
"Alasan saya menyetujui tradisi Seda kembali diberlakukan adalah karena ada ramalan di masa depan tentang Ras lain yang akan menyerang Ras manusia!"
Mendengar ucapan Raja Zake, semua orang saling berpandangan. Rasa bingung dan takut dirasakan oleh sebagian besar orang yang berada di sana. Bingung tentang hal yang melatarbelakangi kenapa ras lain menyerang ras manusia, karena selama ini tidak pernah ada yang namanya peperangan antara satu ras dengan ras yang lain. Dari kebingungan itu muncul seberkas ketakutan yang semakin lama kian membesar. Namun dibalik rasa takut itu, terdapat beberapa orang yang siap akan takdirnya, siap untuk melindungi umat manusia dan siap menggorbankan nyawanya.
"Saya sebagai Raja dari Kerajaan Naga Hijau ingin memperkuat kekuatan militer yang kita miliki, memperkuat kekuatan para pendekar dan kekuatan sistem-sistem yang menyokongnya. Saat ini hanya ada seratus orang calon pendekar, angka yang terlampau jauh dari hari-hari sebelumnya, bahkan bisa semakin sedikit sebentar lagi. Namun saya tidak terkejut, karena pada kali ini para calon pendekar tidak hanya akan bertarung dengan orang lain. Para calon pendekar dituntut untuk bisa melawan rasa takut, melawan rasa bimbang dan melawan dirinya sendiri!
"Tradisi Seda sudah dianggap banyak orang sebagai ketidak-pedulian Raja atas rakyatnya, propaganda, senjata yang ditujukan untuk penindasan rakyat dan banyak lainnya. Akibatnya tradisi Seda telah menjadi bulan-bulanan fitnah dan segala hal buruk lainnya.
"Saya berdiri di sini ingin membantah itu semua, saya adalah Raja yang berbeda dari pada Raja terdahulu, saya melakukan sesuatu demi rakyat, dan di balik alasan saya memberlakukan tradisi Seda kembali semata-mata demi keamanan rakyat!"
Mendengar ucapan Rajanya, para penonton dan calon pendekar pun bersorak riang, mereka mengagungkan nama Raja Zake George. Sebab para rakyat pun merasakan perbedaan yang baik pada saat Raja Zake sebagai Raja, baik pada sektor ekonomi maupun sosial. Raja Zake tersenyum kemudian melanjutkan ucapannya,
"Untuk para calon pendekar, saya ingin kalian tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mampu untuk berpikir dan mengasah logika. Kalian harus bisa lebih menggunakan otak dari pada otot, karena dalam menggunakan otak menurut saya lebih efisien dan mudah.
"Kalian memiliki juru pisah yang akan membantu kalian jika dalam bahaya, namun perlu diingat, hanya ada satu juru pisah! Juru pisah dengan Tier Emperor tidak bisa menjamin sepenuhnya atas keselamatan kalian, jika kalian lemah, maka mati!
"Maka dari itu, sebelum pertarungan ini dimulai, saya akan memberikan kalian kesempatan untuk keluar dari arena ini dan merobek kertas bertuliskan nomor calon pendekar yang kalian miliki! Jangan naif! Hanya dengan berbekal impian tidak bisa menjamin kalian akan lulus dari ujian ini!"
Para calon pendekar tersentak dengan pernyataan yang Raja lontarkan, mereka tidak mengira sikap Raja akan berubah 180° hanya dalam waktu yang singkat. Mereka merasakan semangat yang menggebu-gebu saat pertama kali Raja berbicara, namun saat Raja menyampaikan fakta, para calon pendekar merasa terbanting jatuh ke atas tanah.
__ADS_1
"Kalian harus mengetahuinya, pada tradisi Seda yang lalu, banyak calon pendekar yang mati konyol karena beranggapan mereka mampu melawan monster yang lebih kuat darinya dan mampu melewati semua ujian yang diberikan. Namun tidak! Sekali lagi tidak! Kalian harus melihat jauh ke dalam diri kalian sendiri, kalian mampu, atau tidak!"
Beberapa calon pendekar merasakan kembali pukulan telak di dadanya, jantung yang berdetak keras, keringat yang menetes deras, pandangan menunduk dan mulut yang terkesan bisu adalah satu-satunya yang bisa mereka lakukan.
*Kkhaouh ....
Sebuah auman singa yang datang dari salah satu pintu terdengar kencang dan mengagetkan seluruh orang yang berada di stadion Perpend. Beberapa calon pendekar yang mendengar auman itu mendadak pucat.
"Kalian sudah mendengarnya, bukan? Itu adalah salah satu monster yang telah ditangkap oleh pendekar dengan Tier Emperor. Jika kalian merasa lemah, kalian dipersilahkan untuk keluar! Mundur bukan berarti pecundang, tetapi mundur sebagai orang yang berpikir akan masa depan!"
Beberapa calon pendekar yang merasa dirinya lemah dan kurang kuat mulai memperlihatkan rasa takutnya, beberapa detik berikutnya mereka mengambil kertas yang bertuliskan nomor calon pendekar itu, mengangkatnya tinggi kemudian merobeknya lalu melangkahkan kakinya keluar dari arena pertandingan. Daya, Maya dan Livia masih berdiri pada posisinya dengan tegap. Mereka telah mengetahui bakat dalam dirinya dan menanam dalam hati yang terdalam tentang ingin menjadi apa mereka di masa depan. Daya, Livia dan Maya menatap Raja dengan pandangan yang tajam.
Jaka yang melihat teman-temannya masih berdiri merasa senang dan gelisah pada saat yang sama. Senang karena mereka benar-benar memiliki impian yang kuat dan gelisah tentang apa yang akan teman-temannya hadapi.
Setelah lima puluh orang keluar dari arena pertandingan, Raja kembali pada kata-katanya,
"Baiklah, sebelum ujian ini dimulai, saya ingin memberitahu kepada orang-orang yang masih bertahan di arena ini beberapa hal penting tentang pertandingan. Pertandingan terbagi menjadi dua, yang pertama adalah pertandingan melawan monster dan yang terakhir adalah pertandingan satu lawan satu antara calon pendekar yang lolos dalam tahap menghadapi monster!"
Saat Raja masih berbicara tentang pertandingan, pendekar dengan Tier Calestial Dragon di sebelahnya itu membisikkan sesuatu pada telinga Raja. Raja melihat ke arah Evan, kemudian Evan mengangguk. Hanya dengan tatapan, Evan mengetahui apa yang dimaksudkan Raja. Raja kembali duduk di kursinya lalu Evan membalikkan badannya menghadap para calon pendekar kemudian melanjutkan apa yang Raja katakan,
__ADS_1
"Dalam melawan monster, kalian harus dan diwajibkan membunuh monster itu. Kalian akan bekerja bersama teman sependekar kalian jika kalian punya, dan boleh melawannya sendiri," ucap Evan kepada para calon pendekar.
Mendengar penjelasan Evan, salah seorang calon pendekar mengangkat tangannya dan bertanya,
"Jika saya mempunyai seorang teman sependekar, ia tidak melakukan apapun untuk mengalahkan monster itu. Hanya saya yang bekerja dan berusaha menghadapi monster sendirian. Jika monster itu telah saya kalahkan, apakah teman saya yang tidak melakukan apapun itu termasuk orang yang lulus?" tanya pria itu memandang wajah Evan.
Evan tersenyum dan menjawab pertanyaan pria itu,
"Jika nama teman kalian berada pada kertas calon pendekar, maka ia berhak dan lulus ke tahap selanjutnya. Dengan atau tanpa melakukan apapun!"
Setelah mendengar jawaban atas pertanyaannya, pria itu mengangguk dan menurunkan tangannya. Evan melihat satu-satu wajah para calon pendekar dengan seksama selama beberapa detik kemudian kembali berkata,
"Jika kalian sudah tidak mempunyai pertanyaan, maka saya akan memulai ujian ini," ucap Evan kembali menunggu para calon pendekar untuk menanyakan sebuah pertanyaan.
Setelah merasa bahwa tidak ada yang ingin bertanya lagi, Evan menyuruh para calon pendekar untuk naik ke atas bangku penonton yang telah disediakan. Sebelum menyuruh mereka naik, Evan telah berkata bahwa jika ada nama dari salah satu orang yang terpanggil, maka semua anggotanya harus turun juga.
"Dengan begini, saya selaku juru pisah menyatakan bahwa ujian akan dimulai!" ucap Evan setelah semua calon pendekar telah duduk di bangku penonton dengan suara yang kuat dan lantang. Para penonton yang mengetahui pertandingan telah dimulai pun bergemuruh bertepuk tangan.
\=\=♡\=\=
__ADS_1
To Be Continued.