Legenda Daya

Legenda Daya
Eps 9: Pengetahuan dan Latihan (2/15).


__ADS_3

Senyum yang menakutkan terlihat di bibir para remaja saat mengelilingi Daya. Detak jantung Daya berdetak kencang dan terlihat sedikit keringat tampak membasahi bajunya. Para remaja mulai mendekatkan tangannya untuk menyentuh Daya, ketika tangan mereka hampir menyentuh Daya, tiba-tiba Tuan Abdi kembali untuk mengajar dengan membawa botol minum. Para remaja yang berniat melakukan hal buruk pada Daya mengurungkan niatnya. Para remaja itu kembali ke tempatnya dan memandang Daya dengan tatapan sinis dan berbisik pelan padanya,


"Sepertinya kau selamat kali ini, lain kali kau akan merasakan sakitnya tinjuku hahaha," bisik remaja itu kepada Daya pelan.


Daya tidak membalas perkataan remaja itu, detak jantung Daya mulai berdetak normal dan rasa takut nya sedikit demi sedikit menghilang setelah Tuan Abdi memasuki ruang bawah tanah ini.


"Baiklah sampai mana tadi aku menjelaskan?" Tuan Abdi bertanya kepada para remaja.


"Sampai 'seperti nya aku mengalami dehidrasi, jika tidak minum mungkin aku akan mati' hahahaha" canda seorang remaja dengan nada yang menghina.


Para remaja lainnya tertawa mendengar candaan remaja itu. Tidak suka mendengar candaan para remaja, Tuan Abdi melemparkan buku tebal ke arah kepala remaja yang mengolok nya.


Bukk..


Suara benturan antara buku dan kepala remaja itu terdengar.


"Aw aw, sakit oi," rengek remaja itu memegang kepalanya yang tampak mulai benjol.


"Sepertinya kau harus belajar tata krama bocah!" ujar Tuan Abdi.


"Terakhir aku berbicara tentang pendekar bukan?" tanya Tuan Abdi kepada para murid nya.


"Benar tuan." murid nya menjawab karena takut akan dilempar buku tebal itu.


"Para pendekar memiliki misi yang harus dilaksanakannya. Beda tier beda juga misi yang ditanggung oleh para pendekar. Untuk Tier Primis hingga Quintus, misi mereka adalah menahan monster yang ingin menerobos masuk ke wilayah kerajaan dan wilayah desa. Jika para pendekar tingkat itu tidak bisa menahan para monster, maka dipastikan monster itu lebih kuat dari monster pada umumnya.


"Jika hal itu terjadi (Monster menerobos masuk wilayah desa atau wilayah kerajaan), para pendekar dengan tier di atas Quintus lah yang diizinkan untuk membasmi monster tersebut, sedangkan pendekar dengan tier Quintus ke bawah hanya diizinkan untuk membantu mengevakuasi para warga. Jika ada pendekar dengan Tier Quintus ke bawah yang memaksakan diri menyerang para monster di dalam desa, pihak kerajaan tidak akan bertanggung jawab atas hal buruk yang akan terjadi. Namun tenang, monster itu selalu berburu dalam keadaan sendiri, jarang melihat mereka berburu dengan kelompok." Tuan Abdi menjelaskan dengan serius.


"Ah, inilah alasan kenapa Tuan Abercio menolak keinginan Tuan Alardo untuk bertarung di dalam desa, dan kenapa para monster menerobos desa secara berkelompok ya?" tanya Daya dalam hati.


"Lalu apa tugas para pendekar dengan tier tertinggi?" tanya seorang remaja kepada Tuan Abdi.

__ADS_1


"Emperor, adalah sepuluh pendekar terkuat pada Tier Octo dan Celestial Dragon adalah seorang pendekar terkuat di Tier Emperor yang dipilih langsung oleh raja kita, Baginda Zake George!" ucap Tuan Abdi.


"Huhhh ...!?" para murid terkaget dengan perkataan yang diucapkan oleh Tuan Abdi.


"J-j jadi, hanya ada sepuluh orang pendekar dengan Tier Emperor dan seorang pendekar dengan Tier Calestial Dragon ..?" tanya seorang remaja gadis terbata-bata.


"Eh, ada perempuan juga ternyata," ucap Daya pelan setelah menyadari ternyata ada juga murid perempuan.


"Benar, tugas kedua tier itu pun berbeda. Emperor bertugas mempelajari tentang ras selain manusia, sedangkan Calestial Dragon bertugas sebagai orang yang melindungi keluarga kerajaan.


"Sekarang kita masuk ke sistem ekonomi kerajaan kita, ekonomi yang diterapkan adalah sistem agraris (pertanian) dan perdagangan. Dari sistem pertanian kita mengolah sawah untuk menanam padi sebagai pangan dan lain sebagainya. Sedangkan untuk perdagangan kita menjual: tembaga, besi, kuping monster dan lainnya untuk dijadikan bahan dasar dalam membangun sebuah bangunan," jelas Tuan Abdi serius.


Ketika mendengar tentang ekonomi, para remaja termasuk Daya tiba tiba merasakan rasa kantuk yang luar biasa seolah terhipnotis.


"Kalian ini, saat mendengar tentang pendekar kalian memperhatikan dengan serius. Tapi pada pelajaran ekonomi kalian mengantuk!" ucap Tuan Abdi menghentikan pembelajaran.


"Maaf pak, kami merasakan aura yang membuat kami semua merasakan kantuk yang luar biasa," ucap seorang remaja menahan kantuknya.


Para remaja pun ikut tertawa mendengar candaan dari Tuan Abdi tentang kebenciannya terhadap pelajaran yang tidak disukainya.


"Lantas kalian mau mempelajari tentang apa?" tanya Tuan Abdi kepada murid nya.


"Ah, Tuan Abdi belum memberitahu soal ras!" ucap seorang remaja dengan antusias.


"Hmm, kau benar, aku belum menceritakan tentang ras. Seperti yang kalian ketahui, pendekar dengan Tier Emperor bertugas mencari tahu tentang keberadaan ras lain lalu memberitahunya kepada raja. Dan raja akan memberitahukan nya kepada para pendekar. Ras yang sudah diketahui oleh para pendekar Emperor adalah: Ras manusia, Ras Elf dan Ras Iblis," terang Tuan Abdi.


"A-a apa? Ada ras iblis? Bagaimana pula cara mengalahkan iblis, yang ada kita semua akan mati terpanggang!" ucap seorang remaja ketakutan.


Mendengar hal itu, para remaja termasuk Daya ketakutan mendengarkan kata iblis.


"Hal itu akan kalian pahami setelah kalian mengetahui tentang dunia ini, lagi pula Tuhan menciptakan makhluknya dengan kelebihan dan kekurangan. Pasti iblis mempunyai kelemahan, namun kita belum mengetahui nya.

__ADS_1


"Lagi pula aku menyebutkan dua ras loh, kenapa kalian hanya takut pada Ras Iblis? Kalian tidak takut dengan Ras Elf?" tanya Tuan Abdi.


"Iyalah, iblis kan jahat!" ucap seorang remaja dengan polosnya.


Tuan Abdi menyipitkan matanya dan berkata dalam hati,


"Dasar bocah bodoh, mau ras apapun kalau itu bukan ras manusia pasti akan membunuhmu tanpa alasan!"


"Akhem, ya terserah kalian lah ya. Yang penting aku sudah memberitahu kalian. Sekarang aku akan menjelaskan tentang kekuatan para ras yang sudah diketahui. Manusia diciptakan Tuhan dengan akal pikiran, maka gunakan itu! Manusia dapat mengeluarkan sihir dalam tubuhnya. Sihir itu bernama Elemen.


"Dasar elemen yang dapat dikendalikan adalah: api, air, tanah dan udara," terang Tuan Abdi.


"Wih, lantas kenapa para pendekar tidak selalu mengunakan elemen nya untuk memasak? Kan lumayan untuk menghemat kayu yakan?" tanya seorang remaja.


"Eh, iya juga ya, kenapa gk pernah kepikiran oleh ku?" seorang remaja membenarkannya.


"Inilah alasan kenapa bocah dilarang berbicara saat orang tua sedang melakukan percakapan. Mereka bakal mengatakan hal yang ngelantur! Manusia menggunakaan elemen dengan mengkonsumsi energi. Energi manusia itu terbatas, artinya tidak bisa dipakai secara terus menerus. Kalian harus pandai dalam mengendalikan jumlah energi yang kalian keluarkan nanti.


"Energi manusia dapat dihasilkan dengan kegiatan sehari-hari. Seperti beristirahat, memakan makanan yang bergizi dan lainnya! Paham kalian?" tanya Tuan Abdi.


"Paham tuan," ucap para remaja lesu karena mengetahui mereka tidak bisa menggunakan elemen secara terus menerus.


"Sekarang Ras Elf. Elf adalah ras yang mempunyai rentang umur yang abadi, mereka tidak bisa mati karena usia, tetapi mereka tetap bisa mati jika: dibunuh, mengalami penyakit, jatuh dari ketinggian dan lainnya. Ras Elf terbagi menjadi dua ras yaitu: Light Elf dan Dark Elf. Light Elf bisa mengeluarkan elemen cahaya sedangkan Dark Elf bisa mengeluarkan elemen kegelapan. Light Elf mengumpulkan energi melalui cahaya matahari sedangkan Dark Elf mengumpulkan energi melalui cahaya bulan.


"Jadi jika kalian bertemu Light Elf, jangan pernah bertarung dengannya ketika siang hari begitupula dengan Dark Elf. Jangan bertarung dengannya ketika di malam hari. Itu sama saja dengan bunuh diri, karena dia akan mengeluarkan elemennya secara terus menerus tanpa harus kelelahan dan kehabisan energi.


"Sekarang adalah ras yang paling kalian takuti, yaitu ras Iblis!" ucap Tuan Abdi menggoda para muridnya.


"Ngomong iblis nya biasa aja kali," ucap seorang remaja agak marah karena merasa dihina oleh Tuan Abdi.


\=\=♡\=\=

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2