun Zi ala tuan putri dan membawanya kedalam kamar Yun Zi.


Yun Zi sendiri hanya diam saja dan menyembunyikan kepalanya dalam dada bidang Sean.


Sean sudah tiba didalam kamar Yun Zi, kemudian mengunci pintu dan membaringkan Yun Zi diatas kasur.


"Kamu yakin?" tanya Sean.


Yun Zi hanya mengangguk sebagai jawaban.


Sean dengan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya pada wajah Yun Zi dan ketika hendak mencium bibirnya malah ada panggilan telpon mengganggu mereka.


Terpaksa Sean harus berhenti dan melihat siapa yang menelpon dirinya.


"Tuan saya Xing Wei, saya ingin melaporkan bahwa Huo Tian tertembak" ucapnya melapor.


Yun Zi juga mendapatkan telpon dan menerima informasi dari rumah sakit bahwa ayahnya masuk rumah sakit sekarang ini.


Sean tahu apa yang ingin dikatakan oleh Yun Zi dan berkata "ayo aku antar ke rumah sakit"


Yun Zi mengangguk dan kemudian mereka pergi dari rumah menuju rumah sakit.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Sean berkata pada sistem.


"Gunakan layanan sistem pertamaku hari ini untuk menyelamatkan nyawa ayah Yun Zi sistem"


{Layanan diberikan}


"Bagus....Sekarang bagaimana kondisi ayah Huo Tian?"


{Saat ini tengah ditangani dokter dan anda bisa tenang karena sudah bisa dipastikan bahwa Huo Tian akan selamat}


"Baguslah.....Aku bisa tenang"


Sean melirik kearah Yun Zi yang sudah banjir air mata dan dari tadi diam saja dengan sesegukan.


Sean tersenyum kemudian menenangkan Yun Zi sambil berkata "ayahmu akan baik-baik saja, percaya padaku"


"Ehm....Aku harap begitu" jawab Yun Zi sambil berusaha menenangkan dirinya.


10 menit kemudian mereka tiba dirumah sakit, langsung saja pergi menemui Yun Mei di depan ruangan UGD.

__ADS_1


Sampailah mereka bertemu dengan Yun Mei yang tengah duduk menunggu kabar dari dokter.


"Ibu" ucap Yun Mei sambil memeluknya.


Sang ibu Yun Mei juga balas memeluk Yun Zi sang anak sambil saling memberikan rasa ketenangan satu sama lainnya.


"Kalian berdua tenang saja, ayah Huo Tian pasti akan baik-baik saja" ucap Sean.


Tidak lama setelag Sean berkata seperti itu, dokter yang bertugas menangani Huo Tian keluar dari dalam ruangan UGD dan menemui mereka bertiga.


"Dokter bagaimana keadaan suami saya sekarang?" tanya Yun Mei.


"Suami ibu berhasil kami selamatkan, dan akan segera kami pindahkan keruangan rawat untuk pemulihan" jawab sang dokter.


"Pindahkan ke ruangan VVIP" ucap Sean.


"Baik, kalau begitu saya tinggal dulu" jawab sang dokter sebelum pergi dari sana.


Kemudian Sean berkata "aku akan urus administrasinya terlebih dahulu, dan aku akan cari siapa pelakunya"


"Ehm....Makasih Sean, dan berhati-hatilah" jawab Yun Mei.


"Sayang kamu harus hati-hati" jawab Yun Zi.


Sean mengangguk sebagai jawaban, lalu pergi dari sana dan mengurus biaya administrasi. Setelah itu pergi dari rumah sakit dan menemui para pasukannya yang ditugaskan menjaga Huo Tian.


Mereka bertemu di dekat rumah sakit.


Terlihat ketiganya tengah menundukan kepala karena merasa bersalah dan ketakutan terhadap Sean.


"Jika kalian merasa bersalah karena lalai dalam menjalankan tugas, tolong dapatkan pelaku penembak jitu itu" perintah Sean.


"Kami sudah tangkap orangnya tuan" jawab salah satu dari mereka.


"Dimana sekarang pelaku yang berhasil kalian tangkap itu?" tanya Sean.


"Silahkan ikuti kami tuan" jawab orang itu kembali.


Mereka berempat pergi dari sana menuju sebuah gedung kosong dan masuk kedalamnya, terlihat seorang pria dengan usia 35 tahun disana dalam keadaan terikat di sebuah kursi.


"Sistem berikan aku informasi lengkap mengenai kejadian ini"


"Kalian habisi pria ini dan bereskan mayatnya"


"Baik" jawab ketiga orang tersebut.


Sean sendiri kemudian berbicara pada sistemnya.


"Sistem, siapa itu Ao Ji?"


{Ao Ji merupakan seorang sahabat baik dari Huo Tian sewaktu kuliah dulu dan mereka memiliki permusuhan akibat memperebutkan Yun Mei yang berakhir didapatkan oleh Huo Tian}


"Jadi balas dendam kah?"


{Benar}


"Lalu berikan aku informasi sedetail mungkin mengenai Ao Ji ini"


{Ao Ji berusia 38 tahun dan tinggal di Jl.Yunggiang No.19}


"Apa lagi informasi tentang dia?"


{Ao Ji merupakan salah satu pengusaha sukses di kota Nanjiang serta berhubungan dengan dunia bawah di kota tersebut}


"Kalian bertiga setelah ini datangi Sebas dan bilang padanya untuk membawa seluruh pasukan dan bereskan orang bernama Ao Ji, nanti akan kukirimkan semua detail mengenai Ao Ji ini pada Sebas"


"Baik" jawab ketiga bawahan Sean disana.


Sean lalu pergi dari sana dengan mengendarai mobilnya sendiri, kemudian pulang kerumahnya.


Sampai rumah selepas bersih-bersih mandi dan berganti pakaian, dirinya langsung memberikan kabar pada orang tuanya mengenai kondisi Huo Tian.


Akhirnya mereka sekeluarga pergi kerumah sakit dan menjenguk Huo Tian di rumah sakit, ternyata Huo Tian sudah sadarkan diri ketika mereka tiba disana dan akhirnya mengobrolah mereka semua.


Sean juga menyampaikan bahwa pelaku dari penembakan Huo Tian sudah diketahui dan sedang di cari oleh orang-orangnya.


Akhirnya selepas menghabiskan waktu bersama-sama dengan saling bercengkrama dan mengobrol bersama-sama, ayah dan ibu Sean pamit pulang.

__ADS_1


Meninggalkan Sean dengan Yun Mei dan juga Yun Zi disana yang menginap dirumah sakit menjaga Huo Tian.


"Ibu pulanglah dulu, biar Yun Zi dengan Sean yang menjaga ayah" ucap Yun Zi pada sang ibu.


"Kalau begitu ibu titip ayahmu, ibu akan pulang dulu sebentar dan akan kembali kesini dalam satu jam" ucap Yun Mei.


Selepas Yun Mei pulang kerumah, tinggalah Huo Tian dan Sean dengan Yun Zi sekarang ini didalam ruangan tersebut.


"Ayah lebih baik tidur dan istirahat agar bisa cepat pulih" ucap Yun Zi.


"Baiklah" jawab Huo Tian.


Sean kemudian bertanya pada Yun Zi "kamu sudah makan?"


"Belum" jawab Yun Zi.


"Kalau gitu mau aku belikan makanan apa?" tanya Sean.


"Kalau begitu tolong beliin aku makanan apa saja dan kamu juga jangan lupa beli satu untukmu, juga cepatlah kembali aku disini tidak mau menunggu ayah sendirian" ucap Yun Zi.


"Baiklah, kamu tunggulah sebentar disini dan jangan kemana-mana" jawab Sean.


Lalu Sean pergi keluar dan menuju kantin untuk membelikan makanan untuk dirinya sendiri dan Yun Zi.


Selepas membeli makanan dan minumnya, Sean kembali kedalam ruangan tempat ayah Huo Tian dirawat.


"Makanan tiba" ucap Sean.


Mereka berdua kemudian makan bersama-sama, dan selepas makan juga minum. Mereka berdua banyak mengobrol berdua di sofa disana, sedangkan Huo Tian sendiri tengah tertidur.


Malam itu Sean mendapatkan laporan dari Sebas bahwa tugas darinya telah diselesaikan dengan baik dan dibereskan tanpa meninggalkan jejak sama sekali.


Sean kemudian memerintahkan pasukannya untuk kembali dan melakukan tugas seperti biasanya.


Selesai menelpon dengan Sebas, Sean melihat kearah Yun Zi yang tengah tertidur diatas sofa.


"Aku harus lebih berhati-hati lagi mulai dari sekarang"


Sean berpikir untuk menguasai dunia bawah sekarang ini seperti pada kehidupan pertamanya, karena dengan begitu dirinya akan aman dan begitupun keluarganya juga akan aman dari para penjahat dunia bawah.


Itu semua karena dirinya adalah seorang penguasa dunia bawah dan juga pembisnis yang hebat dan berkuasa di kotanya.


"Sepertinya itu tidaklah buruk, benarkan sistem?"


{Semua tergantung pada anda tuan}


"Kalau begitu gunakan layanan sistem keduaku hari ini, aku ingin pasukan hebat seperti sebelumnya dalam jumlah banyak"


{Layanan diberikan}


Sean kemudian menghubungi Sebas guna mencari lokasi yang tepat untuk membuat markas bagi pasukan yang akan dirinya keluarkan dari ruangan penyimpanan sistem.


"Sebas kau tolong carikan sebuah tempat yang cocok untuk aku membangun pasukan dunia bawah kedepannya" perintah Sean.


"Baiklah, akan saya laksanakan tuan" jawab Sebas.


"Aku harap kau dapatkan tempatnya dengan cepat" ucap Sean.


"Baik tuan" jawab Sebas.


Selepas berbicara dengan Sebas, Sean menutup telponnya dan duduk tepat disamping Yun Zi ya g tengah tertidur dan memeluk tubuh Yun Zi.


Yun Zi merasakan pelukan hangat pada badannya, dan balas memeluk Sean.


Akhirnya mereka tertidur dengan bersama-sama pada sofa panjang yang ada didalam ruangan tersebut, sampai tanpa diduga datanglah Yun Mei kedalam ruangan tempat dirawatnya Huo Tian sekarang.


Yun Mei yang melihat kelakuan Yun Zi dengan Sean merasa bahagia karena dengan ini dirinya bisa tahu bahwa Sean sangat mencintai dan menyayangi Yun Zi dengan sepenuh hati.


Bahkan bukan hanya itu saja, apalagi Sean juga sangat memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan begitu penuh perhatian sekali.


Bukan hanya sekali, namun dua kali sudah Sean menolong keluarganya dari insiden besar selama ini semenjak mereka mengenal sosok Sean dan semenjak Sean mengenal mereka semua.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2