LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 41


__ADS_3

Tengah hari telah tiba, akhirnya Chiyue selesai bekerja dan sudah menemui Sean yang sedang duduk menunggu didal mobilnya yang terparkir didepan supermarket sedari tadi.


Dan hal tersebut berhasil menarik perhatian publik, apalagi saat Chiyue masuk kedalam mobil sport milik Sean.


Setelah Chiyue sudah masuk kedalam mobil dan duduk dengan nyaman, Sean mulai menyalakan mesin mobil lalu mulai berkendara pergi dari supermarket menuju mall terdekat.


Perjalan singkat dilalui keduanya, dimana hanya butuh waktu 18 menit saja untuk keduanya bisa sampai di mall dengan menggunakan mobil sport yang dikemudikan oleh Sean.


Sampai di mall, Sean membawa Chiyue pergi menuju toko perhiasan.


Di Toko perhiasan.


"Kamu bebas pilih yang manapun yang kamu suka" ucap Sean pada Chiyue.


"Baiklah, tapi jangan sampai menangis jika aku minta yang mahal. Karena kau yang menawarkan kemewahan dan kekayaan itu sendiri pada wanita sepertiku" jawab Chiyue.


Sean tersenyum dan menjawab "jika memang mau ambil saja, uangku tidak akan habis hanya dengan membelikan satu atau dua perhiasan mahal untukmu"


"Baiklah tuan muda Sean yang kaya raya" jawab Chiyue.


Dengan ditemani dirinya, Chiyue memilih-milih setiap perhiasan yang ada disana sampai menemukan yang dirinya suka.


Tapi sepertinya akan sedikit ada kejadian lucu disini.


Tepat saat Chiyue menunjuk perhiasan yang diinginkannya, pada saat itu juga ada seorang perempuan lain yang menunjuk perhiasan yang sama dengan yang diinginkan oleh Chiyue.


Sean serta Chiyue menatap kearah perempuan tersebut yang juga menatap balik kearah mereka juga.


"Perhiasan itu milik diriku, kalian berdua tidak pantas mendapatkannya!" ucap wanita itu dengan gaya sombong.


"Aku yang pertama melihat! Jadi perhiasan itu berhak menjadi milik diriku!!" tegas Chiyue dengan jawaban yang tak kalah sengit.


Sean hanya menonton saja dari samping Chiyue, karena ingin tahu akan ada kejadian seperti apa diantara keduanya.


"Heh wanita murahan!! Kau tidak pantas mendapatkan perhiasan itu!!" teriak wanita sombong tersebut.


Chiyue yang dihina dengan kata-kata wanita murahan menjadi naik pitam dan marah, sampai-sampai menaikan nada suaranya saat berbicara "apa kau bilang barusan!?"


Wanita sombong tersebut kembali berbicara dengan nada mencibir "tentu saja kau wanita murahan, karena kau pasti habis tidur dengan priamu itu supaya bisa mendapatkan kemauanmu itu bukan!?"


Sean merasa dirinya ikut terseret pada hal yang tidak baik segera bertindak, dengan pandangan tegas dan dingin juga nada yang mendominasi Sean berkata tepat dihadapan wajah wanita sombong tersebut "Apa yang kau katakan barusan tentang diriku!?"


Wanita sombong tersebut nampak ketakutan melihat ekspresi wajah Sean dan mendengar nada suaranya yang mendominasi tersebut, sehingga dengan perlahan-lahan memundurkan langkahnya dan berlalu pergi dari sana dengan perasaan ketakutan.


Melihat wanita itu pergi dengan perasaan ketakutan membuat Chiyue mencibir "heh dasar wanita sombong dan sok gaya!"


Sean kembali bersikap tenang dan biasa saja, lalu berkata pada pelayan toko perhiasan tersebut untuk mengambil kalung yang ditunjuk oleh Chiyue tadi.


Sang pelayan membawakan barang yang diminta dan diserahkan pada Sean.


Sean menerima kalung tersebut dan berkata pada Chiyue untuk berbalik badan.


Chiyue menuruti perkataan Sean untuk berbalik badan, dengan begitu Sean langsung dengan mudah memasangkan kalung ditangannya pada leher Chiyue.


Chiyue langsung berbalik badan menatap kearah Sean dan berkata "apakah aku pantas memakai kalung ini?"


Sean tersenyum dan menjawab "kau tentu saja pantas memakai kalung tersebut, dan juga nambah cantik"


Wajah Chiyue merona merah mendengar ucapan Sean barusan dan dengan nada pelan berkata "dasar gombal!"


Sean tersenyum dan kemudian menatap kearah pelayan toko dan berkata "berapa harganya?"


"2,5 jt tuan" jawab pelayan tersebut.


"Bayar pakai ini" ucap Sean sambil menyerahkan BlackCard ditangannya pada sang pelayan toko yang dengan perasaan berdebar dan terkejut menerima kartu BlackCard tersebut.


Selesai melakukan transaksi, Sean membawa Chiyue pergi dari sana menuju toko pakaian.


"Kenapa kita kesini?" tanya Chiyue.


"Tentu saja membelikan dirimu pakaian" jawab Sean.


"Tapi, ini berlebih bukan?" tanya Chiyue.

__ADS_1


"Maksudmu berlebihan?" tanya Sean tida paham.


"Maksudku berlebihan karena sebelumnya kau berkata hanya akan membelikanku kalung saja sebagai pertukaran dengan kalung yang kuberikan padamu sebelumnya" jelas Chiyue.


"Itu benar, namun soal pakaian ini adalah keinginan dariku. Jadi jangan sungkan dan pilih saja pakaian apapun yang kamu suka dan yang kamu inginkan" jawab Sean.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan" jawab Chiyue.


Sean hanya tersenyum dan memilih diam memperhatikan apa saja yang diambil oleh Chiyue, sampai sekitar 10 menit berlalu selesailah Chiyue mengambil semua pakaian yang diinginkan olehnya.


Total ada sekitar 10 pakaian termasuk celana, dan ketika dihitung total belanjaan yang diambil oleh Chiyue adalah 4,5jt.


Sean langsung membayar tanpa basa-basi, dan barulah selesai belanja semua itu keluar dari mall.


Sean tadinya berniat mengajak makan siang Chiyue bersama, namun Chiyue menolak dan memilih diantarkan pulang saja.


Sean pada akhirnya mengantarkan Chiyue pulang ke rumahnya, dan selesai mengantarkan Chiyue pulang kerumahnya Sean langsung pulang juga kerumah.


... ---------...


Singkat waktu Sean berada di dalam kamarnya sekarang.


"Sistem aku sudah dapatkan apa yang kau mau"


Sean mengeluarkan kalung yang ada di saku celananya.


Seketika kalumg menghilang entah kemana dan muncul layar sistem dengann tulisan.


{Item special kedua telah ditemukan}


{Tuan harap bekerja keras mencari item special ketiga yang diminta oleh sistem}


"Semoga aku bisa menemukan embun itu, tapi apakah kau tidak memiliki clue atau petunjuk apapun soal keberadaan item special ketiga itu?"


{Sistem tidak diizinkan memberikan informasi tersebut}


"Huft.....Terserah, yang penting aku sekarang ingin beristirahat saja dulu karena merasa lelah sekali"


Sean berbaring diatas kasur dan mulai memejamkan matanya dengan perlahan-lahan sampai terlelap tidur.


"Suami sepertinya kelelahan" ucap Xu Qin.


"Aku merasa lelah juga, apakah kakak ingin ikut tidur juga?" tanya Luoxue.


"Ide bagus" jawab Xu Qin.


Kedua wanita tersebut ikut berbaring tidur di sisi kiri dan kanan Sean, sambil memeluk tubuh Sean dengan nyaman.


Malam harinya.


Sean bangun, dan mendapati kedua wanitany tengah tertidur pulas di sisi kiri dan kanan dirinya.


Sean dengan perlahan bangun dan segera pergi cuci muka.


Selesai cuci muka, dirinya kembali kedalam kamar dan ternyata mendapati kedua wanitanya yang juga terbangun dari tidur mereka.


"Kaliam bangun rupanya" ucap Sean.


"Hem, habisnya kamu gak ada jadi tidurnya gak nyaman" jawab Luoxue.


"Ahaha, maaf jadi membangunkan kalian" ucap Sean.


"Suami, aku laper" ucap Xu Qin.


"Kalau gitu gimana kalau kita makan di restoran aja?" usul Sean.


"Gak mau! Maunya suami yang masak" jawab Xu Qin.


"Oho....Kamu tumben manja banget, kenapa sih?" tanya Sean gemas sambil mencubit pelan pipi Xu Qin.


Xu Qin malah ngambek dan menangis "Suami! Hiks....Hiks...kamu jahat cubit aku"


Sean dibuat bingung dengan sikap Xu Qin yang tiba-tiba berubah begini sehabis bangun tidur.

__ADS_1


"Ssttt, kau nangis sih. Yaudah maafin ya, kalau gitu aku masak deh sesuai kemauan kamu" ucap Sean sambil menenangkan Xu Qin yang menangis dan menghapus air matanya.


Luoxe yang sedari tadi diam memperhatika akhirnya ikut berbicara begitu mendengar perkataan sang suami yang akan memasakan makanan untuk mereka makan malam ini.


"Aku ingin ikan" ucap Luoxue.


"Ikan?" tanya Sean heran.


"Kenapa, gak boleh ya?" ucap Luoxue sedih dan matanya langsung berkaca-kaca hendak menangis.


Sean makin dibuat bingung dengan kedua wanitanya ini, sehingga dengan sabar menenangkan Luoxue yang hendak menangis tersebut.


"Kata siapa gak boleh? Akan kubuatin ikan yang enak buat Luoxue cantik" jawab Sean.


Luoxue langsung tersenyum dan memeluk Sean, Sean balas memeluk Luoxue.


Giliran Xu Qin yang sekarang berbicara kembali "kalau aku ingin makan ayam"


"Baiklah, ayo kita turun kebawah dan pergi masak didapur" jawab Sean.


Akhirnya malam itu Sean memasakan menu makanan sesuai permintaan kedua istrinya yang mendadak tersebut, setelah makanan matang segera mereka santap bersama dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.


Sean yang melihat keduanya begitu bahagia sangat senang, dan akan berusaha menjaga kebahagian dan senyuman mereka itu.


Selepas makan mereka tidak tidur kembali, namun memilih menonton acara film di ruangan keluarga.


Bahkan saat menonton film pun kadang ada kejadian yang menurut Sean lucu dari kedua wanitanya itu.


Seperti contohnya kadang kesel sendiri dan sedih saat mereka menyaksikan adegan-adegan yang terdapat pada film yang sedang mereka putar.


Alhasil ketika mereka kesal yang jadi sasaran adalah dirinya yang terkena cubitan atau pukulan dari kedua wanitanya itu.


Namun Sean tahu bahwa itu mereka lakukan tanpa ada niatan sengaja, dan mungkin memang hari ini mereka sedang ingin bermanja-manja saja dengan dirinya.


Pukul 10 malam, film baru berkahir.


Mereka kembali masuk kedalam kamar dan tidur bersama-sama kembali.


... --------------...


Keesokan pagi harinya.


Sean bangun lebih awal dan memilih untuk berolahraga pagi di halaman belakang Villa megah nan mewah miliknya.


Saat selesai berolahraga, dirinya yang baru masuk kedalam rumah mendengar suara teriakan dari lantai atas atau lebih tepatnya kamar utama.


"Sayang!!"


Sean yang mendengar suara itu tahu bahwa itu adalah suara kedua wanitanya yang memanggil dirinya, Sean naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamar utama yang merupakan kamar yang mereka tempati.


Tapi siapa sangka begitu dirinya masuk kedalam kamar malah menemukan kedua wanitanya sedang menangis sampai sesegukan diatas kasur.


"Hei...Kenapa kalian menangis begitu?" tanya Sean sambil mendekati kedua dan memeluk mereka dengan erat.


Kedua wanitanya yang mendengar suara Sean dan dipeluk seperti itu langsung berhenti menangis dan memeluk erat tubuhnya.


"Kenapa menangis hm?" tanya Sean kembali.


"Kamu...Kamu....Darimana aja?" tanya Luoxue.


"Aku habis olahraga dihalaman belakang, kenapa kalian menangis begini?" tanya Sean kembali.


"Habisnya....Kami takut kalau kamu itu pergi ninggalin kamu selamanya" jawab Xu Qin.


"Mana ada begitu" jawab Sean.


Akhirnya Sean harus kembali menenangkan perasaan kedua wanitanya itu saat ini didalam kamar sampai mereka benar-benar tenang.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2