LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 76


__ADS_3

Selesai menjelaskan semuanya, Sean menatap kearag Yun Zi seolah menunggu reaksi apa yang akan diberikan olehnya ketika saat ini.


"Baiklah....Aku maafin kamu, sebenarnya aku tidak marah. Hanya saja aku ingin tahu saja apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian, dan setelah kamu bercerita semuanya aku jadi tahu dan bisa merasakan kelegaan" ucap Yun Zi.


"Terimakasih kamu sudah mengerti dengan baik" jawab Sean.


"Bagaimana kalua kita sekarang live stream lagi?" tanya Yun Zi.


"Ohoo, apakah kamu ingin membut kehebohan lagi di mata publik?" tanya Sean sambil duduk di kursi depan meja komputernya.


"Benar, jadi ayo lakukan" jawab Yun Zi sambil duduk di pangkuan Sean.


Sean mulai menghidupkan komputernya dan menyiapkan semua kebutuhan untuk Live Stream.


Begitu Live Stream dimulai, seketika itu juga banyak orang-orang berdatangan kedalam room Live Stream miliknya saat ini.


Dan itu benar-benar sebuah peningkatan penonton yang begitu teramat sangat banyak dan drastis tinggi sekali, bahkan belum 5 menit saja dirinya memulai Live Strean sudah ada sekitar jutaan penonton didalam room miliknya.


"Halo semua, kami kembali lagi untuk memberikan hiburan bagi kalian" ucap Sean.


"Kali ini kita akan bermain game bersama kembali" ucap Yun Zi.


Lalu Sean dengan Yun Zi mulai kegiatan bermain game mobile mereka, walau Yun Zi tidak bermain dengan sangat hebat. Namun skill nya tidaj terlalu buruk menurut Sean dan semua orang yang menonton.


Sedangkan Sean sendiri tentu bermain dengan sangat apik dan ciamik, karena baginya yang memiliki Human Genius bisa memperhitungan segalanya dengan mudah sehingga dapat diprediksi.


Mereka berdua selama melakukan kegiatan Live Stream tak jarang melakukan aksi saling menggoda mereka satu sama lainnya.


Dan itu sukses membuat semua penonton yang jomblo merasakan iri dan terbakar api cemburu melihat kemesraan dari keduanya didepan layar kaca saat ini.


3 Jam sudah berlalu kegiatan Live Stream mereka lakukan, akhirnya kegiatan Live Stream diakhiri oleh Sean karena merasa sudah cukup untuk saat ini.


"Sekarang kamu mau apa?" tanya Yun Zi.


"Tidak tahu, apakah kamu ada saran kegiatan apa yang bisa aku lakukan sekarang?" tanya Sean.


"Bagaimana dengan berburu barang antik?" tanya Yun Zi.


"Sepertinya menarik" jawab Sean.


"Kalau begitu kitar berangkat sekarang saja, karena aku tahu tempat yang bagus untuk melakukan perburuan barang antik" ajak Yun Zi.


Sean mengangguk setuju atas apa yang diusulkan oleh Yun Zi barusan untuk melakukan kegiatan perburuan barang antik.


...---------...


Saat ini Sean dengan Yun Zi berada di sebuah tempat yang terlihat seperti pasar, namun bedanya disini bukanlah pasar seperti pada umumnya.


Melainkan barang-barang yang dijual disini adalah barang-barang yang bida dibilang asli atau palsu.


Jika memang barang yang didapatkan dan dibeli disini adalah asli barang antik maka itu bagus, namun tak sedikit juga barang disini yang palsu namun memiliki tingkat kemiripan yang begitu tinggi dengan barang antik aslinya.


"Sean, sebelum kita masuk aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Yun Zi.


"Apa?" tanya Sean.


"Kakek akan ulang tahun seminggu lagi, dia sangat suka degan barang antik karena mengoleksi barang-barang antik itu menurutnya adalah sebuah hal yang tidak ternilai. Jadi maukah kamu membantu diriku mencarikan barang antik yang asli dan memiliki nilai bagus untuk kakek?" tanya Yun Zi.


"Itu bukan masalah, kita akan belikan beberapa barang antik untuk kakek. Karena sebentar lagi kau akan jadi istriku maka itu berarti kakekmu adalah kakekku juga" jawab Sean.


"Yeaayy! Kamu yang terbaik sayang" ucap Yun Zi dengan senang sambil memeluk lengan Sean dan bergelayut manja dilengannya.


"Baiklah ayo masuk" ucap Sean.

__ADS_1


Keduanya mulai memasuki pasar barang-barang antik itu dan mulai melihat-lihat ke setiap stand disana, apakah ada barang yang menurut mereka bagus atau tidak.


"Barang antik jenis apa yang kakekmu sangat sukai?" tanya Sean.


"Semua jenis kakek suka, asalkan itu barang antik" jawab Yun Zi.


"Bagaimana dengan pot ini?" tanya Sean sambil memperlihatkan sebuah pot bunga dengan warna yang cantik dan bercorak bagus yang dirinya ambil dari salah satu stand dihadapannya.


"Apakah itu asli?" bisik Yun Zi.


"Iya" jawab Sea ercaya diri sambil balik berbisik pada Yun Zi.


"Kalau begitu ayo beli dan bawa pulang" jawab Yun Zi kembali berbisik.


Sean mengangguk sebagai jawaban.


"Silahkan tuan dan nona pilih barang-barang antik yang anda berdua inginkan di tempat saya ini" ucap sang penjual.


"Berapa untuk pot ini?" tanya Sean.


"Mata yang bagus tuan, itu adalah pot yang saya pribadi temukan di sebuah reruntuhan terkubur dan asli" jawab sang penjual.


"Jadi berapa harga untuk pot ini?" tanya Sean kembali.


"Tidak mahal tuan, hanya 1 jt saja" ucap si penjual.


"Baiklah aku ambil, dan akan kubayar dengan transfer" ucap Sean.


Selesai dengan transaksi barang tersebut, Sean dengan Yun Zi pergi dari sana meninggalkan sang pedagang sebelumnya yang merasa bahagia karena telah menipu Sean dan Yun Zi barusan.


"Hahahah! Aku untung besar, pot itu aku temukan di dalam air sungai saat memancing. Dan itu adalah pot yang tidak memiliki harga sama sekali, tapi aku bisa menjualnya seharga 1 jt" ucap penjual sebelumnya kegirangan.


Tapi dia belum tahu saja, jika sebenarnya pot itu memanglah barang antik yang asli dan jikapun dijual akan bernilai lebih dari 1 jt harganya.


Sean bisa memutuskan untuk membeli pot sebelumnya dengan bantuan sistem, yang mana sistem mengatakan bahwa pot itu adalah barang antik dengan nilai keaslian mencapai 100%


Saat ini mereka berdua tengah berbicara dengan salah satu penjual barang-barang antik disana, Sean tengah menawar harga untuk sebuah cincin giok dengan sebuah gulungan lukisan.


"Berapa harga untuk kedua benda ini?" tanya Sean.


"Mata yang bagus tuan, untuk kalian berdua saya beri harga 5 jt untuk kedua benda itu" ucap sang penjual toko.


"Aku ambil, dan akan kubayara dengan transfer" jawab Sean.


Selesai melakukan transaksi, keduanya pergi dari sana.


Dan seperti sebelumnya, penjual barusan juga berpikir bahwa dirinya berhasil menipu Sean dengan Yun Zi setelah menjual cincin dan gulungan lukisan barusan yang ditemukan dirinya di pasar loak.


Tapi padahal nilai dari kedua benda tersebut sangatlah beda jauh jika dibandingkan dengan uang 5jt.


Saat ini Sean dengan Yun Zi tengah berjalan berkeliling pasar antik sambil melihat-lihat semua stand disana yang ada.


"Apakah tiga sudah cukup untuk hadiah?" tanya Sean.


"Aku rasa ini lebih dari cukup, apalagi sepertinya ketiga benda pilihan dirimu ini begitu bernilai tinggi dan memiliki cerita dibaliknya" ucap Yun Zi.


"Kalau begitu kita bisa pulang sekarang" ucap Sean.


"Hm" jawab Yun Zi mengangguk sebagai jawaban.


Tapi siapa sangka dalam perjalanan kembali menuju parkiran mobil, Sean dengan Yun bertemu dengan sang kakek.


"Yun Zi kamu disini?" tanya seorang pria tua yang masih terlihat memiliki wibawanya, dengan dibelakangnya terdapat Huo Tian.

__ADS_1


"Ayah....Kakek, kalian disini juga?" tanya Yun Zi balik.


"Jadi pria disampingmu itu adalah calon suamimu?" tanya sang kakek.


"Benar kek" jawab Yun Zi.


"Hahahah! Kamu pintar memilih pasangan, selain tampan sepertinya dia punya tubuh bagus dan juga kaya" jawab sang kakek terang-terangan.


"Kakek" ucap Yun Zi malu dengan wajah merona merah.


"Nak.....Kau bisa panggil aku kakek seperti Yun Zi memanggilku mulai dari sekarang" ucap kakek Yun Zi yang bernama Yun Po.


"Baik kek" jawab Sean.


"Apa yang kalian bawa itu?" tanya Yun Po yang langsung tertarik dengan benda yang berada di tangan Sean.


"Ini adalah beberapa barang yang kami beli didalam sana, kami membeli ini karena Yun Zi berkata kakek sangat suka dengan barang antik. Jadi aku berniat membelikannya untuk kakek, sehingga aku dapat tiga barang antik ini" ucap Sean menjelaskan dengan keterangan yang berbeda saat di awal berbicara dengan Yun Zi.


Yun Zi hanya diam saja karena dirinya tahu bahwa Sean pasti punya rencana lain.


"Benarkah?" tanya Yun Po.


"Benar kakek, ini dipilihkan oleh Sean khusu untuk diberikan pada kakek" jawab Yun Zi menambahkan keterangan Sean sebelumnya.


"Hahahah! Kalau begitu mari kita periksa keaslian dari benda-benda itu" jawab Yun Po.


Mereka pergi menuju sebuah tempat di dekat sana, yang mana itu adalah tempat yang biasa Yun Po kunjungi sehabis membeli barang di pasar antik sebelumnya.


Tempat itu berguna untuk menilai keaslian dari suatu benda-benda yang dibawa kesana untuk diperiksa tingkat keasliannya.


Saat ini Yun Po dengan rombongannya sudah berada didalam ruangan khusus dan tiga benda yang dibeli oleh Sean sebelumnya bersama Yun Zi tengah diperiksa tingkat keasliannya oleh seorang pengamat dihadapan mereka semua.


Dan setelah diamati dan nilai selama beberapa waktu, akhirnya si pengamat itu menjelaskan dihadapan Yun Po dan yang lain bahwa tiga benda yang mereka bawa itu merupakan barang antik dengan nilai keaslian 100%


Bahkan jika dijualpun diperkirakan harganya akan lebih dari 100jt paling rendah.


Yun Po begitu sangat senang mengetahui ketiga benda yang diberikan cucu dan menantu nya itu adalah sebuah barang antik asli dengan tingkat keaslian mencapai 100%


Selepas pemeriksaan sebelumnya selesai, Yun Po dengan semuanya pulang menuju kediaman Yun Po yang berada tidak jauh dari sana.


Dengan tujuan untuk lebih mengenal dekat lagi sosok Sean, dan sekaligus untuk makan bersama serta memperlihatkan banyaknya barang antik yang disimpan Yun Po di gudang rumahnya yang digunakan khusus untuk meyimpan barang-barang antik miliknya.


Sean dengan Yun Zi tidak keberatan, malah Sean merasa senang dengan ajakan Yun Po kerumahnya. Karena dengan begitu hubungan antara dirinya dan anggota keluarga Yun Zi semakin baik dan dekat.


Sampai dirumah Yun Po.


Mereka disambut para pelayan dan istri dari Yun Po yang bernama Jiang Yue.


"Oyaa....Kau datang membawa tamu suamiku?" sambut Jiang Yue.


"Benar dan dia ini adalah calon suami Yun Zi yang begitu hebat" puji Yun Po.


"Kalau begitu segeralah masuk dan kita bicara lebih banyak didalam" ucap Jiang Yue dengan baik dan sangat menrima kehadiran Sean dengan baik dirumahnya sekarang.


Bersambung......


Untuk beberapa waktu ini kemungkinan cuma bisa up satu, karena author ada kegiatan sekolah. Tapi kalau ada waktu akan diusahakan up dua seperti biasanya dalam satu hari.


Maaf yang kecewa🙏🙏


Sampai jumpa lagi di next eps.....


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2