Legenda Daya

Legenda Daya
Eps 55: Adi vs Monster Tagula (2/4).


__ADS_3

Ternyata monster itu adalah monster yang sudah sangat langka jika dicari di area pemukiman. Orang-orang menyebutnya dengan nama monster Tagula. Monster yang memiliki empat kaki kuat di belakang sebagai penggerak dan dua kaki di depan layaknya sedang berdoa.


Mata monster itu berwarna merah, ukuran badan monster itu sangat besar, hampir empat kali lebih besar dari pada manusia dewasa pada umumnya.


Dari mulut monster itu terlihat lendir yang menetes seakan tidak sabar untuk memangsa lima orang yang sedang berdiri di hadapannya. Kedua kaki depan yang terlihat sangat tajam dengan beberapa gerigi itu terdapat bercak darah yang kemungkinan besar adalah darah dari kelima calon pendekar. Belalang itu berwarna hijau daun dengan beberapa totol merah di sekitar tubuhnya yang menambah keseraman monster Tagula.


Yap, bentuk monster itu terlihat seperti hewan belalang sembah atau belalang sentadu.


***


"Apa yang harus kita lakukan, Adi?" tanya Cahya memegang busur panah dengan gemetar setelah mengetahui monster yang akan dilawannya adalah Tagula.


"Kita lakukan apa yang bisa dilakukan! Kamu, Cahya dan Haira tetap berdiri di belakang kami dan siapkan anak panah kalian! Kami akan maju mengalahkan monster itu! Ayo Abi!" Adi menginstruksikan kepada ketiga wanita di kelompoknya lalu menyuruh Abi untuk maju menyerang monster itu menggunakan pedang yang mereka bawa.


Namun saat mereka ingin menginjakkan kakinya mendekati monster Tagula, Disa berkata,


"A-apa yang terjadi jika kita kalah?" Disa terlihat sangat ketakutan.


Tanpa menoleh sedikitpun, Adi hanya tersenyum dan berkata,


"Kita akan baik-baik saja, Disa. Cukup lindungi kami dengan panahmu dan tetap perhatikan pergerakan monster itu. Lagipula kita mempunyai juru pisah yang akan menyelamatkan kita jika dalam bahaya." Setelah menenangkan Disa, Adi dan Abi melangkahkan kakinya memegang dan mengacungkan pedang dikedua tangannya mendekati monster Tagula.


Setelah mendengar perkataan Adi, ketakutan yang Disa rasakan perlahan mulai menghilang. Disa melihat kedua temannya dan mengangguk lalu menyiapkan anak panahnya bersiap menyerang monster Tagula.


Mereka telah pada posisinya masing-masing, Adi dan Abi bergerak menghampiri monster Tagula berniat menyerang monster itu dari dekat. Sedangkan Disa, Cahya dan Haira akan menyerang monster Tagula dari jarak yang jauh menggunakan anak panahnya.


Mata monster Tagula terlihat sedang memperhatikan seluruh calon pendekar yang berada di arena pertandingan satu persatu lalu melihat ke arah bangku penonton yang tertutup dengan besi besar kemudian melihat ke arah juru pisah yang berdiri di pinggir arena.

__ADS_1


Monster itu terlihat terpaku dan air liurnya tiba-tiba berhenti setelah melihat juru pisah yang berada di ujung arena pertandingan sedang berdiri dengan santai.


Melihat monster Tagula yang masih memfokuskan pandangannya ke arah juru pisah, Adi langsung melancarkan serangannya. Adi melompat ke arah kanan sedang Abi melompat ke arah kiri. Mereka bertujuan membuat monster Tagula bingung dengan aksi yang mereka lakukan.


"Kena kau!" pekik Adi setelah melompat ke arah kanan mengacungkan pedangnya ke leher monster Tagula.


Sayangnya kenyataan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Tanpa mereka duga, serangan cepat yang Adi dan Abi lakukan gagal. Secara sepontan monster Tagula menggerakkan kedua kaki depannya menangkis serangan yang Adi dan Abi lakukan.


*Prankk ....


Suara yang dihasilkan dari tertahannya serangan yang dilontarkan Adi dan Abi terdengar begitu jelas di telinga semua orang yang berada di sana. Mengetahui serangannya gagal, Adi dan Abi langsung menendang kaki depan monster Tagula dengan tujuan menjauhi monster itu lalu mendaratkan kedua kakinya tertekuk tunduk di lantai.


"Sial! Kaki depannya keras sekali!" decak Adi yang tengah duduk terjongkok.


"Mungkin jika kita mengincar badannya akan menghasilkan jawaban yang berbeda, Adi!"


"Hmm, mari kita coba!"


Adi berpindah ke posisi Abi, kemudian beberapa detik selanjutnya Adi kembali pada posisi awalnya. Begitu seterusnya hingga mereka benar-benar dekat pada monster Tagula.


Setelah posisi mereka telah dekat dengan monster Tagula, Adi maju ke bagian depan sedang Abi berada tepat di belakangnya. Adi kembali melompat mengayunkan pedangnya ke arah monster Tagula, namun benar saja, monster itu dengan mudahnya menahan serangan pedang milik Adi, namun bukan itu yang diincarnya.


"Sekarang, Abi!" Dengan posisi yang masih di udara, Adi berteriak lantang kepada Abi.


Mendengar teriakan sekaligus tanda yang diberikan oleh Adi, Abi langsung melompat dan menginjakkan kakinya pada punggung Adi kemudian mengarahkan pedangnya ke arah tubuh monster Tagula. Adi menendang kaki depan monster Tagula untuk menjauhi monster itu kemudian mendaratkan kakinya dengan mulus.


"Hiyaak!" Abi berteriak dengan lantang saat akan memotong tubuh monster Tagula.

__ADS_1


Namun Abi dibuat kaget saat monster Tagula memutar kepalanya 180° tepat ke arah belakang dan berniat ingin mengigit tubuhnya menggunakan mulutnya yang tajam.


Alih-alih memotong tubuh monster Tagula, Abi lebih memilih untuk menahan serangan monster itu menggunakan pedang yang ia pegang. Monster itu mengigit pedang milik Abi, Abi berusaha melepaskan pedangnya namun kekuatan monster itu jauh lebih kuat dari padanya.


Mengetahui apa yang terjadi, Adi menyuruh Disa, Cahya dan Haira untuk melesatkan anak panahnya membantu Abi yang sedang kesulitan. Dengan sigap ketiga perempuan itu mematuhi ucapan yang Adi ucapkan. Mereka mengambil anak panah, menaruhnya pada busur panah, menariknya dan melepaskan serangan mengincar kepala monster Tagula.


Seakan mengetahui ada anak panah yang melesat mengincar kepalanya, monster Tagula langsung mematahkan pedang milik Abi menggunakan mulutnya kemudian menggerakkan badannya sehingga Abi kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Monster itu langsung mengembalikkan kepalanya lagi ke depan kemudian memotong semua anak panah yang dilontarkan Disa, Cahya dan Haira dengan sangat cepat menggunakan kaki depannya. Anak panah yang telah terpotong-potong itu terbelah menjadi dua kemudian jatuh ke atas tanah.


Setelah memotong anak panah yang dilesatkan ke kepalanya, monster Tagula tidak melakukan apapun kecuali memandang juru pisah yang sedang berdiri di sudut arena pertandingan dengan tatapan yang tajam. Juru pisah itu membalas tatapan mosnter Tagula dengan ketajaman yang sangat mengerikan.


Melihat tatapan juru pisah, monster itu dengan cepat bergerak mundur mencoba menjauhinya. Melihat ada kesempatan, Adi langsung bergerak menuju arah Abi yang masih terduduk. Adi membangunkan Abi dengan mengulurkan tangannya.


"Maaf, aku gagal." Abi terlihat murung menundukkan kepalanya.


"Tenang saja, kita cari cara lain."


"Omong-omong kenapa monster itu tidak menyerang juru pisah dan malah terkesan takut padanya?" tanya Abi yang telah sedari tadi merasa bingung dengan tingkah laku yang monster Tagula lakukan.


"Mungkin karena takut, karena menurut Raja monster-monster yang berada di sini telah dikalahkan langsung oleh si juru pisah itu."


"Hmm, masuk akal."


\=\=♡\=\=


Author Note:

__ADS_1


Maaf untuk keterlambatan saya meng-upload eps baru. Selama beberapa hari ini saya akan meng-up minimal dua eps per hari untuk mengejar ketertinggalan. Terima kasih.


To Be Continued.


__ADS_2