Legenda Daya

Legenda Daya
Eps 13: Pengetahuan dan Latihan (6/15).


__ADS_3

Lahir lalu mati. Kehidupan manusia memang sederhana, tapi jangan pernah buat pengetahuan mu juga sederhana. Karena jika kau memiliki pengetahuan, kau akan lebih memahami arti kehidupan yang sesungguhnya.


- Abdi Mas.


\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=♡\=\=\=\=\=


Suasana damai dan tentram bagaikan air sungai yang mengalir tenang Daya dapatkan ketika duduk di kursi dengan tangan memegang buku pemberian Tuan Abdi. Suara aliran sungai terdengar dan perasaan tidak sabar membaca buku monster pun menghampiri pikiran. Waktu menunjukkan pukul 19:02, Daya membuka dan mulai membaca buku monster yang berada di tangannya. Daya membaca buku itu hanya untuk satu tujuan, yaitu menjadi 'Pendekar Sejati'. Dalam buku itu tertulis kalimat penting yang isinya adalah:


"Monster pada dasarnya adalah hewan yang siklus hidupnya terganggu. Di mana terdapat perubahan gen, sehingga gen dan protein yang berada di dalam otak hewan bertindak berlawanan. Dengan terjadinya perubahan ini membuat hewan memiliki perilaku, cara berfikir yang berbeda dan tubuh yang aneh karena terjadi kerusakan di dalam gen. Bahkan pada beberapa kasus, terdapat dua gen yang berada dalam satu induk, sehingga membuat kedua gen itu saling bertubrukan. Peristiwa ini disebut Chimerism.


"Kasus Chimerism tidak hanya terjadi pada hewan, tetapi dapat juga terjadi pada manusia. Walaupun kejadian ini sangatlah langka, tapi pernah terjadi! Contoh kejadian Chimerism adalah: Monster setengah manusia, monster setengah iblis dan monster setengah dewa. Contoh monster setengah manusia adalah: Minotaur, contoh monster setengah iblis adalah: Vandermic dan contoh monster setengah dewa adalah Naga.


"Hih ... ada naga juga ternyata. Saya kira itu cuma mitos."


"Keberadaan monster sangat merugikan semua ras, karena sifatnya yang selalu merusak apapun yang ia lihat, walaupun ada beberapa jenis monster yang digunakan manusia untuk keperluan sehari-hari. Contoh monster yang digunakan manusia adalah monster Lux si penghasil cahaya di malam hari, monster Lux dapat mengeluarkan cahaya yang lebih terang dari pada kunang-kunang pada umumnya.


"Ah ... jadi nama monster ini adalah Lux ya," ucap Daya sembari melihat monster lampu di depannya.


"Jika hewan menjadi monster, maka senjata yang digunakannya semakin kuat. Contohnya adalah monster Tagula yang merupakan hewan belalang sembah. Ketajaman tungkai depan dan kecepatan pergerakannya meningkat dua kali lipat saat dia menjadi monster. Terlebih ada beberapa tipe monster yang kekuatannya tidak ada pada awalnya. Contohnya adalah monster yang memiliki cairan asam pada air liur dan darahnya, saya sedang meneliti lebih jauh tentang monster ini. Dikarenakan otak monster yang rusak, membuat setiap monster tidak pernah hidup secara berkelompok, mereka selalu bertindak secara mandiri. Jika ada satu monster yang bertemu monster lainnya, dapat dipastikan mereka akan saling bertarung. Selanjutnya silahkan membaca Buku Monster dan Segala Isinya Eps 2!"


"Hah ... cuma segini? dari tebalnya buku ini cuma sedikit hal yang penting, dasar ...," kesal Daya menutup bukunya.

__ADS_1


Daya melihat jam menunjukkan pukul 20:30, dikarenakan lelah yang Daya rasakan, ia beranjak dari kursi untuk tidur. Daya meletakkan buku Tuan Abdi di rak buku dan naik ke atas kasurnya.


Tanpa terasa pagi sudah menunjukkan keberadaan nya, suasana dingin membuat siapapun malas beranjak dari kasurnya. Namun Daya memaksakan tubuhnya untuk bangun guna mencuci wajahnya. Daya mengambil buku milik Tuan Abdi dan membuka pintu kamarnya untuk menemui Tuan Abdi. Seperti biasanya, Tuan Abdi bersama Ben sedang membereskan berkas-berkas di ruangan pintu keluar.


"Ah ... selamat pagi Daya, bagaimana tidur mu?" Ben bertanya saat melihat Daya berjalan mendekati mereka.


"Pagi Ben, pagi Tuan Daya. Tidurku sangat nyenyak, apakah semalam turun hujan? suasananya sangat dingin di sini," ucap Daya yang terlihat tubuhnya sesekali menggigil.


"Iya ... semalam sekitar jam 04:00 turun hujan," ucap Tuan Abdi sembari mengerjakan berkas nya.


Daya mendekati Tuan Abdi dan menaruh buku di meja tempat Tuan Abdi dan Ben bekerja.


"Terima kasih sudah meminjamkan buku ini tuan, apakah ada kelanjutannya?" tanya Daya sembari berharap ada kelanjutannya.


"Bukankah pendekar dengan Tier Quintus itu hebat semua? seperti Tuan Anthony?" tanya Daya tidak percaya pendekar dengan Tier Quintus dikalahkan oleh monster.


"Tentu saja dia hebat. Namun sehebat apapun seseorang, jika kesombongan terukir di hatinya maka kekalahan yang akan menjemputnya!"


"Maksudnya tuan? saya tidak mengerti," tanya Daya bingung dengan ucapan Tuan Abdi.


"Penulis buku ini sombong, dia berfikir bisa mempelajari monster tanpa bantuan orang lain, makanya dia mati. Sungguh ironis bukan? ketika seseorang menyukai sesuatu hal tetapi sesuatu itu yang menghancurkannya,"

__ADS_1


Daya pun pergi meninggalkan Tuan Abdi dan Ben, pergi ke area belakang pondok untuk mencuci wajahnya dan membilas lukanya di air yang mengalir. Saat sampai, Daya tidak melihat ke siapapun di sana. Daya mulai membasuh wajahnya, tubuh Daya mengigil saat air mengenai kulitnya.


"Bmrrr ... airnya lebih dingin dari pada hari biasa," ucap Daya dengan tubuh yang mengigil.


Daya lalu membuka perban yang mengitari perutnya secara perlahan-lahan dan terlihat lukanya sudah mulai membaik. Daya meneteskan air di atas lukanya secara pelan. Setelah dirasa cukup bersih, Daya membuang perban bekas lukanya ke pembuangan sampah. Setelah itu Daya pergi ke lapangan untuk kembali belajar dengan Tuan Abdi. Daya melangkah kan kakinya ke arah lapangan, sudah terlihat beberapa orang remaja berkumpul di sana.


"Hmm ... tidak sebanyak sebelumnya, apa karena udara pagi ini yang dingin ya?" tanya Daya dalam hati.


Daya pun duduk di atas batu besar menunggu kedatangan Tuan Abdi. Baru sekitar dua menit Daya menunggu, tampak kelompok Jaka datang bersama teman-temannya. Daya ketakutan saat melihat wajah Jaka. Rasa sakit kembali terbesit di pikirannya saat melihat kehadiran mereka. Kelompok Jaka pun telah mengetahui keberadaan Daya dan datang menghampirinya.


"Hei, hei. Lihat siapa ini hahaha," ucap Jaka dengan tawa yang membuat Daya ketakutan.


"Bagaimana ini Jak? masih berani dia menunjukkan wajahnya, apa kita tambah saja penderitaan nya? Hahaha ...."


"Apa mau kalian? aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian!" ucap Daya marah karena diganggu oleh kelompok Jaka.


"Hei bocah, mulai berani kau ya? Jangan berlaga kuat hanya karena kau tau cara membunuh monster. Hahaha ... omong-omong, bagaimana keadaan monster yang kemarin aku coba untuk bunuh? hahaha," ucap Jaka sembari memegang rahang Daya.


"Lepaskan ku bilang ...!" Daya berteriak sembari melepaskan tangan Jaka dari rahangnya.


Para remaja lain melihat ke arah Jaka dan Daya, terlihat wajah Jaka yang memerah menahan amarah.

__ADS_1


\=\=♡\=\=


To Be Continued.


__ADS_2