
"Nona kau tidaj apa-apa?" tanya Sean.
"Aku tidak apa-apa, ini berkat bantuanmu barusan. Jadi terimakasih sudah menolongku" jawab wanita tesebut.
"Jangan terlalu dipikirkan, aku hanya sekedar lewat saja barusan dan kebetulan melihatnya" jawab Sean.
"Begitu....Aku Yue Nian, siapa namamu?" tanya wanita tersebut.
"Sean" jawabnya.
"Sekali lagi terimakasih telah menolongku, tapi aku harus segera pergi karena sedang terburu-buru jadi aku duluan" ucap Yue Nian.
"Iya silahkan" jawab Sean.
Selepas kepergian Yue Nian dari sana, Sean kembali melanjutkan aktivitasnya jogging keliling komplek.
Setengah jam kemudian dirinya baru pulang kerumah.
"Aku pulang" ucap Sean begitu membuka pintu dan maduk kedalam rumah.
"Selamat datang sayang" sambut Yun Zi.
"Wah kamu sudah mandi sepertinya" ucap Sean saat melihat penampilan Yun Zi yang sudah rapih.
"Iya, sekarang kamu juga cepetan mandi dan habis itu kita sarapan bareng" ucap Yun Zi.
"Baiklah" jawab Sean.
...--------...
Selesai sarapan pagi bersama-sama, Sean mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya.
Dalam perjalanan tidak ada halangan ataupun gangguan sama sekali.
Sehingga dalam kurun waktu 25 menit Sean dengan Yun Zi sampai di kediaman Yun Zi dengan selamat.
Sean tidak mampir ke rumah Yun Zi, karena berniat pergi ke perusahaannya.
Yun Zi tidak mempermasalahkannya, sehingga Sean langsung pergi sehabis mengantarkan Yun Zi pulang barusan ke perusahaannya.
Sampai di perusahaan, Sean langsung menuju ruangan kantornya.
Lalu tidak lama kemudian datanglah Kong Ming.
"Tuan apakah anda memanggil saya?" tanya Kong Ming.
"Benar, duduklah terlebih dahulu" jawab Sean.
Kong Ming kemudian duduk pada kursi yang ada dihadapan Sean.
"Kulihat ada perekrutan karyawan baru dibawah, apakah benar?" tanya Sean.
"Benar tuan" jawab Kong Ming.
"Berapa banyak karyawan yang kita butuhkan?" tanya Sean.
"Sebelumnya karena insiden pemecatan para karyawan yang tidak baik itu sehingga menyebabkan kita kekurangan pegawai di beberapa bagian divisi" jawab Kong Ming menjelaskan.
"Jadi berapa banyak pegawai yang sedang kita cari, dan berapa banyak sudah orang-orang yang melamar pekerjaan di perusahaanku sampai sekarang?" tanya Sean.
"Kita membutuhkan 25 orang untuk dipecah kedalam beberapa tempat di perusahaan kita, sedangkan untuk pelamar kerja yang sudah datang ke perusahaan kita sudah sebanyak 50 orang" jelas Kong Ming.
"Berapa yang sudah diterima?" tanya Sean.
"Belum ada" jawab Kong Ming.
"Kalau begitu katakan pada semua orang dibawah sana untuk mengumpulkan semua CV mereka dan formulir lamaran pekerjaan mereka di sini, sisanya tinggal menunggu kabar dari kita untuk tindak lanjutnya" jelas Sean.
"Baik akan saya lakukan tuan, ada lagi perintah dari anda?" tanya Kong Ming.
"Selanjutnya kirimkan semua CV dan formulir permohonan kerja mereka kepadaku" perintah Sean.
"Baik tuan" jawab Kong Ming.
Kong Ming yang sudah mendapatkan perintah langsung pergi menjalankannya.
Sean sendiri duduk diam menunggu dikursi kerjanya.
__ADS_1
Sementara Kong Ming sendiri tengah melakukan pekerjaannya sesuai perintah dari Sean tadi.
20 menit kemudian, Kong Ming Selesai menjalankan tugasnya dan sudah berada dihadapan Sean kembali saat ini dengan memberikan semua berkas yang dirinya bawa.
"Kamu boleh pergi dan akan kupanggil dirimu jika sudah selesai memeriksa semua berkas-berkas ini" perintah Sean.
"Baik tuan" jawab Kong Ming patuh.
Selepas kepergian dari Kong Ming, Sean berkata pada sistem untuk memeriksa semua orang yang data dirinya berada dalam berkas yang ada dihadapan dirinya sekarang ini.
Dan pilihkan 25 orang yang pantas untuk bekerja di perusahaannya.
"Sistem bantu aku memilihkan 25 orang yang pantas untuk bekerja di perusahaanku ini, dari sekian banyaknya orang yang melamar di perusahaanku"
{Baik}
Entah bagaimana bisa, namun dalam sekejap mata dari semua berkas yang menumpuk dihadapan Sean sekarang ini lagsung terpisah menjadi dua.
{Tumpukan berkas di sebelah kanan anda adalah 25 orang yang telah sistem pilih untuk bekerja di perusahaan anda}
"Kalau begitu sisanya tumpukan berkas di sebelah kiri bisa aku pastikan mereka belum berkesempatan bekerja di perusahaanku ini"
{Diantara tumpukan berkas di sebelah kanan anda ada berkas dari Yue Nian}
Mendengar ucapan dari sistem membuat Sean tidak bisa untuk tidak bertanya.
"Apakah dia Yue Nian yang tadi pagi aku tolong?"
{Benar}
"Ya itu bukan masalah, sekaeang tinggal menyerahkan tugas berikutnya pada Kong Ming"
Sean kembali memanggil Kong Ming untuk datang dan menghadap ke ruangannya.
Tidak lama Kong Ming tiba dihadapan dirinya.
"Aku sudah memilih 25 orang ini yang sesuai untuk bekerja di perusahaanku, sisanya berikan mereka kbar bahwa belum bisa bekerja di perusahaanku ini" jelas Sean memberikan perintahnya pada Kong Ming.
"Baik tuan, akan saya laksanakan" jawab Kong Ming sambil berlalu pergi dari sana dengan membawa berkas-berkas ditangannya.
Sean sekarang ini duduk dengan tenang di kursi kerjanya dan memeriksa laporan perusahaan selama beberapa waktu belakangan ini.
Selesai dengan urusan pemeriksaan laporan perusahaan, Sean tengah berpikir harus melakukan apa lagi sekarang ini.
"Sistem bagaimana soal Fang Zu yang pergi menemui Big Lao?"
{Fang Zu berakhir dengan kematian}
"Kenapa bisa begitu?"
{Big Lao yang merasa dirinya hendak dimanfaatkan oleh Fang Zu merasa kesal, dan kemudian menyuruh orang untuk menyelidiki segala perkataan yang diucapkan oleh Fang Zu apakah sebuah kebenaran ataukah hanya sebuah kebohongan}
"Hasilnya dia terbukti bohong dan dihabisi oleh Big Lao?"
{Begitulah}
"Lalu bagaimana menurut Big Lao mengenai diriku?"
{Dia tidak terlalu memandang kekuatan kecil seperti anda yang menguasai satu kota Guandong yang kecil ini}
"Itu kurasa lebih baik untuk sekarang ini"
{Benar}
"Dengan ini hidupku akan lebih tenang sekarang"
Sean menghabiskan sisa waktunta hari itu dengan bekerja di perusahaan sampai sore hari barulah pulang.
Sean pulang kerumah, lalu karena teman-temannya sewaktu di sekolah menengah mengadakan sebuah acara party di kediaman ketua kelas mereka dulu saat sekolah menengah dirinya memutuskan untuk datang.
Semua orang di kelas di undang termasuk Sean yang satu kelas dengan mereka, dan acara itu adalah malam ini.
Party itu sendiri diadakan karena ketua kelas ulang tahun dan sengaja mengundang semua teman satu kelas guna melakukan party sebelum berpisah menjalani kehidupan mahasiswa secara masing-masing.
Sean memutuskan untuk datang karena berpikir tidak akan ada salahnya juga jika dirinya datang ke sana.
Acara diadakan pukul 8 malam ini, dan sekarang hari baru menunjukan pukul 5 sore.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Sean bersantai terlebih dahulu, karena waktu untuk ke acara party masih cukup lama.
Saat sedang duduk santai di sofa, datanglah sang ibu menghampirinya.
"Capek ya?" tanya Qin Wei.
"Tidak terlalu" jawab Sean.
"Kau ada acara malam ini?" tanya Qin Wei.
"Ada, memangnya kenapa bertanya seperti itu?" tanya Sean.
"Tidak ada, ibu hanya bertanya saja" jawab Qin Wei dengan santai.
"Aku ingin istirahat di kamar, jadi aku ke kamar dulu" ucap Sean sebelum berlalu pergi dari ruangan keluarga tersebut.
"Baiklah" jawab Qin Wei.
... ---------------...
Malam hari sudah tiba, Sean dalam perjalanan menuju kediaman ketua kelas.
Karena acara party yang akan didatangi dirinya berada di kediaman ketua kelas.
Jarak dari rumahnya menuju kediaman ketua kelas hanya butuh 30 menit waktu tempuh, sampai akhirnya dirinya bisa sampai di lokasi dengan selamat dan baik-baik saja.
Sean yang selesai parkir langsung masuk kedalam dengan membawa sebuah hadiah di lengannya untuk diberikan pada ketua kelas yang tengah berulang tahun hari ini.
Sean yang baru saja datang menjadi perhatian semua orang disana, karena pada akhirnya anggota kelas terakhir mereka telah datang.
Yang mana Sean merupakan salah satu dari beberapa orang yang kedatangannya ditunggu-tunggu oleh semua orang karena merupakan salah satu dari orang yang termasuk keren di kelas mereka saat sekolah menengah dulu.
"Selamat datang dirumahku, dan terimakasih sudah mau datang Sean" sapa sang ketua kelas yang bernama Luo Yun.
"Kebetulan aku sedang senggang, makanya bisa mampir ke pestamu Luo Yun. Dan mohon diterima hadiah kecil dariku" ucap Sean sambil menyerahkan hadiah yang disudah dirinya persiapkan pada Luo Yun.
"Terimakasih atas hadiahnya, aku terima" jawab Lou Yun sambil menerima hadiah pemberian dari Sean.
Acara pesta barulah dimulai setelah kedatangan Sean, kegiatan pesta dilakukan satu persatu sampai tiba saatnya pada sesi bermain game.
Dimana game tersebut adalah putar botol, dengan semua orang yang ada dalam posisi melingkar.
Sekarang giliran ketua kelas yang memutar botol, barang siapa yang ditunjuk oleh bagian depan botol maka harus menerima tugas untuk dilakukan sebagai hukumannya.
Ketika Luo Yun memutar botol dan kembali ke tempatnya berdiri semula, botol mulai melambat perlahan-lahan sebelum akhirnya berhenti berputar dan menunjuk kearah Sean.
Sean kemudian mengambil sebuah kertas yang digulung dalam sebuah kotak dalam jumlah banyak, dalam kertas tersebut tertulis berbagai tugas yang bisa dilakukan oleh semua orang peserta yang mengikuti games tersebut.
Sean sudah mengambil satu kertas berukuran kecil yang digulung kemudian membeberkannya lalu dibaca.
"Cium Luo Yun"
Sean yang membaca tugas tersebut merasa sangat tekejut, bahkan tanpa disadarinya kertas yang berada ditangannya direbut oleh Han Zu dan dibaca dengan keras dihadapan semuanya.
"Sean mendapatkan tugas untuk mencium ketua kelas kita Luo Yun!"
!
Semua orang sesaat terkejut sebelum pada akhirnya mereka bersorak heboh, baik itu Lao Yun maupun Sean dibuat bungkan seribu bahasa.
Banyak orang yang bersorak untuk Sean agar melakukan tugasnya.
Ketua kelas datang menghampiri Sean dihadapan semua orang dalam lingkaran semua orang disana.
"Luo Yun sepertinya ini tidak benar bukan?" tanya Sean.
"I-tu jika kau mau, kau bisa melakukannya" jawab Luo Yun.
Sean terdiam mendengar ucapan dari Luo Yun saat ini dan kemudian dirinya berpikir apakah Luo Yun ini baik-baik saja atau bagaimana?
Bahkan membiarkan dirinya melakukan tugas untuk menciumnya?
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.