LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 30


__ADS_3

Setelah kejadian semalam mengenai kakek Xu yang tiba-tiba saja jatuh sakit sampai kondisinya kritis, Sean pergi meninggalkan rumah keluarga Xu.


Xu Qin sendiri meminta izin pada Sean agar bisa lebih lama menghabiskan waktunya bersama dengan keluarganya, Sean tidak masalah dengan itu dan mengizinkan Xu Qin agar bisa bersama dengan keluarganya.


Sean sekarang sudah sampi dirumahnya kembali, atau lebih tepatnya villa miliknya.


Sean sekarang yang tengah duduj bersantai menonton televisi mendapatkan pikiran untuk mempekerjakan asisten rumah tangga dirumahnya.


Tapi sesaat dirinya kembali berpikir apakah itu perlu? Karena nantinya kedua istrinya yang akan mengurus rumah.


"Sistem bagaimana menurutmu?"


{Lebih baik anda mempekerjakan pelayan dirumah anda untuk mengurus rumah}


"Kenapa?"


{Agar kedua istri anda tidak merasa lelah mengurus rumah dan hanya tinggal duduk diam menikmati semua fasilitas yang anda berikan untuk mereka}


"Jadi maksudmu membiarkan kedua istriku agar menjadi nyonya yang sesuguhnya?"


{Benar}


"Baiklah akan kupikirkan nanti soal ini"


Saat Sean kembali menonton televisi terdengar suara bell rumah.


Sean beranjak dari duduknya dan membukakakn pintu.


Terlihat ada sosok yang dirinya kenal belum lama ini.


"Tuan Xin?" ucap Sean.


"Halo nak, kita bertemu lagi" jawab Xin Si.


Sean mempersilahkan Xin Si dengan keluarganya masuk kedalam dan membawa mereka duduk bersama diruangan tamu.


Setelah selesai menyajikan minum untuk para tamu, Sean kemudian mulai ikut bergabung duduk dengan mereka.


Nampak Xin Si memulai percakapan setelah meminum air yang disajikan oleh Sean barusan.


"Sean, kedatangan kami kesini karena ingin memastikan sesuatu" ucapnya.


"Silahkan jika ada yang ingin katakan tuan" jawab Sean.


"Apakah aku bisa melihat kedua orang tuamu?" tanya Xin Si.


"Maaf tuan, tapi kedua orang tuaku sudah tiada" jawab Sean.


"Begitu....maaf aku mengungkit sesuatu yang membuatmu merasakan kesedihan" jawab Xin Si.


"Tidak apa-apa, memangnya kenapa anda ingin bertemu dengan kedua orang tuaku?" tanya Sean.


"Kami ingin memastikan sesuatu" jawab istri Xin Si.


"Memastikan apa?" tanya Sean.


"Begini saja, apakah kau memiliki foto kedua orang tuamu?" tanya Xin Si kembali.


"Aku punya, sebentar aku akan ambil terlebih dahulu" Sean kemudian beranjak pergi dari sana menuju kamarnya yang ada dilantai atas.


Sesaat kemudian dirinya kembali dengan membawa selembar foto ditangannya yang kemudian diserahkan pada Xin Si.


Xin Si yang menerima foto tersebut langsung menjatuhkan air matanya entah kenapa saat ini, Sean yang kebingungan hanya diam saja tidak berani bicara untuk saat ini.


"Sean apakah kamu tahu sesuatu mengenai ayahmu?" tanya sang kakek tua yang Sean tahu bernama Xin Liu.


"Mengenai ayahku?" tanya Sean bingung.


"Iya, apakah kau pernah tahu sesuatu tentang ayahmu itu?" tanya Xin Liu pada Sean.


"Aku sebenarnya pernah merasa aneh soal identitas ayahku yang misterius" jawab Sean.


"Dia tidak pernah mengatakan dari keluarga mana dia berasal bukan?" tanya Xin Liu.

__ADS_1


"Benar, bagaimana anda tahu tuan?" tanya Sean.


"Itu karena ayahmu adalah anaku" jawab Xin Liu.


Sesaat Sean terdiam tidak bisa mengatakan apapun, dan hanya bisa diam saja.


Sebelum akhirnya Sean dapat mendengar perkataan dari kakek Xin Liu yang mulai bercerita.


"Sebenarnya ayahmu adalah salah satu anakku, dan merupakan kakak dari Xin Si. Kenapa ayahmu bisa terpisah dari keluarga utama Xin adalah karena hubungannya dengan ibumu yang aku tentang sehingga ayahmu memilih pergi dari keluarga utama Xin" jawab Xin Liu menjelaskan.


Sean hanya diam saja mendengarkan apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh kakek Xin.


"Jadi ketika dulu ayahmu membawa ibumu yang berasal dari keluarga biasa untuk dikenalkan dengan keluarga kita, aku menentang keras hubungan mereka berdua sehingga akhirnya aku dengan ayahmu adu mulut sampai ayahmu akhirnya memutuskan pergi dari rumah tanpa membawa apapun dari keluarga Xin. Dan ternyata dia berhasil memulai hidup barunya dengan ibumu dan sukses membangun perusahaan sendiri hingga kami kehilangan kabarnya" jelas Xin Liu.


Sean dapat paham apa yang terjadi sekarang ini, dan sesaat dirinya diam sebelum berkata "jadi kita adalah keluarga?"


"Benar, dan kau adalah salah satu cucuku" jawab Xin Liu.


"Aku sungguh tidak percaya bahwa akan terjadi hal seperti ini" ucap Sean.


"Sekarang aku meminta maaf atas semua kesalahan diriku ini pada ayahmu dan ibumu, jadi bersediakah kau memaafkan kakekmu ini?" tanya Xin Liu.


"Aku memaafkan kakek, dan lagipula aku akhirnya bisa senang karena telah menemukan keluargaku lagi" jawab Sean bahagia.


"Lalu apa yang terjadi pada ayahmu?" tanya Xin Si.


"Mereka meninggal karena sebuah kecelakaan lalulintas, dan soal kekayaan yang aku miliki sendiri sekarang ini bukanlah warisa kedua orang tuaku" jawab Sean menjelaskan.


"Memangnya kemana semua harta kekayaan kedua orang tuamu?" tanya sang bibi yang bernama Yue yang merupakan istri dari Xin Si.


"Harta kekayaan milik kedua orang tuaku dicuri oleh orang dekatnya sendiri, namun kalian tenang saja aku sudah berhasil membalas perbuatan mereka dan mengambil alih semua harta yang mereka miliki yang seharusnya adalah milik diriku" jawab Sean menjelaskan.


"Hahahah, kamu memanglah keturunan keluarga Xin ku. Kita memang harus kejam pada lawan dan orang-orang yang telah menyakiti keluarga kita, walau aku juga waktu itu salah karena berusaha menyakiti ayahmu dan ibumu" jelas Xin Liu.


"Sudahlah kakek, yang lalu biarlah berlalu dan mari kita buka lembaran baru kedepannya dengan penuh kenangan dan momen indah kebersamaan" jawab Sean.


Mereka pada akhirnya menghabiskan waktu bersama-sama dengan saling memperdekat diri diantara satu sama lainnya, agar bisa menjalin hubungan keluarga yang lebih baik lagi kedepannya.


... ----------...


Xin Sean.


Itulah nama lengkap dirinya, dan fakta baru telah terungkap dimana dirinya merupakan cucu dari sosok legenda bisnis Xin Liu di negara ini.


Sang kakek dengan keluarga sudah kembali pulang ke kediaman utama, Sean juga diminta untuk tinggal disana bersama-sama.


Sean setuju untuk itu, namun tidaklah sekarang melainkan nanti setelah dirinya menikahi Xu Qin dan Ji Luoxue.


Xin Liu tidak mempermasalahkan itu, yang penting sang cucu bisa tinggal bersama dengannya ditambah lagi sang cucu akan segere menikah.


Sean sendiri juga segera diminta menikahi kedua wanitanya oleh Xin Liu, dengan alasan agar bisa segera tinggal bersama dan memiliki cucu dari Sean.


Hingga pada akhirnya Sean juga memutuskan untuk segera menikahi Xu Qin dengan Ji Luoxue.


Dan rencananya hari ini Sean akan mengatakan tujuannya itu pada Xu Qin dan Ji Luoxue saat mereka akan bertemu nanti diperusahaan miliknya.


... -----------...


Di perusahaan LTI Cooperation sekarang ini, Sean dengan dua wanitanya sudah bersama dan tengah makan siang bersama-sama dengan saling menyuapi begitu romantis.


Selesai makan, mereka juga bermesraan didalam ruangan kantor milik Sean.


"Jika aku mengajak kalian menikah, apakah kalian bersedia?" tanya Sean.


Luoxue dengan Xu Qin memandang kearah Sean seolah memastikan apa yang mereka dengan barusan bukanlah kesalahan.


"Kamu serius sayang?" tanya Xu Qin.


"Iya, aku serius" jawab Sean.


"Kalau begitu aku mau" ucap Luoxue.


"Aku juga mau" jawab Xu Qin dengan tak kalah semangat dari Luoxue.

__ADS_1


"Baiklah, nanti akan kuberitahukan kabar ini pada keluarga kalian berdua" jawab Sean.


Xu Qin dengan Luoxue kemudian memeluk Sean lebih erat lagi sampai-sampai menempelkan tubuh mereka berdua dengan teramat sangat rapat.


Dan Sean dapat merasakan dua buah kelembutan yang dirinya dapat rasakan pada bagian kedua lengannya yang berasal dari kedua wanitanya itu.


"Kalian ini sengaja menggodaku ya?" tanya Sean.


"Menggoda apa?" tanya Luoxue heran.


"Kalian dengan sengaja menempelkan dada kalian pada kedua lenganku untuk menggoda bukan?" tanya Sean.


Luoxue dengan Xu Qin kemudian sadar dengan apa yang terjadi dan kemudian Xu Qin berkata "walau begitu kamu mama berani menerkam kami"


"Hihihi....Kakak Xu benar, mana berani sayangku ini merusak kami" jawab Luoxue.


Sean yang memang merasa tertekan disituasi ini kemudian berkata "awas saja kalian nanti akan kubuat sampai memohon ampun"


"Awww....takut" ucap Xu Qin makin menggoda dengan menempelkan dada nya pada Sean.


Luoxue ikut melakukan hal yang sama pada Sean, namun Sean langsung berdiri agar bisa menjauh dari kedua wanitanya dan menenangkan diri.


"Kalia ini benar-benar ya!" ucap Sean.


"Hihihi......Maaf-maaf sayang, bercanda" ucap Luoxue.


"Udah sini duduk lagi" ucap Xu Qin.


Sean pada akhirnya memilih duduk di kursi kerjanya dan memeriksa beberapa berkas yang ada diatas mejanya.


Sementara itu kedua wanitanya asik mengobrol di sofa dengan begitu ceria dan asik berdua seolah lupa sekitarnya.


Saat memeriksa laporan diatas meja kerjanya, Sean mendapatkan panggilan telpon dari No.1.


"Halo, ada apa?" tanya Sean langsung pada intinya.


"Tuan, ada sebuah pergerakan tidak biasa di dunia bawah" jawabnya.


"Maksudmu?" tanya Sean.


"Kita kedatangan satu kelompok dari kota Wu dan mereka berniat merebut dan menguasai wilayah yang sudah kita duduki" jelas No.1 pada Sean melaporkan apa yang terjadi sekarang ini di dunia bawah.


"Sudah selidiki siapa mereka dan berapa jumlah kekuatannya?" tanya Sean.


"Sudah tuan, mereka total keseluruhan berjumlah 500 orang dan dipimpin oleh seseorang yang berjulu tubuh besi dari kota Wu" jelas No.1 dalam laporannya melalui telpon sekarang.


"Jadi tamu yang datang tiba-tiba itu ingin mengacau rupanya, kalian bisa bereskan mereka bukan?" tanya Sean.


"Tentu saja bisa tuan, anda tenang saja saya akan atasi masalah ini dengan yang lainnya. Saya melapor hanya untuk memberikan kabar saja pada anda soal apa yang akan kami lakukan pada mereka" jawab No.1 menjelaskan rencananya pada Sean selaku pemimpin mereka.


"Baguslah, jika ini dapat kalian selesaikan dengan mudah dan cepat juga rapih. Maka aku akam berikan kalian hadiah" jawab Sean.


"Baik tuan, kami akan segera selesaikan dengan segera masalah ini" ucap No.1 menjawab dengan yakin.


Selesai dengan urusan tersebut, sambungan telpon dimatikan dan kini nampak kedua wanitanya datang mendekat kearahnya dengan wajah penasaran.


"Sayang, apa yang kalian bicarakan barusan di telon?" tanya Xu Qin.


"Hanya masalah pekerjaan kasar saja" jawab Sean santai.


"Kami tahu itu tidaklah sesederhana seperti yang kamu bilang, namun tolong berhati-hatilah. Karena kami tidak mau kalau kamu sampai kenapa-napa nantinya" ucap Luoxue.


"Aku mengerti" jawab Sean sambil tersenyum.


"Kami juga tidak mau kalau sampai janda sebelum waktunya" ucap Xu Qin.


"Mana bisa kalian jadi janda, nikah aja belum" ucap Sean.


Akhirnya waktu mereka habiskan dengan bersama didalam ruangan kantor Sean untuk mengobrol dan banyak cerita, namun Sean masih belum mengatakan siapa identitas dirinya yang asli atau yang sebenarnya pada kedua wanitanya tersebut sekaeang.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2