
Pria paruh baya tersebut mengambil ID Card yang diletakan diatas meja barusan.
"Itu adalah ID Card milik salah satu dari ketiga orang yang dikatakan sebagai manusia super itu yang telah aku bunuh tadi" ucap Sean memberikan penjelasan singkat.
"Hahahah! Kau rupanya hebat anak baru, baru saja masuk sudah membuat kontribusi sebesar ini" ucap pria paruh baya tersebut.
"Jadi apakah aku layak disini?" tanya Sean.
"Layak! Sangatlah layak, karena jujur saja awalnya au ragu dengan saran mereka berdua untuk memasukan dirimu kedalam organisasi ini. Tapi setelah melihat ini semua aku tidak lagi ragu untuk membawamu masuk kesini dan bergabung bersama kami" ucap pria paruh baya tersebut.
"Baguslah, jadi kapan misi pertamaku?" tanya Sean.
"Sabarlah dulu, pertama kenalkan aku adalah Baozi, dan merupakan pimpinan tertinggi disini. Sekarang kau ambil seragam dan pakailah, kemudian kembali kesini untuk menerima misi dariku" ucap Baozi.
"Baiklah, terimakasih ketua" jawab Sean sambil kemudian berdiri dari posisi duduknya saat ini.
Sean dengan diantarkan Yui pergi mengambil seragam untuknya, selama diperjalanan untuk mengambil seragamnya Sean melihat keseluruhan tempat yang dilewatinya.
Sampai dirinya merasa tertarik dengan sebuah pertarungan didalam arena ring.
"Kenapa mereka bertarung?" tanya Sean.
"Untuk menentukan peringkat" jawab Yui.
"Bisa kau jelaskan lebih jauh lagi mengenai tempat dan organisasi Red Shield ini padaku senior Yui?" tanya Sean dengan penasaran.
Yui kemudian memberikan penjelasan panjang mengenai apa saja yang ada di Red Shield secara garis besar dan pentingnya saja.
Ada tiga aturan dalam Red Shield, yaitu :
Perintah dari atasan itu mutlak dan bersifat wajib dijalankan.
Jika membuat kekacauan akan diberikan hukuman sesuai dengan yang ditentukan oleh ketua Baozi selaku ketua Organisasi Red Shield sekarang.
Jikalau kau gagal dalam misi yang kau terima maka bersiaplah dengan segala kemungkinan.
Selain tiga aturan utama tersebut, Sean juga diberitahukan bahwa ada sistem peringkat dalam organisasi Red Shield ini. Yaitu Bronze,Silver, Gold,Platinum dan yang terakhir Hero.
Selepas dari itu Yui hanya menceritakan mengenai tempat macam apa saja yang ada di dalam kantor atau markas Red Shield ini serta fungsi dari tempat-tempat yang ada tersebut.
Setelah berjalan sedari tadi sambil bercerita, akhirnya Sean bisa sampai ditempat tujuan yang merupakan sebuah tempat yang dibilang mirip loket.
Sean menerima seragam dan ID Card miliknya ditempat itu, sesudah mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Segera Sean mengenakan seragam yang diberikan barusan.
Beres dengan urusan seragam dan ID Card barusan, Sean berniat kembali kedalam ruangan Baozi. Namun diperjalanan kembali masalah datang menghampiri dirinya.
Ada tiga orang yang datang menghalang jalan dari Yui dan Sean saat akan kembali keruangan ketua Baozi saat itu.
"Yui, kau cantik sekali hari ini" ucap seorang pria dengan perawakan cukup tinggi dan badan berotot, dengan dibelakangnya terdapat dua orang antek-anteknya.
"Ling sebaiknya kau pergi dari hadapanku sebelum kubuay perhitungan dengmu!" tegas Yui dengan nada yang ditekan.
"Waah! Cantik sekali wajahmu kala marah Yui ku sayang" ucap pria dengan nama Ling tersebut.
__ADS_1
"Sayang pantatmu, aku bukan sayang-sayangmu! Lebih baik kau menyingkir dan jangan halangi aku!" tegas Yui kembali.
Sean sedari tadi hanya diam saja memperhatikan jalannya pembicaraan tersebut.
"Cih!! Kau ini jual mahal sekali sih, padahal aku hanya ingin kau jadi milik diriku seorang saja kenapa susah nurut banget sih?" tanya Ling dengan nada mulai emosi.
"Sudah aku bilang dan tegaskan berulang-ulang bahwa aku tidak mau menjadi kekasih atau bahkan menjadi wanitamu!!" teriak Yui.
Obrolan yang terjadi diantara Yui dengan Ling menarik perhatian orang-orang sekitaran sana hingga sukses membuat mereka menjadi pusat perhatian semua orang disana.
"Senior Yui, jika kau masih lama dengan urusan ini maka aku akan pergi duluan untuk kembali keruangan ketua Baozi" ucap Sean.
"Tidak perlu junior Sean, urusanku dengan orang sinting ini sudah selesai jadi lebih baik kita pergi sekarang dan jangam buat ketua Baozi menunggu" ucap Yui sambil menarik tangan Sean untuk berlalu pergi dari sana.
Tapi baru saja hendak melewati Ling dan bawahannya itu, Yui ditarik secara paksa oleh Ling dan ditahan secara reflek tangan Ling oleh Sean.
"Huh! Kau siapa anak baru?" tanya Ling dengan sarkas dan tatapan membunuh yang diberikan pada Sean.
"Aku anak baru, dan namaku Sean" jawabnya santai.
"Apa yang kau lakukan ini?" tanya Ling.
"Tidak ada, hanya berusaha menjauhkan senior Yui dari tangan kotormu itu senior Ling" ucap Sean masih dengan nada santai.
"Kau anak baru yang lancang pada seorang senior!! Jika sudah begini aku tidak bisa terima dan mari kita selesaikan dalam arena tempur" teriak Ling menantang.
"Bukan masalah" jawab Sean.
Yui yang mendengar ucapan Sean barusan tentu saja terkejut dibuatnya, sebab Yui merasakan takut bahwa Sean akan terluka dihari pertamanya dalam organisasi ared Shield sekarang ini.
"Junior Sean apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Yui.
"Senior Yui aku sangat berterimakasih padamu atas kekhawatiran yang kau rasakan untuk diriku, namun aku tidak aka kalah hanya dengan melawan orang seperti senior Ling itu walau harus 3 lawan 1 sekaligus" jawab Sean.
Akhirnya dari sekedar obrolan dengan tensi tegang bisa berakhir dalam sebuah pertempuran.
... ---------...
Ketua Baozi sudah mendapatkan kabar yang tengah terjadi diantara Sean dengan Ling karena Yui, jadi dirinya memilih menonton sendiri pertarungan yang akan terjadi diantara keduanya agar bisa melihat dan menilai sendiri dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kemampuan milik Sean yang merupakan anggota barunya di dalam Red Shield.
Dalam arena pertarungan keduanya sudah berhadapan, Sean tidak berniat main-main dan akan mengakhiri ini dengan satu kali pukulan saja.
Jadi ketika tanda dimulainya pertandingan diberikan, Sean langsung melesat dengan begitu cepat dan mendaratkan satu pukulan telak pada tubuh Ling dibagian antara perut dan dada dengan begitu kuat sekali.
Bahkan sampai membuat tubuh Ling langsung terjatuh keatas lantai hingga memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Semua orang nampak terperangan dengan kejadian barusan, karena bagaimana bisa seorang anggota kelas Gold dapat dikalahkan dalam sekali pukul oleh seoramg rokiie.
Tapi terlepas dari itu, mereka juga sadar dan dapat mengetahui dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Sean ini walau statusnya baru di Red Shiel. Tapi itu hanyalah sematan nama semata, bukan penilaian seberapa kuat dirinya itu.
Pertandingan berakhir dan diumumkanlah bawah yang menang dalam pertempuran itu adalah Sean, yang langsung naik peringkat dengan cepat dari seorang Bronze menjadi seorang Gold.
Selepas pertarungan singkat usai dengan cepat, Sean kembali keruangan ketua Baozi bersama dengan Yui yang sedari tadi berada disamping dirinya.
Sampai diruangan ketua Baozi, Sean mendapatkan ucapan selamat dan pujian langsung dari ketua Baozi saat ini.
"Hahahah! Pertarungan yang hebat Sean" ucap ketua Baozi.
__ADS_1
"Itu bukanlah hal besar jadi tidak perlu diomongkan lebih jauj lagi.
"Tapi tadi itu benar-benar pertarungan yang cepat junior" puji Beisa.
"Hahaha........Mungkin aku hanya beruntung saja tadi itu Senior" jawab Sean santai setengah bergurau.
Mereka akhirnya berhenti tertawa dan kembali serius, Ketua Baozi menaikan peringkat Sean sebagai anggota baru didalam Red Shield yang merupakan seorang rookie atau Bronze langsung diubah menjadi seorang petarung Gold.
Selepas perhargaan dan kenaikan pangkat barusan, ketua Baozi mulai menjelaskan sebuah misi yang harus dibereskan oleh Sean sebagai misi pertamanya.
Misi itu adalah menyelesaikan urusan perbudakan wanita sebagai alat yang dijual untuk pemenuh dahaga s'exs.
Sean menerima misi itu dengan senamg hati, dan kemudian berkata "Jika aku bilang aku bisa menyelesaikan semuanya dalam satu panggilan telpon bagaimana ketu Baozi?"
"Ooh....Jikalau kau bisa begitu, maka buktikanlah dan jika benar terbukti ucapanmu itu benar maka aku akan berikan hadiah khusus untukmu nantinya" ucap ketua Baozi menjelaskan.
Sean memasang senyuman diwajahnya dan berkata pada Sistem.
"Sistem aku ingin masalah di misi pertama yang aku dapatkan sekarang dapat diselesaikan dengan tegas dan mudah serta cepat"
{Layanan diberikan}
{Semua sudah sistem selesaikan dan urus}
Sean kemudian menelpon No.1 dan berkata padanya begitu sambungan telpon sudah terhunung.
"No.1 aku ingin kau bereskan orang-orang di area MiniClub Domino" perintah Sean.
"Baik tuan, akan segera saya jalankan sekarang dengan secepat mungkin" jawab Sean santai dihadapan ketiga orang yang bisa dibilang baru saja bisa tenang setelah terkejut sebelumnya.
30 menit berlalu......
Sean mendapatkan panggilan telpon dari No.1 yang berkata pada semua sudah dibereskan, Sean memimta bukti penyelesaian tugas dari No.1 dan menyuruh No.1 untuk mengurusi para wanita yang hendak dijual agar bisa mendapatkan hidup nyaman mereka kembali.
Selepas menelpon dengan No.1, Sean kemudian melaporkan misi telah selesai dijalankan olehnya dengan hasil baik dan sempurna. Sekaligus menjadi anggota pertama yang tercepat menyelesaikan misi yang harus dijalankan oleh beberapa anggota didalam Red Shield.
Baik itu Yui dan Beisa merasa terkejut, apalagi bagi Baosi yang benar-benar terkejut sampai diam membisu tidak sempat berucap sepatah kata apapun dari mulutnya saat ini.
"Ketua, apakah aku sudah bisa terima hadiahku?" tanya Sean.
Mendengar ucapan Sean membuat ketua Baozi kembali mengalihkan fokus padanya, sebelum berkata "Ahem.....Kalau begitu kau harus bekerja lebih baik kedepanya serta kerja yang bagus"
Soal hadiah yang dibicarakan oleh Sean barusan membuat ketua Baozi dengan tenang berkata "Kau ambil saja Yui jadi milik dirimu sepenuhnya"
"Huh?" ucap Sean bingung saat mendengar perkataan dari sang ketua Baozi.
Sedangkan Yui sendiri begitu merah merona padam wajahnya akibat perkataan dari ketua Baozi barusan yang serasa aneh dan mengejutkan tersebut.
"Apakah kau tidak mau?" tawar ketua Baozi makin menjadi-jadi menggoda Sean dengan iming-iming seorang wanita cantik seperti Yui.
"Aku tolak!" jawab Sean tegas dan tenang dan memberikan sorot mata yang serius dan penuh kesiapan dirinya.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.