
"Kamu juga tertarik dengan hal-hal begini?" tanya sang bibi.
"Begitulah, kalian sudah dapat batu yang bagus?" jawab Sean sambil balik tanya pada sang paman dan bibi.
"Belum, kami baru saja tiba dan langsung pergi kemari untuk melihat keramaian apa disini" jawab sang paman.
"Lalu sebenarnya ada apa ini?" tanya sang bibi.
"Mereka bertiga memperebutkan satu batu yang sama sampai adu mulut" jawab Sean.
"Begitu" jawab sang bibi.
"Sudahlah kita lupakan mereka, lebih baik kita cari batu juga" ucap Sean.
"Ide bagus, apakah kau jago dalam hal begini?" ucap sang paman.
"Lumayan, apakah paman butuh bantuan?" tanya Sean.
"Begitulah, aku ingin cari setidaknya satu batu giok untuk nantinya dijadikan perhiasan bagi istri dan kedua anakku" jawab sang paman.
"Kalau begitu ayo kita cari" jawab Sean.
Dengan bantuan Sean, mereka bertiga hanya perlu menghabiskan sedikit waktu saja sampai berhasil menemukan satu batu berisi giok kaca yang berukuran lumayan besar.
Sang paman dan bibi sangat senang dan merasa berterimakasih sekali pada sang keponakan, hingga akhirnya mereka memilih menyudahi kegiatan judi batu disana.
Sean pergi berpisah dengan sang paman dan bibi, dimana dirinya tengah bersantai ditaman kota terdekat.
Dirinya duduk pada salah satu bangku taman yang tersedia disana sambil menikmati suasana ketenangan dan kedamaian.
Hingga tiba-tiba ada seorang perempuan yang menawarkan brosur padanya.
"Tuan muda, apakah anda tertarik untuk datang ke kafe kami?" ucap wanita dengan pakaian pelayan sambil memberikan selebaran pada Sean.
Sean tidak langsung menerima selebaran tersebut dan malah memperhatikan wajah perempuan tersebut yang dirasanya kenal dan tidak asing.
Hingga otaknya mengingat bahwa wanita didepannya ini adalah penyiar dalam BB Online yang waktu itu dirinya beri hadiah sebesar 500.000 yuan, kalau tidak salah ingat dia bernama Xinxin.
"Kamu Xinxin?" tanya Sean.
Wanita tersebut nampak terkejut karena pria dihadapan dirinya ini mengenali namanya siapa.
"Maaf apakah kita saling kenal atau pernah bertemu sebelumnya?" tany wanita tersebut.
"Apakah kamu lupa dengan Tuan Rich S?" tanya Sean langsung pada intinya.
Seketika wanita tersebut mulai mengingat-ngingat sesuatu, hingga tersadar akan sebuah kejadian belum lama ini yang dirinya alami.
"Kamu tuan Rich S?" tanya perempuan tersebut.
"Benar, senang bisa bertemu" jawab Sean.
"Wahh, tidak disangka kamu tuan Rich S. Ini benar-benar sebuah kejutan bagiku" jawab perempuan tersebut.
"Bagaimana kalau kita mengobrol?" usul Sean.
"Tapi aku sedang bekerja" jawab perempuan tersebut.
"Dimana kamu bekerja?" tanya Sean.
"Tidak jauh dari sini" jawab perempuan tersebut.
"Jika begitu mari antar aku kesana" jawab Sean.
"Baiklah" jawab perempuan tersebut.
Mereka akhirnya berjalan bersama-sama menuju kafe tempat bekerja perempuan tersebut, sambil mengobrol dan saling berkenalan dengan benar.
Sampai di kafe, Sean duduk disalah satu meja yang kosong.
Kemudian dengan dilayani langsung oleh Xinxin, dirinya memesan segelas capucino.
Namun sebelum Xinxin pergi menyampaikan pesananya, Sean meminta Xinxin agar memanggilkan manajer kafenya agar bisa bertemy langsung dengannya.
Xinxin hanya menurut saja, dan tidak lama setelah itu Xinxin kembali dengan membawa sosok pria paruh baya yang mana pemilik kafe tersebut.
"Aku ingin berbicara dengan Xinxin, jadi berikan dia waktu untuk mengobrol denganku tanpa ada potongan gaji ataupun pelanggaran atauran bisa?" ucap Sean sambil memperlihatkan BlackCard miliknya.
Sang pemilik kafe itu tidaklah bodoh, dirinya mengenal kartu apa yang ada ditangan pelanggan dihadapannya ini. Sehingga sudah bisa dipastikan orang dihadapan dirinya sekarang bukanlah seorang pria biasa dan tentu saja sudah bisa dipastikan memiliki kekuasaan yang tidak sedikit.
__ADS_1
"Baik tuan, silahlan mengobrollah dengan Xinxin sepuas anda" jawab sang pemilik kafe.
Sementara Xinxin sendiri malah nampak terkejut dengan sikap dan perkataan yang diucapkan oleh sang boss.
"Xinxin kamun temanilah tuan muda ini, jangan buat masalah mengerti?" ucap sang pemilik kafe.
"Baik boss" jawab Xinxin.
Akhirnya Sean duduk berdua dengan Sean sembari menyajikan pesanan milik Sean.
"Sekarang bisakan kita mengobrol?" tanya Sean sambil meminum capucino ditangannya.
"Ah.... i-iya" jawab Xinxin.
"Gak usah merasa gugup, aku hanya inin mengobrol denganmu saja" ucap Sean.
"Iya, baik" jawab Xinxin.
"Pesanlah makanan atau minuman terlebih dahulu" ucap Sean.
Akhirnya Xinxin memesan makanan dan minuman, termasuk Sean juga memesan satu makanan.
Setelah itu mereka mengobrol dengan penuh canda dan tawa, sampailah masalah datang menghampiri keduanya.
Saat sedang mengobrol bersama dengan asik, datang seorang tuan muda dengan gaya sombongnya.
"Xinxin, bayar hutangmu!!" teriak sombong pemuda sombong tersebut.
Sean dengan Xinxin menoleh kearah yang sama dan menemukan pria sombong yang arogant dengan membawa dua pengawal badan besarnya.
"Siapa dia?" tanya Sean pada Xinxin.
"Dia adalah Feinan, ayahku yang suka berjudi berhutang banyak uang padanya" jawab Xinxin ketakutan.
Sean memgang lengan Xinxin dan berkata "Jangan takut, aku akan bantu kamu sekarang"
Xinxin mengangguk paham sebagai jawaban.
Kemudian pria bernama Feinan itu hendak menarik lengan Xinxin namun langsung dihentikan oleh Sean.
"Lepaskan!! Siap kau?" teriak Feinan.
"Aku temannya" jawab Sean.
"Kau yang lebih baik bersikap sopan padaku jika tidak ingin hidup senang mu berkahir disini" ancam Sean balik.
"Cih!!! Emangnya siapa kau?" tanya Feinan.
"Siapa aku tidaklah penting, yang pasti jangan bersikap seenaknya dihadapanku" tegas Sean.
"Lebih baik kau minggir, aku punya urusan dengan wanita ini" teriak Feinan sambil menunjuk kearah Xinxin.
"Karena dia adalah temanku, maka urusannya bisa menjadi urusanku juga" ucap Sean.
"Kalau begitu bayar hutang ayahnya padaku!!" teriak Feinan.
"Berapa?" tanya Sean.
"10 jt" jawab Feinan sambil menghempaskan genggaman lengan Sean pada pergelangan tangannya.
"Baik, berikan nomor rekeningmu" jawab Sean.
Feinan memberikan nomor rekeningnya pada Sean, dan setelah itu Sean membayar hutang ayah Xinxin sebesar 10jt pada Feinan.
"Uangnya sudah kutransfer, mulai sekarang jauhi Xinxin dan keluarganya karena kau sudah tidak ada urusan lagi dengan mereka" tegas Sean.
"Cih! Baiklah terserah" jawab Feinan sambil pergi dari sana.
Setelah keributan berakhir, Sean dengan Xinxin kembali duduk bersama dan mengobrol lagi.
"Terimakasih, Sean" jawab Xinxin.
"Sama-sama, lagipula aku senang bisa membantu" jawab Sean.
"Tapi aku tidak bisa mengembalikan uangmu sekarang" jawab Xinxin.
"Bukan masalah, kau tidak perlu mengembalikan uangku" jawab Sean.
"Tapi-" ucapan Xinxin dipotong oleh Sean.
__ADS_1
"Bagaimana jika kau temani aku jalan-jalan saja sebagai ucapan terimakasih darimu sekaligus balas budi atas bantuan dariku barusan" jawab Sean.
"Benarkah hanya itu?" tanya Xinxin.
"Iya benar" jawab Sean.
"Baiklah, tunggu jam kerjaku usai akan kutemani kamu jalan-jalan" ucap Xinxin.
Sean pada akhirnya menunggu Xinxin usai bekerja hari itu sampai pukul 6 malam.
Dan kini keduanya sudah berada di sebuah mall.
"Kamu belilah beberapan pakaian, karena habis ini kamu harus temani aku pergi kesuatu tempat" ucap Sean.
"Aku rasa terlalu berlebihan deh kalau harus beli beberapa baju" jawab Xinxin.
"Ayo pilihlah, aku yang bayarin" jawab Sean memaksa.
Akhirnya mereka membeli beberapa pakaian, dan juga parfum untuk Xinxin.
Setelah itu Sean meminta Xinxin memakai salah satu baju yang dibelinya, lalu Sean membawa Xinxin pergi ke acara lelang bersama dengan kakek beserta paman dan bibinya.
Kedatangan Sean bersama seorang wanita cantik kehadapan mereka begitu mengejutkan, pasalnya itu bukanlah Xu Qin dan Luouxue.
"Cucuku yang nakal, siapa wanita yang kau bawa bersamamu ini?" tanya sang kakek pada Sean karena rasa penasaran yang tinggi ingin tahu siapa wanita cantik yang dibawa oleh Sean sekarang ini kehadapan mereka.
"Perkenalkan ini temanku yang tinggal di kota Yu, namanya Xinxin" ucap Sean.
Setelah saling berkenalan, mereka akhirnya pergi bersama menuju tempat dilangsungkannya acara lelang yang menjadi tujuan kedatangan mereka ke kota Yu ini.
Mereka duduk di ruangan elit dalam gedung tempat diselenggarakannya acara lelang.
"Adakah barang yang kakek incar?" tanya Sean.
"Tentu saja ada, makanya aku kemari" jawab sang kakek.
"Barang apa itu?" tanya Sean penasaran.
"Porselen biru, dan cincin giok kaisar" jawab sang kakek.
"Oh....." jawab singkat Sean.
Sementar sang kakek beserta paman dan bibinya fokus memperhatikan jalannya acara lelang, Sean malah saling suap-suapan buah-buahan dengan Xinxin.
Sampai pada salah satu barang lelang yang sepertinya menarik perhatian dan minat dari Xinxin.
Sean menyadari itu dan langsung menawar dengan harga diatas penawar lainnya.
Semua orang yang satu ruangan dengan Sean begitu terkejut karena secara mendadak dan tiba-tiba Sean memberikan penawaran atas salah satu barang lelang yang ditawarkan.
Pada akhirnya barang tersebut jatuh ketangan Sean dengan harga 2jt, dan langsung dibayar menggunakan kartu miliknya.
Selepas selesai bayar dan penyerahan barang pada dirinya, Sean mengeluarkan kalung dengan liontin berbentuk hati dari bahan ruby itu dari dalam kotaknya.
"Xinxin berbaliklah" pinta Sean.
Xinxin hanya menurut saja dan kemudan Sean langsung memasangkan kalung tersebut keleher putih mulus Xinxin.
"Nah cocok" ucap Sean memuji.
"Tuan muda Sean, ini berlebihan aku tidak pantas menerimanya" ucap Xinxin.
"Terimalah dan amggap hadiah persahabat dariku" ucap Sean.
Xinxin yang tidak bisa menolak pada akhirnya menerima pemberian dari Sean dengan hati yang bisa dikatakan secada jujur bahagia sekali.
Walau tidak dipungkiri ada perasaan cinta tumbuh dihatinya untuk Sean, namun dirinya sadar Sean hanya menganggap dirinya sebagai sahabat tidaklah lebih dari sekedar sahabat seperti apa yang diharapkan dirinya.
Walau begitu dirinya merasa sangat senang dapat diperlakukan secara begitu baik oleh Sean dan diterima dengan baik pula kehadiran dirinya oleh keluarga Sean yang sudah dirinya ketahui ada kakek serta paman dan bibinya Sean.
Kembali pada Sean.
Kini dirinya jadi ikut tertarik memperhatikan jalannya acara lelang karena menyadari barang yang muncul semakim menarik dan bagus-bagus.
Dirinya berharap ada sebuah benda yang bisa berguna dimasa depan untuk dirinya sendiri gunakan atau sekedar pajangan semata saja dikediamannya.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.