
Saat ini Sean sudah tiba di lokasi yang diberikan pada secarik kertas sebelumnya.
Namun lagi-lagi sepertinya Sean dibohongi atau dipermainkan oleh orang misterius ini, karena tidak ada satu orangpun disana.
Melainkan dirinya malah menemukan secarik kertas kembali yang memiliki pesan untuknya dari orang misterius tersebut.
"Hahahahah.....Bercanda, kali ini aku serius. Pulanglah kerumahmu dan aku akan menunggu disana dengan sebuah kejutan untukmu"
Sean yang lagi-lagi dipermainkan seperti itu menjadi kesal dibuatnya, namun karena tidak ingin terlambat atau terjadi sesuatu pada kedua wanitanya itu membuat Sean kembali menuruti pesan tertulis di kertas tersebut untuknya.
Kembali dengan menggunakan mobil sportnya, Sean berkendara secepat yang dia bisa dan mengambil jalur tercepat untuk bisa segera kembali pulang kerumah atau villa miliknya itu.
Sampai 25 menit waktu berlalu......
Sean saat ini sudah tiba dirumahnya dan segera masuk dengan tergesa-gesa untuk memastikan kejutan apa yang tersaji untuk dirinya sesuai pada pesan yang tertulis di secarik kertas sebelumnya.
Tapi siapa sangka, begitu dirinya membuka pintu rumah malah disambut dengan suara meriah dan juga kejutan untul dirinya sendiri.
"Kejutan!" teriak semua orang yang kini berdiri dan berada tepat dihapan Sean.
Sean sendiri berdiri mematung didepan pintu masuk melihat semua hal tersebut, karena menurutnya ada yang aneh disini.
Tapi begitu dirinya melihat kedua wanitanya ada disana dan baik-baik saja, langsung Sean berlari dan memeluk mereka berdua dengan erat seolah takut kehilangan keduanya.
"Kalian baik-baik saja, syukurlah...." ucap Sean lega.
Luoxue dan Xu Qin membalas pelukan sang suami, dan berkata dengan serempak atau bersamaan "Selamat ulang tahun"
Seketika Sean melepaskan pelukannya, dan menatap kearah dua wanitanya serta kearah semua orang yang ada disana.
"Ini....." Sean tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat ini saking terkesima dengan semua hal yang terjadi.
"Hihihi.....maafin kami sayang, sudah buat kamu khawatir sebelumnya. Namun itu rencana kami berdua untuk memberikanmu sebuah kejutan yang menarik di hari ulang tahunmu ini" jelas Xu Qin.
"Jadi ceritanya aku sengaja di prank?" tanya Sean.
"Hihihi....Benar sekali" jawab Luoxue.
Sean yang mendengar jawaban tersebut hanya bisa tersenyum sebelum pada akhirnya berkata "kalian benar-benar buat aku takut sebelumnya, takut kalian kenapa-napa dan apalagi saat mebdapatkan panggilan telpon misterius serta dua petunjuk sebelumnya yang aku temukan di dermaga dan gedung kosong tadi"
Mendengar penuturan yang diucapkan Sean membuat semua orang disana tersenyum, karena mereka bisa tahu bahwa Sean begitu menyayangi kedua wanitanya ini yang telah berhasil masuk kedalam kehidupan dirinya sekarang.
Lalu datanglah sang kakek Xin Si mendekat sambil berkata "Kalau begitu mari nikmati pestanya"
"Baiklah, ayo" seru Sean dengan bahagia dan senang.
Hari itu akhirnya Sean yang diprank atau dikerjai oleh semua orang-orang terdekatnya telah usai, dan diakhiri oleh sebuah moment bahagia dimana mereka berpesta bersama dan saling bercengkrama.
Hingga hari yang sudah menunjukan pukul 6 sore barulah pesta berakhir, Sean saat ini sedang bermesraan dan bermanja-manja dengan kedua wanitanya didalam kamar.
"Sistem" panggil Sean mencoba memanggil sistemnya kembali setelah tadi siang tidak bisa diajak kerja sama atau diajak berbicara.
{Halo tuan}
"Kau dari mana saja sistem?!" tanya Sean begitu mendengar jawaban dari sistemnya tersebut.
{Sisten tida dari mana-mana}
"Lalu kenapa tadi siang saat aku butuh kau tidak ada menyahut sama sekali atas panggilanku?"
{Sistem sengaja}
"Maksudmu?"
{Sistem ingin melihat dan menyaksikan reaksi anda saat dikerjai oleh orang-orang terdekat anda}
"Jadi maksudmu kau seperti kerja sama dengan semua orang untuk mengerjai diriku begitu?!"
{Benar tuan}
"Kau!!....." Sean tidak melanjutkan perkataannya kembali dan lebih memilih menenangkan dirinya, karena mau bagaimanapun itu bukanlah kejadian yang berkahir dengan sebuah peristiwa menyedihkan. Malah berakhir dengan sebuah peristiwa yang bahagia dan menyenangkan bagi dirinya pribadi dan keluarga.
{Anda jangan marah karena sistem punya kado untuk anda yang berulang tahun}
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Sean.
Dalam layar sistem kini muncul sebuah kotak kado berwarna merah dengan pita emas disana yang mengikatnya.
Dan dibagian bawah tertera tulisan Open.
Sean berkata "buka kadonya sistem"
Kado terbuka dan munculah sebuah hadiah dari dalam kado yang dibuka barusan oleh Sean.
{Selamat anda mendapatkan kesempatan untuk memilih satu kemampuan dari sekian banyaknya yang ada dalam daftar sistem agar bisa anda gunakan di kehidupan kedua nanti}
Melihat hadiah yang dirinya dapatkan membuat Sean bingung.
"Kenapa kau memberikan hadiah yang seolah terkesan bahwa aku akan mati secepat itu?"
{Umur manusia tidak ada yang tahu dan sistem tidak bisa memberikan hadiah sesuka hati}
"Tetap saja aku merasa aneh dengan hadiah ini"
{Jadi anda tidak menginginkannya?}
"Kata siapa, Aku tentu saja menginginkan hadiah bagus semacam ini agar kehidupan ku nanti setelah mati bisa lebih baik walau memulai dari nol tidak akan kesusahan"
{Baiklah kalau begitu sistem akan mentrasfer data semua skill atau kemampuan yang dapat anda pilih sebagai kekuatan anda di kehidupan kedua nanti kepada otak anda}
Seketika setelah sistem berkata demikian, Sean mendapatkan banyak sekali informasi yang masuk kedalam otaknya mengenai semua kemampuan yang dirinya bisa dapatkan walau harus memilih satu dari sekian banyaknya kemampuan atau skill yang tersedia.
"Sistem bisakah aku menentukan pilihan hadiahku nanti saja?" tanya Sean.
{Tentu}
"Terimakasih atas hadiahnya"
{Sama-Sama}
Sean meyudahi kegiatan obrolannya dengan sistem dan mengalihkan fokus perhatiannya pada dua wanitanya yang kini dengan setia berada dalam pelukan dirinya dalam posisi berbaring diatas kasur.
Kedua wanitanya yang sedang memejamkan mata membuka matanya dan menatap kearah sang suami secara bersamaan.
"Apaka kalian ingin cepat-cepat punya baby?" tanya Sean.
"Aku sih mau" jawab Xu Qin semangat.
"Aku juga mau" jawab Luoxue semangat.
Sean tersenyum dan menjawab "kalau begitu mari buat"
Sean langsung membalikan posisi mereka menjadi dibawah dirinya, dan kedua wanitanya pun hanya tersenyum dan seolah memberikan isyarat silahkan pada Sean.
Sehingga tanpa ada keraguan karena memang sudah menjadi haknya, Sean langsung menerkam keduanya dan memulai permainan panas kembali dengan semangat secara bersama-sama.
Sampai-sampai saking semangatnya entah sampai kapan mereka barulah berhenti melakukan kegiatan panas tersebut.
... --------...
Keesokan pagi harinya.
Sean saat ini sedang duduk bersantai sambil baca korang dipagi hari dengan ditemani air teh hangat disampingnya yang tersedia diatas meja.
Sedangkan Luoxue dengan Xu Qin sedang pergi berbelanja di mall.
Karena dirinya sedang ingin berdiam diri dirumah, maka hanya menyuruh kedua istrinya itu pergi berdua saja.
Tapi lagi-lagi moment santainya malah terganggu oleh sebuah panggilan telpon.
Dan itu berasal dari Mao Chengtian.
"Hallo harimau" jawab Sean saat menjawab panggilan telpon dari Mao Chengtian.
"Tuan muda Sean, apakah anda sibuk hari ini?" tanya Mao Chengtian.
"Tidak juga, kenapa?" tanya Sean.
__ADS_1
"Bisakah kita bertemu, ada hal yang harus kita bicarakan secara langsung" ucap Mao Chengtian.
"Baiklah, sebutkan tempatnya dimana" jawab Sean menyetujui permintaan dari sang harimau selatan itu.
"Mari kita bertemu di oYo Resto tuan" jawab Mao Chengtian.
"Baiklah, dalam 25 menit aku akan sampai kesana" jawab Sean sebelum mematikan sambungan telpon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Mao Chengtian.
Seusai menelpon, Sean langsung pergi masuk kedalam kamar dan berganti pakaian dengan setelan bebas namun masih tetap dengan gaya modis dan trendi.
Karena bagaimanapun dirinya harus tetap memiliki image yang terkesan kaya namun trendi dan tidak terlalu mencolok yang penting.
Selepas selesai bersiap, Sean langsung pergi dengan menggunakan bugatti centodieci miliknya dan berkendara menuju lokasi pertemuan yang ditentukan oleh Mao Chengtian.
25 menit perjalanan berlangsung mulus tanpa adanya hambatan apapun, Sean sampai di lokasi pertemuan dan segera keluar dari dalam mobil seusai parkir.
Dan didepan pintu masuk dirinya langsung disambut oleh Mao Chengtian yang sepertinya sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.
"Kau menungguku?" tanya Sean.
"Saya baru saja tida tuan, dan kebetulan melihat mobil anda masuk area parkiran jadi saya sekalian menunggu anda disini agar kita masuk bersama kedalam" jawab Mao Chengtian.
"Hm, baiklah ayo kita masuk" jawab Sean.
"Baik tuan" jawab Mao Chengtian patuh.
Mereka berdua masuk bersama kedalam oYo Resto, dan menuju ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Mao Chengtian sebelum kemari.
Sampai didalam ruangan VIP yang dipesan, sudah ada tiga orang yang duduk menunggu di kursi yang ada di meja makan dalam ruangan tersebut.
Sean mengerutkan keningnya karena tidak menyangka obrolan ini tidaklah hanya berdua saja bersama dengan Mao Chengtian.
Namun pertanyaan dikepalanya Sean tahan terlebih dahulu, dan memilih untuk duduk terlebih dahulu.
Begitupun dengan Mao Chengtian yang sudah duduk di kursinya saat ini.
"Kau akhirnya datang, Tuan Sean" ucap seorang pria dengan rambut merah disana.
"Aku pasti datang jika diundang oleh tuan harimau putih" jawab Sean santai.
"Ehm, tuan muda Sean mari saya perkenalkan mereka semua ini pada anda" ucap Mao Chengtian sambil mulai berbicara untuk memperkenalkan siapa saja ketiga orang tersebut yang berada dalam satu ruangan dengan mereka.
Mao Chengtian memperkenalkan bahwa si rambut merah yang sebelumnya berbicara adalah Lao Si dengan berjuluk sebagai Phoniex dan penguasa wilaya utara.
Sedangkan pria dengan rambut biru berjuluk Naga Air dan memiliki nama Shi Ma yang merupakan penguasa wilayah Timur.
Lalu orang yang terakhir diperkenalkan oleh Mao Chentian adalah pria dengan rambut hitam dan berjuluk Kura-Kura ular dan bernama Dai Ken dan menguasai wilayah barat.
Sean yang mendengar identitas ketiga orang tersebut paham bahwa dirinya sekarang sedang duduk satu meja dengan tiga penguasa wilayah lainnya di daratan ini.
Dan menurut penilaian dirinya secara pribadi tanpa adanya bantuan apprisial, dirinya bisa tahu dan merasakan kekuatan mereka bertiga beragam.
"Ini menarik....." ucap Sean dalam hati saat melihat ketiga orang tersebut yang memiliki umur tidak lebih tua juga dibandingkan dirinya sendiri.
Bersambung......
Note :
Untuk nama tiga orang penguasa lainnya author agak lupa, termasuk ciri fisik nya jadi kalau beda maaf ya dan inget-inget aja yang ini ok.
Dan soal pertanyaan di chap sebelumnya itu cuma sekedar nanya doang, gak akan author buat mati kok salah satu wanitanya Sean.
Lalu author mau tanya apakah ada yang ngerasa ketipu sama adegan di Chap ini? Atau merasa aneh atau gimana gitu? Silahkan Komen ya.....
Sampai jumpa di Next eps ya.....
Oh ya ini spesial 3 up hari ini, makasih semua.
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1