LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 72


__ADS_3

Melihat Fang Zu sudah pergi, Sean tidak bisa untuk tidak bertanya mengenai siapa dia kepada Yun Zi saat ini.


"Sayang, siapa dia?" tanya Sean.


Yun Zi merebahkan kepalanya dalam dada bidang Sean dan berkata "aku akan cerita"


Yun Zi kemudian memulai cerita bagaimana bisa dirinya kenal dengan Fang Zu.


"Sebelum aku bersekolah SMA disini, dulu aku tingga di kota Nanjiang bersama dengan keluargaku. Termasuk SMP disana"


"Dan sejak kelas dua SMP aku mulai mengenal sosok Fang Zu, dia menurutku pada awalanya merupakan sosok yang memiliki pribadi yang baik, tapi tidak setelah aku tahu sifat aslinya seperti apa saat akhir kelas tiga SMP"


"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri beberapakali, tindak pembullyan yang dilakukan olehnya pada beberapa siswa lemah dan penakut. Bukan hanya itu saja, namun dia juga memalak uang siswa-siswa tersebut"


"Sehingga mulai saat itu aku menjauh dari Fang Zu sedikit demi sedikit, sampai akhirnya keluargaku pindah ke kota Guandong ini dan akupun SMA disini" jelas Yun Zi.


"Lalu apakah kalian pernah bertemu lagi semenjak lulus SMP?" tanya Sean.


"Pernah, dan itu ketika aku berada di mall beberapa waktu lalu" jawab Yun Zi.


"Apa yang terjadi saat itu?" tanya Sean.


"Kami hanya mengobrol di kafe sebentar dan tidak ada hal khusus yang dibicarakan selain basa-basi saja" jawab Yun Zi.


"Jadi menurutmu bagaimana Fang Zu sekarang ini orangnya?" tanya Sean.


"Dia di mataku hanyalah orang tidak penting sekarang" jawab Yun Zi.


"Baiklah sudahi cerita temtang Fang Zu itu, dan jika dia datang padamu dan membuatmu tidak nyaman tinggal kabari saja aku" ucap Sean.


"Apakah kamu cemburu?" tanya Yun Zi.


"Tidak, karena aku tahu kamu tidak suka orang itu saat dia duduk bergabung dengan kita disini sebelumnya" jawab Sean jujur.


"Ehm" jawab Yun Zi singkat.


Mereka melanjutkan kencan mereka hari itu dengan menonton film, dan selesai nonton barulah Sean mengajak Yun Zi ke suatu tempat.


... -------...


Diatat gedung IOS cooperation miliknya, Sean sudah menyiapkan tempat diner yang romantis disana.


Dan sekarang Sean tengah menuntun Yun Zi berjalan mendekati kursi dalam meja yang sudah tersedia degan hiasan cantik nan romantis.


Yun Zi sendiri kedua matanya ditutup dengan kain, dan barulah kain penutup mata tersebut dilepaskan oleh Sean saat Yun Zi sudah duduk di kursinya dengan benar.


Begitu penutup mata dilepaskan, Yun Zi merasa begitu terentuh perasaannya saat ini dengan semua yang ada dihadapan dirinya sekarang.


"Sayang apakah ini perbuatan dirimu?" tanya Yun Zi dengan begitu bahagia.


Sean duduk pada kursi yang berada dihadapan Yun Zi dan menjawab "benar, apakah kamu suka?"


"Suka banget" jawab Yun Zi.


"Baguslah jika kamu suka, dan sekarang kita bisa mulai acara makannya" ucap Sean sambil menepuk tangan sebanyak tiga kali.


Kemudian setelah itu datanglah beberapa orang pelayan membawakan makanan yang kemudian disajikan diatas meja dan termasuk minumannya.


Sedangkan beberapa orang lainnya duduk tidak jauh dari sana sambil memainkan alat musik ditangan mereka dengan alunan melodi yang merdu dan musik romantis penambah suasana.


"Romantis sekali sayangku ini" ucap Yun Zi.


"Terimakasih, ayo kita makan" jawab Sean.


Keduanya makan dengan penuh perasaan bahagia dan senang, hingga selesai.


"Sekarang apa lagi kejutan yang akan sayang berikan padaku?" tanya Yun Zi.


"Itu" tunjuk Sean keatas langit malam yang mana tepat pada saat Yun Zi melirik kearah yang ditunjukan oleh Sean. Disana ada kembang api yang meletus diudara dan terlihat cantik serta warna-warni.

__ADS_1


"Indahnya...." ucap Yun Zi dengan begitu bahagia menatap banyaknya kembang api yang tengah meletus dan mekar di udara pada langit malam yang begitu indah.


Sean yang duduk dihadapan Yun Zi berpindah kesamping kanan Yun Zi dan mengambil sikap romantis sambil menyodorkan sebuah kotak berisi cincin didalamnya dan berkata "Yun Zi, menikahlah denganku"


Yun Zi seketika dibuat tidak bisa berkata-kata dan bahkan air matanya mulai mengalir dan menetes dari pelupuk mata turun kebawah.


Dengan senyuman penuh keabahagiaannya, Yun Zi menganggukan kepala sambil menjawab "ya aku mau"


Sean dengan perasaan senang langsung memasangkan cincin ditangannya ke jari lengan Yun Zi dan itu terlihat pas serta cantik sekali ketika dipakai oleh Yun Zi.


Sean kemudian berdiri dan begitupun dengan Yun Zi, dengan lembut dan romantis Sean menarik dan memeluk pinggang Yun Zi. Kemudian perlahan-lahan mencium bibirnya dengan lembut.


Momen itu begitu indah bagi keduanya saat malam itu.


... ----------...


Setelah kejadian diatap gedung IOS Cooperation sebelumnya, Sean sekarang sudah mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya dengan selamat.


Tapi mengejutkan, dimana dalam perjalanan pulang kerumahnya sehabis mengantarkan Yun Zi pulang, Sean diikuti oleh beberapa mobil dengan warna hitam dibelakangnya.


"Sistem, siapa mereka?"


{Itu adalah orang-orang suruhan dari Fang Zu}


"Jadi dia berencana menghabisiku rupanya"


{Bahkan di tikungan dengan sudah disiapkan jebakan untuk kendaraan anda}


"Jika begitu mari kita lakukan hal yang menyenangkan!"


Sean menghentikan mobilnya di tepi jalan, dan berlari masuk kedalam hutan yang berada di sebelab kanannya.


Tentu saja semua mobil hitam yang sedari tadi membututi mobil Sean ikut berhenti dan orang-orang didalamnya turun semua dan berlari mengejar Sean kedalam hutan disamping kanan.


Didalam hutan yang gelap, Sean bersembunyi dengan apik diatas dahan pohon. Sedangkan dari kejauhan dirinya bisa melihat ada orang-orang yang mengejar dirinya ikut masuk kedalam hutan sekarang ini.


"Kalian menggali kuburan untuk diri sendiri"


Tentu saja lemparan batu tersebut yang mengenai semak-semak belukar itu menghasilkan bunyi yang tidak biasa. Dan bunyi itu didengar oleh sepuluh orang musuh Sean saat ini.


Sehingga apa yang dilakukan oleh Sean berhasil mengecoh kesepuluh orang tersebut yang tengah menuju kearah sumber suara berasal.


Sean lalu turun dari atas dahan pohon dan berlari kembali kearah jalan raya, dan setelah tiba di samping mobilnya langsung masuk kedalam mobil.


"Sistem bakar semua mobil mereka dan hancurkan jebakan ataupun halangan yang ada dihadapanku sekarang ini"


{Layanan diberikan}


BBOOMM! BBOOMM!


BBOOMM! BBOOMM!


Suara ledakan barusan yang saling bersahut-sahutan tentu saja terdengar oleh kesepuluh orang pengejar Sean yang kini berada didalam hutan, dan itu berhasil menarik atensi mereka semua.


Sean sendiri langsung pergi setelah layanan yang diinginkannha berhasil terpenuhi oleh sistem barusan.


Sedangkan setelah kepergian Sean dari jalanan sebelumnya, kesepuluh orang tadi kembali dan mendapati kendaraan mereka telah terbakar api dengan sepenuhnya.


"Sialan!! Kita sepertinya tertipu oleh triknya" ucap salah satu pengejar Sean.


"Benar....Dan sepertinya misi kita kali ini tidaklah mudah" ucap orang lainnya.


"Kalau begitu kita pergi dari sini terlebih dahulu, kemudian pergi melapor pada tuan" jawab leader kesepuluh orang tersebut.


Kembali pada Sean.


Dirinya yang sedang berkendara saat ini serasa begitu senang dan tertawa dengan puas ketika mebayangkan ekspresi dari kesepuluh orang pengejar dirinya tadi ketika melihat kendaraan mereka telah hancur.


"Sepertinya aku akan menyuruh Sebas membereskan Fang Zu ini"

__ADS_1


"Sistem tolong kirimkan semua informasi mengenai Fang Zu pada Sebas dan katakan padanya melalui pesan bahwa Sebas harus membereskan Fang Zu ini, tidak perlu dibunuh namun cukup dibuat sengsara saja"


{Baik}


Sean kemudian lanjut berkendara dan akhirnya sampai di rumah.


Sampai diruma dirinya langsung istirahat.


Sampai keesokan pagi harinya barulah dirinya bangun dengan perasaan yang segar dan vit.


Langsung dirinya pergi mandi dan kemudian berpakaian setelahnya.


Sean yang sudah rapih keluar kamar dan bergabung di meja makan bersama dengan keluarganya untuk sarapan pagi hari.


Saat makan semuanya diam tidak berbicara sepatah katapun, dan barulah selesai sarapan mereka baru mengobrol.


"Jadi bagaimana acara semalam?" tanya Qin Wei.


"Semua berjalan dengan baik dan berakhir dengan sukses" jawab Sean.


"Baguslah jikalau begitu, lalu kapan kau aka melakukan acara pernikahannya?" tanya Ao Si.


"Bagaimana jika tiga hari lagi?" tanya Sean.


"Kenapa mendadak sekali, apakah tidak bisa di hari lain?" tanya Qin Wei.


"Aku sebenarnya sudah persiapkan semuanya dari lama sendiri, jadi tinggal melangsungkan acaranya saja" jawab Sean.


"Kalau begitu kita pergi kerumah Yun Zi sekarang juga dan membahas nya" jawab Ao Si.


Qin Wei dan juga Sean setuju dengan usulan Ao Si da mereka pergi bersama menuju kediaman Yun Zi.


... --------...


Di kediaman Yun Zi.


Saat ini kedua belah pihak keluarga tengah mengobrol, walau awalnya pihak keluarga Yun Zi terkejut dan bahkan Yun Zi sendiri merasa kaget dengan tanggal pernikahan yang dipilih Sean secepat dan sedekat itu.


Namun mereka pada akhirnya setuju dan tidak ada masalah sama sekali, akhirnya setelah kesepakatan dicapai mereka menghabiskan waktu bersama dengan saling mengobrol santai.


"Ngomong-ngomong setelah kalian menikah nantinya, kalian akan tinggal dimana?" tanya Yun Mei.


"Aku sudah siapkan villa untuk tempat kami tinggal nantinya" jawab Sean.


"Kamu punya villa? Kami baru tahu" jawab Huo Tian.


"Jangankan kalian, kami orang tua kandungnya saja baru tahu sekarang" timpal Ao Si.


"Hahaha, ini adalah kejutan" jawab Sean.


Mereka lanjut mengobrol dan menghabiskan waktu bersama-sama, bahkan mereka makan siang juga disana dengan bersama.


Selesai maka siang Sean denga kedua orang tuanya pamit pulang, namun Yun Zi nampaknya belum puas menghabsikan waktu bersama denga Sean.


Sehingg ikut dengan Sean ke rumahnya.


Melihat kelakuan dari Yun Zi membuat mereka semua merasa lucu karena saking sayang dan cinta, Yun Zi bahkan seakan tak rela pisah dari Sean walau hanya satu centi meter saja.


Namun itu tidak masalah dan malah mereka ikut bahagia.


... --------...


Yun Zi dengan Sean berada didalam kamar Sean sekarang dan tengah bermain game.


Lebih tepatnya Sean tengah bermain game dan Yun Zi duduk dipangkuan Sean sambil bersandar pada dada bidang milik Sean.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2