LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 26


__ADS_3

Sean dengan dua wanitanya menghabiskan setiap waktu demi waktu dengan kebersamaan, hari-hari yang mereka lalui di kota H benar-benar berisi dengan banyak momen indah dan penuh canda tawa.


Seperti sekarang ini, Sean dengan dua wanitanya tengah berada di salah satu restoran mewah dan sedang melakukan kegiatan makan malam romantis bertiga.


"Sayang" panggil Luoxue.


"Iya?" jawab Sean.


"Terimakasih atas semuanya" jawab Luoxue.


Sean paham apa yang dimaksudkan oleh Luoxue dan membalas dengan senyuman manis serta kata-kata yang membuat kedua wanita itu makin bahagia.


"Sama-sama, lagipula semua ini aku lakukan demi kalian calon istri-istriku" jawab Sean.


"Kami berdua benar-benar beruntung menjadi wanitamu" jawab Xu Qin.


"Aku juga beruntung bisa memiliki kalian berdua" jawab Sean.


Mereka terus melakukan kegiatan makan malam dengan romantis hingga semua hidangan selesai dinikmati.


"Setelah ini kita akan kemana lagi?" tanya Luoxue.


"Apakah kalian sudah lelah?" tanya Sean.


Kedua wanita itu meggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban atas pertanyaan yang diberikan.


"Kalau begitu bagaimana jika kita pergi menonton film sebelum pulang ke hotel" usul Sean.


"Ide bagus, karena hari juga masih belum terlalu larut malam" jawab Xu Qin.


"Lalu film apa yang akan kita tonton?" tanya Luoxue.


"Kita bisa lihat nanti disana" jawab Sean.


Seusai membayar tagihan makanan mereka bertiga, Sean mengajak keduanya pergi dari ruangan elit restoran yang berada di lantai atas tersebut menuju lantai bawah untuk keluar dan pergi dari restoran menuju bioskop.


Tapi siapa sangka malah terjadi hal tidak terduga.


Saat Sean dengan dua wanitanya baru saja keluar dari restoran beberapa langkah, ada sebuah suara halus nan lembut memanggil mereka dari belakang untuk berhenti.


"Tunggu!" panggil suara halus nan lembut tersebut.


Sean dan kedua wanitanya yang merasakan panggilan itu untuk merela bertiga menghentikan langkah, dan berbalik badan kearah belakang untuk melihat siapa yang barusan bersuara.


Saat mereka bertiga membalikan badan secara bersamaan, dapat terlihat sosok wanita cantik dengan pakaian gaun yang indah berwarna biru langit dimalam hari dan memiliki poin penampilan 89 point.


Sean menyadari siapa wanita tersebut.


"Maaf mengganggu, tapi bisakah kita bicara sebentar?" tanya wanita tersebut.


Luoxue dengan Xu Qin memandang kearah Sean secara bersamaan seolah meminta pendapatnya.


"Baiklah, silahkan berbicara" jawab Sean.


"Begini, bukankah kamu pria di toilet yang memberikanku flashdisk waktu dibandara?" tanya wanita tersebut.


"Benar, itu aku" jawab Sean.


"Boleh aku tahu darimana kau mendapatkan flashdisk tersebut? Karena flashdisk yang kau berikan waktu itu benar-benar sangat membantu diriku" jawab wanita tersebut.


"Maaf aku tidak bisa mengatakan darimana diriku mendapatkan flashdisk tersebut, jadi apakah sudah selesai?" tanya Sean.


"Sayang sekali, namun tetap saja aku ingin mengucapkan terimaksih padamu. Karena berkat dirimu yang memberikanku flashdisk tersebut, aku bisa meyelesaikan masalah yang kuhadapi kemarin" jawab wanita tersebut.


"Sama-sama, ada lagi?" tanya Sean kembali.

__ADS_1


"Jika boleh, bisakah kita berkenalan?" tanya wanita tersebut.


"Sean" jawabnya singkat sambil menjabat tangan wanita tersebut yang terulur untuk sekedar salaman singkat saat perkenalan.


"Lin Xiao" jawab wanita tersebut.


Selepas saling berkenalan dan jabat tangan, Lin Xiao kemudian kembali buka suara.


"Jika ada waktu, bisakah aku mentraktirmu makan siang hanya sebagai bentuk ucapan rasa terimakasih dariku saja" ucap Lin Xiao.


"Tidak perlu, karena aku di kota ini hanya untuk berlibur saja" jawab Sean.


"Kalau begitu terimalah kartu namaku, jika suatu saat kau butuh bantuan dariku di kota ini maka hubungi saja diriku. Aku pasti akan membantumu dengan senag hati" ucap Lin Xiao sambil mengulurkan kartu namanya pada Sean.


Sean menerima kartu nama pemberian dari Lin Xiao, dan menyimpannya.


"Terimakasih, aku akan ingat ucapan darimu ini baik-baik" jawab Sean.


"Karena sepertinya kalian akan pergi, maka aku tidak akan menganggu lebih jauh lagi. Aku permisi" jawab Lin Xiao sebelum pergi.


Sean dengan dua wanitanya kembali melanjutkan perjalanan menuju Bioskop, dengan mobil SUV yang mereka sewa.


Dalam perjalanan menuju bioskop, Xu Qin yang sedari tadi ingin bertanya tentang siapa wanita itu mulai berbicara.


"Sayang, boleh aku tahu siapa wanita tadi?" tanya Xu Qin dengan hati-hati karena takut membuat Sean marah.


"Aku sebelumnya bertemu dengan Lin Xiao di bandara dan memberikan flashdisk seperti yang dia bilang tadi" jawab Sean mencoba menjelaskan.


"Kalau boleh tahu darimana sayang dapat flashdisk tersebut, dan apa isinya?" tanya Luoxue.


"Isinya hanyalah bukti-bukti kejahatan musuhnya Lin Xiao yang akhir-akhir ini menganggu kehidupannya, soal darimana aku dapat itu adalah dari para penjahat yan ada di pesawat" ucap Sean sedikit berbohong.


"Ah! Jadi para pejahat yang ada didalam pesawat waktu itu adalah suruhan orang yang ingin mencelakai Lin Xiao?" tanya Xu Qin terkejut.


"Benar, asal kalian tahu saja akulah yang telah membuat para penjahat itu tidak sadarkan diri" jawab Sean.


"Mudah saja, aku bekerjasama dengan salah satu pramugari didalam pesawat yang bertugas memberikan makanan dan minuman pada para penumpang agar memasukan obat bius pada minuman orang-orang itu" jawab Sean.


"Namun bagaimana caramu tahu bahwa mereka itu penjahat?" tanya Xu Qin yang juga makin dibuat penasaran akan cerita dari sang kekasihnya itu yang tengah membahas soal para penjahat yang ada dipesawat sebwlumnya.


"Saat baru pertama kali memasuki pesawat, aku menyadi orang-orang tersebut menyimpan senjata api ditubuh mereka. Maka aku melakukan langkah pencegahan seperti sebelumnya, dan berhasil menemukan bukti mengenai flashdisk tersebut yang aku ambil saat meminta izin untuk pergi ke toilet saat itu" jelas Sean sengan rinci dan panjang lebar.


Namun semua cerita itu adalah skenario kebohongan yang dirinya susun agar bisa mengelabui Lin Xiao itu sendiri saat bertanya seperti sebelumnya, dan disaat kedua wanitanya itu juga ikut penasaran dan bertanya mengenai kejadian tersebut.


Alhasil seperti sekarang ini, dimana Lin Xiao sendiri dan bahkan kedua wanitanya itu mempercayai skenario cerita yang dirinya susun sendiri demi keamanan dari keberadaan Layanan Sistem di tubuhnya atau yang ada pada dirinya.


"Kau hebat sekali sayang" puji Luoxue dengan penuh semangat.


"Tentu saja" jawab Sean.


"Aku kira wanita bernama Lin Xiao itu adalah calon istri ketigamu, jadi sebelumnya aku sedikit takut akan kenyataan itu jika memang benar begitu" jawab Xu Qin.


Sean kemudian menjawab "tenang saja, kalian berdua saja sudah lebih dari cukup bagiki"


"Tapi jika sayang memang ingin tambah istri lagi kami gak papa, benar bukan kak Qin?" ucap Luoxue.


"Benar, kami sadar bahwa lelaki seperti dirimu yang hebat begini wajar saja punya lebih dari satu wanita sebagai pendamping hidup" tambah Xu Qin.


"Sudahlah, jangan dibahas pokoknya kalian berdua sudah lebih dari cukup bagi diriku sekaeang hingga nanti kedepannya" jawab Sean dengan penuh keyakinan dihadapan kedua wanita itu.


Kedua wanita tersebut yang mendengarkan jawaban dari sang kekasih begitu senang dan berbunga-bunga hatinya.


Mereka bertiga akhirnya berhenti di salah satu mall terbesar yang ada di kota H, dan mulai masuk dengan posisi bikin iri kaum jomblo.


Sean dipeluk dari samping kiri dan kanan oleg dua orang wanita yang sangat cantik, dan begitu terlihat menggemaskan serta manja.

__ADS_1


Yang mana sukses membuat ketiganya menjadi pusat perhatian semua pengunjung dan pegawai di mall.


Namun ketiganya hanya cuek dan acuh atas semua tatapan-tatapan iri dan sebagainya pada mereka, sampai akhirnya mereka tiba di lantai tiga yang mana terdapat sebuh bioskop disana.


Selesai memesan 3 tiket dan popcorn serta minuman, ketiganya masuk bersama kedalam ruangan karena film akan segera diputar sebentar lagi.


Mereka duduk dengan berdekatan dan berada di posisi barisan kedua dari belakang, yang mana bagian barisan paling belakang itu kosong.


Sehingga otomatis membuat mereka bertiga yang duduk dibelakang menjadi penonton yang duduk dibarisan paling belakang dibandingkan dengan yang lainnya.


Film mulai diputar dan mereka mulai larut dalam fokus menonton film tersebut.


... ------------...


Pukul 10 malam.


Mereka bertiga sudah kembali ke kamar hotel, san baru saja selesai mandi dan bersih-bersih.


Sean langsung naik keatas tempat tidur dan mulai berbaring dengan diikuti oleh Luoxue yang berbaring disamping kiri dan Xu Qin yang ikut berbaring disamping kanan.


Dibawah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka, Sean memeluk kedua wanitanya dengan penuh perasaan kasih sayang.


Sedangkan kedua wanita itu juga sangat menikmati pelukan hangat dari sang kekasih hebatnya itu.


Yang membuat mereka sukses terlelap dalam alam mimpi yang indah.


Keesokan pagi harinya.


Yang pertamakali bangun di pagi hari adalah Sean, begitu bangun dirinya mendapati kedua wanita masihlah terlelap dalam posisi tidue yang nyaman sambil memeluk tubuhnya.


Dengan halus dan penuh perasaan kelembutan, Sean mengelus kepala keduanya dan mengingat kejadian yang selama ini dirinya alami.


Dari mulai kehidupan bahagia saat masih memiliki keluarga, kemudian berunah drastis menjadi orang yang kesusahan untuk bertahan hidup karena tidak memiliki harta apapun dan kehilangan sosok keluarga.


Hingga dirinya mendapatkan takdir yang begitu mengekutkan, dimana kehidupannya mendadak berunah setelah kedatangan Layanan Sistem.


Dimana hanya dalam waktu dekat saja, sudah bisa kembali membuat hidupnya berubah. Dari yang semula terpuruk dibawah dengan penuh tekanan, bisa mendadak berubah naik keatas dan menggapai puncak kehidupan seperti sekarang ini.


"Roda kehidupan tidak akan pernah berhenti berputar"


Lalu lamunan dirinya seketika terhilangkan dan terhentikan karena mendengar ucapan selamat pagi dari kedua bidadarinya.


"Selamat pagi" ucap kedua wanita itu yang baru saja bangun dari tidur nyenyak mereka.


Dengan dibarengi senyuman hangat Sean menjawab "selamat pagi"


"Apakah kalian tertidur dengan nyenyak?" tanya Sean.


"Hangat" jawab Luoxue.


"Dan nyaman" jawab Xu Qin.


Sean merasa kebingungan dengan jawabn tersebut, namun belum sempat bertanya sudah mendapatkan jawabannya.


"Karena kamu kami tidur nyenyak" jawab Luoxue.


"Benar, tidur dalam dekapan mu membuat kami hangat dan nyaman" tambah Xu Qin.


Sean tersenyum mendengar perkataan daru kedua wanitanya tersebut.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2