Legenda Daya

Legenda Daya
Eps 56: Adi vs Monster Tagula (3/4).


__ADS_3

Monster Tagula bergerak mundur dan terlihat menjauhi sang juru pisah, monster itu terlihat ketakutan usai melihat wajah Evan. Di lain sisi, Adi dan keempat temannya tengah mendiskusikan tentang langkah yang harus mereka lakukan selanjutnya.


"Kenapa monster itu?" tanya Daira sembari menyingkap rambut dari kedua bola matanya terheran-heran.


"Tidak tahu, tiba-tiba saja monster itu terlihat ketakutan setelah melihat si juru pisah itu," Cahya memandang monster yang telah berdiri di ujung arena.


"Apa lagi kalau bukan rasa takut, karena juru pisah itu adalah orang yang telah mengalahkannya!" ucap Abi.


"Tidak perlu membahas tentang monster itu, lebih bagus kita membahas tentang cara mengalahkannya! Aku yakin monster sialan itu belum mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya!" Adi memandang monster Tagula dengan tatapan tajam.


"Dari yang kulihat, ada beberapa kelebihan yang bisa dilakukan monster itu. Pertama adalah kecepatan kaki belakang dan tungkai depan, kedua adalah ketajaman dua kaki depan, ketiga adalah mulut dengan gigi yang tajam, dan terakhir adalah bisa memutar kepalanya ke belakang.


"Aku yakin masih banyak kekuatan yang bisa monster itu lakukan, namun dari keempat kelebihan itu, kita harus bisa mencari kelemahannya!" Haira yang sedari tadi diam kini menyampaikan buah pikirannya.


"Hmm. ... kau benar, Haira! Namun semua akan lebih sulit karena pedangku telah dipatahkan oleh mulut monster itu!" Abi berdecak kesal saat mengetahui pedangnya telah patah.


"Tak apa, gunakan saja pedangku!" kata Adi sembari memberikan pedang miliknya pada Abi.


"Bagaimana denganmu?" Abi terlihat menekuk alisnya bingung dengan keputusan yang dibuat oleh Adi.


"Jangan pikirkan tentangku, aku adalah satu-satunya orang dikelompok ini yang bisa mengeluarkan elemen! Aku akan menyerang monster itu menggunakan elemen milikku sedangkan kalian menggunakan senjata!"


"Baiklah jika itu maumu."


***


Di lain sisi, Raja melihat gerak-gerik aneh yang monster itu lakukan telah menduga apa yang telah terjadi. Raja memanggil Evan,


"Evan! Jangan mengacaukan jalannya pertandingan! Lakukan sesuatu yang harus kau lakukan!" Raja berteriak lantang. Mendengar teriakkan Raja, Evan menundukkan kepalanya, meminta maaf kemudian dengan seketika membuat dirinya menghilang.

__ADS_1


Para penonton yang melihat Evan menghilangkan dirinya termenung terheran-heran, bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki kemampuan untuk menghilangkan dirinya.


Monster Tagula yang melihat juru pisah itu tiba-tiba menghilang pudarlah getaran serta ketakutan yang melekat padanya.


Karena bingung tentang apa yang terjadi, Daya bertanya kepada Livia dan Maya,


"Kenapa monster itu takut kepada si juru pisah? Lalu kenapa Evan bisa menghilang? Kekuatan macam apa yang pendekar dengan Tier Emperor miliki?"


"Pada dasarnya, beberapa monster memiliki ingatan yang sangat kuat. Monster itu akan selalu mengingat siapa orang yang mengalahkannya hingga akhir hayat. Monster itu bukannya takut, lebih tepatnya jika kita bilang kewaspadaan terhadap orang yang telah mengalahkannya begitu besar. Monster itu bernama Tagula!


"Monster Tagula sangat pintar, sangat sulit untuk mengalahkannya, ditambah kecepatannya yang mengerikan!" Maya melihat monster itu dengan tatapan tajam.


"Iya, saya pernah membaca buku tentang monster Tagula sebelumnya."


"Untuk kekuatan yang juru pisah itu lakukan, kemungkinan itu adalah kekuatan gabungan, Daya!" timpal Livia memalingkan pandangannya melihat ke arah Daya.


"Kekuatan gabungan? Maksudnya; jika kita menggabungkan api dengan angin, maka api yang terbentuk akan semakin besar?"


"Kemungkinan besar elemen yang juru pisah itu lakukan adalah elemen gabungan tingkat tinggi, sebuah elemen yang pastinya sudah terlatih sejak lama!" Maya membenarkan perkataan Daya.


"Ohh ... oke."


***


Monster Tagula sudah berada pada kondisi yang lebih baik, air liur yang awalnya berhenti selepas melihat juru pisah kini kembali mengalir. Terlihat monster itu tengah bersiap menggambil ancang-ancangnya akan menerkam kelima calon pendekar itu.


Melihat apa yang dilakukan monster Tagula, Adi dan keempat temannya pun tidak ingin kalah. Mereka juga menyiapkan posisinya, berbeda dengan sebelumnya, kini posisi mereka berlima telah berganti seiring berubahnya rencana.


Adi berdiri di paling depan, Haira berdiri tepat di belakang Adi, Abi berdiri pada nomor tiga, Cahya dan Disa berdiri paling belakang dengan anak panah yang telah siap untuk diluncurkan. Monster itu bergerak menghampiri Adi, perlahan-lahan namun pasti, langkah monster Tagula semakin lama semakin cepat dan kian dipercepat.

__ADS_1


Melihat monster Tagula yang telah bergerak, Adi tidak hanya tinggal diam. Adi menyuruh Abi dan Haira untuk bergerak maju mendekati monster itu,


"Ayo!" pekik Adi lalu berlari mendekati monster Tagula yang diikuti oleh langkah kaki Haira dan Abi.


Saat kelompok Adi dan monster Tagula hampir bertemu, Cahya dan Disa menembakkan anak panahnya ke atas berusaha untuk mengincar si monster Tagula.


*Ctak Ctak ....


Dua anak panah bergerak cepat menuju arah atas lalu sedikit demi sedikit jatuh tepat ke arah badan monster Tagula yang sedang berlari. Namun secara cepat monster itu menggerakkan langkah kakinya ke kanan dan kiri menghindari dua anak panah yang Cahya dan Disa berikan. Serangan Cahya dan Disa dapat dihindari monster Tagula dengan sangat mudah.


Saat jarak kelompok Adi dan monster Tagula hanya tinggal beberapa meter lagi; Adi, Abi dan Haira berlari dengan posisi sejajar, mereka melakukan itu bukan tanpa alasan yang pasti. Alasan mereka melakukan lari dengan posisi sejajar adalah agar monster tagula hanya bisa melihat ke arah Adi, namun tidak untuk Abi dan Haira.


Saat monster Tagula sudah bersiap mengangkat kaki depannya untuk memotong tubuh Adi, tanpa diduga Adi dan Abi melompat ke arah kanan dan kiri. Benar saja, monster Tagula bingung dibuatnya. Adi melompat ke arah kanan sedangkan Abi ke arah kiri dan hanya tersisa Haira tengah bersiap melesatkan anak panahnya. Haira berlari lalu menunduk menyeretkan badannya ke tanah kemudian melepaskan tembakan anak panahnya mengincar


kepala monster Tagula.


*Ctak ....


Benar saja, fokus monster itu terpecah. Akibat monster Tagula yang masih memperhatikan dan memfokuskan pandangannya ke arah pergerakan Adi dan Abi yang bergerak secara tiba-tiba, ditambah cepatnya tembakan panah yang Haira lakukan, serangan panah milik Haira berhasil mengenai kepala monster Tagula. Para penonton bersorak meriah saat melihat serangan Haira berhasil mengenainya.


*Srek Srek Srek ....


Suara kepakan sayap monster Tagula yang tedengar cepat dan kuat itu membuat angin berhembus dan menerbangkan debu-debu. Monster Tagula terlihat sedang menahan sakitnya panah yang menancap tepat di atas kepalanya.


Ternyata serangan yang Adi dan teman-temannya lakukan tidak hanya sampai di situ, saat monster Tagula yang terlihat masih menahan sakitnya tembakan yang mengenai kepalanya, Adi terlihat tengah bersiap untuk mengeluarkan elemen miliknya.


Adi memasang kuda-kudanya, menarik tangannya ke belakang kemudian menghentakkannya ke depan. Secara tiba-tiba muncullah air dengan volume sangat besar membasahi tubuh si monster Tagula.


"Ehh ...!?" Melihat Adi mengeluarkan elemen airnya, Livia terbelalak kaget.

__ADS_1


\=\=♡\=\=


To Be Continued.


__ADS_2