
Sean dengan kendaraan sport miliknya melaju kencang dijalanan raya, bahkan jarak 1 km menuju lokasi Yun Zi dirinya tempuh dalam kurun waktu hanya beberapa menit saja.
Sampai di lokasi yang diberitahukan sistem, Sean tidak mendapati Yun Zi disana.
"Dimana Yun Zi?"
{Tepat berada di dalam toko perhiasan yang ada di samping kanan anda}
Sean menolehkan kepalanya ke samping kanan dan benar saja menemukan sebuah toko perhiasan disana.
Segera setelag parkir mobil, dirinya pergi turun dan masuk kedalam toko perhiasan tersebut.
Baru masuk saja dirinya dapat melihat sosok Yun Zi langsung dihadapan matanya tengah berdiri menatap kearahnya juga.
"Sayang, kamu disini?" tanya Yun Zi heran.
"Aku langsung bangun begitu tahu kamu pergi pulang" jawab Sean.
"Maaf gak bangunin kamu pas aku pulang, hanya saja aku gak mau kalau sampai kamu keganggu tidurnya" jawab Yun Zi.
"Aku bahkan lebih gak mau kamu pulang malam dari tempatku tanpa aku antarkan" jawab Sean.
"Yaudah, sekarang anterin aku pulang" jawab Yun Zi.
Sean mengangguk sebagai jawaban.
Mereka berdua keluar dari toko perhiasan tersebut dan masuk kedalam mobil sport milik Sean.
Di dalam mobil.
"Habis ngapain tadi di toko perhiasan?" tanya Sean.
"Mau beli kalung, tapi aku lupa bawa kartuku untuk bayar" ucap Yun Zi.
"Buat kamu?" tanya Sean.
Yun Zi menjawab singkat "hm"
"Kenapa gak minta sama aku?" tanya Sean.
"Gak enak" jawab Yun Zi.
"Kalau begitu kita balik lagi dan beli apa yang kamu mau" ucap Sean sambil memutar balik kendaraannya dan pergi menuju toko perhiasan tadi.
"Sayang, gak usah" ucap Yun Zi.
Sean tidak mendengarkan dan malah mengusap pucuk kepala Yun Zi sambil berkata "gak papa"
Tidak lama, akhirnya mereka sampai di toko perhiasan tadi.
Mereka berdua masuk kedalam bersama dan membeli barang yang diinginkan oleh Yun Zi, selesai bayar mereka akhirnya pulang.
...-----...
Selepas mengantarkan Yun Zi pulang sebelumnya, Sean kembali kerumah.
Sampai dirumah dirinya ditanyai sang ibu.
"Bagaimana dengan Yun Zi?" tanya Qin Wei.
Sean tersenyum dan menjawab "dia baik-baik saja, dan sudah aku antarkan pulang dengan selamat"
"Baguslah" jawab Qin Wei.
Karena hari sudah malam, Sean memutuskan untuk langsung tidur di kamarnya kembali.
...------...
Keesokan pagi harinya.
Sean yang sedang sarapan pagi mendapatkan sebuah email di ponsel pintar miliknya.
Email itu memberitahukan bahwa dirinya telah di terima di universitas tempatnya mendaftar.
Senyuman mengembang di wajah Sean sekarang ini, membuat sang ibu tidak bisa untuk tidak bertanya padanya.
"Ada apa anak ibu senyum-senyum begitu?" tanya Qin Wei.
"Aku baru saja dapat email balasan dari pihak kampus tempat aku daftar kemarin, dan hasilnya aku diterima disana" jawab Sean.
"Wahh, selamat" jawab sang ibu.
"Makasih bu" jawab Sean.
"Belajar yang rajin" timpal sang ayah.
"Baik, aku akan belajar dengan rajin" jawab Sean.
Selesai sarapan pagi, Sean duduk di depa meja komputee miliknya didalam kamar dan mengirimkan pesan chat pada Yun Zi.
"Bagaimana hasil tes ujian masuknya?"
Tidak lama datanglah balasan dari Yun Zi.
"Aku diterima, kamu?"
__ADS_1
Sean membalas.
"Sama, dan kita bisa mulau masuk besok"
Yun Zi kembali mengirimkan balasan pesan pada Sean.
"Jangan lupa jemput aku"
Sean tersenyum sebelum membalas pesan chat tersebut.
"Pasti"
Selesai dengan kegiatan kirim mengirim pesan tersebut, Sean kemudian melakukan kegiatan live streaming kembali.
Dan seperti biasa dalam sekejap mata saja banyak sekali orang datang kedalam room siaran langsung miliknya.
Sean terlebih dahulu menyapa semua penontonnya, setelah itu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan para viewers padanya.
Barulah setelah itu dirinya bermain game dihadapan para penontonnya dengan mode expert yang sukses memukau semua orang yang menonton gameplay miliknya itu.
2 Jam berlalu, Sean menyudahi kegiatan live streamnya.
Seleas itu dirinya pergi ke lantai bawah dan mendapati sang ibu disana sedang duduk menonton televisi.
"Kamu sibuk tidak hari ini?" tanya Qin Wei.
"Tidak, memangnya kenapa bu?" tanya Sean.
"Temenin mamah yu?" ajak Qin Wei.
"Kemana?" tanya Sean.
"Arisan" jawabnya.
"Baiklah" jawab Sean.
"Asiiik! anak mama ikut jadi bisa kenalin ke temen-temen mama" jawabnya.
Mereka yang sudah selesai bersiap-siap langsung pergi dengan menggunakan mobil BMW yang bertipe SUV.
Lokasi arisannya sendiri berada di sebuah restoran yang ada didalam mall terdekat.
Sampai di lokasi, Qin Wei langsung cepika-cepiki dengan teman-teman sosialitanya sekaligus memperkenalkan anaknya pada semua taman-teman arisannya itu.
Bahkan teman-teman arisan sang ibu juga membawa anak-anak mereka saat ini.
Sehingga akhirnya sekarang Sean duduk bergabung satu meja dengan para remaja seusia dirinya, dan begituun dengan sang ibu yang sedang duduk bersama satu meja dengan para teman-teman sosialitanya itu.
... ------...
Setelah saling berkenalan mereka semua memulai obrolan tanpa rasa canggung sama sekali.
"Apakah kau kuliah Sean?" tanya seorang pria yang bisa dibilang memiliki style tampan dan rupawan bernama Ziu Si.
"Aku akan kuliah di universitas Fudan" jawab Sean.
"Wah kita semua berarti akan ngampus ditempat yang sama dong?" sahut Yang Luo, seorang gadis cantik dengan penampilan bisa dibilang 88 poin.
"Jadi kalian juga akan ngampus disana?" tanya Sean.
Semuanya menjawab kompak 'Ya'
Terus saja mereka semua asik mengobrol disana, dan terlihat Yang Luo begitu ingin sekali dekat dengan Sean.
Sean sendiri menyadarinya dan hanya bisa menyikapi dengan tidak terlalu berlebihan, takutnya akan jadi masalah di masa depan nanti.
Sampai ketika Yang Luo yang pergi ke toilet belum kembali sampai sekarang.
Ibu dari Yang Luo bertanya "kemana perginya Yang Luo?"
"Tadi dia pergi ke toilet" jawab Su Xianian, seorang perempuan cantik dengan 83 poin.
"Kalau begitu kenapa dia belum kembali juga?" tanya ibu dari Yang Luo kembali, dengan perasaan heran.
"Kalau begitu akan aku cari dia" jawab Su Xianian.
"Tolong ya" ucap ibu dari Yang Luo.
Selepas perginya Su Xianian untuk mencari Yang Luo, Sheng Xiu berkata "sepertinya Yang Luo menyimpan rasa padamu Sean"
"Aku juga bisa merasakannya, namun aku tidak bisa membalas perasaannya itu" jawab Sean.
"Kenapa?" Ziu Si.
"Karena aku sudah memiliki wanitaku sendiri, dan bahkan kami akan segera menikah tidak lama lagi" jawab Sean.
"Begitu.....kasian sekali kalau begitu Yang Luo" jawab Sheng Xiu.
"Huft....mau bagaimana lagi?" ucap Sean.
Tidak lama datanglah Su Xianian dengan Yang Luo.
"Kalian membicarakan aku ya?" tanya Yang Luo sambil kembali duduk tepat disamping Sean.
"Bukan" jawab Ziu Si.
__ADS_1
"Kirain" jawab Yang Luo.
Saat sedang mengobrol begitu, para ibu-ibu sudah selesai dengan acara sosialita mereka dan kemudian mengajak anak-anaknya pulang.
"Sean, kamu habis ini mau kemana?" tanya Yang Luo.
"Bertemu calon istriku" jawab Sean.
Deg!
Yang Luo seakan saat itu juga merasakan bahwa hatinya sakit, dimana beberapa saat yang lalu dirinya merasakan bahwa hatinya hangat dan berbunga-bunga bisa bertemu dengan Sean.
Namun sekarang dalam sekejap mata saja langsung terasa semuanya rasa hangat dan bahagia di hatinya itu hancur berantakan.
Bahkan sampai air matanya menetes tidak terasa dihadapan semua orang.
Akhirnya Qin Wei dan Sean, kemudian Yang Luo dan ibunya memutuskan mengobrol disana terlebih dahulu. Sementara yang lainnya pergi pulang duluan.
"Sean, apa yang terjadi?" tanya Qin Wei.
"Sepertinya kamu menyukai diriku Yang Luo, benar bukan?" tanya Sean.
Yang Luo mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan padanya barusan.
"Tapi maaf Yang Luo, anak tante ini sudah punya pasangannya dan akan segera menikah" jawab Qin Wei.
"Hiks....Hiks...Hiks...." Yang Luo malah makin tidak kuasa menahan air mata dan suara isakan tangisnya saat ini.
Ibu dari Yang Luo kemudian memeluk sang putri tercinta dan menenangkannya.
"Sayang....sudah jangan menangis dong, ibu jadi ikut bersedih" ucap ibu dari Yang Luo yang bernama Yang Tiwei.
"Yang Luo, dan tante. Aku minta maaf karena sudah membuat Yang Luo merasa sedih dan patah hati seperti sekarang" ucap Sean.
"Tidak apa-apa nak Sean, ini bukanlah salahmu" jawab Yang Tiwei.
Saat sedang mengobrol begitu, datanglah Yun Zi.
"Sayang" ucap Yun Zi.
"Sayang, kamu disini?" tanya Sean kaget.
"Iya aku kebetulan lewat saja, dan melihat kalian disini" jawab Yun Zi.
"Ayo sini duduk sayang" ucap Qin Wei.
Yun Zi dengan segera duduk tepat disamping Sean.
"Jadi ini calon menantumu jeng?" tanya Yang Tiwei pada Qin Wei.
"Benar, kenalkan dia adalah calon menantuku Yun Zi" jawab Qin Wei.
Yun Zi dengan senang hati memperkenalkan dirinya pada Yang Tiwei dan juga pada Yang Luo.
"Yang Luo kenapa tante?" tanya Yun Zi.
"Dia menyukai Sean, dan begitu tahu bahwa Sean sudah punya calon istri dirinya langsung merasa sedih begini" jawab Yang Tiwei.
Yun Zi sendiri tidak tahu harus bilang apa sehingga hanya bisa diam saja saat ini.
Sedangkan Qin Wei mulai menjelaskan awal mulanya kejadian sekarang ini bisa terjadi bagaimana.
Selepas cerita usai, akhirnya Yun Zi mengetahui semuanya dengan jelas.
"Kalau begitu lebih baik aku bawa Yang Luo pulang saja" ucap Yang Tiwei.
"Kami juga akan pulang saja" jawab Qin Wei.
Akhirnya semua orang pulang, Yun Zi ikut dengan Sean kerumahnya saat ini.
Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara ketiganya sampai kerumah.
Sampai dirumah.
Qin Wei turun lebih dulu dari dalam mobil, namun sebelum dirinya turun dari dalam mobil dirinya terlebih dahulu berkata "jangan sampai main tangan ya Sean, dan selesaikan semuanya dengan baik-baik"
"Baik bu" jawab Sean.
Setelah kepergian Qin Wei kini tinggalah keduanya yang masih setia duduk didalam mobil.
"Kamu apakah marah?" tanya Sean.
"Hanya merasa sedikit kecewa" jawab Yun Zi.
"Maaf" jawab Sean.
Yun Zi melirik kearah Sean yang juga menatap kearahnya, dan kemudian Yun Zi berkata "kamu beneran gak nyimpen rasa sama wanita cantik bernama Yang Luo itu?"
"Tidak" jawab Sean tegas dan yakin.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
__ADS_1
Terimakasih.