
Sean yang hendak memasuki salah satu toko perhiasan yang ada di lantai tiga mall, malah bertemu dengan Ji Yu.
Mereka yang kini saling berhadapan dan saling tatap hanya diam saja ditempat, dan itu karena pertemua tidak disengaja mereka berdua.
Sampai Sean membuka suara "Hai"
Jia Yu yang sempat terdiam juga menjawab sapaan Sean "Hai"
"Sendiri?" tanya Sean.
"I-ya, begitulah" jawabnya agaka gugup dan mengalihkan pandangan matanya kearah lain guna menghindari tatapan langsung dengan Sean.
Sean tahu bahwa kemungkinan Jia Yu tidak enak hati saat bertemu dengannya saat ini, apalagi setelah apa yang terjadi sebelumnya diantara mereka berdua.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Sean.
Jia Yu yang sedang mengalihkan pandangannya menatap kembali kearah Sean dan menjawab "tunggu"
Sean yang hendak pergi dari sana menghentikan langkahnya dan bertanya "ada apa?"
"Soal apa yang telah terjadi diantara kita selama ini, aku minta maaf dengan setulus-tulusnya" ucap Jia Yu.
Sean tersenyum dan menjawab "sudah kumaafkan"
"Lalu bisakah aku bertemu dengan Yun Zi, hanya untuk meminta maaf?" tanya Jia Yu.
"Kau bisa bertemu disekolah dengannya hari senin nanti" ucap Sean.
"Baiklah, terimakasih" ucap Jia Yu.
Sean tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jawaban sebelum melangkah pergi dari sana meninggalkan Jia Yu yang masih berdiam diri ditempatnya itu.
Hingga setelah Sean memasuki salah satu toko perhiasan yang ada disana, Jia Yu baru melangkah pergi dari tempat dirinya berdiri.
Kembali pada Sean.
Didalam toko perhiasan bernama tiffany, Sean memilih-milih jenis perhiasan cincin yang ada di toko tersebut.
Dan menimbang-nimbang manakah yang kemungkinan bagus dan akan cocok untuk dipasangkan di jari lengan Yun Zi.
Sampai matanya tertuju pada sebuah cincin dengan permata biru yang indah didalam sebuah etalase panjang dihadapanya.
Sean meminta sang pelayan mengambilkan cincin itu untuk dirinya lihat, kemudian setelah dilihat dari dekat itu sungguhlah sangat indah.
Lalu dirinya memutuskan membeli cincin tersebut.
Selepas urusannya membeli cincin selesai, Sean keluar dari dalam toko perhiasan tersebut dan menuju lantai dua mall untuk mencari tempat makan.
Dirinya kemudian makan di salah satu tempat makan yang ada di lantai dua.
Dan saat sedang makan, dirinya malah disapa kembali oleh Jia Yu.
"Sean" panggil Jia Yu.
Sean yang tengah makan mendadak berhenti dan mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
Kemudian terlihat Jia Yu disana.
"Kamu disini juga?" tanya Sean.
"Iya, dan meja lain sudah penuh. Jika boleh, aku ingin gabung meja denganmu. Bagaiman?" tanya Jia Yu.
"Baiklah, silahkan duduk" jawab Sean.
"Terimakasih" jawab Jia Yu.
Selepas Jia Yu duduk satu meja dengannya, Jia Yu langsung memanggil pelayan dan memesan makanan serta minuman untuk dirinya.
Sambil menunggu pesanannya tiba, Jia Yu memperhatikan Sean yang sedang makan dengan sangat menawan dan mempesona menurut dirinya.
"Kenapa aku bisa bersikap kasar dan buruk pada pria sesempurna ini?!" pikir Jia Yu saat memandang sosok Sean yang tengah makan saat ini.
Sean sadar bahwa Jia Yu sedari tadi memperhatikan dirinya yang sedang makan, dan kemudian menatap langsung kearahnya.
Hal itu sukses membuat Jia Yu kaget karena secara tiba-tiba Sean menatapnya.
"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Sean mencoba bertanya pada Jia Yu sekarang ini.
"T-idak ada" jawab Jia Yu agak gugup dengan diikuti gerakan kepala yang menggeleng.
"Begitu...." jawab Sean singkat dan kembali makan dengan santai.
__ADS_1
Tidak lama pesanan Jia Yu tiba, dan dirinya juga mulai makan dengan tenang. Hingga tidak ada perbincangan diantara keduanya yang memang sedang sama-sama makan dengan tenang disana.
Setelah beberap waktu berlalu.....Sean selesai makan dan minum kemudiam membayar bill makanan dan minuman yang dirinya pesan dan makan.
Selepas itu pamit untuk pergi lebih dulu dari tempat tersebut pada Jia Yu.
Jia Yu tidak masalah dengan itu, dan kembali lanjut makan.
... -----------...
Sean sekarang sudah berada dirumah Yun Zi.
Dan tengah duduk menunggu kedatangan Yun Zi di ruangan tamu.
Sampai tidak lama kemudian, orang yang telah ditunggu-tunggu datang juga menghampiri dirinya.
Yun Zi langsung duduk tepat disamping sang kekasih Sean dan memeluk lengannya dengan posisi kepala menyender pada bahu sang kekasih dan berkata "kamu datang cari aku?"
"Iya...karena ada hadiah buat kamu" jawab Sean.
"Hadiah?" tanya Yun Zi sambil menatap mata Sean.
Sean tersenyum dan kemudian mengambilkan sebuah paperbag kecil yang dirinya bawa sedari tadi, kemudian diserahkan pada Yun Zi.
"Coba lihat isinya" perintah Sean pada Yun Zi
Yun Zi mengecek isi dari paperbag kecil ditangannya tersebut dan menemukan sebuah kota biru yang merupakan kotak perhiasan berukuran kecil disana.
"Apa ini?" tanya Yun Zi keheranan.
"Bukalah dan kamu akan tahu apa yang ada didalam situ" ucap Sean sambil mengelus kepala Yun Zi dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Yun Zi membuka kotak perhiasan kecil itu dan menemukan sebuah cincin yang indah didalamnya.
"Woaah! Ini indah sekali, apakah ini untukku?" tanya Yun Zi.
"Benar, sini aku pakaikan untukmu" ucap Sean.
Sean kemudian memasangkan cincin tersebut ke jari tangan Yun Zi dan itu pas sekali, ditambah cincin tersebut memberikan kesan yang begitu menarik ketika dipakai oleh Yun Zi saat ini.
"Indahnya, terimakasih sayang" jawab Yun Zi bahagia.
"Sama-sama" jawab Sean.
"Sayang...." panggil Yun Zi.
"Kenapa?" tanya Sean.
"Mau lanjutin yang tadi pagi gak?" tanya Yun Zi.
Seketika Sean tahu apa yang dimaksudkan oleh Yun Zi saat ini, dan berkata "itu bisa kita lakukan nanti"
"Kenapa nanti?" tanya Yun Zi.
Sean terenyum sebelum menjawab "kamu masih belum jadi istri aku"
"Jadi kamu gak mau sentuh aku dulu nih ceritanya?" tanya Yun Zi.
"Tunggu waktu yang tepat" jawab Sean.
"Yah...Aku tunggu" jawab Yun Zi sambil kembali menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Sean.
Waktu berlalu, Sean sudah pulang kerumahnya kembali.
Sampai rumah hari sudah malam dan waktunya makan malam.
Sean dengan keluarga sudah duduk bersama di meja makan dan bersiap untuk makan.
Namun raut wajah sang ayah nampak agak lesu dan banyak pikiran saat ini.
"Ayah, apakah ada masalah?" tanya Sean.
"Huft.....Di perusahaan ada beberapa orang yang membentuk kelompok dan terang-terangan ingin melakukan perlawanan atas kepemimpina ayah" jawab nya.
"Begitu....Ayah hanya perlu sabar dalam menghadapi orang-orang seperti mereka itu, sebab apapun yang mereka lakukan di perusahaan akan tetap kalah dengan kuasa penuh milik ayah" jawab Sean memberikan pengertiannya.
"Yah...Ayah tahu itu" jawab sang ayah dengan nada berat.
"Sudahlah lupakan masalah perusaaan sejenak, dan nikmati makanan dihadapan kita ini dengan hati yang gembira dan siapa tahu setelah makan pikiranmu akan terbuka sayang" jawab ibu Sean.
Mereka makan malam bersama dengan tenang tanpa ada yang membuka suara hingga selesai, dan Sean sendiri memilih langsung istirahat saja kedalam kamarnya selepas usai makan malam barusan.
__ADS_1
Didalam kamarnya Sean tengah berbicara pada sistem.
"Gunakan Layanan Sistem pertamaku hari ini untuk membereskan setiap kecoa dan tikus di perusahaan CBC yang dioperasikan oleh ayahku sekarang sistem"
{Layanan diberikan}
"Dengan ini semua tikus dan kecoa di perusahaan sudah dibereskan, tinggal memikirkan rencaku kedepannya akan seperti apa?"
"Hey sistem....Menurutmu apa yang harus kulakukan sekarang?"
{Memulai usaha anda sendiri}
"Ide bagus....Lalu adakah saran darimu?"
{Saat ini dunia sudah maju dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan dan peluang bisnis banyak tercipta}
"Jadi apa saranmu?"
{Anda bisa memilih bidang usaha IT}
"Ide bagus, jika begitu gunakan Layanan sistem kedua milikku hari ini untuk mengakuisisi perusahaan IT terbesar saat ini di Indonesia"
{Layanan diberikan}
{Anda sekarang telah memiliki 100% hak kepemilikan dari perusahaan IOS Cooperation}
"Dan kau urus masalah penelponnya"
{Baik}
Selepas itu Sean mulai menyusun berbagai rencana dan terobosan bisnis untuk perusahaan IT miliknya saat ini.
Dan diputuskanlah dirinya pertama-tama akan membuat sebuah game bertemakan VRMMORPG yang akan menggunakan teknologi Full Dive.
Namun tentu saja dirinya akan menyembunyikan identitas dirinya terlebih dahulu guna menghindari hal-hal merepotkan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya di masa yang akan datang nantinya.
Sampai dirinya memiliki kekuasaan yang cukup untuk menghadali segala sesuatu masalah yang berkemungkinan aka datang tanpa henti di masa depan nanti.
Walau ada Layanan Sistem yang selalu setiap disisi dirinya, namun dirinya harus menyiapkan rencana cadangan agar bisa melakukan segalanya denga lebih siap dan mudah lagi.
Tanpa perlu memancing pertempuran dan perhatian berlebih dari semua orang dan terutama lawan bisnis nya yang berkemungkinan melakukan segala cara untuk mampu menyaingi dirinya dan bahkan mengalahkan dirinya di masa depan nanti saat sudah berada diatas.
Jadi dengan itu dirinya memutuskan untuk meminta pasukan pada sistem.
"Gunakan Layanan ketiga milik diriku hari ini untuk sebuah pasukan hebat yang bisa aku andalkan dalam berbagai situasi yang harus dihadapi dimasa mendatang nantinya"
{Layanan Diberikan}
{Pasukan yang anda minta siap dipanggil kapan saja}
"Bagaimana cara memanggil mereka semua nantinya?"
{Cukup dengan mengatakan Summon}
"Lalu apakah tidak masalah jika aku memanggil mereka nanti saja?"
{Tidak ada masalah}
"Baguslah....Sekarang aku tinggal tidur saja dan rencananya akan dimulai esok hari" ucap Sean sebelum berbaring tidur diatas kasur empuk dengan terselimuti oleh selimut tebal dan terasa begitu hangat bagi tubuhnya saat ini.
... --------...
Akhirnya malam telah berlalu, dan pagi datang menyongsong ke bumi.
Sean yang baru bangun tidur langsung bergegas mandi dan bersiap untuk menjalankn setiap rencana yang sudah dirinya susun semalaman sebelum memutuskan untuk tidur.
Kemudian dirinya yang sekarang sudah siap dan rapih, mulai bergerak.
"Sistem kirimkan aku ke IOS Cooperation"
Wush!
Dengan bantuan fitur teleportasi dirinya sudah berada di perusahaan baru yang dirinya miliki semalam dengan melalui Layanan Sistem.
Kemudian dirinya yang baru muncul di dekat perusahaan IOS Cooperation langsung berjalan menuju pintu utaman perusahaan IOS Cooperation untuk masuk kedalam.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.